/ Pendekar / Lahirnya Legenda Ksatria Abadi / Bab 95. MENEMUI RADEN JAYENGRANA

공유

Bab 95. MENEMUI RADEN JAYENGRANA

작가: MN Rohmadi
last update 게시일: 2025-12-19 23:06:07
Bab 95. MENEMUI RADEN JAYENGRANA

Mereka tidak menyerang saat siang hari, akan tetapi memilih menyerang saat matahari sudah tenggelam.

Sebagai kelompok hitam yang suka membuat kekacauan, menyerang saat malam hari adalah sebuah pilihan yang sangat tepat.

Sosok Jaka Tole segera menghilang dari dahan pohon tempat dia bersembunyi, setelah mendengar rencana penyerangan ke kota Tegal, malam nanti.

Untuk menghilangkan jejaknya, Jaka Tole menggunakan Ajian lipat Bumi, dan dala
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (1)
goodnovel comment avatar
Jejaka Minang
Jaka tole gimana ni udah habis apa blum,,kok ngak ada sambung nya coi
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Lahirnya Legenda Ksatria Abadi   Bab 146. BERBOHONG DEMI KEBAIKAN

    Bab 146. BERBOHONG DEMI KEBAIKAN Ular phyton ini besarnya sepohon kelapa. Begitu mulutnya terbuka dan Jaka Tole masuk ke mulutnya, maka dapat dipastikan dia akan dengan mudah mengisi perutnya. Saling asyiknya mengintip para Dewi yang sedang mandi di danau, Jaka sampai tidak menyadari kalau di atas kepalanya ada kepala ular yang sedari tadi sedang tidur di dahan pohon raksasa. Tiba-tiba saja keasyikan, Jaka Tole dikejutkan oleh tetesan air dari atas kepalanya. Tes… tes… tes… Secara refleks Jaka Tole mendongak ke atas, seketika itu juga kesadarannya langsung pulih. “Sssshhh…” Srakkk…! Kurang dari satu detik, tubuh Jaka Tole langsung bergerak berpindah tempat dengan sangat cepat. Untungnya Jaka Tole menguasai Ajian Langkah Sewu, sehingga hanya dalam waktu kurang satu detik dia sudah berpindah tempat sejauh seribu langkah, sehingga dia bisa dengan sangat tepat menghindari gigitan ular phyton raksasa ini Pergerakan yang tiba-tiba dan spontan membuat Jaka Tole seakan mel

  • Lahirnya Legenda Ksatria Abadi   Bab 145. MENGINTIP PARA DEWI MANDI

    Bab 145. MENGINTIP PARA DEWI MANDI Pemandangan ini tentu saja sangat menyejukkan dipandang mata, apalagi selama ini Jaka Tole sudah sangat lama tidak melihat pemandangan seindah ini. Pemandangan seindah ini hanya bisa dilihat saat dia masih kecil hidup bersama keluarganya di kampung, sebelum kedatangan para penjahat Warok Suromenggolo yang menghancurkan tanah kelahirannya. Penduduk satu kampung tidak ada yang hidup, bahkan kedua orang tuanya juga menjadi korban kebiadaban gerombolan Warok Suromenggolo. Hanya dirinya sajalah yang selamat dari pembantaian itu, itu pun karena dia jatuh ke jurang Malaikat, saat dikejar anak buah Warok Suromenggolo. Akhirnya Jaka Tole sampai juga di tengah kampung, dia segera melihat sebuah kedai makan yang cukup besar. Dengan langkah tegas dia berjalan ke arah kedai makan itu. Kehadiran Jaka Tole di kedai makan ini seketika menarik perhatian pemilik kedai dan beberapa pengunjung kedai, meskipun hanya ada tiga orang pendu

  • Lahirnya Legenda Ksatria Abadi   Bab 144. HANTU DISIANG BOLONG

    Bab 144. HANTU DISIANG BOLONG Selesai menguburkan kudanya, Jaka Tole menatap langit yang berbintang seakan tidak pernah terjadi apa pun di atas sana. Padahal baru saja langit mengamuk, memuntahkan amarahnya terhadap Jaka Tole. “Betapa cerahnya malam ini, sebaiknya saya segera istirahat agar besok pagi badan menjadi segar,” bisik Jaka Tole sambil memandang sekelilingnya. Tak lama kemudian, di mana Jaka Tole berdiri, sudah tercipta rumah jamur yang terbuat dari tanah . Kali ini dia membuat dengan struktur bangunan dengan lebih kuat dan tebal, agar cukup kuat untuk melindungi dirinya dari gangguan hewan buas, dari dalam hutan ini. Keesokan paginya, Jaka Tole terbangun ketika mendengar kicau burung bersahut-sahutan di atas dahan pohon yang ada di dekat rumah jamurnya. Setelah menghilangkan rumah jamurnya, Jaka Tole segera pergi ke sungai untuk mandi dan membersihkan tubuhnya. Dengan tubuh segar, sosok Jaka Tole terlihat berlari di pucuk pohon, men

  • Lahirnya Legenda Ksatria Abadi   Bab 143 NAIK DUA RANAH SEKALIGUS

    Bab 143. NAIK DUA RANAH KECIL SEKALIGUS Blar…! “Hegh…” Sebuah petir raksasa sebesar paha orang dewasa tiba-tiba saja menghantam tubuh Jaka Tole, setelah rumah tanah buatannya hancur. Tubuh Jaka Tole seketika berkilau, seakan menyala seperti lampu dengan tegangan tinggi. Jaka Tole yang sedang bersemedi, seketika merasakan ada sebuah energi listrik yang mempunyai kekuatan jutaan volt menghantam tubuhnya. Jaka Tole hanya bisa menahan sekuat tenaga hantaman petir kesengsaraan yang menghantam tubuhnya. Sebagai pendekar yang pernah mengalami ujian kesengsaraan, tentu saja dia sudah siap untuk menerima ujian petir ini. Hanya saja yang sama sekali tidak disangka, ujian kesengsaraan kali ini dia harus menerima sambaran petir sebesar paha orang dewasa. Padahal sebelumnya, dia hanya menerima ujian kesengsaraan dengan ukuran petir yang sama dengan petir yang biasa terlihat saat alam mengalami hujan petir. Dari mulut Jaka Tole keluar darah se

  • Lahirnya Legenda Ksatria Abadi    Bab 142. PETIR RAKSASA

    Bab 142. PETIR RAKSASA Jaka Tole yang sedang semedi menyerap semua energi spiritual yang ada disekitar hutan, tampak sangat fokus mengumpulkan semua energi prana itu kedalam titik kundalininya. Langit seakan sedang mengamuk ketika ribuan lidah petir menari-nari seperti ular cahaya yang sedang bergerak di langit yang hitam. Dari kejauhan, fenomena mengerikan ini bisa dilihat oleh warga desa tak jauh dari hutan tempat Jaka Tole berada, yang jaraknya sekitar sepuluh ribu tombak. Satu tombak jika dikalkulasi dalam centimeter, sekitar dua ratus lima puluh sentimeter atau dua meter setengah panjangnya. Sehingga jarak sepuluh ribu tombak sama dengan sekitar empat sampai lima kilometer dari hutan tempat Jaka Tole berada. Di salah satu kedai makan, terlihat ada beberapa orang yang sedang berkumpul sambil menikmati secangkir kopi hitam yang dicampur gula jawa dan beberapa camilan khas seperti pisang goreng, pisang rebus dan singkong rebus tertata di atas meja kedai

  • Lahirnya Legenda Ksatria Abadi   Bab 141. SEMEDI MENYERAP MUTIARA SILUMAN

    Bab 141. SEMEDI MENYERAP MUTIARA SILUMAN Bahkan rakyat kotaraja Mandala segera mengaitkan kisah tentang sosok Jaka Tole, dengan pendekar atau ksatria yang melawan siluman ular di danau selatan kotaraja. Nama Jaka Tole mulai saat itu juga mulai harum dan diceritakan dari mulut ke mulut, dari orang dewasa hingga anak kecil.*** Sementara itu Jaka Tole yang sedang beristirahat, setelah pertarungannya dengan siluman buaya putih, tampak sudah kembali sambil membawa dua ekor ayam hutan berbulu emas di tangannya. Ayam hutan ini sudah dalam keadaan mati, setelah sebelumnya tubuhnya tertembus batu kerikil yang dilempar Jaka Tole. “Dua ekor ayam hutan ini, sepertinya cukup untuk mengisi perut,” gumam Jaka Tole yang segera mencari sungai untuk membersihkan isi perut ayam hutan hasil tangkapannya. Setelah menemukan sungai kecil, Jaka Tole segera membersihkan bulu dan isi perut ayam hutan berbulu emas hasil buruannya. Tak lama kemudian di dalam hutan sudah te

  • Lahirnya Legenda Ksatria Abadi   Bab 129. ROMBONGAN KERAJAAN

    Bab 129. ROMBONGAN KERAJAAN Dengan pakaian atas yang sudah dilepas, Jaka Tole berbaring diatas tempat tidur. Kemudian kedua wanita cantik itu juga naik keatas tempat tidur. Kedua wanita itu berbagi tugas, yang satu melihat dibagian atas sedangkan yang satunya memijat bagian kaki.

  • Lahirnya Legenda Ksatria Abadi   Bab 128. DIBARINGKAN DITEMPAT TIDUR OLEH WANITA PENGHIBUR

    Bab 128. DIBARINGKAN DITEMPAT TIDUR OLEH WANITA PENGHIBUR *Kamar khusus? Untuk apa kamar khusus? Saya sudah menyewa kamar di rumah penginapan Wisma Arumbinang, sebaiknya disini saja menikmati alunan musik dan tarian,” Jaka Tole yang masih lugu mengatakan apa adanya tanpa tahu dari kamar khusu

  • Lahirnya Legenda Ksatria Abadi   Bab 127. DI HIBUR PELAYAN CANTIK

    Bab 127. DIHIBUR PELAYAN CANTIK Begitu memasuki halaman rumah Penjaliran Bunga Cinta, segera saja terdengar suara tawa pria dan wanita yang semakin keras. Jaka Tole yang masih lugu dan polos, tentu saja sangat takjub dengan keramaian yang ada di dalam rumah Penjaliran Bunga Cinta.

  • Lahirnya Legenda Ksatria Abadi   Bab 126. BERKUNJUNG KE PAVILIUN BUNGA CINTA

    Bab 126. BERKUNJUNG KE PAVILIUN BUNGA CINTA Dengan suhu panas yang sangat tinggi dari elemen api yang dikeluarkan oleh Jaka Tole, ratusan bangkai ular siluman menguap menjadi abu beserta darah yang sebelumnya membasahi rerumputan di sekitar danau. Pemandangan di tepi danau sangat berb

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status