LOGINDrakkan, seorang pria dengan Elemen Kegelapan yang di benci oleh para Dewa, mengalami kejadian pahit di mana ia di serang dan kediaman nya di hancurkan begitu saja oleh beberapa Klan Dewa. Karena terdesak, Drakkan meledakkan dirinya dan berharap reinkarnasi itu ada. ribuan tahun kemudian, ia ternyata bereinkarnasi pada bocah bernama Li Fan yang tak memiliki identitas pasti, namun memiliki darah naga. Drakkan yang memasuki tubuh Li Fan tidak menyadari hal tersebut dan tak sengaja bertemu dengan Naga Primordial Berkepala Tujuh. Namun di balik keberuntungan tersebut, Drakkan ternyata hilang ingatan yang membuat dirinya hanya mengetahui dirinya sebagai Li Fan, seorang bocah menyedihkan yang di bully oleh teman-temannya.
View More"Argh..."
"Kalian para dewa sangat tidak tahu malu! Aku bahkan sama sekali tidak mengganggu kedamaian di Alam ini! Kenapa kalian ingin membunuhku?" Tanya Drakkan dengan raut wajah menunjukan kebencian yang sangat mendalam. "Hahaha..." "Kau adalah dewa kegelapan, mungkin sekarang kamu tidak mengganggu kedamaian di alam ini, tapi kemungkinan besar di masa depan mungkin kau akan merusak kedamaian di alam ini. Jadi kami semua akan membunuhmu," ujar Dewa Naga dengan seringai di wajahnya. "Jangan buang-buang waktu, sekarang bunuh dia. jangan sampai dia datang kesini," ucap Dewa Phoenix dengan raut wajah waspada "Oke, matilah!" Setelah mengatakan itu, Dewa naga kemudian melepaskan tinju yang di lapisi dengan energi Qi miliknya. "Jangan harap aku mati di tangan dewa pengecut seperti kalian," kata Drakkan sambil menciptakan segel tangan yang tidak di mengerti oleh semua orang. "Aktifkan!" Mendengar itu, semua para dewa memasang wajah serius dan tak lama kemudian tubuh Drakkan berkedip dan mengeluarkan cahaya yang sangat silau membuat para dewa harus menutup mata mereka Setelah cahaya itu hilang, tiba-tiba tubuh Drakkan mengembang seperti balon dan terus mengembang. Melihat itu, para dewa langsung panik dan ingin membuka ruang dan melarikan diri. Boom... Duar... Namun, tepat ketika mereka membuka ruang, tiba-tiba tubuh Drakkan meledak dengan energi gelap yang sangat pekat dan menyebabkan ledakan yang sangat besar membuat seluruh alam dewa terguncang. ****** "Apa yang terjadi?" Tanya Raja dewa di sebuah kastil. Raja dewa juga merasa terguncang dengan ledakan yang di sebabkan oleh Drakkan. "Cepat! Cari tau apa yang sebenarnya terjadi!" Perintah Raja Dewa. "Baik, yang mulia!" Jawab para petinggi kastil dewa ***** "Sial! Dia bunuh diri! Jangan sampai dia bereinkarnasi, kalau tidak mungkin akulah orang yang pertama dia cari. Benar-benar sial!" Ucap Dewa Phoenix "Pa-patriak, ki-kita di perintahkan oleh leluhur untuk kembali" kata seorang penatua di klan dewa Phoenix "Oke, ayo kita berangkat. Tinggalkan yang tidak berguna dan bawa yang masih berguna!" Perintah Patriak Dewa Phoenix dengan hati yang masih di selimuti kemarahan. "Ba-baik patriak!" Setelah mengatakan itu, mereka semua pun kembali di klan dewa Phoenix Sama seperti klan dewa Phoenix, klan dewa Naga dan klan dewa lainnya juga di perintahkan untuk kembali ke klan masing-masing. ****** "Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Alam dewa terguncang?" Tanya Raja dewa pada semua orang yang ada di tempat itu. "Maaf yang mulia! Penyebab alam dewa terguncang karena salah satu dewa tertinggi meledakkan dirinya dengan paksa." jawab salah satu petinggi kastil dewa "Dewa tertinggi?!! Siapa yang telah meledakan dirinya sampai seluruh alam dewa terguncang?" Tanya Raja dewa "Yang meledakkan dirinya adalah dewa kegelapan sang Asura yang mulia!" Jawab petinggi itu lagi dengan nada yang sedikit bergetar. "Dewa kegelapan? Kenapa?" Tanya raja dewa dengan curiga kepada semua orang yang ada di tempat itu. Semua orang di tempat itu hanya bisa menundukkan kepala sambil berkeringat dingin. Terutama yang menyerang dewa kegelapan. "Saya tidak tau yang jelas yang mulia, namun saya menduga bahwa dewa kegelapan di serang" "Kenapa?" Tanya raja dewa lagi "Karena saya melihat seluruh bawahan dewa kegelapan mati dengan mengenaskan" "Bukannya dewa kegelapan yang meledakkan dirinya? Kenapa kau menganggap seperti itu?" Tanya leluhur Dewa Phoenix dengan tajam. "Karena ada sebuah formasi pelindung yang sangat kuat di klan dewa kegelapan. Bahkan seorang setengah langkah Abadi seperti yang mulia sekalipun tidak mampu menghancurkannya." ******* 1000 kemudian... Bruk...! Terlihat seorang anak kecil yang kurus dan tidak terawat sedang di tendang oleh anak kecil lainnya. "Dasar sampah! Kau sama sekali tidak berguna! Bahkan sampai sekarang kau tidak bisa berkultivasi. Haha" "Benar! Kau adalah sampah! Kau tidak bisa berkultivasi! Maka kau jadilah mainan kami!" "Meskipun kau menolak, kau akan tetap menjadi mainan kami!" "..." Masih banyak cacian dan makian yang di lontarkan oleh berbagai anak-anak lainnya. Namun, anak kecil tersebut sama sekali tidak mendengarkan perkataan mereka. Kemudian, anak kecil tersebut berdiri dengan sisa tenaga dan ingin beranjak dari tempat itu. Tapi... "Hei! Mau kemana kamu? Kamu mengabaikan kami?" Tanya salah satu bocah yang memukuli bocah tadi. Namun, bocah tersebut sama sekali tidak mendengarkan bocah tersebut dan membuat para bocah lainnya menjadi geram. "Sialan kau! Akan ku pukuli kau sampai mati! Ayo kita pukuli dia sampai mati!" Setelah mengatakan itu, mereka semua pun memukuli anak kecil tersebut dengan keji dan brutal. Anak kecil tersebut hanya bisa menahan rasa sakit di tubuhnya seraya bergumam dalam hati dengan air mata mengalir. "apakah aku akan mati disini? Tapi aku belum tau siapa orang tuaku, kalau aku mati sekarang apakah aku akan bahagia?" Ketika sedang bergumam, tiba-tiba bocah yang sedang memukulnya mengambil sebuah batu dan melemparkan kearah kepala bocah tersebut yang membuat kepalanya berdarah dan mati. Melihat bocah itu mati, bocah yang melemparkan batu tadi tiba-tiba menghentikan temannya seraya berkata, "dia sudah mati! Ayo kita buang dia di jurang di bagian sana!" Setelah mengatakan itu, mereka semua mengangkat bocah tersebut dan melemparkan dia di sebuah jurang yang di anggap misterius bagi semua orang. Melihat bocah itu telah jatuh, semua bocah langsung pergi meninggalkan TKP dan menganggap apa yang mereka lakukan itu tidak salah. ****** Jder... Jder... Zzzzzzrt... Blarr... Tiba-tiba ada awan gelap muncul di dalam jurang dan memunculkan banyak petir yang menggelegar. Tak sampai disitu, petir-petir itu langsung menyambar seorang anak kecil yang sudah tak bernyawa sambil bersimbah darah dengan keadaan kulit terkelupas dan daging-daging yang keluar. Tak hanya sekali, melainkan puluhan kali petir itu menyambar, seakan-akan anak kecil tersebut masih hidup dan menentang langit. Sambil tersambar petir, badan anak kecil itu yang tadinya luka pukulan kini luka-luka itu perlahan bertambah parah dan kulitnya menjadi gosong. Tapi, tiba-tiba badan anak kecil tersebut memancarkan sinar yang terang dan menyilaukan sambil terangkat di udara. Yang tadinya di bawah jurang itu gelap kini menjadi terang seperti matahari yang datang ke jurang tersebut. "Argh...!" Anak kecil tersebut tiba-tiba mengeluarkan suara erangan yang memilukan. Yang tadinya vitalitas kehidupannya sudah hilang, kini datang kembali seperti orang yang bangkit dari kematian. Kini luka-luka itu perlahan sembuh berkat cahaya yang di keluarkan oleh bocah tersebut. Bahkan petir-petir yang menyambar kini perlahan redup bersama awan. Beberapa jam kemudian... Perlahan-lahan cahaya yang tadinya terang kini mulai redup dan kemudian cahaya tersebut hilang sepenuhnya. anak kecil itupun membuka matanya dan melihat sekeliling yang gelap sambil berjalan turun di udara. "Dimana aku? Dan siapa aku?" Itulah perkataan pertama yang di ucapkan oleh sang anak. Merasa ada yang aneh dengan tubuhnya, anak kecil tersebut kemudian meraba-raba tubuhnya dan ia merasa tidak ada sehelai pakaian pun yang melekat di tubuhnya kerena sambaran petir tadi. Kemudian bergumam pada diri sendiri dengan panik. "Aku tidak memakai pakaian? Bagaimana ini? Apakah ada seseorang di sini?" Karena tidak merasakan keberadaan seseorang, anak kecil tersebut kemudian berjalan menelusuri jurang tersebut Dua hari kemudian "Apakah jurang ini tak memiliki ujung? Sudah berapa lama aku berjalan?" Namun, ia tak pantang menyerah dan lanjutkan perjalanan. Tapi, baru beberapa langkah ia sudah jatuh pingsan dengan tubuh lemah karena tak makan lebih dari lima hari.Di kejauhan, Jenderal Liu Yang melesat cepat kembali ke tempat semula. Rasa kesalnya belum reda. Wajahnya keruh, dan gerutunya meledak di tengah angin.“Jika bukan karena dia adalah penguasa kota Bulan Langit... salah satu dari Sembilan Kota Istimewa yang dilindungi Kekaisaran, sudah sejak tadi kukirim dia ke alam roh! Berani-beraninya mengelabui aku...”Namun saat itu juga—Swoosh!Angin berdesir aneh, menggema tak wajar di telinganya. Insting tempurnya langsung berteriak bahaya, tapi belum sempat dia berbalik…Cekkk!Satu tangan besar mencengkeram lehernya dari belakang. Kuat. Terlalu kuat.Mata Liu Yang membelalak. Tubuhnya menegang. Tangannya berusaha melepaskan cekikan itu, tapi sia-sia. Tenaga yang mencengkeramnya seakan berasal dari makhluk di atas ranah eksistensinya.Ia ingin melihat
Di langit yang membentang luas dan sunyi, dua sosok terlihat melayang santai, seakan hanya dua titik debu kecil di antara awan yang menggumpal. Mereka adalah Li Fan dan Zhu Long.Aura mereka sepenuhnya tersegel. Tak satu pun riak energi yang bisa terdeteksi dari tubuh mereka. Bagi yang melihat dari bawah, mereka tak lebih dari dua kultivator biasa—mungkin seorang Kaisar Abadi atau Pra-Nirvana.Mereka melayang di ketinggian ekstrem, jauh di atas batas yang dapat dijangkau oleh kultivator biasa. Bahkan seorang Nirvana tahap tinggi pun takkan mampu melihat atau menyentuh mereka di tempat setinggi ini. Hanya mereka yang berada di tahap Nirvana Puncak atau Surga Nirvana yang mungkin bisa merasakan bayang-bayang mereka.Li Fan dan Zhu Long terus melesat menuju kota tujuan, seperti dua angin tipis yang menari di langit.Namun, di tengah perjalanan, keduanya tiba-tiba mengerutkan kening bersamaan.
Dunia Langit, sebuah dunia yang begitu megah hingga tak ada satu pun kata yang mampu menggambarkan kebesarannya dengan tepat. Dunia ini terbentang begitu luas, dan para kultivator dari alam-alam lain hanya bisa bermimpi untuk sekilas saja menginjakkan kaki di sini.Dunia itu terbagi menjadi dua bagian besar. Di satu sisi, berdiri kokoh Benua Manusia, tempat ras manusia membangun peradaban mereka hingga tak terhitung tahun. Kota-kota menjulang tinggi, dinding-dindingnya dilapisi formasi pelindung yang memantulkan cahaya bintang. Udara penuh dengan aroma logam dan darah, karena di tempat ini, pertarungan kekuasaan adalah hal yang tak terelakkan.Dua kekaisaran besar menjadi penguasa di benua ini: Kekaisaran Bintang dan Kekaisaran Bulan. Kekaisaran Bintang dikenal dengan pasukan tempurnya yang gagah berani, sekte-sekte bela diri yang tak terhitung jumlahnya mengabdi pada mereka. Istana mereka berdiri di puncak sebuah gunung raksasa, dikelilingi
Keesokan harinya.Terlihat, semua orang telah berkumpul di kediaman Klan Qian.Yang hadir bukan hanya anggota inti Klan Qian, tapi juga Klan Qing, Sekte Dao Gelap dan Cahaya, Sekte Naga Darah, serta Sekte Phoenix Abadi.Ketiga sekte yang awalnya hanya sekadar kekuatan kelas dua, kini telah naik status menjadi kekuatan kelas satu—semua berkat Li Fan, Zhu Long, dan Xiao Yu.Meski demikian, posisi mereka tetap di bawah bayang-bayang kekuatan besar: Klan Qing dan Klan Qian.Ketiga sekte itu kini berdiri resmi di bawah perlindungan Klan Qing dan Klan Qian. Tak ada satu kekuatan pun di Dunia Abadi yang berani mengusik atau mencari masalah dengan mereka.Dua puluh tahun lalu, sebuah berita mengguncang seluruh Dunia Abadi: Klan Juan dan Klan Meng, dua kekuatan raksasa, musnah dalam satu hari. Bersama mereka, Sekte Langit Agung, Sekte Raja Iblis, dan Pengadilan
Melihat kedatangan Drakkan, Naga berkepala tujuh itu menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan "Senior? Kenapa kalian menatapku seperti itu?" Tanya Drakkan merasa risih akan tatapan yang di tunjukkan kepada dirinya Tiba-tiba saja suasana menjadi terasa canggung
Boom! Ketika sedang berbincang, naga itu di buat terkejut akan kehadiran Drakkan secara tiba-tiba di dalam lautan kesadaran milik Drakkan. Drakkan kemudian melayang di kehampaan dan di dalam tubuh Drakkan terjadi ledakan teredam yang menandakan ia telah b
"Drakkan?" Tanya anak kecil itu yang seperti sedikit merasa familiar akan nama itu, namun dia sama sekali tidak mengingatnya. "Benar, kenapa? Kau tidak suka nama itu?" Tanya kepala naga kegelapan. "Tidak senior, tapi aku rasa nama ini sedikit familiar." terka Drakkan sambil berpikir. "Oh iya, ap
"Argh..."Dimana aku?" Seraya memegangi kepalanya, anak kecil itu bertanya kepada diri sendiri.dia kemudian berdiri dan memegangi perutnya yang sudah keroncongan. Dia hanya manusia fana dan tidak bisa berkultivasi, jadi wajar dia merasa kelaparan.Sedangkan kultivator meski tak makan mereka hanya
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews