Home / Fantasi / Legenda Dewa Pedang / Inti Emas Patriark

Share

Inti Emas Patriark

Author: Zhu Phi
last update publish date: 2026-02-07 20:31:42
Langit di atas Lembah Rahasia Kultivasi tampak seperti akan runtuh.

Awan tidak lagi mengalir alami... mereka berputar liar, saling melilit seperti pusaran raksasa yang kehilangan pusat. Retakan energi menjalar di udara, tipis namun jelas terlihat, seperti kaca transparan yang perlahan pecah. Setiap tarikan napas terasa berat, seperti menghirup serpihan logam panas yang mengikis tenggorokan.

Tekanan itu bukan sekadar aura.

Itu benturan dua hukum.

Qi Naga Purba yang mengalir dari tubuh Shu Jin ber
Zhu Phi

Bab Utama : 2/13 (termasuk 5 bab utama weekend hari ini)

| Like
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Legenda Dewa Pedang    Menuju Lembah Hantu

    Kembali ke Istana Kekaisaran Song Selatan—bau darah dan asap masih menggantung tipis di udara.Halaman yang tadi bergemuruh kini sunyi.Mayat berserakan, sebagian hangus, sebagian terbelah. Batu-batu marmer retak, bekas benturan energi masih terasa hangat di telapak kaki.Di aula utama, suasana jauh dari tenang.“Kenapa Zhao Shin tidak ikut menyerang?” tanya Shin Ling, suaranya rendah namun tajam, memecah keheningan.Ia berdiri tegak, matanya menatap ke arah pintu besar yang terbuka—seolah berharap sosok musuh itu muncul kapan saja.“Perempuan iblis itu juga tidak muncul,” sambung Mei Shia, alisnya berkerut. Udara di sekitarnya masih dingin. Embun tipis kembali muncul di lantai.Shu Jin berdiri di tengah mereka.Sikapnya tetap tenangNamun sorot matanya berbeda—tajam dan penuh perhitungan.“Zhao Shin…” gumamnya pelan.Ia melangkah satu langkah, ujung jubahnya menyapu lantai yang dingin.“…sedang mengujiku.”Semua mata langsung tertuju padanya.“Mengujimu?” ulang Yi Xue. Nada suaranya

  • Legenda Dewa Pedang    Strategi Pangeran Ketiga

    Wu Chao-Ming berdiri diam di tepi danau jernih itu. Aliran air terjun di belakangnya menggemuruh pelan seperti bisikan panjang yang tak pernah berhenti. Namun di balik wajah tenangnya, pikirannya berputar cepat—menghitung, menimbang, mencium bahaya yang belum terlihat jelas.Alisnya berkerut.“Apa kita juga akan ikut menyerang ke dalam Istana Kekaisaran Song Selatan?” tanyanya akhirnya, suaranya berat, penuh kehati-hatian.Zhao Shin, yang berdiri tak jauh darinya, justru terkekeh pelan.“Tentu saja tidak.”Jawaban itu datang dengan cepat.Ia berbalik perlahan, menatap Wu Chao-Ming dengan sorot mata dingin.“Melihat bagaimana Lima Wanita Iblis itu bergerak…” lanjutnya, nada suaranya merendah, tajam seperti bilah tersembunyi, “aku yakin ada seseorang di balik mereka. Seorang penasihat perang… yang jauh lebih berbahaya dari yang kita bayangkan.”Udara di sekitar mereka terasa berubah.Beberapa murid Sekte Pedang Surgawi berhenti berlatih, diam-diam memasang telinga.“Apa maksud Pangeran?

  • Legenda Dewa Pedang    Lembah Hantu

    Untuk mengetahui siasat Pangeran Ketiga yang tidak hadir saat penyerangan Istana Kekaisaran Song Selatan, kita kembali lagi di saat Zhao Shin kabur dari Lima Wanita Iblis yang mengeroyoknya.Zhao Shin berlari tanpa menoleh ke belakang.Angin malam mencabik jubahnya, napasnya berat namun tetap teratur. Kakinya menapak ringan di atas genteng istana, lalu melompat lagi—melintasi tembok tinggi Istana Kekaisaran Song Selatan dengan gerakan secepat bayangan.Namun, pikirannya… tidak setenang gerakannya.Bayangan lima wanita itu terus berputar di benaknya.Aura mereka. Kecantikan mereka. Kekuatan mereka.Dan satu hal yang paling mengganggunya—mereka semua tunduk pada satu pria.“Siapa sebenarnya dia…” gumam Zhao Shin di antara deru angin. Rahangnya mengeras. “Bahkan dalam hal memikat wanita… aku masih kalah darinya.”Nada suaranya dipenuhi rasa kesal yang nyaris berubah menjadi iri.WUUUSSH!Tubuhnya melesat lagi.Namun baru saja ia mendarat di balik tembok luar...“SERRR!”Beberapa bayangan

  • Legenda Dewa Pedang    Kembalinya Dewa Pedang

    “Shu Jin!” “Qing Jian!” “Tuan Muda!”Tiga nama berbeda menggema hampir bersamaan—namun semua mata tertuju pada satu sosok yang kini berdiri tenang di tengah aula.Kabut energi yang sebelumnya menekan ruangan perlahan mereda, memperlihatkan wajah yang begitu familiar. Jubahnya berkibar pelan, rambutnya tergerai sedikit berantakan, namun sorot matanya… tajam, dalam, dan membawa wibawa yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.Tanpa banyak kata, ia melangkah maju.Setiap langkahnya mantap, bergema di lantai marmer yang masih dilapisi embun tipis akibat aura dingin sebelumnya.Lalu—duk!Ia berlutut di hadapan Kaisar Gaozong. Kepalanya menunduk dalam.“Hormat, Yang Mulia! Maaf… hamba datang terlambat.”Suaranya rendah, namun penuh kendali.Sejenak hening.Kemudian...“Hahaha!”Tawa Kaisar pecah, menggetarkan suasana tegang yang sejak tadi menyesakkan dada.“Bangunlah!” katanya. Wajahnya kini berseri. “Aku sudah yakin kau akan kembali tepat waktu!”Tatapannya tajam meneliti Shu Jin, seolah ing

  • Legenda Dewa Pedang    Perintah Kaisar

    “Kenapa tidak boleh, Yang Mulia?” Suara Shin Ling terdengar tegas, memecah ketegangan yang menggantung di udara. Tatapannya lurus, tajam, tak gentar. “Bukankah kita semua di sini untuk memberantas pemberontak?”Keberanian Shin Ling agak mengejutkan keempat wanita iblis lainnya.Kaisar bisa saja menghukum mati yang dianggap melawan perintahnya.Di singgasananya, Kaisar Gaozong menarik napas dalam. Cahaya obor memantul di matanya yang mulai dipenuhi bayangan kecemasan.“Aku tidak akan membiarkan nyawa kalian hilang sia-sia… setelah kalian berhasil menyelamatkan Kerajaan Song Selatan,” ucapnya perlahan, namun penuh tekanan.Kata-kata itu ada benarnya dan tak terbantahkanNamun, Yi Xue sudah tak mampu menahan diri. Ia melangkah maju, ujung jubahnya berkibar halus, matanya menyala oleh amarah yang tertahan.“Tapi, kita akan mati di sini jika hanya diam!” balasnya tajam. “Anak buahku sedang bertarung mati-matian di luar sana… menahan pasukan pemberontak agar tidak masuk ke dalam istana!”Seo

  • Legenda Dewa Pedang    Konflik di Istana

    Sementara itu, di pusat Istana Kekaisaran Song Selatan, malam belum sepenuhnya turun, namun aula utama sudah bermandikan cahaya lampu minyak yang bergetar pelan. Bayangan para pejabat dan tamu terhormat menari di dinding berlapis ukiran naga, sementara aroma hidangan mewah masih menggantung di udara—hangat, gurih, namun mulai terasa getir.Di tengah jamuan itu, Kaisar Gaozong duduk tegak di singgasananya. Di hadapannya, lima wanita dengan aura mencolok—Shin Ling, Yi Xue, Liang Mei, Lian Hua, dan Mei Shia—masih menikmati sisa hidangan, meski percakapan mereka telah meredup menjadi bisik-bisik penuh kewaspadaan.Tiba-tiba...BRAK!Pintu aula terbuka kasar. Seorang pengawal istana berlutut dengan napas tersengal, keringat mengalir deras di pelipisnya.“Lapor, Yang Mulia… pasukan Pangeran Ketiga mengepung istana!”Suasana seketika membeku.Sendok perak berhenti di udara. Suara napas terasa lebih berat. Bahkan nyala lampu seolah ikut meredup.Tatapan Kaisar Gaozong menajam, meski wajahnya t

  • Legenda Dewa Pedang    Bertemu Teman Lama

    Perjalanan keluar dari markas Sekte Pedang Dewa berlangsung tanpa banyak kata. Tubuh mereka lelah, energi qi terkuras, dan luka pertarungan masih terasa panas di bawah kulit.Ketika pusat Kota Ganzhou akhirnya terlihat di kejauhan, bahkan Byakko menguap panjang.Kota itu ramai, lampion merah menggan

    last updateLast Updated : 2026-04-03
  • Legenda Dewa Pedang    Kehebatan Pedang Sembilan Benua

    Kedua tangan Shu Jin menggenggam Pedang Sembilan Benua yang besar dan berat itu seperti seseorang memegang takdirnya sendiri.Lalu tubuhnya bergerak dengan cepat.“RUNTUHNYA DARATAN TIMUR!”Pedang raksasa itu diayunkan dari bawah ke atas.Udara di depannya terbelah lebih dulu... sebuah garis energi

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • Legenda Dewa Pedang    Kehebatan Boneka Pasir Rong Hai

    Langit di atas mereka berubah menjadi kegelapan yang terasa tidak alami—bukan malam yang lahir dari perputaran dunia, melainkan malam yang dipaksakan, seolah tirai hitam ditarik menutupi kenyataan.Di udara, bunga hitam raksasa menggantung diam seperti mata raksasa yang menatap tanpa berkedip. Kelop

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • Legenda Dewa Pedang    Kembali ke Lembah Rahasia Kultivasi

    Langit Makam Dewa Pedang masih bergetar ketika Luo Fei melangkah maju.Untuk pertama kalinya sejak Shu Jin mengenalnya, wajahnya tidak tenang.Bukan takut.Namun… waspada.Aura kuno yang bangkit dari kedalaman tanah semakin jelas. Pedang-pedang tua berdenting pelan, bukan karena tekanan qi Shu Jin l

    last updateLast Updated : 2026-04-01
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status