Se connecter[IG : zhu.phi] Dikhianatin oleh tunangannya yang telah bersamanya selama 3 tahun membuat Shu Jin kehilangan semua Darah Pedang Spiritual yang merupakan warisan keluarganya. Bahkan ia tidak sanggup untuk berkultivasi untuk memperkuat dirinya. Hinaan yang diterimanya membuat Shu Jin jadi pria kejam yang tak kenal ampun. Namun, suatu kejadian tak terduga membawanya ke Lembah Makam Dewa Pedang. Salah satu makam yang terkuat adalah Kaisar Pedang Abadi yang merupakan jagoan pedang yang tak terkalahkan di masanya. Shu Jin yang biasa hidup sebagai bangsawan dan jenius dari Keluarga Besar Shu harus mengalami penderitaan untuk mengembalikan kondisinya seperti sedia kala, dan membalas dendam terhadap orang-orang yang telah mencelakainya. Bahkan Iblis dan Dewa juga dihancurkannya sebagai praktisi pedang sejati yang dikenal sebagai Dewa Pedang.
Voir plusBenua Terlarang...Nama itu bergaung seperti kutukan di kalangan para Cultivator Song Selatan.Sebuah daratan luas yang jarang disebut tanpa nada takut—tempat yang oleh sebagian orang dijuluki Benua Dewa. Bukan karena kedamaiannya… melainkan karena para penghuninya yang melampaui batas manusia biasa.Tak banyak yang berani pergi ke sana.Bukan karena tak ingin.Tapi karena tahu—sekali melangkah ke wilayah itu, hidup dan mati bukan lagi milik sendiri.Di Benua Terlarang, kekuatan adalah hukum.Sosok yang lemah… hanya bahan pijakan.Langit di sana terasa lebih berat, seolah tekanan energi spiritual menindih siapa pun yang belum cukup kuat. Bahkan cultivator tingkat Inti Emas... yang di Song Selatan sudah dianggap elite... hanyalah lapisan terbawah di tempat itu.Lebih tinggi lagi... ada mereka yang telah menyentuh ambang keabadian.Immortal.Makhluk-makhluk yang tak lagi terikat sepenuhnya oleh hukum fana.Sekte-sekte pedang terkenal menjamur di sana.Transaksi sepenuhnya menggunakan bat
“Kenapa… ia tidak melawan?”Suara Shu Jin terdengar serak, nyaris tak dikenali. Ia berdiri membeku di tengah sisa panas yang masih beriak di udara. Abu halus beterbangan di sekelilingnya... sisa tubuh Wu Chao-Ming yang baru saja lenyap dilahap api. Bau hangus masih menempel di tenggorokan, pahit, menyesakkan.Tangannya gemetar.Untuk pertama kalinya sejak pertarungan dimulai… ia ragu.Langkah tertatih terdengar dari belakang.Tetua Wu Chao-Pei muncul dari antara reruntuhan tubuh murid-murid Wu. Napasnya berat, darah masih menetes dari sudut bibirnya, tapi matanya tetap jernih—penuh kelelahan… dan sesuatu yang lebih dalam.Guo Xiang langsung bergerak ke depan. Pedangnya terangkat, siap kapan saja menebas jika pria tua itu mencoba sesuatu.Namun Wu Chao-Pei hanya berhenti beberapa langkah dari Shu Jin.Tidak ada niat menyerang.Hanya satu gerakan pelan... ia mengeluarkan sebuah surat yang sudah kusut dari balik jubahnya.“Ini… dari ayahmu, Shu Jin,” ucapnya lirih. “Bacalah… maka kau akan
Wu Chao-Ming sudah menyadarinya.Sebelum Shu Jin dan Guo Xiang benar-benar tiba, sebelum ujung serangan mereka menyentuh sasaran—mata pria tua itu telah terbuka perlahan, seperti seseorang yang memang telah menunggu momen ini sejak lama.Dalam satu tarikan napas, dua bayangan menerjang.Namun yang mereka hantam… hanya ruang kosong.Energi pedang mencabik udara tanpa mengenai apa pun.Shu Jin langsung memutar tubuhnya ke belakang.Wu Chao-Ming kini telah berdiri di belakang mereka.Tegak dan tenang. Seolah perpindahan barusan hanyalah langkah biasa yang tak berarti.Jubahnya bergoyang pelan, wajahnya tetap datar, namun sorot matanya… dalam. Terlalu dalam untuk dibaca.“Aku sudah tahu hari ini akan datang…” suaranya berat, mengandung sesuatu yang tak mudah dijelaskan. “Tapi, Shu Jin… apa yang kau lihat… belum tentu adalah kebenaran yang sebenarnya.”Ucapan itu membuat suasana semakin memanas.Mata Shu Jin langsung menyala.“Bandot tua sialan!” suaranya pecah, penuh amarah yang tak lagi t
Shu Jin dan Guo Xiang melesat maju tanpa ragu.Kaki mereka tidak benar-benar menyentuh tanah... keduanya melayang rendah, menapak udara dengan kecepatan yang memecah angin. Hantu-hantu kelaparan di bawah mereka mengangkat tangan-tangan busuk, mencoba meraih, namun yang tertangkap hanya bayangan yang sudah melintas.Desingan udara berdengung di telinga.Satu… dua… puluhan sosok hantu terlewati dalam sekejap.Dan tiba-tiba... pemandangan berubah.Mereka mendarat di sebuah tempat yang kontras dengan neraka di belakang: sebuah dataran yang tenang, hampir indah. Tanahnya bersih, udara terasa lebih ringan, seolah wilayah ini dilindungi oleh sesuatu yang tak kasat mata.Namun ketenangan itu semu.Karena di sana... Keluarga Besar Wu telah menunggu.Ratusan murid berdiri berlapis, membentuk barisan kokoh yang menghadang jalan. Mata mereka tajam, penuh kewaspadaan, sebagian menyimpan keraguan, sebagian lagi menyala dengan niat membunuh.Dan di belakang mereka, seorang pria tua duduk bersila.Wu
Angin gurun tiba-tiba mengamuk.Bukan hembusan biasa—melainkan raungan rendah yang menggulung dari segala arah, menghantam dinding batu, mencabik pasir dari tanah dan mengangkatnya ke udara. Butiran pasir berputar liar, membentuk pusaran yang menanjak ke langit malam seperti naga tanpa kepala.Aylin
Di dalam gua, dunia terasa terpisah dari keganasan gurun.Badai pasir masih meraung di luar, namun dinding batu tebal meredamnya menjadi dengung jauh—seperti napas makhluk raksasa yang tertahan. Api kecil yang dinyalakan dari batu roh menyala stabil, memantulkan cahaya temaram ke dinding gua yang ka
Kabut di jalan menuju Lembah Kabut Darah tidak berperilaku seperti kabut biasa.Ia tidak mengalir. Tidak beringsut mengikuti angin. Ia menggantung diam—pekat, tebal, dan menekan paru-paru seperti tangan basah yang menutup wajah. Setiap tarikan napas terasa berat, seolah udara telah dicampur dengan s
“Aku hanya mampir karena Xing’er ingin mencicipi makanan di sini,” ujar Zhao Shin—Pangeran Ketiga Song Selatan—dengan santainya, seolah seluruh dunia harus membuka jalan baginya tanpa kecuali.Kata “Xing’er” keluar dari bibirnya begitu lembut, namun justru itulah yang membuat darah Qing Jian (Shu Ji






![Thai Qu Cing Si Anak Kotoran 2 [Penyembuh yang Terkutuk]](https://www.goodnovel.com/pcdist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)





Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Notes
commentairesPlus