Masuk“Aku akan menjual kristal jiwa.”
Pelayan tersebut tersenyum sinis menatap Lin Feng. “Menara Bulan tidak kekurangan kristal jiwa. Lebih baik kamu enyah dari sini! Kristal jiwa apa yang akan pemuda sepertimu jual? Kultivasimu bahkan hanya di tahap pembentukan kelima.”
Pelayan Menara Bulan meremehkan Lin Feng. Dia menganggap jika pemuda seperti Lin Feng hanya akan menjual kristal jiwa dari binatang spirit tingkat rendah.
“Ini ….” Lin Feng menunjukan puluhan kristal jiwa yang ada di tasnya kepada pelayan, kemudian berkata, “aku akan menjualnya di tempat lain jika Menara Bulan menolaknya.”
“I … i … ini kristal jiwa dari binatang spirit tingkat tinggi yang sangat berharga.” Pelayan tersebut tergagap saat melihat kristal jiwa yang ditunjukkan Lin Feng. “Tunggu sebentar, Tuan Muda.” Pelayan menara tersentak kaget dan langsung berlari untuk memanggil manager Menara Bulan sembari menggumam, “Mudah-mudahan tuan muda itu tidak marah kepadaku.”
Pelayan Menara Bulan itu naik ke lantai atas dan kemudian kembali bersama dengan seorang wanita berusia dua puluhan tahun.
“Apa kamu yang akan menjual kristal jiwa?”
“Benar.”
“Bisakah aku melihatnya?”
Lin Feng kemudian memberikan tas daunnya yang berisi puluhan kristal jiwa kepada manajer wanita itu.
“Darimana tuan muda mendapatkannya?” Wanita itu menelan ludah, tidak percaya jika Lin Feng memiliki kristal jiwa dari binatang spirit tingkat tinggi.
“Guruku menyuruh menjual semua ini.”
Lin Feng menyadari bahwa kristal jiwa yang akan dia jual berasal dari binatang spirit tingkat tinggi. Dia tidak ingin orang-orang mempermasalahkan darimana dia mendapatkan kristal jiwa itu. Oleh karenanya, dia membawa nama gurunya.
Wanita itu terlihat mengangguk, menyimpulkan guru Lin Feng-lah yang membunuh binatang spirit tingkat tinggi. Jika saja dia mengetahui bahwa Lin Fenglah yang membunuh binatang-binatang spirit tingkat tinggi itu, dia mungkin akan memuntahkan darah tidak percaya.
“Berapa harga semuanya?” tanya Lin Feng kepada manajer tersebut.
Wanita itu tersenyum ramah, berbeda dengan perlakuan pelayannya tadi. “Bagaimana jika kristal jiwa tuan muda kami lelang besok hari? Kebetulan kami akan melakukan pelelangan.”
“Terserah jika kamu ingin melelangnya. Namun aku membutuhkan uang sekarang.”
“Jika tuan muda menginginkan uang sekarang, kami akan menghargai kristal jiwa ini seharga 100.000 koin emas dipotong 20 persen biaya untuk keuntungan Menara Bulan. Bagaimana menurut tuan muda?”
“Baiklah, aku setuju.”
Lin Feng tidak begitu peduli dengan harga jual kristal jiwa yang dia tawarkan. Baginya, hal mudah jika dia harus membuat lagi kristal jiwa tersebut, kalau dia butuh uang lagi.
Sementara itu, wanita manajer yang menyangka guru Lin Feng masih hidup kemudian berpikir untuk menjalin hubungan baik dengan Lin Feng. “Tuan muda … bisakah tuan muda hanya menjual ke kami jika memiliki kristal jiwa lagi?”
“Aku akan memikirkannya.”
Dengan hati-hati, manajer tersebut mengambil sebuah lencana dari cincin ruang dimensinya kemudian memberikannya kepada Lin Feng.
Lin Feng mengernyit. “Apa ini?”
“Itu lencana Menara Bulan. Tuan muda akan mendapat potongan harga 10 persen jika membeli atau menjual sumberdaya di Menara Bulan di seluruh wilayah Kekaisaran Qilin.”
“Baiklah, aku hanya akan menjual sumberdaya ke Menara Bulan.”
Wanita itu kemudian menyebutkan total harga jual yang akan diterima Lin Feng. Lin Feng mengangguk kemudian berpikir untuk mendapatkan beberapa sumberdaya di Menara Bulan.
“Aku akan menggunakan beberapa koin emasku untuk membeli sumberdaya.”
“Sumberdaya apa yang tuan muda inginkan?” tanya wanita itu dengan kernyitan di dahi.
“Aku menginginkan cincin ruang dimensi, sepuluh herbal rumput api, ginseng hitam, akar mawar kuning, daun pohon perak, jamur hitam, dan getah beracun.”
Wanita di hadapannya termenung memikirkan tentang apa yang akan Lin Feng buat dengan herbal tersebut. Herbal langka seperti yang Lin Feng sebutkan seharusnya hanya dapat diproses oleh seorang Alkemis tingkat 5. Dia jadi semakin tertarik untuk menjalin hubungan baik dengan Lin Feng. Dia kemudian mengambil cincin ruang dimensi dan beberapa herbal yang dibutuhkan oleh Lin Feng.
Manajer itu kemudian mengambilkan semua sumberdaya yang dibutuhkan Lin Feng. Setelah memastikan tidak ada satu pun yang terlewat, dia menyebutkan kembali total pembelian yang akan dikurangi dari hasil penjualan kristal jiwa. “Sisa uang tuan muda berarti tinggal 72.000 koin emas,” katanya sambil memberikan sisa koin yang Lin Feng miliki dari hasil penjualan kristal jiwa.
Lin Feng menerima uang tersebut dan bergegas ingin meninggalkan toko tersebut. Namun, saat Lin Feng hendak berpamitan dan pergi dari Menara Bulan, Lin Feng melihat sebuah pedang berkarat.
“Pedang apa itu?”
Manajer itu mengikuti arah pandang Lin Feng. Dia menunjukkan pandangan biasa tanpa penuh ketertarikan setelah mengetahui benda yang ditunjuk pemuda di hadapannya.
“Itu hanyalah pedang berkarat yang tidak memiliki tingkatan. Tidak ada yang tertarik dengan pedang itu selama bertahun-tahun.”
“Berapa harganya? Aku menginginkan pedang itu.”
Wanita itu mengerjapkan mata, tidak percaya. Seumur benda tersebut dipajang, baru kali ini ada pemuda yang tertarik ingin membelinya. “Apa tuan muda yakin? Di sini banyak pusaka pedang yang lebih bagus dan berada d itingkat tinggi.”
“Tidak, aku yakin. Aku menginginkannya.”
“Kalau begitu, ambil saja pedang berkarat itu! Anggap saja sebagai hadiah kerja sama kita.”
“Baiklah kalau begitu.” Lin Feng mengambil pedang berkarat itu yang ternyata memiliki bobot yang sangat berat. “Pedang ini sangat berat, tapi tidak apa-apa, aku akan membawanya, anggap saja untuk berlatih fisik,” gumam Lin Feng kemudian membawa pedang itu dipunggungnya.
Lin Feng merasa urusannya selesai di Menara Bulan pun bergegas melanjutkan perjalanannya menyusuri jalan kota Kincir Angin. Beberapa warga kota memandang Lin Feng dengan pandangan hina karena kultivasi Lin Feng yang rendah dan pakaian Lin Feng yang dekil. Namun Lin Feng tidak menghiraukan pandangan beberapa warga kota.
Tidak berapa lama, Lin Feng melihat sebuah restoran. Dia yang lapar kemudian memasuki restoran tersebut.
Seorang pelayan menghampiri Lin Feng. “Tuan muda, hidangan apa yang ingin kamu makan?” tanya pelayan restoran dengan hormat.
“Aku ingin hidangan terlezat di restoran ini.”
“Tuan muda bisa ke lantai atas, aku akan menyiapkannya.”
Lin Feng melangkah untuk menuju ke lantai atas. Namun, dari arah belakang, seseorang berteriak sambil mendorong Lin Feng hingga dia terjatuh. “Minggir!”
Orang yang mendorong Lin Feng merupakan salah satu pengawal dari seorang tuan muda. Lin Feng dengan mudah melihat perbedaan di antara empat orang pemuda yang baru saja mendorongnya. Tiga orang pengawal mendampingi seorang tuan muda.
Lin Feng tersenyum kecut, kemudian memandang ke arah si tuan muda dan ketiga pengawalnya. “Sialan … orang-orang lemah membuatku tidak bersikap waspada!”
“Hahaha … lihat! Lihat Si Sampah itu! Dia berkata hanya waspada dengan orang-orang hebat.”
Tuan muda tersebut tertawa, karena menganggap kalimat Lin Feng begitu menghiburnya. Dia bahkan berteriak pada pengunjung restoran guna memamerkan ucapan Lin Feng yang begitu sombong.
Lin Feng bangkit dari lantai, masih bersabar dan tidak menghiraukan tuan muda dan ketiga pengawalnya. Lin Feng melanjutkan langkahnya menaiki tangga begitu saja.
Namun, tuan muda tersebut rupanya marah. Mukanya langsung memerah saat Lin Feng meninggalkannya begitu saja. “Bajingan, apa kamu mengacuhkanku?”
Para pengunjung merasa jika nasib Lin Feng sudah tamat karena telah menyinggung tuan muda Huang. Beberapa dari mereka yang mengetahui sepak terjang Klan Huang berbisik-bisik. Klan tersebut konon adalah klan paling berkuasa di kota Kincir Angin. Tidak hanya itu, klan tersebut, terlebih tuan mudanya terkenal memiliki temperamen yang cukup buruk.
Lin Feng tidak menghiraukan dan terus menaiki tangga. Hal tersebut semakin membuat Tuan Muda Huang naik pitam. Dia kembali berteriak, kali ini dengan kemurkaan yang lebih besar.
“Berhenti atau kamu akan mati!”
Dataran es utara adalah tempat yang paling misterius di benua tianlang. Dataran itu terpisah dengan ketiga kekaisaran dengan dunia yang antah berantah di dalamnya. Tidak ada satu orangpun yang mengetahui luas dan apa yang ada di dataran es utara tersebut. Tembok es raksasa yang sekarang sedang Lin Feng lintasi merupakan batas pemisah antara dataran es utara dengan ketiga kekaisaran. "Hui San, apa yang ada di dataran es utara?" tanya Lin Feng. "Aku merasakan ada energi yang sangat besar, namun ada juga energi kematian yang terasa sangat tipis yang harus diwaspadai," jawab Hui San. Hui San terus melintas terbang melewati tembok es, tembok itu tidak hanya tinggi namun juga sangat luas dan membutuhkan waktu sekitar sepuluh menit melewatinya. Setelah sepuluh menit, Lin Feng melihat hutan yang dipenuhi pepohonan yang berlapiskan es dan kristal. Namun, dia juga melihat ada seorang pria tua yang sedang bertarung melawan gadis bercadar putih. Pria tua tersebut merupakan petapa gila
Lin Feng langsung bangkit dan kembali menyerang raja siluman dengan pedangnya. Srakkk Srakkk Srakkk Lin Feng menyayat-nyayat tubuh raja siluman. Namun, sayatan pedangnya berakhir sia-sia karena raja siluman tidak terluka sama sekali. Di dekat Lin Feng, pendekar mabuk terlihat sangat menggila. Dia menyerang siluman dengan pedang iblis sehingga dalam waktu singkat berhasil menghabisi ribuan siluman. Cakar setanpun sama seperti pendekar mabuk yang telah menghabisi ribuan siluman. Dengan teknik bayangan hantu, dia mencabik-cabik siluman yang berada di dekatnya hingga darah dan bagian-bagian tubuh siluman berceceran disana sini. Sementara hantu rimba menggunakan teknik panah sergawi dan menghujani bangsa siluman dengan puluhan ribu anak panah hingga ribuan siluman berjatuhan dan tewas. Pendekar mabuk, hantu rimba dan cakar setan seperti sedang berkompetisi siapa yang menghabisi siluman paling banyak. Mereka sangat senang dan bersemangat menghabisi bangsa siluman. Disisi l
Hutan siluman merupakan hutan yang sangat luas, mungkin seperempat dari wilayah Kekaisaran Luo adalah hutan siluman. Hutan itu dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu bagian luar, bagian dalam dan bagian inti. Bagian luar hutan merupakan tempat siluman-siluman yang tergolong lemah, bagian dalam merupakan tempat siluman yang kuat, dan bagian inti adalah tempat siluman yang sangat kuat dan raja siluman berada di dalam bagian inti hutan. Setelah beberapa jam melangkah, Lin Feng akhirnya mendapati beberapa siluman yang sedang memulihkan diri di bagian luar hutan. Jumlah mereka berkisar antara seratus siluman. Siluman tersebut terlihat kaget dengan kedatangan Lin Feng dan pasukan naga hitamnya. Mereka tidak berpikir jika manusia akan berani memasuki kawasan hutan siluman meskipun mereka berada di bagian luar. "Habisi mereka!" salah satu siluman memberikan instruksinya kepada siluman yang lain. Mereka jelas menyatakan permusuhan kepada Lin Feng dan pasukan naga hitam. Lin Feng kemud
Keesokan harinya, energi dalam dantian Lin Feng sudah sangat stabil. Dia kemudian keluar dari penginapan untuk melanjutkan perjalanan. Di luar penginapan, banyak pengemis yang meminta-minta kepada Lin Feng. "Tuan, berikan hamba uang!" pinta para pengemis. Lin Feng melihat nasib warga kota sangat miris. Pasca serangan dari bangsa siluman, perekonomian kota tersebut krisis dan sangat memprihatinkan. Banyak warga kota yang menjadi pengemis untuk sekedar bertahan hidup. Selain itu, walikota juga mengenakan pajak yang sangat tinggi kepada warga kota. Hal itu membuat warga kota banyak yang meninggal karena kelaparan. Walikota tidak punya pilihan lain selain menaikkan pajak agar birokrasi kota tetap berjalan seperti sebelum bangsa siluman menyerang. Lin Feng mengeluarkan beberapa koin emas dan memberikannya kepada para pengemis. Lin Feng yang merasa sangat sedih melihat kondisi warga kota, berniat untuk menyelesaikan masalah kota tersebut. Untuk menyelesaikan masalah kota, Lin Feng
Setelah berpamitan, Lin Feng langsung melesat menaiki Hui San. "Hui San, pelan-pelan saja! Aku sambil berkultivasi," perintah Lin Feng. "Baik tuan," jawab Hui San. Lin Feng kemudian mengambil sebuah pil dari cincin ruang dimensi yang diberikan oleh Xie Gong. Pil itu adalah pil daun biru yang pastinya akan sangat bermanfaat bagi kultivasi Lin Feng karena pil itu merupakan pil tingkat tinggi, mungkin hanya kultivator tahap petapa yang dapat menyerap pil tersebut. Saat Xie Gong memberikan cincin ruang dimensinya kepada Lin Feng, Lin Feng sudah mengetahui ada pil daun biru yang bermanfaat baginya. Ketika putri Luo Ning mengatakan bahwa raja siluman berada ditahap langit tingkat lima, Lin Feng sudah memikirkan cara agar kultivasinya meningkat yaitu dengan menyerap pil daun biru tersebut. Lin Feng duduk dengan posisi lotus di kepala Hui San, lalu menelan pil daun biru dan mulai menyerapnya. Sementara Hui San terus melesat menuju Kekaisaran Luo. Lin Feng merasa tubuhnya bergejola
"Tidak perlu meminta maaf! Jika ingin memasok sumberdaya ke menara bulan, maka pasoklah dengan tanpa syarat!" kata Lin Feng. "Baik tuan muda Feng," jawab Kaisar Wen. Kaisar Wen dan Wen Qingchen kemudian berpamitan pergi untuk kembali menuju Kekaisaran Wen. Mereka terlihat sedikit ketakutan kepada Lin Feng. Lin Feng juga merupakan penolong Kekaisaran Wen sehingga mereka tidak berani memprovokasinya. Mereka tidak ingin berlama-lama karena takut mengganggu urusan Lin Feng bersama Kaisar Qilin dan Qio Yinsi. "Feng'er, kenapa mereka terlihat sangat takut padamu?" tanya Kaisar Qilin. "Aku pernah menolong rakyat Kekaisaran Wen dari racun yang sangat mematikan sehingga mereka menghormatiku," jawab Lin Feng dianggukkan oleh Kaisar Qilin. Sementara itu, Qio Yinsi dan putri Luo Ning saling menatap. "Kenapa kamu bersama Feng gege?" "Bukankah kamu seharusnya senang melihatku? Sudah lama kita tidak bertemu," balas putri Luo Ning. "Aku senang melihatmu, namun aku takut kamu merebut Fen
Li Wang kemudian menjelaskan kepada kedua tetua itu untuk menyampaikan kepada Patriark Shao Long dan Patriark Zhen Li untuk mengumpulkan para patriark aliansi keadilan di ibukota kekaisaran. Salah satu tetua diperintah menuju ke sekte lembah berangin, sementara tetua yang satunya diperintah menuju
Di sekte bulan darah, setelah bertemu dengan Wu Liem, Lian Yu telah berhadapan dengan pasukan misterius yang berada di bawah tanah. Pasukan misterius itu berjumlah sekitar seribu dan merupakan pasukannya yang menelan pil darah suci. Pasukan itu dipersiapkan oleh Lian Yu untuk melancarkan pemberonta
Selain di paviliun merak, aliansi keadilan di istana bintang juga memburu sekte-sekte aliran hitam. Mereka berhasil menumpas sangat banyak sekte aliran hitam hingga wilayah istana bintang menjadi wilayah yang aman dan damai seperti paviliun merak. Sementara itu, Wu Liem yang melarikan diri, kembali
Muo Jin dan pasukannya berpikir untuk melarikan diri. Mereka merasa melawan aliansi keadilan paviliun merak merupakan hal yang sia-sia. Apalagi ada Lin Feng yang mereka anggap sebagai monster mengerikan. Selain itu, mereka juga sudah kelelahan dan banyak yang terluka akibat peperangan di perbatasan







