Share

Tuan Muda Arogan

Author: Alie-Afie
last update Petsa ng paglalathala: 2023-05-14 18:21:12

“Berhenti atau kamu akan mati!” 

Lin Feng menghentikan langkahnya, membalik badannya menatap Tuan Muda Huang. “Aku memaafkan sikapmu barusan. Tapi, jika kamu masih bersikap bodoh, aku akan membunuhmu serta tiga pengawalmu.”

Bukan terintimidasi, Tuan Muda Huang itu justru terbahak. “Hahaha … Kultivasimu hanya berada di tahap pembentukan kelima. Jangan bermimpi untuk membunuh kami.”

“Tampaknya, kamu perlu diberi pelajaran.” Dia tersenyum miring sebelum melesat dengan cepat. Tuan Muda Huang tidak sempat berkedip, saat tiba-tiba Lin Feng sudah berada di hadapannya.

Plakkk!

Tamparan kuat Lin Feng membuat tubuh kekar Tuan Muda Huang terjatuh di lantai. “Aku mengandalkan kemampuan bukan kultivasiku.” Dia mendengus sebelum kembali memutar tubuh.

Saat Lin Feng akan kembali menaiki tangga, ketiga pengawal Huang Cha langsung melesat untuk menyerangnya.

Bammm!

Hiat.

Lin Feng dengan sigap meninju dan menendang ketiga pengawal Tuan Muda Huang Cha. Ketiga pengawal itu terpental mengenai kursi dan meja lantai bawah restoran. Para pengunjung restoran tidak percaya menyaksikan Lin Feng dapat dengan mudah mengalahkan Tuan Muda dan ketiga pengawalnya yang terkenal hebat itu.

Di tempatnya, Tuan Muda Huang mengerutkan kening. Dia berada di tahap pembentukan ketujuh sementara ketiga pengawalnya berada di tahap pembentukan kesembilan. Namun, mengapa mereka bisa dengan mudah dikalahkan oleh Lin Feng yang hanya berada di tahap pembentukan kelima?

Mendengar kegaduhan, manager restoran keluar dari ruangannya. “Hentikan!” 

Tuan Muda Huang menatap tajam. Dia yang telah berdiri sempurna itu menunjuk keberadaan Lin Feng dengan wajah penuh dendam. “Siapa kamu? Sampah itu telah menyinggungku, aku akan membunuhnya.” 

“Aku manager restoran ini. Jika ingin bertarung, bertarunglah diluar restoran.”

Ketiga pengawal Tuan Muda Huang tidak menghiraukan manager restoran dan langsung melesat kembali untuk menyerang Lin Feng.

Bammm.

Lin Feng kembali meninju dan menendang tiga pengawal tersebut hingga mereka semua tersungkur di lantai. Kali ini, ketiga pengawal itu bahkan bukan lagi mengeluarkan darah dari sekujur tubuh, melainkan nyawanya pun ikut terenggut. 

Tuan Muda Huang menggertakkan giginya. Dia tidak percaya Lin Feng berani melawan Klan Huang yang merupakan salah satu klan kelas atas di kota kincir angin. “Aku akan kembali bersama ayah dan pamanku.”

Lin Feng melesat dan tiba-tiba sudah berada dihadapan Huang Cha. Dia mengambil pedang dari punggungnya.

Srakkk!

Lin Feng tanpa belas kasih menebas tangan kanan Tuan Muda Huang dengan pedangnya.

“Aaaaa.” Tuan Muda Huang memekik kesakitan.

Sementara Lin Feng menurunkan pedangnya usai berhasil memotong tangan Tuan Muda itu. “Orang arogan sepertimu memang perlu diberi pelajaran. Enyah dan laporkan saja kepada ayah dan

pamanmu! Aku akan dengan senang hati menunggu mereka.”

Gegas, Tuan Muda Huang  berlari keluar restoran sambil kesakitan memegangi lengannya yang terpotong.

“Sehebat apa ayah dan pamannya? Aku akan membunuh mereka jika berani membuat masalah.”

Lin Feng membiarkan Tuan Muda Huang Arogan pergi begitu saja. Dia berpikir untuk menguji batas kemampuannya kepada Klan Huang. Lin Feng kemudian mengambil sepuluh koin emas dari cincin ruang dimensinya. Dia memberikan sepuluh koin emas dan memberikannya kepada manager restoran. 

”Ini untuk kompensasi kerusakan di restoran dan mengurus ketiga mayat itu,” ujarnya kepada manager restoran sambil menunjuk mayat tiga pengawal Klan Huang.

Manajer restoran itu menerima koin emas dari Lin Feng dengan perasaan senang, kendati ada takut yang terselip. “Terima kasih, Tuan Muda.” 

Para pengunjung restoran hening seketika. Mereka termenung menyaksikan Lin Feng yang dapat mengalahkan Tuan Muda Huang dan ketiga pengawalnya dengan sangat mudah.

“Apa pemuda itu menekan kultivasinya?” 

Beberapa pengunjung menyangka jika Lin Feng menekan kultivasinya yang sebenarnya sampai ke tahap pembentukan kelima.

Meski begitu, beberapa pengunjung restoran yang enggan berurusan dengan Klan Huang memilih bertindak tidak acuh. “Dia telah menyinggung Klan Huang. Restoran ini akan kacau oleh orang-orang dari Klan Kuang. Ayo, kita keluar dari restoran ini.” 

Lin Feng melanjutkan langkahnya menaiki lantai atas restoran. Dia duduk di sebuah meja setelah sampai di lantai tiga restoran itu. Selang beberapa saat, pelayan restoran membawa hidangan terlezat di restoran itu.

“Berapa semuanya? Aku akan membayarnya terlebih dahulu.”

Pelayan mengangguk serta menyebutkan nilai makanan yang dipesan Lin Feng. “Semuanya 5 koin emas, Tuan Muda.” 

Lin Feng mengambil 10 koin emas dan memberikannya kepada pelayan restoran. “Sisanya untukmu,” katanya yang kemudian disambut bahagia oleh pelayan.

Beberapa saat berlalu, Tuan Muda Huang ternyata membuktikan ucapannya. Dia kembali ke restoran bersama ayah dan pamannya, Huang Li dan Huang Mo.

“Bajingan mana yang berani memotong lengan anakku, Huang Cha?” teriak patriark Huang Li.

Lin Feng tidak menggubris Tuan Huang. Dia terus menyantap makanannya dengan lahap.

Tuan Huang Li dan Paman Huang menatap Lin Feng dengan heran. Tidak ada satupun orang yang ada di restoran itu kecuali Lin Feng.

Kesal karena Lin Feng tidak menggubris kalimat Tuan Huang, Paman Huang Mo kembali berteriak. “Sampah … kenapa kamu masih berada di restoran ini?” 

 Lin Feng menunjuk ke arah Huang Cha. “Tanyakan saja kepada tuan muda buntung itu!”

Sementara itu, Tuan Muda Huang Cha berujar dengan nada merajuk. “Ayah, Paman … dialah orang yang telah memotong lenganku!”

Huang Li dan Huang Mo tersedak tidak percaya. Namun Lin Feng mempertegasnya, “ Benar, Aku orang yang kalian cari.”

Huang Li menatap nyalang pada Lin Feng. “Berani sekali sampah sepertimu terhadap Klan Huang! Apa kamu tidak tahu siapa Klan Huang?”

“Aku tidak peduli dengan klan huang. Enyah kalian dari sini!”

Huang Li sangat geram dan murka terhadap Lin Feng. Semua ancaman dan kemarahannya seakan bukan hal berarti untuk bocah itu. 

“Bocah, dari mana keberanianmu berasal? Kamu telah memotong lengan anakku. Aku akan membalasnya berkali-kali lipat.”

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Eko Suharyanto
semakin oke....
goodnovel comment avatar
Setiawan Uus
novel kunfu yg bagus buat di baca
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Legenda Jenius Beladiri   Hidup Bahagia

    Lin Feng dan Luo Ning kemudian masuk kedalam kamar mereka setelah membayar biaya penginapan kepada pelayan. "Ning'er bisa tidur di kasur, feng gege akan tidur di lantai," kata Lin Feng. "Aku ingin tidur satu kasur bersama feng gege," balas Luo Ning. Lin Feng menelan ludahnya, namun dia tidak menolak permintaan Luo Ning dan tidur bersama dalam kasur yang sama. Sebagai seorang lelaki yang normal, Lin Feng sangat bergairah dan berhasrat kepada Luo Ning. Tanpa terasa, mereka mulai memadu kasih dan melakukan pergumulan yang sangat dahsyat. Keesokan harinya, muka Lin Feng dan Luo Ning terasa segar setelah hampir satu malam melakukan pergumulan. "Feng gege, mulai sekarang Luo Ning milik Feng gege," kata Luo Ning. Lin Feng mengangguk. "Kalau begitu, ayo kita lakukan sekali lagi!" Lin Feng langsung memeluk Luo Ning dan mereka berdua kembali melakukan pergumulan. Setelah merasa puas, Lin Feng dan Luo Ning mandi dan mengganti pakaian mereka. Mereka kemudian keluar dari penginapan untuk m

  • Legenda Jenius Beladiri   Menghabisi Iblis

    "Aku masih hidup dan akan membunuhmu." Lin Feng tiba-tiba muncul dihadapan Kin Mo dan langsung mencekiknya. Kin Mo sekarang bukanlah tandingan Lin Feng sehingga dia tidak berkutik dihadapan Lin Feng. Kin Mo berusaha melepas cekikan tangan Lin Feng, namun dia tidak dapat melakukannya. "Bagaimana mungkin kamu bisa menjadi sekuat ini?" Kin Mo sangat heran dengan perkembangan Lin Feng yang sangat drastis. "Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini," jawab Lin Feng sambil mengeluarkan pedangnya. Lin Feng kemudian menusuk perut Kin Mo sehingga Kin Mo tewas begitu saja tanpa perlawanan yang berarti. Setelah berhasil menghabisi Kin Mo, Lin Feng kembali melompat dan menapakkan kakinya di gunung tengkorak. "Siapa yang datang ke tempatku?" Iblis yansen merasakan aura yang tidak bersahabat yang dikeluarkan oleh Lin Feng. Iblis yansen kemudian keluar dari istananya dan mencari aura Lin Feng tersebut hingga menjumpai Lin Feng di area padang rumput. "Siapa kamu?" tanya iblis yansen set

  • Legenda Jenius Beladiri   Pil Terlarang

    Lin Feng dan Lin Long kemudian menyantap hidangan yang disediakan oleh raja nalendra dengan sangat lahap. Setelah selesai makan, Lin Feng dan Lin Long pergi dari istana meninggalkan raja nalendra dan menteri-menterinya. Saat sedang berjalan, seorang kelompok penyembah iblis bernama Kin Mo menghadang langkah Lin Feng dan Lin Long. "Kalian telah membunuh tiga kelompok penyembah iblis, dan aku akan membalasnya," kata Kin Mo. Lin Feng dan Lin Long tidak banyak berbicara dan langsung menyerang Kin Mo. Mereka tahu jika Kin Mo adalah bagian dari kelompok penyembah iblis sehingga tidak ragu-ragu menyerangnya. "Mencari mati!" Kin Mo menepis serangan Lin Feng dan Lin Long. Kin Mo adalah bawahan langsung dari iblis yansen, kekuatannya sangat kuat sehingga berhasil membuat Lin Feng dan Lin Long kualahan menghadapinya. Tak lama, Lin Feng dan Lin Long terluka parah karena mereka bukanlah tandingan Kin Mo. "Feng'er, sepertinya kita harus kabur, dia sangat kuat dan kita tidak bisa menghadap

  • Legenda Jenius Beladiri   Pusat Informasi

    Lin Feng dan Lin Long kemudian meninggalkan hutan, mereka melesat untuk mencari informasi tentang gunung tengkorak. Setelah beberapa saat melesat, Lin Feng dan Lin Long sampai di ibukota kerajaan nalendra. Mereka dihadang oleh penjaga gerbang saat hendak memasuki ibukota. "Tunjukkan lencana identitas kalian!" perintah penjaga. "Kami tidak memiliki lencana identitas," jawab Lin Long. "Kalau begitu, kalian harus membayar seratus koin emas untuk memasuki ibukota," kata penjaga. Lin Long tidak banyak berkomentar, dia mengambil seratus koin emas dan memberikannya kepada penjaga gerbang. Lin Feng dan Lin Long kemudian melenggang masuk ibukota. "Feng'er kita akan mencari pusat informasi," kata Lin Long. Pusat informasi adalah jasa jual beli informasi. Lin Long berpikir ibukota nalendra pasti memiliki pusat informasi tersebut. "Baik kek, aku akan bertanya kepada penduduk ibukota," balas Lin Feng. Lin Feng kemudian bertanya kepada salah satu penduduk kota. "Tuan, apa kamu menge

  • Legenda Jenius Beladiri   Kristal Iblis

    Setelah sampai di hutan, Lin Feng dan Lin Long langsung disambut oleh harimau iblis yang tiba-tiba muncul dari semak-semak. Harimau iblis itu mencoba menerkam Lin Feng. Namun, Lin Long langsung meninju harimau tersebut sehingga terlempar beberapa meter mengenai pohon. Lin Feng lalu bergerak secepat kilat sambil mengeluarkan pedangnya. Dia menebas kepala harimau iblis tersebut hingga harimau itupun tewas. Kekuatan harimau iblis sangat lemah sehingga Lin Feng dapat membunuhnya dengan mudah. Harimau iblis mengeluarkan kristal iblis dan Lin Feng langsung mengambilnya. Lin Feng dan Lin Long yang merasa lapar kemudian membakar daging harimau iblis. "Feng'er, apa tidak berbahaya jika kita memakan binatang iblis?" tanya Lin Long. "Kita coba saja dulu kek! Daging binatang iblis mungkin berguna untuk meningkatkan kekuatan fisik," jawab Lin Feng. Setelah daging harimau iblis matang, Lin Long mencoba memakannya sedikit. Namun, organ dalamnya tidak kuat dengan energi hitam yang dikeluark

  • Legenda Jenius Beladiri   Pil Air Surgawi

    "Dimana gunung tengkorak itu berada?" tanya Lin Long. "Sabar dulu tuan! Kita tidak perlu terburu-buru," kata Barata. "Aku hanya khawatir nasib benua malaka sama seperti benua tianlang," jawab Lin Long. "Aku juga mengkhawatirkan hal itu, namun iblis yansen setara dengan kultivator tahap legenda tingkat lima, kita tidak bisa mengalahkannya. Lebih baik kita susun strategi dan tingkatkan kekuatan terlebih dahulu," balas Barata. "Kakek, ucapan tuan Barata memang benar, kita tidak perlu terburu-buru! Lagian, rakyat benua malaka tidak terancam seperti di benua tianlang, iblis yansen hanya menginginkan rakyat benua malaka menjadi penyembahnya," sela Lin Feng. Lin Long mengangguk setuju, namun dia merasa mustahil dapat mengalahkan iblis yansen. Hal itu karena meningkatkan kultivasi sampai setara atau melebih iblis yansen sangat sulit untuk dilakukan. "Feng'er, sepertinya kita tidak mungkin dapat mengalahlan iblis yansen," kata Lin Long. "Benar, aku menyadari hal itu," sahut Barat

  • Legenda Jenius Beladiri   Balai Sumberdaya

    “Aku akan menjual kristal jiwa.”Pelayan tersebut tersenyum sinis menatap Lin Feng. “Menara Bulan tidak kekurangan kristal jiwa. Lebih baik kamu enyah dari sini! Kristal jiwa apa yang akan pemuda sepertimu jual? Kultivasimu bahkan hanya di tahap pembentukan kelima.”Pelayan Menara Bulan meremehkan

  • Legenda Jenius Beladiri   Kota Kincir

    “Tunggu!” Qio Yinsi berteriak lantang, membuat Lin Feng menghentikan langkahnya kembali. “Setidaknya jangan biarkan gadis sepertiku di hutan seperti ini seorang diri.”Meskipun tingkat kultivasi Lin Feng lebih rendah dari Qio Yinsi, Qio Yinsi berpikir lebih baik pergi berdua daripada sendirian di h

  • Legenda Jenius Beladiri   Kemampuan Hebat

    Waktu terus berjalan sampai tidak terasa 5 tahun berlalu. Lin Feng telah dilatih banyak hal oleh petapa misterius yang sudah dia anggap sebagai kakeknya. “Feng’er, waktunya telah tiba.”“Apakah secepat ini, Kek?”5 tahun terasa begitu cepat bagi Lin Feng. Selama ini, dia selalu meningkatkan kekuat

  • Legenda Jenius Beladiri   Kakek Petapa Misterius

    “Kakek tua …” Lin Feng menundukkan tubuhnya sebagai tanda penghormatan. “Maaf mengganggumu, tetapi, bisakah aku sementara bersembunyi di tempat ini?”Petapa misterius terdiam beberapa detik sebelum akhirnya hanya mengangguk menjawab Lin Feng. Dia mengamati lekat-lekat sosok bocah tidak biasa di had

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status