Masuk"Baiklah, aku akan patuh.""Bagus. Aku suka itu. Ke depannya aku tidak akan memasak lagi.""Kenapa?""Tentu saja karna aku punya uang. Aku bisa menyewa pelayan untuk memasak.""Hahaha... logis sekali, ya. Tapi kau benar juga, kita punya uang, kalau memang tidak berbakat memasak, kita hanya perlu menyewa orang lain untuk melakukannya. Aku suka pola pikirmu."Tian Fan tidak menyangka kalau Su Yixian akan memutuskan hal seperti itu. Gadis itu sungguh menggunakan otaknya, tidak punya bakat maka cari saja orang yang punya bakat untuk dipekerjakan.Su Yixian adalah Nona Muda dari Klan Su, uang bukanlah masalah baginya. Lagi pula ia memang tidak punya bakat dalam memasak, ia hanya berbakat meramu pil kultivasi.Tian Fan menyandarkan punggungnya pada kursi, matanya kemudian dipejamkan."6 bulan tidak bertemu, bagaimana perkembanganmu selama ini?""Perkembangan? Yang mana? Meramu obat atau teknik pedang?" tanya Su Yixian."Keduanya. Bagaimana? Apa kau mengalami peningkatan? Atau, apakah kau pun
Kekaisaran Qin - Gerbang Utara Beberapa elang raksasa mendarat di sebuah lapangan luas yang megah. Elang-elang itu membawa 5-7 orang di punggungnya. Tap! Satu per satu orang itu pun melompat turun dari punggung elang dengan santai. Jumlah mereka ada lebih dari 100 orang dengan pakaian khas yang terlihat serupa. Satu orang pemuda berdiri di depan, sementara 99 orang lainnya berdiri dengan patuh menunggu arahan selanjutnya dari pemuda tangguh itu. "Hari ini kita semua akan istirahat di sini. Dirikan tenda, aku akan masuk ke Ibukota Kekaisaran untuk melaporkan kedatangan kita kepada Patriak!" ucap pemuda itu dengan suara tegas. "Baik, senior!" Pemuda itu mengangguk puas melihat sikap anggota kelompoknya. Gurunya menugaskan ia untuk datang membawa rekan-rekannya datang ke ibukota, sebab beberapa hari lagi aliansi aliran putih akan segera dibentuk. "Li Jian! Kau ikut denganku." "Baik, senior!" Dua orang itu kemudian pergi menuju ke gerbang utara ibukota. Di sana, bebera
Pangeran Qin Fei Hu menghela napas lemah."Ah, datang ke sini benar-benar membuat aku kesal." Ia pun hanya bisa melangkah seorang diri, mengikuti Su Yixian dan Tian Fan yang berjalan lebih dahulu."Hubungan mereka sepertinya sudah sangat jauh, bahkan Nona Su Yixian pun sampai turun tangan untuk memasak sendiri. Kira-kira, apa gadis itu memang bisa memasak?" Di ruang makan, Patriak Su masih menunggu kedatangan Tian Fan dan cucunya. Pria tua itu berjalan dari kiri ke kanan tanpa henti, merasa cemas kalau mungkin Tian Fan yang datang bukanlah Tian Fan yang ia kenal. Ia menoleh ke meja, di sana Bai Hu duduk dengan tenang dan menunggu kedatangan Tuannya. "Kucing kecil itu benar miliknya, tidak mungkin Tian Fan yang cucuku kenal adalah Tian Fan yang berbeda. Itu pasti memang dia!" Dari pintu, 2 orang kemudian datang. Saat melihat sosok pemuda berhanfu biru, Patriak Su tidak bisa menahan rasa senangnya. Ia bergerak cepat untuk menyambutnya, Tian Fan yang datang bersama Su Yixian. "
Patriak Su terpaku. Kucing kecil yang ada di ruang makan dan begitu patuh kepada Su Yixian, ia tau milik siapa itu."Cu-cucuku... dari mana kau mendapatkan kucing itu?" tanyanya terbata-bata. Su Yixian menoleh dan melihat ke arah Bai Hu."Kucing kecil itu?" tunjuknya santai."Aku mendapatkannya dari kekasihku. Itu peliharaannya." "A-APA?! JA-JADI..." Patriak Su tidak bisa berkata-kata, ia tidak tau harus merespon apa mendengar penuturan cucunya. Tian Fan adalah Tuan dari Bai Hu, pemuda yang harus dihormati di Kekaisaran Qin ini. Su Yixian memperhatikan kakeknya dan tidak mengerti kenapa dia terlihat seperti itu."Kenapa Kakek seperti terlihat takut dan segan? Aku tidak salah lihat, 'kan?" batinnya. Su Yixian ingin bertanya, tapi seorang pelayan tiba-tiba saja muncul dari balik pintu dan mendekat ke arahnya. "Nona Muda, ada yang mencari Anda di depan," lapor pelayan itu. "Siapa?" tanya Su Yixian penasaran. "Itu, namanya Tian Fan. Pemuda itu datang bersama Pangeran Qin Fei Hu,
Kediaman Klan Su - Ruang MakanMeja makan telah dipenuhi dengan berbagai hidangan yang tampak tidak menggiurkan. Di atas sana ada lebih dari 5 jenis masakan, tapi hampir semuanya terlihat tidak layak untuk dimakan.Ikan bakar yang gosong, ayam panggang yang seperti dipanggang api neraka, dan beberapa jenis makanan lain yang sulit untuk dijelaskan semuanya ada di sana.Alih-alih terlihat seperti makanan yang pantas untuk mengisi perut kosong, semua hidangan itu malah lebih layak dianggap sebagai hidangan untuk meracuni orang yang memakannya.Para pelayan yang menghidangkan semua makanan itu bahkan sampai merinding sendiri. Tidak bisa mereka bayangkan kalau salah satu masakan itu mereka makan, mungkin esok pagi mereka tidak akan melihat cahaya matahari lagi.Namun siapa yang berani mencemooh dan menghina semua masakan itu? Tidak ada. Masakan gagal di atas meja adalah buah karya Su Yixian, sang Nona Muda dari Klan Su. Kalau ada yang berani berkomentar, hidup mereka tidak akan aman ke dep
Patriak Han melihat seseorang terbaring tak sadarkan diri di tengah lapangan. Saat ia melihat baik-baik, pak tua itu sadar kalau sosok yang terbaring tak sadarkan diri adalah cucunya. "Han Lubao! Apa yang terjadi kepadanya?" Wajah pria tua itu tampak mengeras. Melihat cucunya terbaring tak sadarkan diri di tengah lapangan tanpa ada orang yang mau membantunya, pria tua itu pun segera berjalan mendekat. Di tempat yang sama, ia juga mendapati ada seorang pemuda dengan hanfu hitam bercorak biru berdiri memunggunginya. Dari apa yang pak tua itu simpulkan, sosok itulah yang membuat cucunya jatuh tak sadarkan diri. Patriak Han berdiri satu langkah di belakang sosok yang menggunakan hanfu hitam bercorak biru tersebut. Dengan tampang penuh kekuasaan dan sedikit tidak suka, sebuah pertanyaan pun dilontarkan."Kau! Apa yang sudah kau lakukan kepada cucuku?!" Nada Patriak Han yang sedikit membentak dan marah membuat semua orang yang ada di sana merasa gugup. Tetapi, lain dari orang-oran







