LOGINTian Fan, dia adalah anak jenius yang terlahir di kota Han. Sejak usia 7 tahun, Tian Fan sudah menunjukkan bakatnya sebagai seorang jenius dunia kultivasi. Oleh karna bakatnya, Tian Fan pun dilirik banyak sekte besar untuk menjadikannya sebagai seorang murid. Klan Tian terutama kedua orang tuanya tentu sangat senang dengan semua antusiasme itu. Tapi, musibah tidak ada yang tau kapan datangnya. Tepat saat usia Tian Fan 12 tahun, seorang pembunuh bayaran menargetkan pemuda belia itu. Dantiannya dihancurkan, akar rohnya direbut paksa, seorang jenius telah berubah menjadi sampah dalam semalam. Tian Fan, dia yang awalnya selalu dipuji kini menjadi bahan gunjingan. Berbagai hinaan dia dapatkan, statusnya sebagai pemimpin masa depan klan pun sirna begitu saja. Tapi penderitaan tidak berhenti begitu saja. Pada malam yang suram, kedua orang tuanya dibunuh dengan sadis meninggalkan Tian Fan sendiri di dunia. Sejak saat itu, dendam mulai menguasai hati Tian Fan. Pemuda itu bersumpah akan membalas semua penghinaan yang dia dapatkan dan mencari tau siapa yang berada dibalik kematian kedua orang tuanya. "Aku bersumpah kepada langit untuk membalas semua perlakuan ini. Selama jantungku masih berdetak, selama napasku masih berhembus, tidak akan aku biarkan satu pun dari mereka untuk hidup dengan tenang!"
View MoreAngin berhembus pelan membawa rintik hujan yang turun perlahan. Malam tanpa bulan, udara yang terasa dingin seolah tengah mengasihani sesosok pemuda malang di hari itu.
Di kediaman klan Tian, di sebuah kamar, seorang pemuda terbaring dengan tubuh lemah. Usianya baru 12 tahun, tapi penderitaan sudah merenggut semua darinya. Dia adalah Tian Fan, Tuan Muda dari klan Tian yang terkenal oleh karna kejeniusannya. Di usia 8 tahun, dia sudah mencapai puncak dari ranah Pemula. Di usia 10 tahun, dia sudah mencapai ranah Pengumpulan Qi bintang 8, dan di usia 12 tahun, dia sudah menembus awal ranah Pembentukan Inti. Pencapaian Tian Fan sangatlah luar biasa hingga dijuluki sebagai jenius nomor satu kota Han. Semua orang memuji dan mengeluh-eluhkan namanya. Tapi... Semua pencapaian itu hilang dalam satu malam. Beberapa hari lalu dia diserang oleh praktisi asing hingga dantiannya dihancurkan. Pencapaian pemuda itu pun hilang. Seorang jenius telah berubah menjadi sampah yang tidak akan bisa lagi menapakkan kakinya pada dunia kultivasi. Orang-orang yang dahulu memuji dan mengeluh-eluhkan namanya kini berbalik mencaci dan mencemooh Tian Fan. Di sebelah pembaringannya, seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik tak berhenti menangisi penderitaan putranya. Dia adalah Tian Xiayu, ibu dari Tian Fan yang terbaring lemah di pembaringan. "Ibu... tolong hentikan tangisanmu itu, aku tidak tega melihatnya," lirih Tian Fan yang tak kuasa menahan rasa sakit melihat sang ibu menangis semalaman. Sembari menggenggam tangan putranya, wanita paruh baya itu menggeleng pelan."Maafkan Ibu, Fan'er. Ibu tidak akan menangis lagi." Tangan kanan wanita paruh baya itu terulur dan membelai lembut kepala putranya."Tenang saja, ayahmu pasti akan mencari orang yang sudah mencelakai dirimu. Siapa pun dia, klan Tian kita pasti akan menemukannya." Ibu Tian Fan mencoba memberi suntikan semangat pada putranya, tapi Tian Fan tau sang ayah tidak akan mampu menemukan keberadaan praktisi itu. Dia pasti sudah meninggalkan kota Han dan pergi entah kemana. "Orang itu mungkin sudah pergi jauh, Bu. Tapi tidak apa. Meskipun putramu ini bukan lagi seorang jenius, kehidupan masih harus dilanjutkan. Di masa depan mungkin masih ada cara untuk sembuh," ucap Tian Fan menenangkan ibunya. Meskipun apa yang Tian Fan ucapkan hanyalah harapan semu, tapi harapan tetaplah sebuah harapan. Sang ibu hanya bisa tersenyum meski masih jelas rasa sakit nampak pada senyumannya. Dia tidak tau harus berkata seperti apa, sikap putranya terlalu dewasa untuk dibilang anak-anak. "Harapan itu pasti ada, Nak. Di masa depan dantianmu mungkin dapat disembuhkan dan kau pun akan mampu menapaki dunia kultivasi dengan kakimu sekali lagi." "Aku akan menunggu hingga hari itu, Bu." Wanita paruh baya itu kembali membelai rambut hitam panjang putranya lalu berdiri perlahan."Ibu akan mengambilkan makanan kesukaanmu. Kau tunggulah ibu di sini." Ucapnya dengan senyum teduh. Tian Fan mengangguk, menatap punggung sang ibu yang menghilang di balik pintu. Di kala duka melanda, Tian Fan bersyukur punya kedua orang tua yang begitu perhatian dan menyayangi dirinya. Sementara itu... Nyonya Tian Xiayu berjalan melewati lorong panjang kediaman klan Tian. Entah hanya perasaannya atau tidak, tapi kediaman tampak begitu sepi malam ini. "Kemana para pelayan?" Gumam wanita paruh baya itu disela langkah kakinya. Tiba-tiba... Braak! Tubuh seorang pria paruh baya jatuh tepat di hadapannya. Dengan tubuh yang penuh luka dan darah yang melumuri pakaiannya, pria paruh baya itu bangkit kembali untuk meraih pedangnya. "Istriku... lari. Selamatkan dirimu!" Nyonya Tian Xiayu tentu saja terkejut. Pria di depan sana adalah suaminya yang merupakan pemimpin utama klan Tian. Melihat tubuh sang suami penuh dengan luka, bagaimana mungkin dia tidak merasa takut? Dari depan sana 4 orang bertopeng menyerang Patriak Tian Li dengan ganas. Tuan Tian Li mencoba bertahan dan melawan mereka. Melihat hal itu, Nyonya Tian Xiayu langsung berlari menuju kamar putranya. Wanita itu membuka pintu dan menguncinya dari dalam."Fan'er! Lari! Selamatkan dirimu!" Melihat wajah panik sang ibu, Tian Fan dibuat bertanya-tanya dengan apa sebenarnya yang tengah terjadi di sana. Tepat saat pemuda itu ingin bertanya... Jleeb! Sebilah pedang menembus pintu dan tubuh Nyonya Tian Xiayu yang berdiri membelakangi. Suara tendangan dari luar pun mulai terdengar dan memaksa untuk masuk. Mengabaikan lukanya, Nyonya Tian Xiayu masih berdiri di sana menahan pintu yang terus ditendang paksa dari luar. Sebisa mungkin dia memberi waktu pada putranya untuk bangkit dan melarikan diri. "Fan'er! Lari! Lari sejauh mungkin dan selamatkan dirimu!" Tian Fan merasa hatinya hancur, matanya memerah dan tanpa sadar titik-titik air mata mulai jatuh. "Ibu..." Tian Fan hanya bisa berkata lirih, dia tidak bisa melakukan apa-apa. Hatinya pun semakin hancur setiap melihat napas sang ibu yang kian melemah. Tak ingin mati, pemuda itu pun bangkit membuka jendela dan melompat keluar. Di detik-detik terakhir, pintu pun berhasil dibuka dan Nyonya Tian Xiayu telah tumbang.. Dua orang masuk ke dalam kamarnya. Melihat jendela kamar yang terbuka, mereka pun buru-buru mengejar Tian Fan yang sudah melarikan diri. "Cepat kejar dia. Kita harus menangkapnya dan mengambil akar spiritual roh api miliknya!" Ucap salah seorang di antara dua sosok bertopeng itu bergegas mengejar dari belakang. Hujan turun semakin deras disertai dengan kilatan petir yang menyambar-nyambar. Di tengah hutan, Tian Fan berlari untuk menyelamatkan dirinya. Tanah yang basah dan licin menyambut kaki tak beralas pemuda itu. Tubuh yang terasa sakit dan lemah tidak dia pedulikan. Ranting pohon tajam yang melukai wajahnya, semak belukar berduri yang menembus kaki tidak dia pikirkan. Saat ini Tian Fan hanya punya satu tujuan, lari dan menyelamatkan diri. Kejadian malam ini, dia akan mengingat dan membalasnya di masa depan. Api dendam membakar semangat pemuda itu untuk melarikan diri. Tidak peduli apapun rintangannya, dia terus berlari menembus lebatnya hutan. "Itu dia! Kejar!" Di belakang, dua sosok bertopeng yang telah membunuh Nyonya Tian Xiayu berhasil mengejar dirinya. Ini bukanlah hal yang sulit mengingat kecepatan Tian Fan yang memang tidak ada apa-apanya. Dia hanyalah manusia biasa sekarang, dan kalau pun kekuatannya masih ada, dua orang yang mengejar masih jauh lebih kuat dari dirinya. Tian Fan pun mempercepat langkah kakinya, dia tidak boleh tertangkap. Baaang! Punggung Tian Fan ditendang dari belakang. Tubuh pemuda itu pun jatuh menghantam tanah dengan keras, salah satu pengejar adalah pelakunya. "Mau lari kemana kau, bocah!?" bentaknya. Salah satu sosok bertopeng menunduk meraih batang leher Tian Fan dan mencekiknya kuat. Tubuh pemuda itu kemudian diangkat ke udara dan sekali lagi dibanting keras ke tanah. "Akh..." pemuda itu merintih, tapi siapa yang akan peduli dengan rasa sakitnya? Dada Tian Fan diinjak kuat, lalu salah satu di antara kedua orang itu mengeluarkan sebilah belati tajam dari sakunya."Tahan dia! Aku akan mengambil paksa akar spiritual roh api miliknya." Pria itu kemudian berjongkok, membelah dada Tian Fan dan mulai mencari akar spiritual roh api miliknya. Rasa sakit saat dadanya dibelah membuat Tian Fan berteriak keras. Air mata darah bahkan sampai dia keluarkan, tapi kedua orang itu belum ada niatan untuk menghentikan tindakan keji mereka sebelum menemukan apa yang dicari. Tian Fan memberontak, mencoba untuk melawan, tapi tubuhnya sudah terlalu lemah. "Ini dia!" Akar spiritual roh api milik Tian Fan pun akhirnya ditemukan dan dicabut secara paksa dari tubuhnya. Sekali lagi Tian Fan berteriak menahan rasa sakit yang teramat sangat. "Hahaha... kita mendapatkannya. Akar spiritual roh api, kita pasti akan mendapatkan banyak uang dari klan Hong," tawa kedua orang itu bergema. Klan Hong? Jadi ... mereka adalah dalang di balik semua kejadian naas yang menimpa Tian Fan dan kedua orang tuanya. Mendengarkan hal ini, api dendam di hati Tian Fan semakin berkobar. "Bocah ini, bagaimana dengannya?" Tanya salah satu pria bertopeng menatap Tian Fan dengan acuh. "Buang saja dia ke sungai. Biarkan arus deras membawanya pada Dewa kematian. Lagipula, apalagi yang bisa dia lakukan dengan tubuh lemahnya itu?" "Ide bagus. Kalau begitu ayo kita pergi membuangnya!" Rambut Tian Fan ditarik, tubuhnya diseret sejauh 1 km menuju sungai. Di sana, di tebing yang curam tubuh pemuda itu ditendang hingga tercebur ke sungai. Dunia ini begitu kejam, nyawa seorang anak manusia seolah tidak ada harganya. Malam itu hujan turun begitu kencang membuat arus sungai lebih deras dari yang seharusnya. Tubuh Tian Fan mulai terbawa arus, air memasuki mulutnya dan mulai memenuhi perutnya. Tian Fan ingin melawan dan menyelamatkan diri dari ganasnya arus sungai, tapi dia tidak bisa. Kepala pemuda itu terantuk batu di dasar sungai dan membuat dia kehilangan kesadarannya. Sementara itu... Di kediaman Klan Tian, seorang pria tua berdiri dan melihat penuh kepuasan pada dua sosok yang terbaring tanpa nyawa di hadapannya. Pria tua itu adalah Tian Xu, Tetua Pertama dari klan Tian. Dia adalah dalang di balik pembunuhan malam ini bersama dengan klan Hong. "Buang kedua mayat sampah ini ke kandang buaya dan biarkan mereka berpesta. Besok, sebarkan berita bahwa Patriak Tian Li dan keluarganya memilih untuk mengasingkan diri ke utara!" Perintah Tian Xu tegas. "Baik!" Jasad kedua orang tua Tian Fan pun dibawa dan dibuang ke dalam kandang buaya. Para buaya yang lapar langsung berebut untuk memakan jasad kedua orang tersebut. Sebenarnya Tetua Pertama sudah lama merencanakan kudeta ini. Dia sejak dahulu ingin menguasai klan Tian dan menjadi pemimpin utama di dalamnya. Dengan bantuan klan Hong, pada akhirnya dia pun mampu mencapai keinginannya. Sebenarnya, dia pulalah yang berada di balik hancurnya dantian Tian Fan. Keesokan harinya... Kabar tentang pengasingan keluarga Patriak klan Tian terdahulu beserta keluarganya tersebar dengan sangat cepat. Penduduk kota Han dibuat heboh dengan kabar itu. Beberapa pihak ada yang skeptis dengan berita tersebut, namun tidak ada yang bisa mereka lakukan kecuali menduga semuanya diam-diam. Bukan hanya kabar pengasingan itu, tapi kabar tentang Tetua Pertama yang diangkat menjadi pemimpin sementara klan Tian juga tidak kalah menghebohkan. Dua berita besar ini pun menimbulkan banyak praduga buruk, namun tidak satu pun pihak yang berani untuk menyelidiki. Kekuasaan klan Tian terlalu besar dan terkenal sejak ratusan tahun lalu, orang-orang kecil yang tau sesuatu pasti akan disingkirkan. ... .. ... Tingkatan Kultivasi : 1. Pemula (1-9) 2. Pengumpulan Qi (1-9) 3. Pembentukan Inti (1-9) 4. Pembentukan Jiwa (1-9) 5. Jiwa Baru Lahir (1-9) 6. Kenaikan (1-7) 7. Abadi (1-7) 8. Ilahi (1-7) 9. Raja Surgawi (1-7) 10. Kaisar Surgawi (1-5)"Lihat! Apa itu?!" Seorang prajurit berteriak, menunjuk jauh ke Kota Bulan Biru tatkala sebuah cahaya berwarna merah ditembakkan seperti laser ke udara. Cahaya itu membelah awan, menusuk langit dengan aura jahat yang memancar kuat.Para prajurit lain pun melihat ke arah yang sama. Ada perasaan takut yang datang tiba-tiba, cahaya merah di malam hari itu memancarkan hawa yang membawa perasaan tak nyaman.Pangeran Qin Fei Hu dan dua komandan Kekaisaran langsung keluar dari tenda saat mendengar kehebohan itu. Mereka juga bukan tidak merasakan perasaan tak nyaman yang dibawa, itu adalah bencana."Apa itu?" tanya Pangeran Qin Fei Hu yang tidak tau menahu tentang cahaya yang ada di Kota Bulan Biru.Namun tidak bagi kedua komandan. Pengetahuan dan pengalaman mereka jauh lebih banyak dari Pangeran Qin Fei Hu, mereka tau cahaya apa yang ada di sana."Buruk! Sangat buruk. Itu adalah teknik terlarang milik Sekte Mata Iblis, teknik pengendalian mayat!" kata komandan pertama dengan perasaan cemas.
"Ah, lebih baik aku ke sana saja," putus Tian Fan pada akhirnya. Setelah menimang-nimang cukup lama, ia memilih untuk mendekat guna melihat apa yang sebenarnya terjadi di Kota Bulan Biru. Whooosh! Menggunakan langkah hampa, Tian Fan dengan cepatnya bergerak di antara pepohonan dan sampai dalam beberapa menit di dekat Kota Bulan Biru. Tian Fam memilih untuk tidak terlalu dekat. Dari jarak 10 kilo meter, pemuda itu diam-diam memantau pasakan aliran hitam yang berjaga di sekitar tembok Kota Bulan Biru. "Itu mereka. Kalau dilihat dari pakaian yang digunakan, orang-orang ini tampaknya datang dari Sekte Mata Iblis." "Heh! Rupanya dugaanku tidak salah, orang-orang biadab itu memang benar datang." Di gerbang kota, Tian Fan melihat ada lebih dari belasan orang yang berjaga. Di sana ada 2 kelompok berbeda, satu dari kelompok Sekte Mata Iblis dan satu dari kelompok pembunuh gelap. Melihat mereka semua, Tian Fan tidak asal bergerak dan menyerang asal-asalan. Tujuannya tidak datang u
Seekor elang terbang dengan gagah di udara. Di langit Istana Kekaisaran Qin, ia menukik tajam dan mendarat di sebuah pos kecil. Di sana, ada 2 prajurit penjaga yang menyambutnya. "Ada pesan." Kata seorang prajurit mengambil kertas kecil yang terikat di kaki burung elang tersebut. "Pesan dari mana itu?" tanya rekannya di sebelah. "Aku tidak tau, biar aku lihat dulu." Kertas itu pun dibuka. Di dalamnya tertera beberapa patah kata yang intinya adalah untuk meminta bantuan tambahan prajurit. "Ini dari pasukan yang diutus ke Kota Bulan Biru, mereka meminta tambahan pasukan." "Tambahan pasukan? Apa terjadi sesuatu di sana?" "Aku tidak tau, tapi, informasi ini harus kita sampaikan kepada Jendral Qin. Kau tolong berjaga di sini, aku akan pergi menemuinya." "Baik." Prajurit itu tidak membuang waktu, ia langsung bergegas menuju istana untuk menemui Jendral Besar Kekaisaran Qin. . . . Jendral Qin tengah duduk serius di ruang kerjanya dengan setumpuk surat di atas meja. Wajah pria paruh
𝐊𝐨𝐭𝐚 𝐁𝐮𝐥𝐚𝐧 𝐁𝐢𝐫𝐮 Dari arah utara, puluhan bahkan hingga ratusan orang mulai berdatangan. Pakaian mereka terlihat sama, ada lambang mata di bagian punggung yang seolah menegaskan identitas mereka. Jumlah orang ini terus bertambah, tidak terasa setelah 2 jam, orang-orang dengan pakaian merah bercampur hitam itu terhitung ada lebih dari 2.000 orang. Jumlah mereka begitu banyak, ditambah mereka semua juga bukan orang sembarangan. Orang-orang dengan pakaian merah bercampur hitam ini adalah utusan dari Sekte Mata Iblis, salah satu sekte sesat yang sangat terkenal. Di Kota Bulan Biru, mereka semua tidak asal datang. Ini merupakan tugas yang diberikan aliansi aliran hitam. Kota Bulan Biru harus diamankan, tempat ini tidak boleh lagi direbut oleh Kekaisaran Qin. Di sini, aliansi aliran hitam ingin membangun sebuah markas. Akan ada penempatan puluhan ribu pasukan aliansi, tapi untuk saat ini mereka semua belum bisa didatangkan. 2.000 murid Sekte Mata Iblis dan 500 pembunuh gel
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews