Partager

6 Masih Butuh Waktu

Auteur: Klan Fang
last update Date de publication: 2025-12-02 16:46:15

"Bawa dia ke kamarnya dan panggil penyembuh," perintah Xiao Zheng kepada para pelayan. "Xiao Tian, ikut aku. Kita perlu membicarakan pertunanganmu dengan keluarga Lin."

Mereka pergi begitu saja, meninggalkan Xiao Fan tergeletak dalam genangan darahnya sendiri. Para pelayan dengan hati-hati mengangkat tubuhnya yang rusak parah dan membawanya ke kamar.

Saat berbaring di ranjang dengan seluruh tubuh terasa hancur, Xiao Fan menatap langit-langit kamarnya dengan mata kosong. Rasa sakit fisik tidak ada apa-apanya dibanding rasa sakit di hatinya.

Su Mincheng mati. Keadilan tidak ada. Keluarganya tidak peduli. Bahkan dengan kekuatan baru yang ia dapat, ia masih kalah. Masih lemah. Masih tidak berguna.

Air mata mengalir deras di pipinya. Bukan air mata kesedihan biasa, tetapi air mata seseorang yang kehilangan segalanya. Harapan terakhirnya untuk mendapat kasih sayang keluarga musnah. Satu-satunya orang yang peduli padanya sudah mati dengan cara yang mengerikan.

"Maafkan aku, Mincheng," bisiknya dengan suara serak. "Aku tidak bisa melindungimu. Aku terlalu lemah. Maafkan aku..."

Malam itu, Xiao Fan tidak tidur. Ia hanya berbaring dengan mata terbuka, menatap kegelapan, sementara rasa sakit dan penyesalan memakan jiwanya perlahan.

***

Cahaya pagi menerobos masuk melalui jendela kamar Xiao Fan yang kusam. Matanya terbuka perlahan, menatap langit-langit dengan pandangan kosong. Seluruh tubuhnya masih terasa remuk, setiap gerakan kecil menimbulkan rasa sakit yang menusuk. Tulang rusuknya yang retak berdenyut setiap kali ia bernapas.

Dengan susah payah, ia bangkit dari tempat tidur. Energi Crystal dalam tubuhnya bekerja menyembuhkan luka-lukanya, tetapi prosesnya lambat. Luka internal yang disebabkan oleh qi Xiao Tian tidak mudah dipulihkan. Ia membutuhkan waktu berhari-hari, mungkin berminggu-minggu untuk sembuh total.

Xiao Fan berjalan tertatih menuju meja kecil di sudut kamar. Di atas meja itu masih ada secangkir teh yang dibuat Su Mincheng sebelum ia pergi dalam misi pengawalan. Teh itu sudah dingin dan basi, tetapi Xiao Fan mengangkatnya dengan tangan gemetar.

"Mincheng," bisiknya dengan suara serak. "Aku benar-benar tidak berguna."

Pintu kamarnya terbuka pelan. Seorang pelayan muda bernama Xiao Ling masuk dengan langkah hati-hati, membawa nampan berisi makanan sederhana dan obat-obatan.

"Tuan muda," sapanya dengan suara lirih. "Saya membawakan sarapan dan obat untuk luka anda."

Xiao Fan menatapnya. "Bibi Yue dimana? Biasanya dia yang mengurus pelayan-pelayan."

Ekspresi Xiao Ling berubah menjadi ketakutan. Ia menempatkan nampan dengan tangan gemetar, tidak berani menatap mata Xiao Fan.

"Bibi Yue... dia..." suara gadis itu hampir tidak terdengar.

"Katakan," Xiao Fan berkata dengan nada datar, meskipun ia sudah merasakan firasat buruk.

Xiao Ling berlutut, air mata mulai mengalir di pipinya. "Bibi Yue dieksekusi pagi ini oleh prajurit tuan besar. Dia dituduh sebagai pembisik yang menyebarkan fitnah tentang tuan muda Xiao Tian."

Xiao Fan merasa dunia berputar. Nampan di tangannya jatuh, pecahan mangkuk berserakan di lantai. "Apa?"

"Tuan besar marah karena Bibi Yue menceritakan tentang... tentang Su Mincheng kepada anda," Xiao Ling menangis lebih keras. "Dia bilang Bibi Yue mencoba merusak harmoni keluarga dengan gosip tidak berdasar. Pagi ini di lapangan depan, dia... dia dipenggal di depan semua pelayan sebagai peringatan."

Tangan Xiao Fan mengepal erat. Darah segar mengalir dari telapak tangannya karena kuku-kukunya menancap terlalu dalam. Seluruh tubuhnya bergetar, amarah yang lebih besar dari kemarin membara di dadanya.

"Gosip tidak berdasar?" suaranya keluar seperti geraman. "Xiao Tian membunuh Su Mincheng! Itu fakta! Bibi Yue hanya menceritakan kebenaran!"

"Ssst!" Xiao Ling menutup mulutnya dengan panik, melirik ke pintu dengan ketakutan. "Tuan muda, mohon jangan bicara keras. Jika ada yang mendengar, tuan muda bisa..."

"Bisa apa? Dibunuh juga?" Xiao Fan tertawa pahit. "Keluarga ini sudah membunuhku perlahan selama dua puluh tahun. Membunuhku sekarang tidak akan ada bedanya."

Xiao Ling menangis dalam diam. Ia dan para pelayan lain tahu kebenaran, tetapi tidak ada yang berani berbicara. Di keluarga Xiao, kekuatan adalah segalanya. Keadilan hanyalah ilusi bagi mereka yang lemah.

"Pergilah," Xiao Fan berkata dengan lelah. "Terima kasih untuk makanannya."

Xiao Ling bangkit dan pergi dengan cepat, meninggalkan Xiao Fan sendirian kembali. Ia berdiri di tengah kamar yang dingin dan kosong, merasakan kekosongan yang luar biasa di dadanya.

Su Mincheng mati. Bibi Yue mati. Dua nyawa tidak bersalah hilang, dan tidak ada yang peduli. Bahkan usaha untuk menceritakan kebenaran dihukum dengan kematian.

Xiao Fan berjalan ke jendela dan menatap mansion luas keluarga Xiao. Bangunan megah dengan taman indah, kolam teratai, dan paviliun mewah. Dari luar terlihat sempurna, tetapi di dalamnya busuk hingga ke akar.

Ia melihat Xiao Tian berjalan santai di taman bersama beberapa pelayan yang melayaninya dengan takut-takut. Adiknya itu tertawa, tanpa beban, seolah tidak ada yang terjadi. Seolah ia tidak baru saja membunuh dua orang dalam tiga hari terakhir.

"Aku masih terlalu lemah," gumam Xiao Fan dengan kepalan tangan yang semakin erat. "Terlalu lemah untuk melindungi siapa pun. Terlalu lemah untuk mendapat keadilan. Terlalu lemah bahkan untuk balas dendam."

Ia menyadari dengan pahit bahwa meskipun ia sudah mendapat kekuatan dari  Crystal yang tidak dia tahu apa itu, tapi itu belum cukup.

Kekuatannya masih mentah, kontrolnya masih buruk, dan pengalamannya jauh di bawah Xiao Tian yang sudah berlatih bertahun-tahun dengan guru-guru terbaik. Dia masih perlu waktu.

Pertarungan kemarin membuktikannya. Ia kalah telak. Dipukuli hingga hampir mati. Seperti biasa, ia tidak bisa berbuat apa-apa.

Tetapi kali ini ada yang berbeda. Kali ini ia punya jalan untuk menjadi kuat. Pengetahuan dari Crystal masih tersimpan dalam pikirannya, sangat banyak dan menunggu untuk dipelajari dan dikuasai. Ia hanya butuh waktu.

Xiao Fan mengambil keputusan. Ia akan menyepi. Ia akan berlatih dengan gila-gilaan. Ia akan menguasai setiap teknik, setiap metode, setiap rahasia yang tersimpan dalam warisan kuno itu. Dan suatu hari, ia akan kembali untuk menuntut keadilan.

Bukan untuk dirinya sendiri. Tetapi untuk Su Mincheng, untuk Bibi Yue, dan untuk semua orang lemah yang tidak berdaya melawan tirani keluarga ini.

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Commentaires (1)
goodnovel comment avatar
Santri Kewut
hati nurani yang tidak bisa menerima ketidak Adilan
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Legenda Kultivator Terkuat   S2 Bab 250 Jun Xiaoyao ditelan oleh Kun Kuno Hampa, dan Pedang Hampa Panhuang muncul.

    Bab 250 Jun Xiaoyao ditelan oleh Kun Kuno Hampa, dan Pedang Hampa Panhuang muncul.Melihat Jun Xiaoyao begitu mudah setuju, Yang Pan menunjukkan sedikit kecurigaan.Namun, sekarang Jiang Luoli sudah berada di tangan mereka, mereka tidak takut dengan trik apa pun yang mungkin digunakan Jun Xiaoyao."Jun Xiaoyao, sebaiknya kau jangan menggunakan trik apa pun," kata Yang Pan dingin.Jun Xiaoyao tersenyum tipis dan berjalan menuju Kun kuno seolah sedang berjalan santai."Saudara Xiaoyao!"Melihat Jun Xiaoyao bergegas menuju Gu Xukun tanpa ragu-ragu, Jiang Luoli mengeluarkan teriakan yang mengerikan.Sebelumnya, dia merasa sedikit kecewa karena Jun Xiaoyao tidak memiliki perasaan padanya.Namun kini, tindakan Jun Xiaoyao tanpa diragukan lagi membuktikan bahwa dia masih memiliki tempat di hatinya.Hal ini membuat Jiang Luoli semakin menyukai Jun Xiaoyao, tetapi dia juga merasa sangat kasihan padanya dan tidak ingin sesuatu terjadi padanya karena dirinya.Seandainya Jun Xiaoyao tah

  • Legenda Kultivator Terkuat   S2 Bab 249 Rencana Jun Xiaoyao yang Lebih Dalam

    Bab 249 Rencana Jun Xiaoyao yang Lebih DalamPeristiwa yang tiba-tiba ini membuat sebagian orang yang berada di sekitar lokasi kejadian benar-benar terkejut.Perubahan ini terjadi secara tiba-tiba, membuat orang-orang tidak siap.Jiang Luoli masih linglung.Perhatiannya sepenuhnya terfokus pada Jun Xiaoyao.Ketika ia tersadar, ia sudah terikat oleh rantai yang mengunci jiwanya.Menyadari apa yang sedang terjadi terlalu terlambat, wajah Jiang Luoli memerah karena marah sambil memarahi, "Fang Han, apa yang kau lakukan!"Wajah Fang Han tampak dingin dan membeku.Setelah menahan diri sekian lama, akhirnya dia menunjukkan jati dirinya yang sebenarnya.Jun Xiaoyao menoleh ke belakang.Yang mengejutkan Fang Han, Jun Xiaoyao tampaknya tidak menunjukkan rasa takjub yang besar.Adegan ini tampaknya persis seperti yang dia duga."Hmm? Apakah dia sudah punya firasat? Tidak, mustahil, aku menyembunyikannya dengan sangat baik," pikir Fang Han dalam hati.Tatapan Jun Xiaoyao tidak tertuj

  • Legenda Kultivator Terkuat   S2 Bab 248 Yang Pan dan Fahai bergabung melawan Jun Xiaoyao,.

    Bab 248 Yang Pan dan Fahai bergabung melawan Jun Xiaoyao,.Tiga sosok muncul di cakrawala yang jauh.Itu adalah Jun Xiaoyao, Jiang Luoli, dan Fang Han.Jun Xiaoyao memandang Yang Pan dan Fahai.Kedua orang ini telah menyimpan dendam terhadapnya sejak lama.Secercah cahaya dingin terpancar dari mata Jun Xiaoyao.Di dalam celah antara sepuluh alam ini, para pelindung tidak dapat masuk, sehingga Yang Pan dan Fahai masuk sendirian.Karena itu, sebaiknya kita selesaikan semuanya sekali dan untuk selamanya.Adapun bagaimana Dinasti Ilahi Panwu dan Surga Barat Kecil akan bereaksi setelah membunuh mereka, Jun Xiaoyao sama sekali tidak peduli.Dia tidak mungkin membatalkan rencananya untuk mengambil tindakan terhadap mereka hanya karena latar belakang mereka.Jun Xiaoyao masih perlu melakukan hal yang sama, yaitu menghilangkan akar masalahnya.Merasakan aura niat membunuh yang samar-samar terpancar dari mata Jun Xiaoyao, ekspresi Yang Pan dan Fahai berubah secara halus.Meskipun ked

  • Legenda Kultivator Terkuat   S2 Bab 247 Pedang Hampa Panhuang

    Bab 247 Pedang Hampa PanhuangFang Han tidak tahu apakah Jun Xiaoyao melakukannya dengan sengaja atau memang benar-benar menginginkannya.Dia sangat marah hingga seluruh tubuhnya gemetar, dan dia tak kuasa menahan diri untuk muntah darah dari jantungnya."Apakah kau baik-baik saja?" Mata Jun Xiaoyao memancarkan sarkasme dingin, tetapi di permukaan ia berpura-pura prihatin dan bertanya."Terima kasih atas perhatianmu, Anak Ilahi. Aku baik-baik saja, tetapi lukaku belum sembuh," kata Fang Han sambil menggertakkan giginya, mengucapkan setiap kata dengan jelas.“Baiklah, kedua ramuan spiritual ini seharusnya dapat membantumu pulih dari cedera,” kata Jun Xiaoyao.Fang Han sangat marah hingga hampir memuntahkan seteguk darah lagi.Yang dia inginkan adalah ramuan keabadian!Bukannya dua tanaman obat tak berguna itu yang bahkan anjing pun tak mau memakannya!Namun, pada akhirnya, Fang Han tetap memakan kedua ramuan spiritual tersebut, karena setidaknya ramuan itu dapat membantunya pul

  • Legenda Kultivator Terkuat   S2 Bab 246 Fang Han yang Frustrasi

    Bab 246 Fang Han yang FrustrasiMelihat Fang Han, yang sedang membungkuk dan menyatukan kedua tangannya.Jun Xiaoyao tak kuasa menahan napas kagum.Demi menipu dirinya sendiri, Fang Han menanggung penghinaan dan kesulitan.Tapi apa yang bisa dia andalkan untuk menghadapi saya?Kode curang?Jun Xiaoyao mempertimbangkan berbagai macam kemungkinan.Pada saat ini, Jiang Luoli juga keluar dari keadaan kultivasinya.Dia langsung melihat Fang Han, dan kemudian wajahnya sedikit memerah.Dia akhirnya berhasil menghabiskan waktu berdua saja dengan Jun Xiaoyao, tetapi bagaimana bisa hal ini terjadi?"Saudara Xiaoyao, siapakah dia?" Jiang Luoli mengerutkan kening.“Seorang pangeran dari Dinasti Yin Agung,” kata Jun Xiaoyao dengan santai."Oh, Kakak Xiaoyao, kalau begitu ayo kita pergi." Jiang Luoli ingin menyingkirkan Fang Han yang menyebalkan itu.Melihat hal itu, Fang Han buru-buru berkata, "Aku berharap bisa mengikuti Anak Ilahi.""Kenapa kau begitu menyebalkan?" kata Jiang Luoli dengan marah.

  • Legenda Kultivator Terkuat   S2 Bab 245: Kekuatan Ilahi Fisik Berlipat Ganda,

    Bab 245: Kekuatan Ilahi Fisik Berlipat Ganda,Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Berakting Lebih Baik.Untungnya, Jun Xiaoyao memiliki pengendalian diri yang cukup.Dia tidak memikirkan apa pun.Dia memasuki kolam baptisan bersama Jiang Luoli.Tentu saja, mereka mengenakan pakaian.Keduanya duduk bersila di kolam baptisan, menyerap air baptisan dan menerima baptisan.Jun Xiaoyao mengaktifkan Jurus Iblis Pemakan Dewa, dan satu demi satu, pusaran gelap muncul di tubuhnya.Air baptisan terus-menerus dimurnikan dan diserap.Di dalam tubuh Jun Xiaoyao, terdengar suara letupan berturut-turut, saat partikel gajah raksasa berubah menjadi partikel naga-gajah.Jiang Luoli, yang berdiri di samping, juga memancarkan cahaya seperti giok, layaknya peri kecil.Jelas sekali bahwa penyerapan air baptisan olehnya tidak secepat Jun Xiaoyao.Namun, tubuh fisiknya tidak membutuhkan banyak air baptisan.Jiang Luoli tidak mengikuti jalur kultivasi fisik.Dengan tubuh roh purba miliknya sendiri, tubuhnya yang l

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status