เข้าสู่ระบบ
"Bunuh dia!"
"Peri ini tidak boleh hidup!" "Dia harus mati!" "Ya, ayo kita bakar saja dia!" Lian - peri bunga persik baru saja berubah wujud menjadi manusia dan dia tiba-tiba disergap oleh klan iblis untuk dimusnahkan. "Lihatlah tanda Dewi di keningnya!" "Ya, benar!" "Wanita ini adalah pemilik jantung suci yang akan dipersembahkan untuk Dewa naga! Kita harus segera membunuhnya!" Seru salah satu dari mereka. Lian sama sekali tidak mengerti apa yang dimaksud oleh orang-orang itu. "Kalian, apa maksudnya aku adalah pemilik jantung suci? Kalian pasti salah orang, lagi pula aku tidak mengenal Dewa naga yang kalian sebutkan tadi," protesnya. Orang-orang anggota dari klan iblis itu saling bertukar pandang satu sama lain. "Dewa naga ingin memusnahkan klan kami karena kami menentang memiliki pemimpin sepertinya, kami tidak pernah dianggap setara dari klan empat alam yang disatukan, kami ingin memilih pemimpin sendiri!" "Ya, benar! Kami tidak perlu bergabung dengan tiga klan lain, mereka semua hanya merendahkan kami karena kami adalah klan iblis!" Lian merenungkan perkataanya, salah satu dari mereka sudah menyalakan api dan bersiap untuk membakar tubuh Lian yang kini diikat pada tugu kayu. "Tu-tunggu! Aku-aku akan merundingkannya dengan Dewa naga, bagaimana?" Tawarnya. Lian merasa orang-orang itu sama sekali tidak bisa diajak berunding, mereka semuanya terdiri dari orang-orang berpikiran kolot dan keras kepala. "Kamu? Ingin berunding dengan Dewa Naga? Hahaha! Lebih baik kamu mati saja!" "Ya! Cepat bunuh dia!" "Wanita ini akan menyembuhkan Dewa naga!" "Dewa Naga tidak boleh pulih, klan Dewa harus musnah!" Lian menatap semua orang dengan ekspresi panik dan dia terus menggelengkan kepalanya. "Aku tidak akan menyelamatkan Dewa naga, tolong jangan bunuh aku," serunya dengan tubuh gemetar. Ketika kayu di bawah kaki Lian siap untuk dinyalakan, Long wang yang sedang dalam perjalanan pulang menemukan seorang wanita ingin dibantai di pinggiran hutan. Long wang tanpa ragu sedikit pun langsung menerjang dan memukuli semua orang hingga mereka babak belur. Semua orang dari anggota klan iblis terkapar di tanah. "Pria ini kuat sekali, kamu dari kalangan mana?" Tanya salah satu dari mereka. Long wang tidak menyahut, dia segera melepaskan ikatan di tubuh Lian dan membantunya untuk pergi. Long wang terlalu banyak menghabiskan energi di tubuhnya, dia tidak bisa bertahan lebih lama dan akhirnya tubuhnya pingsan terkapar di tanah. Lian sangat panik, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan pada orang yang sudah menyelamatkannya. Lian duduk di sampingnya dan menepuk pipi Long Wang untuk membuatnya sadar dari pingsan. "Hei! Hei! Bangun! Hei!" Long wang menatapnya dan pandangan matanya kabur, dia tidak bisa mengatakan apa-apa karena tubuhnya sangat lemah. Lian menyentuh nadi di pergelangan Long wang untuk memeriksanya. Dia tidak tahu dari mana keahlian ini dia dapatkan sebelumnya. Lian mengetahui Long wang terkena racun monster iblis dan racun ini hampir menyebar hingga membuat jantungnya membusuk serta meracuni sumsum di dalam tubuhnya. "Pria ini sudah lama terkena racun iblis, dia bisa bertahan hingga detik ini pasti pria ini memiliki ilmu tinggi," gumam Lian. Lian tidak memiliki pilihan lain, dia segera membawanya ke pedalaman hutan untuk merawatnya. *** Lian mendirikan gubuk menggunakan energi spiritual yang dia miliki, dia juga membuat pembatas untuk melindungi wilayahnya agar klan iblis tidak bisa menemukannya. Setiap hari Lian sibuk mencari aneka jenis tanaman obat, dia meramu obat untuk membantu memulihkan tubuh Long wang dan memperlambat efek racun agar tidak menyebar dengan cepat. Ketika Long wang membuka matanya, dia sedang rebah di atas dipan sederhana. Pria itu menatap Lian yang duduk di sampingnya sambil menyeka keningnya. Long wang terbatuk-batuk lalu bertanya padanya. "Siapa kamu?" "Aku?" Tanya Lian dengan ekspresi bingung. Lian tidak mau mengungkapkan siapa dirinya, karena dia takut pria yang sudah menyelamatkannya itu juga akan berubah pikiran untuk membunuhnya seperti orang-orang dari klan iblis yang ditemuinya tadi. "Aku penduduk sekitar lereng gunung," jawabnya, Lian sengaja berbohong. "Oh," Long wang tahu wanita di depannya itu adalah jelmaan dari pohon bunga persik. Dia tidak mau mengejarnya dengan pertanyaan karena sepertinya wanita itu memang tidak ingin diketahui jati dirinya. Lian mengambil mangkuk obat dan menyodorkannya pada Long wang. "Minumlah, tubuhmu pasti sangat sakit, racun itu hampir membuat jantungmu membusuk...." Long wang tercengang dan langsung menatap Lian dengan serius, tidak ada tanda-tanda kecerdasan di matanya, dan bagaimana wanita itu bisa tahu kalau dirinya terkena racun monster sungguh sangat mengejutkan. Long wang menggenggam pergelangan tangan Lian. Dari nadinya, Long wang bisa merasakan Lian adalah peri biasa. "Bagaimana kamu bisa tahu aku terkena racun?" Tanyanya dengan wajah penasaran. Lian menyembunyikan semuanya, Kakek tua yang menyentuh tubuhnya ketika masih menjadi pohon persik menunjukkan segala hal yang akan Lian alami di masa depan dan tidak bisa dia tolak. Kakek tua dengan tongkat itu juga yang memberikan tanda di kening Lian bahwa Lian merupakan seorang dewi. Akan tetapi Lian tidak bisa mengatakan semuanya pada Long wang. "Aku hanya menebaknya, aku tidak bisa menjelaskannya dengan teliti. Tiba-tiba aku melihat gambaran di dalam kepalaku, apa ini adalah pesan dari leluhur untukku? Dari bibirmu membiru, dan luka di dadamu aku bisa melihatnya dengan jelas Tanduk Monster kuno adalah senjata klan iblis terkuat, mereka bilang tubuh milik dewa pun tidak akan bisa bertahan dalam waktu lama jika tertusuk olehnya." Mendengar itu, Long wang langsung mencengkeram leher Lian. "Bagaimana kamu bisa tahu aku terkena Tanduk monster iblis?" Lian menggelengkan kepalanya dengan panik. "Aku tidak tahu! Aku sungguh tidak tahu kenapa bisa mengetahuinya, semua itu ada di dalam kepalaku, apakah aku bersalah? Kamu sudah sekarat karena racun itu dan sekarang hampir mati, kamu harus meminumnya agar kondisimu bisa lebih baik!" Serunya. Long wang melepaskan cengkeraman di leher Lian. Lian merasa beruntung karena tanda di keningnya sudah dia sembunyikan sejak klan iblis mengikatnya, Lian memiliki kekuatan spiritual dan Lian menggunakan kekuatan itu untuk menyembunyikan siapa jati dirinya yang sebenarnya. Long wang ingin mencari tahu lebih banyak tentang Lian, tapi raganya sudah sekarat dan jiwanya hampir binasa sekarang. Long wang tidak memiliki pilihan lain kecuali percaya pada Lian dan meminum obatnya. *** Sementara itu, penduduk alam dewa mulai panik karena Long wang tidak segera kembali. Mereka tahu Long wang pergi seorang diri menuju ke alam spiritual untuk membersihkan racun di tubuhnya. Sudah berlalu begitu lama dan ketika mengirimkan kabar pada pemimpin alam spiritual. Songce bilang pada suratnya bahwa Long wang sudah meninggalkan alam spiritual sekitar satu pekan yang lalu. Semua prajurit ditugaskan untuk mencari keberadaannya. Mereka semua menyisir jalan di area yang diperkirakan telah dilewati oleh Long wang. Mereka menemukan jejak pertempuran di area sekitar hutan. "Ada jejak pertempuran dengan klan iblis!" Seru salah satu prajurit. Guseng - Jenderal dari alam dewa memeriksanya dan dia memang menemukan jejak Long wang dalam pertempuran itu. "Ya, benar, ini adalah jejak Yang-mulia Raja, kalian cari lebih teliti dan ke mana arah terakhir yang dituju!" "Baik, Jenderal!" Mereka menyisir hutang dan jejak Long wang menghilang di perbatasan pedalaman hutan persik. "Jejak Yang-mulia Raja menghilang...." Seru salah seorang prajurit. Guseng menatap sekitar, dia merasa hutan persik di sekitar tempat itu terasa sangat aneh. "Kita berpencar lagi! Cari lebih teliti!" Perintah Guseng. Semua prajurit kembali mencari, dua orang di antaranya melihat Lian sedang memetik obat di hutan. "Eh, lihat ada seorang wanita di sana!" "Jangan-jangan dia sudah membunuh Yang-mulia Raja," "Tidak, manusia lemah sepertinya mana mungkin mampu membunuh Dewa naga yang begitu kuat?" "Kalian lupa dengan klan rubah? Mereka memakan jantung untuk meningkatkan kultivasi dan kekuatan di tubuhnya!" "Apa kamu yakin dia rubah dari klan iblis siluman?" "Ya, lagi pula tidak ada siapa pun di sini, aku-aku mencium aroma Yang-mulia Raja dan sepertinya dia memang pernah bertemu dengan Dewa naga!" Dua prajurit itu langsung menyergap Lian. Mereka memeganginya dan Lian meronta-ronta hingga keranjang tanaman obat di punggungnya jatuh di tanah. "Apa yang kalian lakukan? Apa salahku?" "Kamu siluman rubah yang sudah memakan Dewa naga kami! Mengakulah!" Perintah prajurit itu. Lian menggelengkan kepalanya. "Dewa naga apa maksudmu? Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan!" "Sudah, jelaskan semuanya di pengadilan kerajaan alam dewa!" Lian diseret dan dibawa menghadap Guseng. "Jenderal, tubuh wanita ini memiliki jejak aroma Yang-mulia Raja!" Seru prajurit itu. Lian dipaksa untuk duduk bersimpuh di tanah. Guseng menghunuskan pedang dan mengarahkan ke leher Lian, sambil bertanya padanya, "Jawab dengan jujur, di mana kamu menyembunyikan Raja kami?!" Lian menggelengkan kepalanya. Lian teringat dengan orang yang sudah menolongnya. Long wang menggunakan sihir untuk menyembunyikan identitasnya jadi Lian tidak tahu kalau Long wang adalah raja dari kerajaan dewa. Pria bodoh yang sepanjang hari hanya tidur dan melamun di rumahku, tidak mungkin adalah seorang raja seperti yang mereka katakan, bukan? Jika aku menjawab di rumahku ada dia, jangan-jangan orang-orang ini akan membunuhnya! Tidak-tidak! Aku tidak boleh mengatakan pria itu ada di rumahku! "Aku tidak tahu siapa raja kalian, aku juga tidak tahu apa yang kamu maksud," jawabnya. Guseng hampir menebas leher Lian tapi dihentikan oleh salah satu prajurit bawahannya. "Jenderal, bagaimana kalau kita bawa saja dia ke pengadilan kerajaan langit, ketika dia diinterogasi pasti dia akan menjawab semua pertanyaan dengan jujur!" Saran salah satu prajurit bawahan Guseng. Entah kenapa dia merasa kasihan pada Lian. Jika memang Lian sudah membunuh Long wang pasti kekuatan di tubuh Lian juga meningkat pesat dan tidak mungkin menyerah seperti sekarang. Ujung pedang Guseng melukai sisi leher Lian dan menyebabkan darahnya menetes di tanah. "Bawa dia ke kerajaan! Tahan dia di dalam penjara bawah tanah, siksa dia sampai mengakui kesalahannya!" Perintah Guseng. Lian panik sekali, para prajurit itu menyeretnya ke atas perahu terbang, dengan kekuatan secepat kilat tubuhnya melesat dan dibawa pergi oleh mereka menuju ke kerajaan langit.“Lian, aku benar-benar tidak peduli pada hal lain, selain dirimu,”Lian mengerutkan keningnya, debaran di dalam dadanya dia juga merasakan hal yang sama seperti yang Long wang rasakan. Tapi dia teringat dengan jantung peri di dalam tubuhnya, Lian segera mengajukan pertanyaan pada Long wang, “Apa kamu sedang mencoba merayuku? Agar aku jatuh cinta dan menyerahkan jantungku padamu?!” Lian bangun dari atasnya lalu bersiap pergi meninggalkan Long wang.“Lian, bukan seperti itu, maksudku....” Long wang mencoba menjelaskannya.“Yang-mulia, maafkan aku-” Lian pergi meninggalkannya sendiri.Long wang berdiri, menatap punggung Lian yang pergi menjauh. “Lian, aku sudah bilang padamu aku tidak peduli dengan hidup atau mati. Perasaanku padamu sungguh tidak biasa, aku tidak bisa kehilanganmu....”Lian masuk ke dalam kerumunan orang-orang di sekitar tenda. Lian berpikir bahwa dia telah dipermainkan, dia mengomel dan menolak kebenaran tentang perasaannya. Lian juga mengingkari bahwa Long wang memang
“Berdirilah, tidak perlu bersikap terlalu formal,” balas Long wang. Long wang menatap Lian dan tidak mengalihkan perhatiannya sedikit pun.. Perasaannya yang hampa terasa hidup kembali ketika bertemu dengan Lian. Lian memilih mengabaikannya, dia tidak ingin mencuri perhatian banyak orang di sana. Lagi pula urusannya dengan Long wang juga sudah selesai ketika dia diizinkan untuk kembali ke alam fana. Lian mengabaikan perasaan di dalam hatinya, menolak semua hal yang akan membuatnya larut dan hanya memikirkan Long wang. Long wang melihat sikap acuh Lian, Lian bahkan tidak melihat ke arahnya dan malah sibuk mempersiapkan obat untuk penduduk desa.“Lian, bagaimana kondisiku menurutmu?” tanya Long wang seraya mengambil kursi dan duduk di dekat Lian.“Kondisi Anda sangat baik hari ini,” jawab Lian dengan sopan.Hati Long wang terasa getir dan pahit melihat cara Lian memperlakukannya. Long wang berdiri lalu menyentuh pergelangan tangan Lian. Long wang menggenggamnya erat dan tidak mau mel
Hui dibantu oleh beberapa pelayan mulai mengemas baju dan perlengkapan yang akan dibawa Rong’er.Hui sudah mengingatkan Rong’er bahwa alam fana sangat berbeda dengan alam lainnya. Di sana mereka juga tidak bisa dilayani seperti saat berada di alam dewa atau alam spiritual. Semuanya serba terbatas. Akan tetapi Rong’er tetap berkeras untuk ikut pergi. Rong er pernah mendengar Long wang terlibat dengan seorang peri kelas rendah hingga membuat kerajaan alam dewa terguncang. Tepatnya pada saat sebelum Rong’er dikirim ke kerajaan alam dewa. Karena masalah itu, Rong’er tidak ingin kalah. Rong’er memiliki ambisi di dalam hati untuk menjadi seorang ratu di alam dewa. Dia juga mendengar kabar bahwa peri kelas rendah itu adalah seorang tabib yang hebat dan mampu menekan racun monster di tubuh Long wang. Rasa ingin tahu di dalam hati Rong’er semakin menjadi-jadi. Bahkan dia mendengar dari pelayan istana alam dewa bahwa peri kelas rendah itu memiliki posisi penting di hati Long wang.“Hei, kamu!
Di kerajaan alam dewa, di kediaman Rong’er. Wanita itu mendengar kabar bahwa Long wang akan pergi ke dunia fana untuk memeriksakan kondisinya pada seorang tabib. Kasim Song’an sudah menjadwalkan perjalanan tersebut dan diikuti oleh beberapa prajurit. Guseng juga ditugaskan untuk ikut serta karena menjadi pengawal inti di sisi Long wang.Rong‘er merasa sangat marah mendengar kabar tersebut karena Long wang akan pergi tanpa mengajaknya. Rong’er menatap pelayan di sisinya.“Hui, coba tanyakan pada kasim Song, apakah aku bisa ikut pergi? statusku di sini adalah selir satu-satunya. Tidak mungkin Raja Long pergi tanpa ditemani olehku!” perintahnya dengan angkuh.Hui menganggukkan kepalanya dengan patuh. “Baik, Yang-mulia selir,” Hui segera pergi untuk mencari kasim Song. Ketika Hui tiba di ruang baca Long wang, di beranda luar ruang baca Hui melihat kasim Song sedang sibuk mencatat beberapa barang yang akan dibawa pergi ke alam fana. Semua orang di sana terlihat sangat sibuk jadi Hui tid
***Di lembah obat, Lian sedang meracik beberapa resep di dapur obat. Tabib Zaocheng menggenggam tongkat di tangannya, pria itu datang menemuinya. Dia melihat Lian bekerja seorang diri. “Lian, hari sudah sore kenapa tidak beristirahat?” tanya Zaochang pada Lian.Lian tidak menjawab, dia sedang sibuk menakar bahan dengan menggunakan timbangan khusus. Dia hanya melirik tabib Zaochang sekilas lalu tertawa kecil melihat ekspresi Zaochang yang kini tampak penasaran dengan obat yang Lian racik. “Obat apa ini? Kenapa tidak menuliskan gejalanya?” tanya Zaochang sambil menatap banyak botol di meja.“Pak Tua, ada banyak jenis obat, tidak perlu mencatat gejala penyakitnya, cukup catat jenis obatnya, kita semua di sini pasti tahu kegunaan masing-masing obat,” ujarnya.Lian memiliki ingatan bahwa pak tua yang dipanggil sebagai tabib Zaochang adalah pak tua yang pernah menyentuh batang pohon persik yang merupakan wujud asli dari Lian. Energi spiritual di tubuhnya berasal dari tubuh Zaochang. Dia
Long wang masih belum selesai, dia mendengar keributan di luar. Dengan tenang dia keluar dari dalam kolam lalu memakai kembali bajunya.Rong’er melihat punggung Long wang di balik tirai kolam mandi, dia berjalan mendekat dan tanpa ragu berniat memeluk pinggang Long wang dari belakang untuk merayunya. Akan tetapi niat tersebut ternyata gagal. Long wang yang sudah terbiasa bersikap waspada pada sekitar spontan menghindar ke samping dan Rong’er malah terpeleset hingga tercebur ke dalam kolam. “Yang-mulia!” serunya dari dalam kolam. Penampilannya berantakan dan baju bagus yang dia pakai menjadi basah semua.Long wang meliriknya dengan senyum licik di sudut bibirnya. Ini adalah hukuman untuk putri manja dan tidak tahu aturan sepertimu!“Oh, Putri Rong? Kapan kamu datang ke sini?” tanya Long wang, dia sengaja berpura-pura tidak tahu.“Aku datang karena ingin memberikan kejutan pada Yang-mulia, tapi malah terjatuh di dalam kolam!” keluhnya dengan wajah merajuk.Long wang mengulurkan tangan







