Home / Historical / Legenda Permaisuri Langit / Bab 2 Ditahan dalam penjara

Share

Bab 2 Ditahan dalam penjara

Author: Jackie Boyz
last update Huling Na-update: 2025-11-24 12:39:38

Di sisi lain, Long wang sedang rebah di atas batang pohon kering di depan kediaman. Ketika Long wang tersadar dari pingsan, Lian merobohkan batang pohon itu untuk dijadikan Long wang sebagai tempat bersantai sementara menunggu Lian kembali dari mencari tanaman obat.

Sudah begitu lama, dan hari hampir sore Lian masih belum kembali. Pikir Long wang, Lian mungkin saja tersesat jadi Long wang memutuskan untuk mencarinya.

Long wang berjalan menyusuri hutan sambil menggerutu.

"Wanita bodoh itu, hari sudah sore kenapa masih belum juga pulang ke rumah? Apa jangan-jangan klan iblis kembali menangkapnya? Sebenarnya apa yang membuat mereka tertarik untuk memburu wanita bodoh itu?" Tanya Long wang pada dirinya sendiri.

Ketika berjalan melewati perbatasan pedalaman hutan, Long wang menemukan jejak para prajurit langit. Ekspresi di wajah Long wang seketika berubah menjadi sangat serius.

"Jejak prajurit langit? Jangan-jangan mereka menangkap Lian!"

Awalnya Long wang berencana kembali ke kerajaan alam dewa setelah kondisinya benar-benar membaik, sekarang kondisinya juga sudah jauh lebih baik dari sebelumnya setelah mendapatkan perawatan dari Lian.

Selain itu Long wang memang sengaja tidak mengirimkan kabar pada kerajaan alam dewa karena tidak ingin pejabat di istana panik lalu pergi menjemputnya di kediaman Lian.

Demi keselamatan Lian, Long wang merasa harus tetap menyembunyikan identitasnya, lagi pula dia juga tidak begitu ingin mengetahui siapa Lian yang sebenarnya.

Ketika menemukan jejak tetesan darah di tanah, Long wang semakin yakin bahwa prajurit langit telah membawa Lian ke istana.

Long wang tidak bisa menunda lagi, dia segera menyusul ke alam dewa.

Ketika dia tiba di alam dewa semua orang yang mengira Long wang sudah mati terlihat sangat panik.

Long wang dengan penampilan penuh aura dingin membuat para pejabat di istana menjadi cemas. Kemarahan di dalam dada Long wang terpancar jelas di kedua matanya.

Semua para pejabat menelan ludah sendiri, mereka sangat takut dan cemas jika kesalahan dilemparkan. Hukuman yang akan mereka terima pasti sangat berat.

"Yang-mulia raja!"

"Yang mulia,"

"Yang-mulia, syukurlah Anda selamat!"

Di sisi lain, Guseng mendengar Long wang telah kembali. Dia buru-buru pergi untuk menghadap.

Ketika Guseng tiba di aula utama dalam istana, dia melihat Long wang tidak duduk di singgasananya melainkan berdiri di tengah-tengah para pejabat yang kini berlutut untuk memohon ampunan. Wajah semua orang di dalam ruangan itu diliputi dengan penuh kecemasan. Mereka khawatir Long wang akan memberikan hukuman mati.

"Yang-mulia!"

"Guseng, di mana Lian?" Tanyanya langsung.

Semua orang tercengang, baru kali ini Long wang menyebutkan nama wanita di istana. Tidak satu pun dari mereka berani membuka kata.

Guseng menundukkan kepalanya sambil berlutut.

"Yang-mulia, kami mencari keberadaan Anda selama beberapa hari dan menemukan peri kecil itu memiliki aroma Anda di tubuhnya jadi-jadi, kami-"

"Apa yang kamu lakukan padanya?!" Bentak Long wang dengan penuh amarah.

"Peri kecil bernama Lian itu kami tahan di dalam penjara untuk diintrogasi, kami memukulnya dan dia tetap tidak mau mengaku," jawabnya dengan wajah pucat.

"Lian menemukanku di hutan, dia yang sudah merawatku selama beberapa hari terakhir hingga kondisi tubuhku menjadi lebih baik dari sebelumnya," nada suara Long wang terdengar sedikit rendah dari sebelumnya.

Guseng segera memberikan perintah melalui gerakan tangannya pada para prajurit untuk membawa Lian menghadap.

Para prajurit yang ditugaskan segera pergi ke penjara bawah tanah untuk membawanya ke aula dalam istana.

Rantai besi yang mengikat tangan dan kaki Lian dilepaskan. Lian merasa sudah sekarat, dia tidak diberi minum dan tubuhnya terus dipukuli agar dia mau mengakui kesalahan. Melihat para prajurit datang melepaskan ikatannya dia panik dan berpikir mereka akan memenggal kepalanya.

"Hei-hei! Apa yang terjadi? Kenapa kalian melepaskanku? Aku-aku sungguh tidak mengenal Raja kalian, dewa naga apalagi! Aku sama sekali tidak mengenalnya!" Serunya.

Karena prajurit itu tidak mengatakan sepatah kata pun dia terus mengomel dan memarahi mereka.

"Aku yakin kalian salah menangkapku, aku hanya penduduk biasa di lereng gunung, aku tinggal di hutan untuk mencari tanaman obat, aku tidak pernah mengenal raja yang kalian maksud!"

Lian di bawa oleh dua orang prajurit dan langsung menuju ke aula istana. Pada saat langkah kakinya tiba di pintu utama dia melihat Long wang berdiri di tengah-tengah para pejabat dan Guseng juga berlutut di depan Long wang dengan penuh khidmat.

Semua orang di dalam ruangan itu begitu menghormatinya.

Mendengar langkah kaki Lian, Long wang memutar badan dan menatap Lian yang kini berdiri dengan tubuh gemetaran di pintu masuk.

Kedua mata Lian berkaca-kaca, dia tidak peduli dengan orang-orang yang berlutut. Lian hanya merasa sedih pada dirinya sendiri karena tidak mengetahui apa pun tentang Long wang.

Lian menggelengkan kepalanya dan berniat pergi karena semua yang prajurit katakan benar. Lian selama ini tinggal di sisi Long wang tanpa tahu identitas Long wang.

Long wang berjalan ke arahnya dan ketika dia tiba di depan Lian, wanita itu malah melangkah mundur menjauh dengan kepala menunduk.

Benak Lian penuh dengan bayangan cacian dan makian dari klan iblis yang mengatakan bahwa dia adalah peri yang akan menyelamatkan hidup sang dewa naga. Karena itu Lian diburu oleh klan iblis, dan orang yang menyelamatkannya adalah Long wang - sang dewa naga yang paling ingin Lian hindari.

"Kamu.... Sungguh seorang dewa naga? Raja Long?" Tanya Lian sambil menatap penampilan Long wang dari ujung kaki sampai ujung kepala.

"Ya, benar,"

Guseng tidak senang dengan sikap Lian yang tidak memiliki rasa hormat dan dia siap berdiri untuk menghukum Lian tapi Long wang mengangkat tangan kanannya dan memberikan isyarat agar Guseng tidak melakukan apa pun.

Lian merasa nyawanya bisa terancam jika dia berada di sisi Long wang jadi dia memutuskan untuk meminta Long wang memulangkannya kembali ke rumahnya di hutan.

Lian menyatukan kedua tangannya dan berlutut di depan Long wang.

"Tuan Long, aku sudah menyelamatkanmu kita impas dan tolong biarkan aku pulang ke rumahku,"

Guseng menyela mendengar ucapan Lian yang tidak masuk akal.

"Peri rendahan sepertimu apakah pantas meminta pulang? Kamu tidak sopan pada Yang-mulia raja! Kamu harus dihukum, kepalamu harus dipenggal!"

"Ha?!" Lian menatap Long wang dengan mulut menganga, tidak percaya mendengar hukuman yang akan dia terima.

"Aku sudah dipukuli karena mereka memintaku mengaku aku sudah menculik raja alam dewa mereka, mana aku tahu pria bodoh ini adalah raja? Wajahnya sama sekali tidak mirip seorang raja. Apakah ini cara penduduk alam dewa membalas budi? Mereka ingin memenggal kepalaku? Bagaimana mungkin?" Tanya Lian dengan suara lirih pada dirinya sendiri.

Long wang mendengar gumaman Lian, dia ingin memarahinya tapi Guseng lebih dulu berdiri dan menghunuskan pedang karena tidak bisa bersabar terus menunggu. Long wang segera menghalanginya dengan lengan kanannya.

“Jenderal Gu, sebelum aku memberikan perintah apa pun, apakah pantas kamu bertindak sesuka hati di depanku? Meski wanita bodoh ini bersalah dan tidak sopan, hanya aku yang berhak memberikan hukuman padanya. Orang lain tidak perlu ikut campur!” perintahnya.

Guseng langsung memberikan hormat dengan berlutut, menunjukkan sikap patuh.

“Mohon ampuni hamba, Yang-mulia!”

Long wang menaikkan salah satu alisnya dia mengibaskan tangannya memberikan isyarat pada semua orang agar berdiri.

“Kalian semua berdirilah!” perintahnya.

Semua orang segera berdiri.

Long wang menatap semua orang di dalam aula lalu berkata, “Masalah ini cukup sampai di sini, dan wanita bodoh ini tidak perlu kalian urus!”

“Baik! Yang-mulia!” jawab mereka dengan serentak.

Lian yang sejak tadi menunggu keputusan masih berlutut di lantai, dia tidak memiliki cara lain selain pura-pura menangis. Dia merangkak lalu memeluk kaki kanan Long wang, menggunakan air mata palsu dengan mengoleskan air ludahnya sendiri di bawah kelopak matanya.

“Yang-mulia, ampuni hamba! Yang-mulia sangat adil dan bijaksana, tolong berikan ampunan pada hamba! Hamba janji jika melihat Anda tergeletak di tanah dan pingsan maka hamba tidak akan menyelamatkan Anda lagi, begitu banyak anjing dan babi di hutan, mereka harus diberi makan, mereka akan kelaparan jika hambar tidak pulang, tolong ampuni hamba dan biarkan hamba pulang!” Lian memohon dengan sepenuh hati, dia merasa aktingnya sudah sangat bagus.

Tapi kata-kata dan alasan yang Lian katakan pada Long wang dan didengar oleh semua orang terdengar ambigu dan tidak masuk akal.

Semua orang di dalam aula melongo mendengarnya, para prajurit pun menahan tawa.

“Apa wanita itu sudah gila?”

“Aku mendengarnya bicara dan setiap kata-kata yang dia katakan sama sekali tidak masuk akal,”

“Aku rasa dia memang tidak takut dihukum mati, berani mengatakan itu di depan Yang-mulia dia pasti sudah bosan hidup!”

Long wang menarik lengan Lian agar segera berdiri, dia tidak peduli dengan alasan Lian tadi. Yang dia lihat sekarang tubuh Lian sekarang penuh dengan bekas luka cambukkan dan pukulan kayu. Hatinya terasa getir dan pahit melihat Lian yang menolongnya malah dihukum seperti ini. Hanya saja Long wang tidak mungkin menunjukkan rasa pedulinya di depan semua orang di dalam aula istana.

Long wang menarik Lian mendekat dan mereka berdiri sangat dekat sekarang, hampir tidak memiliki celah sedikit pun.

Lian merasa gugup dan tidak tahu apa yang salah dengan kata-kata tadi.

“Ya-Yang mulia, a-apa? Ke-kenapa Anda menarikku?” tanyanya pada Long wang.

“Sejak kapan kamu memberi makan anjing dan babi di hutan?” tanyanya.

Wajah Lian memucat, dia tahu alasan itu tidak masuk akal.

“Ah, itu-aku, hanya-” Lian menjawab dengan terbata-bata.

Long wang menariknya lebih dekat. “Sepertinya prajuritku terlalu lunak memperlakukanmu di penjara, mereka biasanya memukul dengan balok besi tapi mereka memukulmu dengan balok kayu,” desisnya di telinga Lian.

Lian gemetar lalu menjawab. “Tubuhku sudah hampir remuk, sungguh! Aku sudah sekarat dan hampir mati dipukuli,” Lian memutar bola matanya lalu pura-pura pingsan.

Long wang menangkap pinggang Lian dan menggendongnya. Diam-diam sudut bibir Long wang menyunggingkan seutas senyum.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Legenda Permaisuri Langit   Bab 61 Apakah kamu berani bertaruh?

    “Jadi untuk apa kamu datang sekarang? Bukankah karena kamu perhatian padaku?” tanya Long wang sambil tersenyum.Lian menghela napas panjang, wajahnya tampak sedikit frustrasi. “Berhentilah melukai diri sendiri, jangan bertindak seperti anak kecil!” perintah Lian padanya.Lian sudah selesai dengan urusannya dia ingin segera pergi tapi Long wang menggenggam pergelangan tangannya.“Kenapa pergi dengan terburu-buru?” tanyanya.“Aku sudah membalut luka di tanganmu, apa lagi? Aku datang karena luka di tanganmu, apa kamu kira aku datang sungguh karena merindukanmu? Raja Long, sadarlah!”Long wang tertawa putus asa, dia melepaskan tangan Lian dari genggaman tangannya. Padahal dia masih memiliki keyakinan beberapa persen bahwa Lian adalah Lian yang dulu dia cintai tapi lagi-lagi perasaannya dipatahkan tanpa alasan.“Lian, aku tahu kamu tidak tertarik padaku, aku tahu,” Long wang tidak berniat menahannya lagi. Hatinya sangat kecewa.

  • Legenda Permaisuri Langit   Bab 60 Sulit dipercaya

    Guyin menundukkan kepalanya. Dia melepaskan genggaman tangannya dari bahu Lian lalu memutar badan berjalan pergi menuju ke pintu gua. “Guyin! Kamu mau pergi ke mana?” “Keluar dari sini, ke mana lagi menurutmu?” “Aku menggunakan api langit untuk mencegah orang masuk dan keluar!” Teriak Lian padanya. Langkah Guyin terhenti lalu dia menoleh. Guyin menatap Lian dengan tatapan mata penuh kebencian. “Kamu ingin memenjarakanku di sini? Lian, apa aku salah sudah mempercayaimu? Jika benar demikian maka biarkan saja aku hangus terbakar!” ujarnya seraya berniat menerobos pembatas pintu. Lian melesat dan menarik bahunya lalu melemparkannya ke tepi, tubuh Guyin jatuh terbanting ke samping membentur dinding gua. Pria itu memuntahkan darah dari mulutnya. “Kamu tidak bertanya alasanku tapi malah ingin langsung menerobos? Guyin aku tidak tahu otakmu ternyata begitu sempit!” Lian

  • Legenda Permaisuri Langit   Bab 59 Aku meragukanmu

    Wu’er memutuskan pergi meninggalkan dasar jurang dan menyusul Long wang ke alam spiritual. Saat dia tiba di sana, dia melihat Long wang sedang berada di dalam aula istana untuk membahas politik dengan Raja Weihong.Wu’er memutuskan untuk berjalan—jalan di sekitar istana. Kebetulan dia melihat Rong’er sedang ditemani oleh pelayannya, mereka mengobrol di taman. “Belakangan ini aku tidak melihat Wu’er, apa kamu sempat melihatnya? Sejak kembali dari lembah obat dia sepertinya menghilang,”“Nyonya, sepertinya dia memang pergi, aku juga tidak melihatnya baru-baru ini,” sahut pelayan Rong’er.“Apa mungkin dia menyebabkan masalah lalu Yang-mulia mengusirnya? Tidak mungkin! Dia adalah pelayan kepercayaan Lian, mana mungkin Yang-mulia menyuruhnya pergi,”Ruyu menggelengkan kepalanya dia memang tidak tahu apa-apa tentang Wu’er.“Apa jangan-jangan dia kabur karena permintaan Selir Zu waktu itu? Aku tidak tahu sejak kapan Zuxi begitu percaya

  • Legenda Permaisuri Langit   Bab 58 Master racun nomor satu dari alam dewa

    Sampai Lian kembali ke gua, Wu’er baru berdiri dan pergi menghampirinya. “Yang-mulia Selir!” serunya dengan gembira. Lian mengukir senyum pada awalnya tapi ketika mendengar Wu’er memanggilnya begitu senyum di bibirnya langsung sirna. “Maksudku, Lian ....” ralat Wu’er, di genggaman tangan Lian ada beberapa jenis herbal. Tatapan mata Wu’er tertuju pada tanaman di dalam genggaman Lian. “Nyonya ingin membuat obat?” tanyanya seraya mengekornya masuk ke dalam gua. Di dalam gua, Wu’er melihat Guyin sedang berbaring. Kondisinya tampak sudah lumayan membaik. Wu’er bisa mengetahui Raja iblis itu terluka parah dan hampir saja kehilangan nyawa jika Lian tidak membantu memulihkan kondisi luka dalam di tubuhnya. Lian menggerus obat, dia memiliki beberapa peralatan khusus dalam kantong kecilnya. Benda-benda itu bisa berubah ke ukuran semula jika keluar dari dalam kantong. Kantong itu sebelum

  • Legenda Permaisuri Langit   Bab 57 Sihir api langit

    “Kenapa melihatku seperti itu?” Tanya Lian seraya mengukir senyum lalu membungkuk dan menyentuh puncak kepalanya. Raja serigala langsung duduk dengan patuh sambil memejamkan kedua matanya. Dia merasa nyaman dengan usapan lembut Lian. “Yang-mulia, pria tadi berasal dari klan iblis. Dia adalah musuh Dewa Naga Long, Anda melindunginya seperti ini, apakah tidak apa-apa?” tanyanya. Lian menghela napas panjang. “Dia adalah temanku,” jawabnya. Raja serigala terkejut dan mengeluarkan kukunya. “Yang-mulia Permaisuri Langit, apakah Anda membelot dan menjadi musuh alam dewa? Apakah Anda ingin kedamaian di empat alam ini hancur?” tanyanya dengan tatapan mata curiga. Lian terlihat santai, dia masih mengukir senyum lalu duduk di samping Raja serigala dan memeluk tubuhnya. “Ya-yang mulia! Jawablah pertanyaan saya, ke-kenapa Anda merendahkan diri seperti i-ini? Jika Dewa Naga Long melihatnya saya khawatir bel

  • Legenda Permaisuri Langit   Bab 56 Terluka parah

    “Pembunuh bayaran tingkat master dari klan iblis? Ning’an mengirim pembunuh untuk membunuh siapa? Pembunuh dengan kekuatan tingkat master? Pasti orang yang ingin dibunuhnya bukan orang biasa .... apa Ayahnya mengirim pesan melalui pembunuh bayaran? Tidak-tidak mungkin!” Setelah sepanjang hari dia disibukkan dengan drama Ning’an yang berniat membakar kediaman permaisuri, sekarang Guyin baru mengerti dan dia langsung berdiri dari kursinya, Guyin tiba-tiba teringat dengan Lian. “Li-lian?” Guyin melesat, dalam hitungan detik dia sudah tiba di tepi tebing di mana Lian mencari herbal pagi ini. Di sana tidak ada tanda-tanda pertempuran, tapi Guyin menemukan beberapa tetes darah. Sebelum jatuh ke dasar jurang, Lian memang memuntahkan darah lalu kehilangan keseimbangannya. “Ning’an, berani-beraninya kamu!” Guyin mengepalkan telapak tangannya. Dia melesat kesana-kemari untuk menemukan jejak Lian. Guyi

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status