Share

Season 2 Bagian 7. Teman?

Temani? Tidak? Temani? Tidak? Aku berdebat dengan hati.

Jika ditemani, apakah aku sanggup dekat-dekat dengannya? Yang bisa tiba-tiba mendapat serangan senyum tipis bibirnya, kerlingan memesona mata elangnya, juga kalimat-kalimat tak terduga yang dapat membuat pipi selalu menghangat.

Jika menolak, hatiku seolah tidak rela. Jujur saja, aku sebenarnya sangat ingin pergi. Rasanya menyenangkan membayangkan jalan berdua dengan laki-laki tampan dan gagah seperti dia. Ah ..., kenapa pikiranku jadi nakal sekali? Godaan setan ini pasti.

"Mau, ya?" Laki-laki itu bertanya setelah cukup lama aku tidak memberi jawaban.

"Eng ...."

Aku melirik ke arah ruang keluarga, isyarat dari jawaban bahwa aku butuh ijin dari Ayah dan Umak untuk bisa pergi. Hanya saja bibirku masih terasa berat untuk bicara gara-gara tadi dia menyebut tentang latihan ijab qabul, lidahku rasanya masih kelu.

"Saya akan bicara sama Ayah dan Umak, untuk minta ijin membawa kamu pergi," sahutnya.

Aku menatapnya takjub. Peka sekali d
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status