เข้าสู่ระบบCassidy still wanted to see her ex-boyfriend Austin na isang high ranking Police Officer na,.again after many years but not in this humiliating and scaring situation, Cass who's disguising herself habang naghahalungkay sa kwarto nito while looking for the thing that will save her brother's life. But she was caught by Austin who didn't recognize her and tried to hit her by his dagger. But of course she has a goal and tried her best to escape many times but she was always caught by Austin. And it makes his suspicions rise towards her, he drowns her discovering her real identity and she has no choice but to tell him the truth. She needs to make a deal with him, he will help her save her brother but she needs to stay. 'Easy..Got it! ' But to her shock after learning that he is still crazily following his ex-girlfriend and her ex-bestfriend na si Jenna who's already engaged at nakikipag flirt parin kay Austin and it makes her mad. To her anger she set them up Jenna and Austin and brought Jenna's fiancee at talakan si Jenna but Austin was so mad at her that he left her in the middle of nowhere soaking wet under the rain, and after a few minutes he returned crushing his 4x4 huge car sa sasakyan nang lalaki na nagmagandang loob lang na isakay siya just to get her back and carry her on his shoulder like a sack of rice! But she already made up her mind, Austin wanted Jenna and she will accept Juanito's marriage proposal the gang leader who took her brother. In exchange for her brother's life.. The question is.. papayag ba si Austin?
ดูเพิ่มเติมDi usia kehamilannya yang memasuki 24 minggu, Sinta malah menyaksikan suaminya melepaskan hasrat sendirian sambil mendesahkan nama wanita lain.
Setiap malam sejak ia hamil, biasanya Sinta menyiapkan dua botol minuman di atas meja di samping tempat tidurnya. Namun, karena terlalu mengantuk setelah makan malam, Sinta pun tertidur tanpa menyiapkannya. Ia turun dari ranjang dan pergi ke dapur untuk mengambil air minum. Saat baru saja keluar kamar, Sinta melihat cahaya lampu dari lorong ruang kerja Abimanyu masih menyala, sementara ruangan lainnya sudah gelap gulita. Berpikir jika suaminya sudah pulang, Sinta akhirnya berjalan mendekat untuk memastikan. Saat jaraknya semakin dekat, Sinta malah mendengar suara-suara aneh dari dalam ruang kerja Abimanyu hingga membuat bulu kuduknya berdiri. “Rashta…” Sinta membeku di depan pintu. Itu jelas suara Abimanyu. Pintu ruang kerja itu kebetulan tidak tertutup rapat. Sinta bisa melihat dari sela pintu, sosok Abimanyu yang duduk di kursi kerjanya, tengah bermain sendiri sambil memandangi foto seseorang. Jantung Sinta seakan merosot ke tanah melihat pemandangan itu, terutama saat menyadari nama yang disebutkan oleh suaminya. Rashta? Kenapa suaminya itu melakukannya sambil menyebutkan nama Rashta? Rashta Djaja. Anak angkat kesayangan keluarga Djaja. Adik angkat yang paling dimanjakan oleh Abimanyu. Sinta hampir tidak bisa menerima kenyataan. Tubuhnya limbung ke belakang dan tanpa sengaja menjatuhkan vas bunga dari atas rak hiasan yang ada di sudut lorong. Prang! Sinta tersentak saat pecahan beling itu mengenai kulit kakinya. Belum sempat ia melangkahkan kaki meninggalkan tempat itu, pintu ruang kerja Abimanyu terbuka. “Sinta?” Sinta yang tengah menunduk membelakangi Abimanyu segera mengusap air matanya dengan cepat, lalu berbalik menghadap ke arah pria itu. “Maaf, tadi aku—” “Apa yang kamu lakukan di depan ruanganku?” Sinta meneguk ludahnya dengan kasar sebelum akhirnya menjawab, “Tadi aku haus dan ingin mengambil minum di dapur. Lalu aku melihat lampu ruang kerja Mas masih menyala, jadi aku pikir—” “Kamu pikir, kamu harus mengintip apa yang sedang aku lakukan?” Sinta mendongak, menatap netra biru pria itu dengan saksama. Wajah Abimanyu tetap datar, tanpa ada rasa malu ataupun bersalah darinya. Padahal yang dia lakukan tadi... “M-maaf, lain kali tidak akan aku ulangi.” Sinta akhirnya kehilangan energi untuk berkata-kata. Kenyataan pahit yang baru saja menghantamnya sudah cukup membuatnya terpukul. Sinta tidak menyadari tatapan Abimanyu yang penuh tanda tanya, sebelum pria itu kembali berbicara dengan ketus, “Kembalilah ke kamarmu. Jangan berkeliaran tengah malam dan mengagetkan orang.” Setelah berkata demikian, Abimanyu masuk kembali ke ruangan tanpa menoleh sedikit pun ke arah Sinta. Sinta kembali ke kamarnya dengan langkah gontai. Setelah menutup pintu, tubuhnya merosot ke lantai. Sambil memeluk perutnya yang membuncit, Sinta melampiaskan kesedihannya karena kejadian mengejutkan yang barusan ia lihat. Abimanyu adalah seorang pengacara terkenal sekaligus pemain saham yang sangat sukses. Tampan, berbakat, sukses di usia muda—pria idaman semua wanita, termasuk Sinta. Sinta sudah mencintai Abimanyu selama 10 tahun, sejak masih duduk di bangku SMA. Ia begitu tergila-gila padanya, sedangkan pria itu memang tidak pernah tertarik padanya. Namun, ayah Abimanyu sendirilah yang melamar Sinta untuk putranya. Abimanyu, meski sosok yang dingin dan acuh, tidak pernah bisa membantah keinginan ayahnya. Jadilah mereka menikah dengan kondisi terpaksa. Meski Abimanyu selalu bersikap dingin semasa pernikahan mereka, Sinta tetap menjalankan kewajibannya sebagai istri dengan baik. Apalagi, sebentar lagi akan ada anak di antara mereka. Sinta yakin Abimanyu akan pelan-pelan menerimanya jika ia menjadi istri dan ibu yang baik bagi anak mereka. Belakangan, ia menyadari, Abimanyu bersikap dingin padanya bukan hanya karena terpaksa menikahinya, melainkan karena pria itu mencintai orang lain. Sinta mengerti. Abimanyu tampan dan menawan, dengan postur tubuh yang sangat ideal serta kesuksesan di usia muda. Tentu saja pria itu pasti sudah punya seseorang yang dicintai. Yang tidak ia duga adalah; orang yang dicintainya adalah Rashta, perempuan yang diangkat sebagai anak oleh keluarga Abimanyu sejak masih bayi. Perasaan Abimanyu pada adik angkatnya tidak mungkin diresmikan; itukah sebabnya ia mau-mau saja menerima pernikahan ini? Hati Sinta terasa begitu perih. Ia menatap perutnya yang membuncit, mengelusnya pelan. Tok, tok, tok! Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Sinta. Ia yang tengah duduk di balik pintu seketika menoleh ke samping. “Sinta.” Abimanyu memanggilnya. Sinta hanya melirik ke arah pintu sebentar, lalu memutuskan untuk mengabaikannya. Lagipula, mereka sudah pisah ranjang sejak sebulan yang lalu. Saat itu, Sinta tiba-tiba mengalami kontraksi palsu tengah malam, yang terjadi karena efek kelelahan setelah Sinta membantu ibu mertuanya menyiapkan acara pesta anniversary. Sejak itu, Abimanyu memutuskan untuk pisah kamar dengan alasan khawatir ia menendang atau melukai Sinta saat sedang tidur. Sekarang, Sinta tahu alasan sebenarnya kenapa Abimanyu tiba-tiba bersikeras meminta pisah kamar. Setelah beberapa saat, akhirnya suara ketukan itu berhenti, diikuti dengan langkah kaki yang menjauh. Malam itu, Sinta tidak bisa tidur karena terus menangis hingga baru bisa benar-benar terlelap setelah hampir pukul empat dini hari. Keesokan paginya, Sinta bangun tidur seperti biasa karena tidak terbiasa bangun lewat dari jam tujuh. Ia sengaja keluar dari kamar saat waktu menunjukkan pukul sembilan pagi dengan harapan Abimanyu sudah pergi ke kantor. Namun, baru saja melangkahkan kakinya dua jengkal, Sinta malah melihat Abimanyu duduk di ruang makan, menatapnya dengan dingin. “Baru bangun?” tanya Abimanyu tiba-tiba. Tumben sekali. Biasanya ia tidak pernah menyapa Sinta terlebih dahulu. “Hm,” Sinta menjawab dengan gumaman. Karena sarapan untuknya telah disiapkan, Sinta pun terpaksa duduk untuk sarapan bersama suaminya, meskipun kejadian semalam membuatnya tiba-tiba merasa mual. Melihat wajah murung Sinta, ekspresi Abimanyu pun ikut meredup. Sejak dulu, Sinta selalu tersenyum di hadapannya untuk menjaga suasana. Kali ini, Sinta tidak melakukannya. “Kamu masih marah?” tegurnya dingin. “Kalau kamu sangat ingin aku menemanimu periksa kandungan, untuk jadwal periksa selanjutnya, aku akan mengosongkan jadwalku.” Ternyata, Abimanyu mengira istrinya itu masih marah karena tidak ditemani periksa kehamilan kemarin, karena Rashta meminta dia untuk menonton film bersama dengan Orion dan Jupiter. Sinta memang sempat merajuk, tapi itu kemarin, saat ia masih berpikir pernikahan ini layak untuk dipertahankan. Sekarang, perasaannya pada Abimanyu terasa hambar. Lima tahun pernikahannya seperti berakhir sia-sia. “Nggak perlu. Aku bisa pergi sendiri.” Sinta menjawab datar tanpa menghentikan gerakannya memotong sandwich. Mendengar jawaban istrinya, ekspresi Abimanyu mengeras. “Apakah kamu harus semarah ini hanya karena masalah sepele? Kamu akan menjadi seorang ibu, berhentilah bersikap kekanak-kanakan.” Sinta menatap Abimanyu dengan tatapan kosong, “Masalah sepele?” “Apalagi kalau bukan masalah sepele? Masih ada banyak waktu ke depan sebelum tanggal kelahiran. Jangan membuat orang lain lelah karena sikapmu.” Mendengar itu, Sinta menarik napas panjang, “Kalau kamu selelah itu, mungkin sebaiknya kita akhiri saja semua ini. Ayo kita bercerai.”Chapter 58After five years."Daddy!look what Ayden do!"Naiinis na sumbong nang anak niyang si Amelia, Amelia and Ayden are the twin, nakanguso si Amelia who looked exactly a female version of Austin while Ayden is a little version of him"Ayden.."Saway ni Austin sa panganay nila,they are all in the garden kung saan may malawak na bermuda grass at may sapin kung saan sila ngayon nakaupo.After Ayden and Amelia were born dalawang taon bago ulit nasundan and that was Cassandra who was just turning threeWho looks like her mom,so she named it dahil sa Sandra ang pangalan nang mom niya ay halo sakanya.At ang pang apat nila si Aaron na magdadalawang taon.Austin was so busy at work these past few days at napapagod siyang magpaliwanag sa mga anak kung bakit hindi nito nakakasama ang ama,so she talked to him the other night and she remembers the craziest thing he said."Austin,we will be staying kila mama""When?"Mula sa pagtitipa nang laptop ay napa angat nang tingin si Austin."Ahm, to
Chapter 57She was walking papalabas nang kwarto,she woke up at wala na si Austin sa tabi niya,co'z she sleeps a lot at sabi nang mama niya ay ok panaman daw iyon dahil first trimester palang siya.Austin was in his office when she received a text from him.(Baby..r u awke? I'm at the ofis now, puntahan mo ako if you're awake sabay tayong kakain,ILY)Napangiti siya sa message nito at nagpasyang bumangon.Her mom and Phoenix are staying in Austin's manor malapit sa school ni Phoenix at syempre ang kapatid niyang disen nuebe na ay nagpapa baby pa sa mama nila.She wanted her to stay in the manor,para may mga katulong ngunit hindi daw sanay ang mama niya na may katulong at mas pinili na sumama nalang kay Phoenix.Nag aaral panaman ang kapatid niya kaya walang problema may mag aasikaso pa dito.And they visited them often.She responded to Austin na 'OTW' na siya and she received a emoji na naka kiss galing dito She walked excitedly ngunit bigla siyang napahinto nang mapansin ang isang b
Chapter 56Austin sigh"Don't worry about trivial things Cass, you're going back with me.."Nagulat siya sa pagiging kalmado nito and she chuckled sarcastically."Trivial? I'm a criminal Austin, it's not just a trivial thing..and this is my punishment so,I can stay --""You know Cass,I don't get your point..tell me,I wanted to know what's running inside the head of yours Cass .."Austin gently caress her face nangilid ang luha niya habang nakatitig dito and she bit her lips."I can stay there..kahit habang buhay pa just please..stay out of trouble,when you return ay mag isa lang ako,so ayaw kong may makakarating na balita sakin na nasaktan ka.."Austin nodded but still his expression is blank."So.. that's what you were thinking..?""Yes,so please..wag ka nang lumaban sa organization niyo,I-I can do it here kahit mag isa ako,as long as you're safe.."Austin stares at her full of admiration."And who told you that I'm leaving you here alone..?""You can't stay Austin,hindi lang sakin u
Chapter 55Wake up baby.. it's already ten.."Austin gently whispers on her ears,habang napakasarap pa nang tulog niya."Hmm.."ngunit embes ay tinalikuran niya ito nang higa she heard him chuckle at ramdam niya ang pagbigat nang higaan sa tabi niya.At maya-maya'y naramdaman niya ang yakap at halik nito sa batok niya."Wake up Cass..lalamig na ang pagkain.."They are staying in this Island for one month already,nakakausap naman din niya si Phoenix at sinabi nalang nila ni Austin na nasa bakasyon silang dalawa kaya hindi na nag iisip ang kapatid niya na ngayon ay nakaka adopt naman na sa bago nitong mundo.Juanito was held captive by the organization at walang balita na lumabas sa telebisyon sa pagkawala nito at nang grupo nito nabalitaan niya kay Austin na lahat nang mga ninakaw nang grupo ni Juanito ay naibalik na.And she was so happy sa halos araw-araw na pag gising niya ay nakikita niya si Austin he took care of her magluluto ito nang almusal niya and he even did the laundry at na
Chapter 6"hindi ko alam mahilig pala si LC sa exotic na katulong",LC( Lieutenant Colonel)Bulong nang lalaki na humagikgik pa, napabaling siya dito at hindi niya maiwasang irapan ito alam naman niya na siya ang tinutukoy nito.Ngunit hindi nalang siya kumibo ayaw niyang pumatol nanahimik si Roxan
Chapter 5Napalunok si Cassidy nang marinig ang pamilyar na boses, and her heart beat rapidly iniiwasan niyang magkita sila nito especially in this kind of situation not in her identity bilang si Cassidy. Austin grips tightened at ramdam na ramdam niya iyon wala siyang choice kundi harapin ito,he
Chapter 4At kagaya nang mga una Austin just stared at his glass blankly he wanted to see her so badly he has no news of her after she left and now he was wondering kung nasaan na ba ito.But a picture of a woman appearing in his head was Verna at natawa siya nang pagak he can't understand why her
Chapter 3"you can't save me.."Phoenix lowered his head kita niya ang lungkot sa mga mata nang kapatid niya.She was hurt yes, she can't save him she wanted too.,she's now desperate but how? This place is full of armored men at isang maling kilos lamang ay pwedeng mapahamak ang kapatid niyang dise






Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.
ความคิดเห็นเพิ่มเติม