Share

306. Hadiah Pembuka

Author: OTHOR CENTIL
last update publish date: 2026-05-31 22:39:51

“Acara sudah dimulai lima belas menit lalu. Mengapa kamu terlambat datang? Dari mana saja kamu? Ini acara kita, bisa-bisanya kamu abai!”

Begitu melihat Rayden muncul di lokasi pesta, Dea langsung melayangkan beberapa pertanyaan.

Rayden tak bereaksi. Ia tengah merapikan setelan jas mahal yang membungkus tubuh tegapnya. Gerakannya tenang, seolah tidak ada satupun hal di dunia ini yang mampu mengusik ketenangannya.

Merasa diabaikan, tatapan Dea menyusuri Rayden dari ujung kepala hingga ujung kaki
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   350. Kejutan Yang Mengejutkan

    “Sudah bucinnya?” tanya Ken ketus, lengkap dengan sebelah alis yang terangkat tinggi, siap menjadi penghancur momen paling menyebalkan bagi Rayden.“Kalau sudah, silakan pergi. Waktu kalian sudah habis.”“Baru juga semenit, Ko,” keluh Aurin dengan bibir mengerucut sebal. Ia menatap kakaknya dengan pandangan protes yang kentara. “Koko ini seperti gak pernah muda aja!”“Bukan tidak pernah muda! Tapi pria itu ….” Telunjuk Ken meruncing tajam ke arah wajah Rayden yang berada di balik teralis. “... adalah sumber bencana di kehidupan kamu. Tahu alasan saya begini, ‘kan, Mei?”Aurin mengembuskan napas pendek, bahunya merosot. “Tahu, Ko. Tapi, jangan berlebihan.”“Tidak ada yang berlebihan. Rayden, pergi! Atau—”“Saya pergi, Ko,” potong Rayden cepat sebelum Ken sempat memanggil penjaga rumah atau melakukan hal nekat lainnya. Pria itu sadar posisinya sedang di ujung tanduk di mata sang kakak ipar. Suasana hati Ken memang sedang benar-benar buruk saat ini, dan jika Rayden terus keras kepala be

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   349. Sudah Bucin-nya?

    “Sebaiknya kita segera pindah, di sini tidak aman,” bisik Rayden teramat pelan, nyaris tak terdengar. Aurin spontan menatap ke atas, melirik Ken yang masih berdiri tegap mengawasi mereka. Bisikan berbau rencana pelarian dari Rayden ini jelas tidak boleh sampai terdengar oleh telinga tajam kakaknya. Setelah memastikan Ken sedang sibuk mengetik sesuatu di ponselnya, Aurin sedikit mencondongkan tubuh ke depan lalu menyahut pelan. “Pindah ke mana? Singapura?” “Tidak,” geleng Rayden mantap. “Kalau hanya ke sana percuma, Dea bisa dengan mudah menemukan kita. Kita harus pergi yang jauh ... ke Paris misalnya.” “Ide bagus. Tapi, bagaimana dengan rencana pernikahan kita?” tanya Aurin sangsi, mengingat persiapan yang mungkin sudah berjalan. “Perutku juga semakin besar. Tidak mungkin aku pindah ke sana sini, Rayden.” “Pernikahan diadakan setelah kamu melahirkan. Jadi, tidak ada salahnya kit

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   348. Seperti Narapidana

    “Benar, suruh dia ke sini. Saya temani. Barangkali dia mengajak kamu kabur, ‘kan?”“Ko, janganlah keterlaluan gitu.” Aurin memelas, menatap sang kakak dengan mata berkaca-kaca, berharap hati batu Ken bisa sedikit melunak demi suaminya yang malang di luar sana.“Kalau tidak begini, dia tidak tahu caranya melindungi kamu,” sahut Ken dingin tanpa ekspresi.Ia melangkah maju, lalu dengan santai bersandar pada bingkai jendela, tepat di samping nampan berisi air mineral dan camilan yang tadinya disiapkan Aurin untuk Rayden. Netra tajam sang dokter lurus menatap ke luar, mengawasi setiap pergerakan adik iparnya yang sebentar lagi pasti akan bergeser ke arah mereka sesuai arahan pesan singkat tadi.Keposesifan Ken yang begitu mendarah daging memang bukan tanpa alasan. Di balik sikap diktator dan amarahnya yang meledak-ledak hari ini, semua itu murni bersumber dari rasa sayang yang teramat besar kepada adik bungsunya.Sebagai seorang kak

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   347. Larangan

    “Dok, saya minta maaf, Dok. Tolong buka pintunya, Dok! Saya ingin bertemu Aurin! Dokter Ken! Dok!”Aurin, yang duduk gelisah di sofa ruang tamu, menatap penuh kecanggungan pada sang kakak. Ken tetap bergeming di tempat duduknya, melipat kedua tangan di dada dengan wajah sedingin es. Di samping Aurin, Kylie dan Meisya—mama mereka—hanya bisa saling pandang dengan raut cemas, tidak berani membantah keputusan kepala keluarga sementara di rumah itu.Sudah satu jam lebih Rayden memanggil-manggil di luar sana tanpa memedulikan harga dirinya, dan sudah dua jam lebih Ken berada di rumah setelah insiden baku hantam di apartemen.Namun, sejak menapakkan kaki di rumah ini, Ken dengan tegas melarang semua pelayan, bahkan Aurin, Kylie, maupun Meisya untuk membukakan pintu.“Ko ….” Aurin akhirnya memberanikan diri bersuara, memecah keheningan di antara mereka. Suaranya cicit, sarat akan rasa bersalah sekaligus tidak tega mendengar suara suaminya yang mulai serak di luar sana. “Rayden sudah lama d

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   346. Batalkan Semuanya

    “Kalau kamu tidak becus mengawasi istrimu, lebih baik kembalikan padaku! Aku kakaknya, lebih berhak melindunginya daripada kamu!”Bugh!Satu pukulan mentah berkecepatan tinggi melayang telak dari tangan Ken, menghantam rahang dan hidung Rayden tanpa ampun. Pukulan yang didorong oleh rasa muak dan kecemasan seorang kakak itu begitu kuat hingga menciptakan bunyi hantaman yang mengerikan di lobi yang sunyi.Rayden yang sama sekali tidak siap langsung kehilangan keseimbangan. Tubuhnya terdorong ke belakang dan jatuh terkapar di atas lantai marmer yang dingin. Hantaman keras itu membuat bokong dan tulang ekornya berdenyut sakit, namun rasa nyeri itu langsung terkalahkan oleh sensasi panas yang menjalar di wajahnya.“Akhh ….”Rayden meringis kesakitan. Ia segera memegangi hidungnya yang kini mulai mengalirkan darah segar di sela-sela jarinya. Pria yang biasanya selalu tampil berwibawa, rapi, dan tak tersentuh itu kini terduduk tak berdaya di lantai lobi, menunduk sambil menahan denyutan

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   345. Ceraikan Dia!

    “Ambulans sebentar lagi datang dan perbuatanmu sudah terekam CCTV di lobi ini. Jadi, jangan macam-macam lagi atau Aku pastikan Aurin menuntutmu!” Ken memberikan peringatan tegas. Untuk saat ini, dia tidak perlu mengungkapkan statusnya sebagai kakak kandung Aurin demi menjaga keamanan adik. Namun agaknya, Dea tidak mau menerima itu dan dia tetap mengamuk, mengabaikan rasa perih di perutnya. “Kenapa kamu menolong si jalang murahan itu?” Ken, yang sedang membereskan peralatan kedokterannya menatap Dea nyalang. Kata ‘jalang murahan’ yang diucapkan Dea memantik emosinya. Namun alih-alih terlihat marah, dia justrua berujar dingin dan datar. “Atas dasar kemanusiaan. Kamu lupa? Dia sedang mengandung tiga nyawa. Membunuhnya sama saja menghilangkan tiga anaknya juga. Ingat, dia sudah sering kamu siksa, kamu maki-maki, dan bahkan pernah kamu tlpukuli. Dan sekarang, kamu masih berniat membunuhnyas!” “Dia memang pantas m

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   8. Gerakkan Pinggulmu, Sayang

    “Mengapa tubuhku berkhianat?” Mulanya, Aurin menolak. Tapi lama kelamaan, mengalami tubuhnya semakin menginginkan? Pada saat yang sama, keduanya dilingkupi kabut gairah yang terasa makin tebal di ruangan itu. Rayden membalikkan posisi Aurin menjadi di atas. Dengan napas yang memburu di ceruk

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   24. Malam Panas Hingga Lemas

    Aurin menahan nafas dengan tangan gemetar saat memegang gagang pintu dengan gerakan yang sangat lambat. Ia hanya ingin segera keluar dari kamar yang masih kental dengan aroma gairah dan dosa itu sebelum Rayden terbangun. Namun, baru saja pintu kamar itu sedikit terbuka dan celah cahaya dari kori

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   9. Datanglah Ke Kamarku

    “Sssssh. Bagaimana ini?” Seketika, rasa panik menyerang Aurin. Ia terpaku menatap cairan hangat berwarna putih kemerahan kental yang mengalir di paha dalamnya dengan perasaan takut membuncah. Benaknya pun langsung dipenuhi dengan pikiran buruk. Bagaimana jika benih R

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   16. Aroma Familiar

    “Apa itu artinya ... kamu tidak mencintaiku lagi dan memilih merelakanku untuk wanita lain?”Rayden terpaku. Ketegangan di antara mereka benar-benar terasa menyesakkan dada. Satu pemikiran pahit menyelinap dalam benak, membuatnya melontarkan pertanyaan yang paling ia takuti itu.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status