Accueil / Romansa / MENIKAHI MANTAN SUAMI / BAB 76. Harga Sebuah Kepercayaan

Share

BAB 76. Harga Sebuah Kepercayaan

Auteur: naftalenee
last update Date de publication: 2023-04-21 17:22:01
"Nggak ada yang perlu kamu cemburuin dari Haga," ucap Tabitha setelah menyusul Sakha yang langsung masuk kamar tanpa mau repot berbasa-basi.

"Oke," gumam Sakha seraya memasukkan pakaian kotornya ke dalam tas dengan asal.

"Kamu mau ke mana—"

"Pulang," tukas Sakha. "Aku nggak seharusnya mengganggu kamu di sini."

Tabitha menahan Sakha. Menghentikan gerakan tangan suaminya yang sudah akan mencangklong tas ranselnya. "Sekarang gantian kamu yang mau kabur gitu aja?"

Sakha menoleh dan hanya member
naftalenee

Ternyata oh ternyataaaa begitu kejadiannya...🙃🙃🙃🙃 Aku kalau jadi Tabitha bakal langsung nyebur ke sumur sih >,< Btw, ketemu lagi dengan aku yang udah ngabisin nastar setoples sambil ngetik bab ini😝😝😝 Lanjut lagi hari ini atau kapan-kapan lagi aja, nih???

| J'aime
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (3)
goodnovel comment avatar
Cilon Kecil
meskipun hanya salah paham tapi cara sakha lebih memikirkan perasaan ranis drpd istrinya jelas² melukai tabitha
goodnovel comment avatar
Sophia Setiawan
lanjuut thor, kalo bisa crazy up anggap THR lebaran. kalo kurang nastarnya dirumahku masih byk.
goodnovel comment avatar
Masniah K Abdullah
lanjutkan ...
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Latest chapter

  • MENIKAHI MANTAN SUAMI   BAB 104. Bukan Akhir (TAMAT)

    [Yunani 2026] Tabitha terbangun dari tidurnya karena mendengar suara debur ombak yang menyapa telinga. Ketika kedua matanya telah sepenuhnya terbuka, wanita itu langsung dihadapkan pada pemandangan indah yang membuat senyum manisnya terukir. Yaitu punggung liat suaminya yang tak terbalut sehelai kain menjadi yang pertama Tabitha lihat. Laki-laki itu berdiri membelakanginya, dengan kedua tangan bersandar di pagar balkon kamar. Senyumnya melebar kala sang suami menyadari kalau ia telah bangun dan sosok itu berbalik untuk menatapnya. "Selamat pagi, Istriku." Sapaan itu membuat wajah Tabitha memerah. Gara-gara panggilan yang terdengar manis itu juga kemarin Tabitha berakhir telanjang di atas tempat tidur sesaat setelah mereka tiba di kamar dengan pemandangan menakjubkan itu. Mereka bergumul di atas ranjang hingga tengah malam, sama-sama banjir peluh dan kelelahan, tetapi banjir kenikmatan. Tanpa sempat menikmati pemandangan yang disuguhkan salah satu pulau di Yunani yang menjadi dest

  • MENIKAHI MANTAN SUAMI   BAB 103. Setelah Kalila Lahir

    Pada pernikahan pertamanya dengan Sakha, banyak tangis yang diam-diam Tabitha pendam setiap kali wanita itu kembali mendapatkan tamu bulanan. Pada saat memasuki tahun kedua pernikahan, Tabitha masih belum terlalu mempermasalahkannya. Ia masih bisa berpikir positif dan menganggap bahwa ia belum siap menjadi ibu. Bahwa ia masih diberi waktu oleh Tuhan untuk menyiapkan mental. Tabitha memilih menikmati hari demi harinya bersama Sakha. Merajut cinta yang terus bertumbuh seiring berjalannya waktu.Tabitha baru mulai khawatir saat tahun ketiga, sudah mulai ikut promil, tetapi malam-malam penuh cintanya bersama Sakha tak juga menghadirkan bayi di dalam perutnya. Terlebih mengetahui Sakha yang sudah sangat mengharapkan kehadiran anak, Tabitha jadi gundah gulana.Hati Tabitha remuk setiap kali Sakha mengecup perutnya dan membisikkan doa agar usahanya membuahkan hasil, tetapi esok harinya Tabitha mendapati bercak merah di celana dalamnya. Dan yang lebih menyakitkan adalah ketika Tabitha sudah t

  • MENIKAHI MANTAN SUAMI   BAB 102. Menjadi Ayah

    Rachel Kalila Ramadhani."Halo, anak Ayah."Sakha memandangi bayi mungil yang masih merah dari balik kaca dengan mata yang berkaca-kaca. Sudah sejak berpuluh-puluh menit ia berdiri di sana. Ia sangat bahagia karena akhirnya bisa menyambut buah cintanya bersama Tabitha, tetapi juga teramat patah hati karena tidak bisa langsung merengkuh anak gadisnya yang masih harus mendapatkan beberapa penanganan medis khusus.Karena sudah harus lahir beberapa minggu sebelum HPL, berat badannya saat ini hanya 2,4 kilogram. Laju pernapasannya masih belum teratur sehingga harus dibantu alat pernapasan yang terpasang di hidungnya. Istrinya saat ini sedang beristirahat di kamar inap setelah operasi caesar yang harus dilaluinya karena kondisi medis darurat.Tadi, saat harus mendengar berita itu disampaikan oleh dokter dan istrinya menangis karena mengkhawatirkan kondisi bayinya, Sakha nyaris ikut meneteskan air mata. Ia benar-benar tidak tega melihat sang istri yang menahan sakit di perut sekaligus terte

  • MENIKAHI MANTAN SUAMI   BAB 101. Manusia Berencana, Tuhan yang Menentukan

    "Lho, Bee? Kok belum ganti baju?" Sakha mengernyit bingung melihat istrinya belum selesai bersiap-siap. Istrinya masih mengenakan jubah mandi seperti satu jam yang lalu. Bedanya, wajahnya sekarang sudah full make-up. Menambah kesan cantik yang memikat Sakha meski hanya melihat wajah istrinya dari samping. "Aku bingung mau pakai baju apa," gumam Tabitha. Masih betah memandangi deretan gaun di dalam lemari yang pintunya telah terbuka lebar-lebar. "Semalam bukannya udah kamu siapin sama baju aku sekalian, Bee?" Tidak hanya itu. Sebenarnya sudah sejak jauh-jauh hari Tabitha membeli gaun--yang serasi dengan batik yang dikenakan Sakha sekarang--untuk dipakai saat resepsi pernikahan Haga dan Meg. Sakha mendekat kepada istrinya dan ikut melongok ke dalam lemari lalu meraih gaun berwarna salem yang langsung terlihat di matanya. "Pakai ini, kan?" Tabitha merengut saat melihat ke arah suaminya. "Aku kelihatan makin gendut kalau pakai ini. Mau pakai yang lain tapi bingung. Semua baju yang

  • MENIKAHI MANTAN SUAMI   BAB 100. It's Okay to not be Okay

    Mata Tabitha mulai berkaca-kaca karena tidak bisa menahan rasa haru yang mengisi dadanya karena dua nama yang sarat makna indah yang sudah disiapkan oleh suaminya itu. Saat menyinggung soal nama anak tadi dan mendengar fakta kalau suaminya telah menyiapkan dua nama untuk calon anak mereka, Tabitha sama sekali tidak berekspektasi tinggi. Tetapi begitu mendengar Sakha mengucapkan dua nama itu dengan tatapan penuh cinta, bahkan sampai menjelaskan arti namanya masing-masing, Tabitha langsung tahu bahwa Sakha telah mempersiapkannya dengan sungguh-sungguh. Tidak asal mencomot nama dari internet karena tampak bagus dipadu-padankan. Dan hal itu membuat Tabitha semakin tak bisa menahan air matanya. "Bee, kok nangis? Kamu nggak suka, ya?" Sakha mendadak panik. Tampak rasa khawatir yang pekat membayangi wajahnya. Ia langsung mencerocos panjang lebar. "Aku nggak akan maksa kamu pakai nama itu kalau nama yang aku siapin nggak sesuai harapan kamu kok. Maaf, Bee. Udah ya? Jangan nangis lagi. Kala

  • MENIKAHI MANTAN SUAMI   BAB 99. Hari-hari Biasa yang Luar Biasa

    "Kalian kenapa lebay banget, sih? Gue nggak papa kali!" keluh Albert yang sama sekali tidak terlihat baik-baik saja, seperti yang diucapkannya barusan.Laki-laki itu masih telungkup di atas tempat tidur, hanya mengenakan celana pendek dan singlet. Aroma tidak sedap karena sisa-sisa alkohol memenuhi kamarnya yang terang benderang karena cahaya dari lampu."Lo nggak inget semalem nelepon gue sampai nyaris dua jam? Kuping gue sampai panas denger lo ngomong sambil kumur-kumur!" cibir Ranis seraya membuka gorden dan jendela.Sementara Tabitha menyingkirkan pakaian-pakaian kotor milik Albert yang bertebaran di lantai. Memasukkannya ke dalam keranjang kotor yang ada di dekat pintu kamar mandi.Bukannya merasa bersalah, Albert malah cengengesan. "Masa, sih?""Lo bikin gue kurang tidur gara-gara nungguin Sakha nggak balik-balik tau nggak!" omel Tabitha menimpali keluhan Ranis yang diganggu malam-malam oleh curhatan Albert di telepon. "Kenapa jadi gue yang salah? Sakha yang inisiatif nemenin g

  • MENIKAHI MANTAN SUAMI   BAB 54. Ketakutan Sakha

    "Kamu tadi ketemu Albert?"Pertanyaan yang dilontarkan Sakha membuat Tabitha urung menyuapkan sesendok nasi ke dalam mulutnya."Iya. Dia cerita kalau tadi aku makan siang bareng Haga?" Tabitha balas bertanya dengan nada santai meski dalam hati ia khawatir Sakha akan marah seperti beberapa waktu lalu.S

  • MENIKAHI MANTAN SUAMI   BAB 53. Lingkaran Setan

    "Kenapa, Tha? Makanannya nggak enak? Nggak sesuai selera lo ya?"Pertanyaan beruntun dari Haga menyentak Tabitha dari lamunannya terkait balasan Sakha yang meminta Tabitha menunda membicarakan masa lalu. Padahal, tadinya Tabitha sudah yakin sekali setelah obrolannya dengan Jona."Tha? Are you okay?" t

  • MENIKAHI MANTAN SUAMI   BAB 52. Tunda Dulu

    Pesan berisi hal serius yang dikirimkan Tabitha pagi tadi membuat Sakha tidak bisa fokus memilah foto-foto. Kemarin, Sakha dan tim yang ditunjuk oleh Pramudya agar membantu Sakha mempersiapkan pameran memang sudah mensortir banyak foto, tetapi untuk keputusan finalnya—foto mana saja yang akan dipame

  • MENIKAHI MANTAN SUAMI   BAB 51. Dari Hati ke Hati

    Jona sudah menunggu di lobi saat Tabitha memasuki gedung kantornya diikuti Sakha yang bersikeras mengantar wanita itu sampai ke ruang kerjanya. Tabitha sudah menolak diantar sampai ke dalam karena ia tidak ingin rekan kerjanya heboh, tetapi Sakha tidak peduli. Laki-laki itu beralasan ingin memastika

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status