Share

Ch. 60 Masa Lalu

last update Last Updated: 2025-10-26 17:43:42

"Aku janji cepet pulang nanti."

Cup!

Kecupan itu mendarat di dahi Sherly. Pagi ini Gerrard hanya akan berangkat seorang diri, sementara Sherly, akan tinggal di rumah, menikmati perannya sebagai ibu rumah tangga.

"Hati-hati di jalan." ucap Sherly sembari merapikan kemeja yang Gerrard kenakan. "Aku tunggu nanti."

"Aku dapat apa nanti malam?" pancing Gerrard dengan wajah menggoda.

Sherly mencebik, mengerucutkan bibir sembari melirik Gerrard dengan gemas.

"Emangnya mau apa?" tanya Sherly pura-pura kesal.

"Kamu tahu apa yang suamimu ini mau."

Gerrard tersebut, melangkah menuju mobil dengan segera. Sementara Sherly, ia bersandar di pintu, menatap Gerrard masuk ke dalam mobil dan mulai pergi dari halaman.

Ah! Gerbang!

Sherly hendak melangkah menutup gerbang ketika Gerrard ternyata lebih dulu turun dari mobil dan menutupnya untuk Sherly.

"Masuklah. Aku urus ini!"

Sherly tersenyum, berdiam di tempatnya berdiri lalu kembali membalas lambaian tangan Gerrard. Setelah mobil itu menghilang d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (7)
goodnovel comment avatar
Bunda Ernii
Yo wes lah Sher kan tiap orang punya masa lalu.. yg penting sekarang bagi Gerrard kamu tuh masa depannya..
goodnovel comment avatar
NING
Ntahlah. Apalg yang dibaca Sherly.
goodnovel comment avatar
Rumada Juna
jgn kejam2 Thor kasian sherly
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 232 Titik Terdalam (21+++)

    "Ah!"Evelyn pasrah, kini tubuhnya sudah dikuasai oleh Bastian. Entah sejak kapan, semua kain yang menempel di tubuh Evelyn sudah tertanggal semua, membuat wajah Evelyn makin merah padam karena inci demi inci tubuhnya terpampang jelas di mata Bastian sekarang ini. Lelaki itu pun sudah melepaskan kemejanya, bertelanjang dada sembari menindih tubuh Evelyn dan mengeksplor leher jenjang Evelyn sembari sesekali meraup bibirnya. "Ini yang kamu mau, kan?" bisik Bastian dengan deru napas memburu.Permukaan kulit mereka saling bersentuhan, makin membakar api yang membara antar keduanya. Evelyn tidak menjawab, karena Bastian, kembali menyerangnya dengan tiba-tiba. Entah sudah berapa kali Bastian meraup puncak dadanya, Evelyn sampai tidak sempat menghitung. Bastian benar-benar membuatnya tidak berkutik, ia terus menyerang Evelyn, meluapkan semua gairah yang berhasil dia tahan seorang diri. Keringat mengucur, membasahi hampir sekujur tubuh Evelyn yang sukses dibuat membara oleh Bastian. "Aku

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 222 Foreplay (21+++)

    Evelyn baru saja membuka pintu, namun ia sudah dibuat terkejut dengan Bastian yang berdiri sembari bersandar tepat di samping pintu. Melihat Evelyn keluar dari kamar, senyum di wajah itu melebar. Ia segera beranjak dari tembok, mengulurkan tangannya ke depan Evelyn. "Siap pulang dan memulai hidup baru bersamaku?" tanyanya tanpa melepas senyum. Senyum itu begitu lepas, manis dan menawan! Evelyn ikut tersenyum, menerima uluran tangan suaminya dan mengangguk dengan mantap. "Ya! Tentu!" jawabnya cepat. Bastian segera mengamit tangan itu, membawanya menyusuri lorong yang akan membawa mereka menuju halaman parkir. Tidak ada percakapan, namun genggaman tangan itu seolah menjelaskan semuanya, tentang rona bahagia di sorot mata sejoli itu dan ucapan rasa syukur yang tidak terucap dari mereka. Dengan sigap, Bastian membuka pintu mobil, mempersilakan permaisurinya masuk ke dalam. Sebenarnya adegan itu bukan sekali-dua kali mereka lakukan, hanya saja kali ini mereka melakukan adegan itu deng

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 221 Pesta Usai

    Rumah joglo demi outdoor itu sudah sepi, hari sudah menjelang sore. Sebuah pertanda bahwa acara sakral dan intim Evelyn dan Bastian purna sudah. Jika beberapa saat yang lalu Tjipto berpamitan setelah menejejalkan sebuah amplop cokelat cukup besar ke tangan Evelyn, kini Aji beserta Gerrard sekeluarga yang hendak berpamitan. Aji benar-benar tidak mampu berkata-kata lagi, ia terus terisak, membuat Evelyn ikut menangis. Padahal beberapa saat sebelumnya, ia sibuk tertawa bersama keluarga yang lain, saling berswafoto dan bercengkrama karena memang sudah lama tidak bersua."Pa, ngomong gitu lah. Masa nangis mulu!" tegur Gerrard gemas. Aji menyeka air mata, melirik kesal ke arah Gerrard yang seperti tengah meledeknya itu. "Papa tunggu kamu nikahin anak perempuan kamu besok, Ge!" ucap Aji setelah bungkam sejak tadi. Gerrard terkekeh, keisengannya makin menjadi. "Dibikin aja belum, Papa udah main ancam aja." balas Gerrard yang langsung mendapat gebukan dari Sherly. Tidak sopan sekali sua

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 220 Dilema Di Tengah Bahagia

    Bastian segera menarik tubuh itu hingga jatuh ke dalam pelukannya, tangisnya pecah. Bastian benar-benar menangis sembari mendekap tubuh itu erat-erat, tak peduli dengan sorak-sorai keluarga dan tepuk tangan meriah yang segera menggema memenuhi ruangan. Dada Bastian rasanya seperti ingin pecah, ia begitu bahagia. Sangat bahagia sampai-sampai dia kehilangan semua kata-kata.Semua prosesi suci itu telah usai, kini tidak ada lagi sekat yang membatasi mereka. Mereka sudah menjadi satu, disatukan bukan hanya oleh cinta, tetapi juga janji suci di depan Tuhan untuk terus selalu bersama."Mulai detik ini, aku yang ambil semua tanggungjawab papa atas kamu, Lyn." Bisik Bastian lirih, ia melepaskan pelukan itu, menatap Evelyn yang matanya memerah, mereka sama-sama menangis. "Siap untuk arungi semua deras kehidupan bersamaku, kan?"Evelyn menyeka air matanya dengan hati-hati dan perlahan. Ia balas menatap wajah itu, mengabaikan semua tamu undangan yang terdiri dari keluarga besar mereka."Kalau ak

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 219 Ini Jadi Nikah?

    Suasana kamar itu sedikit riuh, suara derap langkah terdengar lalu-lalang. Bau semerbak dari bebungaan menguar, membuat Evelyn cukup rileks tak peduli sejak tadi tangannya berkeringat. Ia duduk di depan cermin tanpa banyak bicara, patuh dengan apapun yang laki-laki kemayu itu perintahkan kepadanya. Lapis demi lapis kosmetik mulai ditempelkan pada kulit wajah, dipulas dengan lembut dan penuh kehati-hatian. Beberapa kali Evelyn menarik napas panjang, sembari meremas-remas tangannya sendiri yang terasa dingin. Kebaya dengan nuansa putih gading terpasang pada manekin. Cukup sederhana namun 'sakral'. Lengkap dengan sepatu warna senada dan tak lupa kain jarik bernuansa cokelat tanah yang gelap. "Tegang banget sih, Dok?" goda si perias sembari nyengir lebar. Evelyn tersenyum, melirik lelaki berkulit bersih itu sekilas. "Panggil Evelyn aja, Kak. Kan lagi nggak di rumah sakit." ucap Evelyn kembali fokus pada pantulan cermin. "Oke deh oke! Rileks dulu ya, jangan tegang. Habis ini mau bere

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 218 Sakit Kepala!

    "Kamu ini niat nikah nggak sih, Bas? Besok loh nikah, ini masih kerja kamu?"Bukan sambutan hangat yang Bastian terima di apartemennya, melainkan omelan dari Jihan yang sudah memasang wajah masam. Melihat sang ibu sudah dalam posisi begitu, Bastian hanya tersenyum. Merangkul ibunya dan membawanya duduk di sofa. "Kan besok cuma peresmian sama intimate party, Ma. Lagian semua udah diurus sama WO, kita cuma tinggal ikuti instruksi mereka dan selesai."Jihan mendengus, ia melirik ke arah Bastian dengan gemas. "Udah kamu pastiin semua oke?" Bastian merogoh ponsel, membuka kunci layar dan menunjukkan room chat itu pada sang ibu. Ada beberapa foto, video di sana, nampak Jihan menatap layar ponsel dengan saksama. "Sebelum pulang, Bas udah mampir ke sana dan cek semuanya, Ma. Udah nggak ada yang perlu dikhawatirkan." jawabnya dengan nada serius. "WO ini terpercaya, langganan artis papan atas, nggak mungkin nipu kayak yang viral kemarin."Jihan masih sibuk menyimak percakapan yang ada di sa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status