Share

Ch. 59 Kamar Bayi

Penulis: Selfie Hurtness
last update Terakhir Diperbarui: 2025-10-26 13:44:18

"Coba lihat!"

Pintu itu terbuka, mata Sherly membelalak melihat bagaimana apik dan lucu lukisan di dinding kamar untuk calon bayi mereka. Nuansa warna putih dan biru begitu kental, dengan matahari besar dan hewan-hewan laut persis seperti yang Sherly inginkan.

"Gimana? Masih garansi kata bang Yos." bisik Gerrard sembari memeluk Sherly dari belakang.

"Mas ini bagus banget!" Di sisi lain tembok gambar ombak laut mendominasi, membuat kamar ini benar-benar terasa hidup.

"Kurang sofa menyusui sama deep freezernya. Rencana aku taruh di sana dan deep freezernya di sini." ucap Gerrard dengan lugas.

Mendengar itu, senyum Sherly lenyap. Ia menoleh, menatap Gerrard yang nampak begitu bersemangat menjelaskan keinginannya akan kamar bayi mereka.

"Harus banget beli deep freezer, Mas?" tanya Sherly yang merasa keinginan Gerrard hanya akan menjadi pemborosan saja.

"Tentu! Kita butuh untuk simpan stock ASIP kalau kamu sibuk residensi lagi nanti." jelas Gerrard lalu melepaskan pelukan.

Gerrard m
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (5)
goodnovel comment avatar
NING
Duh..... kayak apa ya nanti Endingnya
goodnovel comment avatar
Rumada Juna
kenapa sedihnya sherly berasa banget disini.........
goodnovel comment avatar
Janni Qq
buruan kak lama bener msh lom ketahuan nih perjanjian laknat mak lampir nirina, itu jg kan yg bikin sherly bleeding kepikiran mulu...ayok kak please jng lama2 dok ge tahuny
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 225 Belum Terbiasa

    Sinar matahari masuk menerobos jendela kaca begitu Bastian menyingkap tirai. Sinarnya menyebar ke seluruh penjuru kamar, membuat kamar yang menjadi saksi bisu momen intim mereka semalam menjadi terang benderang. Bastian tersenyum, ketika Evelyn mengerjap sembari menarik selimut untuk menutupi wajahnya yang terkena sorot sinar yang masuk lewat kaca jendela. "Yang! Bangun yuk!" rayu Bastian sembari menarik selimut. Evelyn mencebik, perlahan tapi pasti matanya mengerjap, terbuka sedikit demi sedikit lalu tertegun menatap Bastian dengan tatapan terkejut. Sedetik-dua detik, Evelyn mematung, ia lantas bangkit, duduk dengan dua tangan menutupi dadanya dengan ekspresi wajah syok. Melihat itu, Bastian mendesah panjang, mengangkat tangannya, di mana cincin itu melingkar di jari manisnya. "Kita udah nikah, ya! Nggak lupa kan semalam kita berapa kali main?"Mendengar itu wajah Evelyn makin terkejut, hanya sebentar karena kemudian tawanya pecah. Ia terbahak-bahak, menurunkan tangan yang tadi

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 224 After Taste (21++)

    Bastian melangkah keluar dari kamar mandi dengan seringai puas. Matanya menatap sang istri yang nampak sudah lelap di balik selimut. Baju-baju mereka masih berserakan di lantai dan Bastian ... ia melewatinya begitu saja tanpa berniat memungutnya. Wajah itu begitu damai dalam tidur, tidak seperti beberapa saat yang lalu dimana wajah itu berubah-ubah ekspresi dari mulai takut, terkejut, kesakitan sampai memekik keras menyiratkan kenikmatan. Bastian sangat suka semua ekspresi itu, terlebih bagaimana .... Dengan cepat Bastian menggeleng, ia naik ke atas kasur, ikut masuk ke dalam selimut dan merengkuh tubuh polos itu erat-erat. Tubuh Bastian meremang. Aroma tubuh Evelyn benar-benar mempunyai daya pikat yang luar biasa. Ditambah gesekan kulit mereka ... Bastian mengusap lembut tubuh istrinya, dari bahu, lengan ... Pinggang dan paha Evelyn. "Berengsek!" Bastian memaki dirinya sendiri, ketika ia menyadari miliknya kembali menengang. Bastian membeku sesaat, namun jari itu lantas

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 223 Titik Terdalam (21+++)

    "Ah!" Evelyn pasrah, kini tubuhnya sudah dikuasai oleh Bastian. Entah sejak kapan, semua kain yang menempel di tubuh Evelyn sudah tertanggal semua, membuat wajah Evelyn makin merah padam karena inci demi inci tubuhnya terpampang jelas di mata Bastian sekarang ini. Lelaki itu pun sudah melepaskan kemejanya, bertelanjang dada sembari menindih tubuh Evelyn dan mengeksplor leher jenjang Evelyn sembari sesekali meraup bibirnya. "Ini yang kamu mau, kan?" bisik Bastian dengan deru napas memburu. Permukaan kulit mereka saling bersentuhan, makin membakar api yang membara antar keduanya. Evelyn tidak menjawab, karena Bastian, kembali menyerangnya dengan tiba-tiba. Entah sudah berapa kali Bastian meraup puncak dadanya, Evelyn sampai tidak sempat menghitung. Bastian benar-benar membuatnya tidak berkutik, ia terus menyerang Evelyn, meluapkan semua gairah yang berhasil dia tahan seorang diri. Keringat mengucur, membasahi hampir sekujur tubuh Evelyn yang sukses dibuat membara oleh Bastia

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 222 Foreplay (21+++)

    Evelyn baru saja membuka pintu, namun ia sudah dibuat terkejut dengan Bastian yang berdiri sembari bersandar tepat di samping pintu. Melihat Evelyn keluar dari kamar, senyum di wajah itu melebar. Ia segera beranjak dari tembok, mengulurkan tangannya ke depan Evelyn. "Siap pulang dan memulai hidup baru bersamaku?" tanyanya tanpa melepas senyum. Senyum itu begitu lepas, manis dan menawan! Evelyn ikut tersenyum, menerima uluran tangan suaminya dan mengangguk dengan mantap. "Ya! Tentu!" jawabnya cepat. Bastian segera mengamit tangan itu, membawanya menyusuri lorong yang akan membawa mereka menuju halaman parkir. Tidak ada percakapan, namun genggaman tangan itu seolah menjelaskan semuanya, tentang rona bahagia di sorot mata sejoli itu dan ucapan rasa syukur yang tidak terucap dari mereka. Dengan sigap, Bastian membuka pintu mobil, mempersilakan permaisurinya masuk ke dalam. Sebenarnya adegan itu bukan sekali-dua kali mereka lakukan, hanya saja kali ini mereka melakukan adegan itu deng

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 221 Pesta Usai

    Rumah joglo demi outdoor itu sudah sepi, hari sudah menjelang sore. Sebuah pertanda bahwa acara sakral dan intim Evelyn dan Bastian purna sudah. Jika beberapa saat yang lalu Tjipto berpamitan setelah menejejalkan sebuah amplop cokelat cukup besar ke tangan Evelyn, kini Aji beserta Gerrard sekeluarga yang hendak berpamitan. Aji benar-benar tidak mampu berkata-kata lagi, ia terus terisak, membuat Evelyn ikut menangis. Padahal beberapa saat sebelumnya, ia sibuk tertawa bersama keluarga yang lain, saling berswafoto dan bercengkrama karena memang sudah lama tidak bersua."Pa, ngomong gitu lah. Masa nangis mulu!" tegur Gerrard gemas. Aji menyeka air mata, melirik kesal ke arah Gerrard yang seperti tengah meledeknya itu. "Papa tunggu kamu nikahin anak perempuan kamu besok, Ge!" ucap Aji setelah bungkam sejak tadi. Gerrard terkekeh, keisengannya makin menjadi. "Dibikin aja belum, Papa udah main ancam aja." balas Gerrard yang langsung mendapat gebukan dari Sherly. Tidak sopan sekali sua

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 220 Dilema Di Tengah Bahagia

    Bastian segera menarik tubuh itu hingga jatuh ke dalam pelukannya, tangisnya pecah. Bastian benar-benar menangis sembari mendekap tubuh itu erat-erat, tak peduli dengan sorak-sorai keluarga dan tepuk tangan meriah yang segera menggema memenuhi ruangan. Dada Bastian rasanya seperti ingin pecah, ia begitu bahagia. Sangat bahagia sampai-sampai dia kehilangan semua kata-kata.Semua prosesi suci itu telah usai, kini tidak ada lagi sekat yang membatasi mereka. Mereka sudah menjadi satu, disatukan bukan hanya oleh cinta, tetapi juga janji suci di depan Tuhan untuk terus selalu bersama."Mulai detik ini, aku yang ambil semua tanggungjawab papa atas kamu, Lyn." Bisik Bastian lirih, ia melepaskan pelukan itu, menatap Evelyn yang matanya memerah, mereka sama-sama menangis. "Siap untuk arungi semua deras kehidupan bersamaku, kan?"Evelyn menyeka air matanya dengan hati-hati dan perlahan. Ia balas menatap wajah itu, mengabaikan semua tamu undangan yang terdiri dari keluarga besar mereka."Kalau ak

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status