Marcel of The Lone Mountains- A Vampyre’s story

Marcel of The Lone Mountains- A Vampyre’s story

last updateTerakhir Diperbarui : 2023-09-06
Oleh:  Veronica Black Ongoing
Bahasa: English
goodnovel16goodnovel
10
8 Peringkat. 8 Ulasan-ulasan
21Bab
11.1KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Marcel was born a Vampyre but never felt at home in Blackledge Castle or his own body. His father Halen has created an army of feral vampires, the means by which he will gain power and deliver justice to the descendents of the High Priestess who made him the monster he is. The curse his father's barbaric past has brought down upon Marcel is one he sets out to rid himself of. The cullings and rampant bloodshed Halen thrives on are atrocities in Marcel’s eyes, and he knows if he does not leave, he will be dragged down with the clan when the Blackledge empire inevitably falls. This story follows Marcel as he learns to accept who and what he is through encounters with undying witches, dragons as old as the mountains in which they live and packs of warrior werewolves. Marcels eyes are opened to a world he never could have dreamed of from inside the tall walls of his former home. Marcel's journey is one of hardship, heartache, self discovery and wonder but it is not without its obstacles and hardships. When he finally finds a place he could call home he needs to make a choice, love or belonging. Can a Vampyre have it all? ***This book is part of my 'Twin Alphas' series. You do not need to have read the other stories as Marcel’s story is his own.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Chapter One

Luna menatap pantulan dirinya di cermin. Wajah dan tubuhnya penuh dengan luka lebam. Bahkan sudut bibirnya masih ada darah, meninggalkan garis perih yang menusuk setiap kali ia mencoba mengatupkan mulut. Tubuhnya selalu dijadikan pelampiasan kemarahan sang suami.

  Setiap kali pria itu marah entah karena urusan bisnis, masalah pribadi, atau sekadar suasana hati yang buruk, tubuh Luna selalu menjadi sasaran. Baginya, Luna hanyalah wadah untuk menampung segala amarah dan frustrasi. Segala sesuatu tentang Luna selalu tampak buruk di mata Arkana, suaminya.

  Menikahi pria yang ia kenal sejak kecil, pria yang dulu ia sebut sebagai sahabat kecil, ternyata tidak menjamin kebahagiaan. Luna pernah percaya ia benar-benar mengenal pria itu, percaya bahwa pernikahan yang dijalani akan menjadi pelabuhan setelah badai panjang hidupnya bersama ibu tiri yang jahat. Namun kenyataannya tak seperti yang ia bayangkan. Arkana bukan pelabuhan terakhirnya, melainkan badai baru yang menghantam hidup Luna lebih dahsyat. 

  Pria yang ia pacari selama lima tahun itu ternyata memiliki sisi kelam yang lebih tajam dari sembilu, lebih bengis dari ibu tiri yang ia benci.

  Belum lagi sang mertua yang seakan terlahir untuk merendahkan harga diri Luna hampir setiap melihatnya. Setiap kata dari bibir sang ibu mertua adalah jarum tajam, menusuk ke dalam jiwa Luna, menyebutnya sebagai perempuan mandul, beban, dan aib keluarga.

  Dan kini, masalah baru datang lagi. Bisnis Arkana yang bergerak di bidang tempat hiburan malam tengah di ujung kebangkrutan. Satu minggu terakhir, kabar buruk itu menjadi nyanyian yang memekakkan telinga. Orang kepercayaan Arkana kabur, membawa hampir semua uang perusahaan. Dan seperti biasa, pelampiasan kemarahan itu berakhir di tubuh Luna.

  Tanpa perasaan pria itu menjambak rambut Luna, mencengkeram, menampar, dan menginjak tubuh ringkih istrinya tanpa ampun. Tak ada belas kasihan sedikitpun. Tak pernah ada kata maaf yang terucap dari mulut pria itu karena sudah menyakiti istrinya lahir dan batin.

  “Lunaaaaaa!” Teriakan dari luar kamar membuyarkan lamunan Luna. 

  Suaranya keras, nyaring, dan penuh perintah bagaikan cambuk yang memaksa Luna mengabaikan nyeri di sekujur tubuhnya. Ia menyeret langkah kakinya, memaksa kakinya untuk taat meski terasa berat seperti dipasangi beban besi.

  Luna mendekat, Arkana duduk di meja makan dengan tatapan yang dingin seperti baja. Di sebelahnya, Ibu Yuli menyeringai tipis, sorot matanya penuh penghakiman.

  “Iya, Mas… ada apa?” suara Luna lirih, nyaris tak terdengar. Tenaganya sudah habis, terkuras satu jam lalu saat tubuhnya menjadi samsak hidup bagi amarah suaminya ketika Luna menolak perintah pria itu.

  “Pokoknya aku nggak mau tahu. Kamu harus berhasil mendapat pinjaman itu dari Devan. Jadilah wanita yang berguna di rumah ini, bukan malah jadi beban keluarga terus-terusan,” ucap Arkana, datar namun jelas kalau dia tidak mau ada penolakan dari istrinya.

  Tak ada setitik pun penyesalan di matanya. Luka-luka di tubuh Luna bukan beban baginya, itu hanya noda yang tak layak mendapatkan perhatiannya.

  “Tapi, Mas—” ucapan Luna terpotong.

  “Dulu Papanya Arkana membiayai pengobatan ayahmu di rumah sakit. Bahkan kami menghabiskan miliaran rupiah untuk mendiang ayahmu. Sekarang sudah saatnya kamu membantu mengatasi masalah yang dialami suamimu. Kamu hanya disuruh meminjam pada tetangga kita yang kaya raya itu. Kalau usaha Arka sudah kembali seperti dulu, uang itu pasti akan dikembalikan utuh, bahkan lebih. Hanya pinjam, Luna,” sambar Ibu Yuli.

  Bukannya kasihan pada Luna, dia justru semakin memperkeruh keadaan.

  “Bu… uang dua miliar itu bukan uang yang sedikit. Mana mungkin Pak Devan mau percaya meminjamkan pada Luna? Harusnya Mas Arka yang meminjam, Bu,” jawab Luna, matanya mulai berkaca-kaca.

  “Lunaaaa!” bentak Arkana, suaranya menggelegar seperti petir di siang bolong. Dia paling benci mendapat penolakan dari istrinya. “Bisa nggak sih sekali saja kamu nurut pada suamimu ini, huh? Aku bilang kamu yang pinjam sama Devan!”

  Bentakan itu membuat dada Luna sesak seperti diremas tangan tak kasat mata, seolah ia hanyalah noda yang bisa dihapus kapan saja. Ia tahu tak ada ruang untuk membantah. Menentang Arkana berarti mengundang lebih banyak pukulan lagi di tubuhnya.

  Dengan napas yang berat, ia akhirnya mengangguk. Dia segera bersiap menuju ke kantor milik tetangganya. 

  Luna pun menuju kantor Wijaya Group.

  Tepat pukul 09.00 pagi, Luna sudah tiba di kantor Wijaya Group milik Devan Wijaya. Setelah menunggu selama 30 menit, akhirnya Devan mau menemui Luna. Sekarang, Luna sedang duduk di depan meja kerja sang tetangga.

  “Mau pinjam uang berapa?” tanya Devan datar setelah tahu maksud kedatangan tetangganya ini. Devan pikir Luna akan meminta lowongan kerja, tapi ternyata dugaannya salah.

  “Du–dua miliar, Pak Devan,” jawab Luna terbata.

  “Dua miliar?” pekik Devan terkejut alisnya menukik tajam.

  “Sa–saya akan melakukan apa pun agar Bapak mau meminjamkan uang untuk suami saya.” kalimat itu terdengar sedikit memaksa.

  Devan berdecak, lalu dia kembali bertanya, “Uang 2 miliar itu sangat besar, Luna. Mau bayar pakai apa?” 

  Luna terdiam. Dia menghapus jejak air matanya dengan punggung tangan.

  “Saya tidak berani meminjamkan suamimu uang sebesar itu,” ucap Devan.

  “Tolong saya, Pak Devan…” ujar Luna memohon. “Saya janji akan melakukan apapun agar Bapak mau meminjamkan uang pada saya,” sambung Luna. Matanya sudah basah.

  Hening beberapa saat. Namun mata Devan terus menatap ke arah tetangganya ini. Devan ingat kalau dulu ayahnya Arka pernah membantu perusahaan keluarga Devan. Sayangnya bukan Arka yang datang menemuinya.

  “Oke, tapi ada dua syarat yang harus kamu penuhi,” kata Devan setelah beberapa saat terdiam. 

  Mendengar ucapan Devan, Luna mendongak menatap pria itu.

  “Ka–katakan, Pak… apa syaratnya?”

  Devan menatap Luna dingin. “Yang pertama, kamu harus menjadi sekretaris pribadi saya dan mematuhi semua aturan yang saya buat,” ucap Devan.

  “Sa–saya mau, Pak!” sambarnya cepat. Kalau hanya untuk menjadi sekretaris, dia siap bekerja sampai sang suami mengembalikan uang tetangganya ini.

  “Syarat kedua apa, Pak?” tanya Luna penasaran. 

  “Tidur denganku… sampai hutang itu lunas.”

  Mata Luna melebar penuh, tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

Ulasan-ulasanLebih banyak

Doris
Doris
By the time we get an update, we’re going to have to read the other books again ...
2024-07-21 03:59:51
7
0
Jesse Dayton
Jesse Dayton
I just read a reply to another comment. I'm sorry you haven't been well, I hope you feel better soon. On to this book, I have enjoyed it so far and can't wait for it to be finished. I feel it will answer so many unanswered questions from "Twins". You're an amazing author.
2024-04-29 20:39:14
7
0
curlycue80
curlycue80
what happened to the 3rd book of the trilogy, twin alphas' hybrid pack
2024-03-19 01:03:36
3
0
Doris
Doris
I think this book has been abandoned. It’s been 4 months or longer since it’s been updated
2024-03-04 08:49:09
4
0
Anika Kastelein
Anika Kastelein
loved your first book of this serie, love the second book, love this one, just one question , when do you update?
2024-02-13 08:02:24
4
1
21 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status