LOGINCaramel Attanaya Raharja POV
Setelah dari gua Jomblang, kali ini kami melanjutkan perjalanan menuju ke destinasi kedua yaitu pantai Timang. Saat sampai di sana untung saja pantai ini tidak seramai pantai Baron dan Indrayanti. Mungkin karena ini bukan long weekend sehingga kami benar-benar bisa menikmati tempat ini. Apalagi kala pertama kali kaki kam
Caramel Attanaya Raharja POVHari ini adalah hari di mana acara akikah Jala dan Jian akan dilangsungkan. Aku bersyukur semua keluarga kami bahkan teman dekat kami sudah hadir di San Francisco ini. Lean juga semalam sudah datang bersama Mokara dan Leo. Karena aku masih terlewat rindu padanya, semalam aku mengajaknya untuk tidur bersamaku dan Elang. Tidak mungkin membiarkannya untuk tidur di hotel dengan Om dan Tantenya yang mau tidak mau tidak bisa tinggal di sini karena keterbatasan kamar yang ada. Yup, tiga kamar sudah terisi seluruhnya untuk kami berdua, orangtuaku dan orangtua Elang. Karena Lean tidur seranjang denganku, mau tidak mau Elang harus ikhlas tidur di sofa yang ada di ruang keluarga. Aku bersyukur semalam Jian dan Jala bisa aku tangani sendiri tanpa harus meminta tolong kepada E
Elang Mahaputra Adikara POVMalam hari ini setelah menidurkan Jala yang tadi terbangun karena pup, aku mencoba membuka handphoneku. Sengaja kali ini aku coba untuk menghubungi Mbak Luna. Diantara keluarga Caramel, cuma Mbak Luna yang menurutku cukup dewasa dan waras. Ia juga yang paling bijak jika ditanya sesuatu tidak seperti saudaranya yang lain.Elang : Mbak... keluarga jadi datang ke San Francisco?Tidak sampai lima menit kemudian sebuah pesan masuk ke handphoneku.Kaluna : Jadi, ini kita sudah sampai di rumahnya Joe dari tadi siang. Kedua mataku yang awalnya mulai mengantuk kini sudah lang
Elang Mahaputra Adikara POVSetelah empat hari berada di rumah sakit, akhirnya kami diperbolehkan pulang. Memang normalnya di sini 48 jam pun sudah diperbolehkan pulang jika melahirkan secara normal namun tetap saja aku meminta menambah waktu Caramel dirawat di rumah sakit untuk memastikan tidak ada masalah baik pada istriku atau pada kedua anak kami. Saat sampai di apartemen aku bersyukur kedua orangtua kami mengambil alih cucu-cucu mereka sehingga Caramel hanya perlu tidur dan bangun saat menyusui saja. Untungnya Mamaku bukan tipikal ibu mertua yang menganggap istri harus melayani suami terus menerus. Ia bahkan tidak marah kala aku yang menyiapkan makan, minum hingga membantu Caramel melakukan pijat laktasi agar asinya lancar. Menurutnya melahirkan satu anak saja sudah berat apalagi dua sekaligus. Mama bahkan berpesan agar aku berhenti untuk memp
Caramel Attanaya Raharja POVIni adalah hari keempat aku melahirkan dan semua orangtua kami sudah datang semuanya di rumah sakit. Aku kira kehadiran mereka semua akan membuatku bisa beristirahat dengan tenang tapi yang ada justru sebaliknya. Meskipun membantu tapi saat anak-anakku tidak ada di sini, orangtua kami justru mengobrol tiada henti yang membuatku sulit untuk tidur dengan nyenyak. Aku heran kenapa si Elang justru bisa tidur pulas di kursi tunggu yang ada di dalam ruang perawatanku ini. Kini aku memilih pura-pura tidur sambil mendengarkan pembicaraan orangtua kami. "Akikah tetap harus dilakukan, bu Maria. Meskipun mereka tinggal di sini, kita akan tetap melakukannya di Jakarta. Saya sudah minta tolong sama asisten saya untuk mengurus semua acara ini."
Elang Mahaputra Adikara POVLemas tapi lega itulah yang aku rasakan kali ini setelah selama 50 menit menemani Caramel di ruang persalinan. Lima puluh menit terlama dalam hidupku dengan perasaan yang sulit aku ungkapan dengan kata-kata. Ada hal yang aku syukuri kali ini karena saat Caramel melahirkan hanya akulah yang menemaninya. Tidak ada orangtua kami disini. Ini justru membuatku tenang dan jauh lebih fokus untuk menemani Caramel. Karena aku tidak sanggup menghadapi empat orang lansia yang sedang panik dengan kondisi anak serta menantu mereka. Apalagi jika mereka tahu bukaan Caramel saat sampai di rumah sakit sudah mencapai bukaan 6.Aku benar-benar berterimakasih kepada Tuhan karena memberikan kesehatan kepada anak dan istriku. Di saat jarang sekali ada seorang ibu hamil mengandung bayi kem
Caramel Atttanaya Raharja POVLima hari setelah acara tujuh bulanan kehamilanku, akhirnya aku sudah sampai di Amerika. Yah... rasanya secepat itu dan aku masih tidak percaya kami bisa sampai di sini tanpa ada masalah sama sekali meskipun aku sedang mengandung anak kembar. Selama di Amerika, kami tidak tinggal di New York atau Washington DC melainkan kami tinggal di San Francisco. Dengan seperti ini, maka Mama dan Papa tidak akan tinggal di negara bagian yang sama dengan kami. Karena mereka akan tinggal di rumah mereka sendiri yang berada di Chicago. Mereka akan datang ke San Francisco saat aku sudah akan melahirkan. Aku tidak mempermasalahkan hal ini karena dengan begini suamiku akan merasa nyaman di rumah. Ia bebas menjadi dirinya sendiri karena tidak tinggal seatap dengan mertuanya. Meskipun Elang tidak pernah menolak untuk tinggal bersama orangt
Elang Mahaputra Adikara POVAku tahu selama kami membahas mengenai pekerjaan ini, Caramel pasti gemas kepadaku, tapi itu jauh lebih baik daripada ia gemas pada
Vanilla Attanaya Raharja POVSetelah dua hari yang lalu heboh mengenai sosok Elang Mahaputra Adikara di group keluargaku, aku masih mencoba untuk tenan
Elang Mahaputra Adikara POVAku kira malam ini aku bisa tenang beristirahat di rumah bersama Lean. Nyatanya aku salah karena saat ini ketiga temanku sudah menye
Elang Mahaputra Adikara POVGroup Lapak DosaWilson :







