Married to the billionaire for revenge

Married to the billionaire for revenge

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-02-04
Oleh:  Starlight Ongoing
Bahasa: English
goodnovel16goodnovel
10
6 Peringkat. 6 Ulasan-ulasan
47Bab
1.6KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

I was left at the altar, humiliated in front of the world. The man I loved walked away, and with him went my reputation and my father’s company’s last chance at survival. Then came Travis Walker. Ruthless. Untouchable. A billionaire who offered me a lifeline, but at a cost: marriage. Not for love, not even for appearances. I told myself it was revenge, maybe redemption. I told myself I wouldn’t fall. But the more I tried to guard my heart, the more his touch ignited something I couldn’t resist. Just when I thought I could believe in love again, the truth unraveled. Secrets that bound Travis to my ex-fiancé, to my best friend, even to my family. The very people I trusted most. Now I have to ask myself: can I risk giving my heart to a man who might shatter me all over again?

Lihat lebih banyak

Bab 1

Chapter 1

 

 

Beberapa hari belakangan ini, aku perhatikan, Indah istriku lebih banyak diam. Tak seperti biasanya sangat bawel dan cerewet serta penuh perhatian. Tapi sudah hampir seminggu ini, dia lebih banyak mendiamkanku. Entah apa penyebabnya. 

 

 

Sore ini, selepas pulang kerja Indah tak mau menyapaku. Padahal aku sudah menghampirinya yang tengah duduk termenung di bangku taman belakang rumah. 

 

 

"Ma, Papa pulang," sapaku. Namun, wanita yang sudah 10 tahun menemaniku itu hanya terdiam. Sejenak ia menoleh ke arahku kemudian bergegas masuk ke dalam rumah. "Ada apa ini?" batinku bertanya. Tak perlu pikir panjang, aku pun menyusulnya ke dalam. 

 

 

Trakt!

 

Aku coba membuka gagang pintu, sesampainya aku di depan kamar. Namun, pintu itu tidak dapat terbuka. Indah menguncinya dari dalam. 

 

 

"Ma, buka …," pintaku sambil mengetuk pintu. Tapi percuma, beberapa kali aku mencoba, Indah tak kunjung membukanya.

 

 

Saat aku tengah termenung di depan pintu memikirkan sikap Indah, tiba-tiba saja ponselku bergetar. Sejenak kuraih ponsel itu dari dalam saku celana. "Halo, May," sapaku pada wanita yang akan menjadi istri keduaku beberapa hari lagi. Perempuan yang akan menjadi madu dari istriku itu langsung berceloteh manja menceritakan tentang persiapan pernikahan yang sudah hampir finish. 

 

 

10 tahun aku menikah dengan Indah, rumah tangga kami begitu hampa. Tidak ada tangis anak-anak. Indah wanita yang sangat cantik, baik dan penyayang. Memiliki jiwa sosial yang tinggi juga ramah. Terutama pada kalangan yang membutuhkan, Indah akan memperlakukan mereka seperti keluarga.

 

 

"Mas, aku sudah ambil pesanan baju pengantin kita. Semua sudah beres. Aku seneng banget, akhirnya sebentar lagi aku bisa jadi istri kamu. Aku janji, aku akan menjadi istri idaman kamu, Mas. Aku akan hormat dan menyayangimu. Aku juga akan menyayangi Mbak Indah," ucap Maya. 

 

 

Wanita itu adalah tetangga istriku di kampung. Aku merasa ini seperti takdir karena Maya kebetulan bekerja di kantorku dan menjabat sebagai sekretaris. Saat kami ada acara kantor, Maya dan Indah bertemu, keduanya saling menyapa dan ternyata saling mengenal. Sejak hari itu aku menjadi akrab dengannya di kantor. Sering keluar bareng untuk sekedar makan siang dan juga bareng ketika hendak berangkat ataupun pulang dari kantor.

 

 

Semakin lama, kami semakin akrab hingga akhirnya memberanikan diri untuk saling berkirim pesan. Jelas Tanpa sepengetahuan Indah. Kami tahu itu salah. Namun, kami yakinkan kalau kami hanya sekedar berteman. Seiring bergulirnya waktu, timbul perasaan nyaman, kangen, sayang dan rasa ingin memiliki. Aku ungkapkan perasaanku pada Maya, dan ternyata Maya juga memiliki perasaan yang sama. Aku sadar perasaanku padanya adalah perasaan yang salah. Maya pun sadar akan hal itu. Setelah kami bertemu dan berbicara, akhirnya aku membawa Maya ke rumah dan meminta izin pada Indah untuk menikahi sahabatnya. Jelas, tidak adanya seorang anak menjadi alasanku saat itu.

 

 

"Kok Mas dan Maya bisa barengan begitu? Ada apa?" tanya Indah saat itu. Tepatnya, saat kami bertiga sudah duduk bersama di ruang tamu. Maya tertunduk sementara aku memberanikan diri dan mencoba untuk membuka suara. 

 

 

"Ma," lirihku. 

 

 

"Ada apa, Pa?" tanya Indah. Wajahnya terlihat tegang. 

 

 

"Maafin, Papa, Ma," ucapku sambil menghampiri Indah lalu bersimpuh di kakinya. 

 

 

"Ada apa ini, Pa?" Wajah teduh perempuan itu mulai terlihat panik. Sementara Maya masih tertunduk. 

 

 

"Papa mencintai Maya. Papa ingin menikahinya. Papa tidak ingin berselingkuh, makanya Papa minta izin sama Mama. Maaf, Ma. Papa tidak pandai berbasa basi, maka langsung pada inti," ucapku tegas. 

 

 

Indah mulai menyingkirkan tanganku yang menggenggam tangannya. Sepertinya dia sangat kecewa. Kutatap manik mata perempuan itu. Di sana terlihat bulir bening mengepung dan siap untuk terjatuh. Aku tahu betul, mungkin saja dia sangat terluka. Tapi bagaimana lagi? Aku juga mencintai Maya dan menginginkannya. 

 

 

"Aku wanita sempurna! Aku bisa memberikan Mas Danang seorang anak," timpal Maya saat itu. Seketika membuat wajah Indah bersemu merah. Namun, perempuan itu hanya menatap Maya tanpa sepatah katapun. 

 

 

"Kamu wajib mengijinkan aku karena kamu tidak bisa memberiku seorang anak," tekanku. "Dan lagi pula, agama juga tidak melarang poligami. Apalagi ada alasan kuatnya," imbuhku sok mengerti tentang agama. Memang seperti itu yang aku ketahui. Poligami tidak dilarang. Jika Indah menyetujuinya, maka surga imbalannya. Seharusnya dia bersyukur karena aku telah memberinya surga.

 

 

"Kamu tidak punya hak untuk melarang, Mbak. Daripada kami berselingkuh di belakangmu? Itu lebih menyakitkan untukmu. Tolong, Mbak jangan egois. Kami saling mencintai. Dan aku akan menjadi adik madu yang baik untukmu, Mbak. Aku mohon. Aku pun tidak akan merebut apalagi menyingkirkan Mbak Indah. Aku akan menghormati Mbak Indah sebagai Kakak maduku," tekan Maya menimpali. Aku segera bangun dari persimpuhan dan kembali duduk di samping Maya. Mata cantik Indah sudah tidak mampu lagi menahan air matanya. Hingga bulir bening itu pun menetes dengan derasnya. Membasahi pipi mulusnya. Ada perasaan sakit melihatnya menangis. Namun, entah kenapa egoku mengalahkan segalanya.

 

 

"Bagaimana, Ma? Kenapa kamu diam saja?" Kuberanikan diri untuk bertanya. "Mama ijinkan tidak Papa menikahi Maya?" tanyaku. 

 

 

Anggukan kepala Indah tunjukkan. Kemudian gegas berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke arah kamar. Aku dan Maya saling lempar pandang lalu mengulum senyum termanis. 

 

 

"Akhirnya, Mas. Aku janji akan menyayangi Mbak Indah. Pokoknya aku tidak akan menjadi istri muda seperti dalam cerita. Dimana istri muda yang jahat," ucap Maya seraya menyandarkan kepalanya di dadaku. 'Terimakasih Indah, telah memberiku izin. Kamu memang wanita surga.'

 

 

"Halo! Mas! Halo! Aku kan bilang, aku sudah mengambil pesanan baju pengantin kita yang akan kita kenakan dua hari lagi!" ucapnya sedikit membentak. Mungkin kesal karena aku tidak menanggapi ucapannya. Entahlah, aku larut ke dalam lamunan.

 

 

"Iya, Sayang. Iya. Mas sudah dengar kok."

 

 

"Oh iya, Mas ke rumah deh. Kasihin baju untuk dikenakan Mbak Indah di hari pernikahan kita," pinta Maya. 

 

 

"Oke, Sayang," jawabku. Kembali aku pun mengetuk pintu kamar. 

 

 

"Ma, buka pintunya. Mama jangan bersikap begitu sama Papa. Kenapa Papa merasa kehilangan sosok ceria Mama. Ma, ayo dong buka pintu," ucapku terus mengetuk pintu. Tidak ada sahutan sama sekali. Hanya ada suara hening. 

 

 

"Ya Allah, ada apa dengan istriku? Kenapa dia diam begitu? Akhir-akhir ini juga wajahnya tampak pucat. Apa dia sakit? Kenapa dia tidak mau berbicara padaku? Apa salahku?"

 

 

"Ma! Jangan siksa Papa dengan sikap diammu! Apa yang harus Papa lakukan agar Mama mau membuka suara? Buka Ma! Kalau tidak Papa akan dobrak pintunya!" ancamku. 

 

 

Beberapa menit kemudian, setelah aku hendak menendang pintu, Indah lebih dulu membuka pintunya hingga aku urung untuk menendang pintu itu. 

 

 

"Apa pertanyaan untuk apa yang aku inginkan masih berlaku?" ucapnya menatap kedua bola mataku. Ada kesedihan mendalam di wajah wanita yang sudah 10 tahun mendampingiku itu. 

 

 

"Iya, Ma. Apapun itu. Asal Mama jangan mendiamkan Papa seperti itu!. Papa sayang sama Mama. Sangat," ucapku hendak meraih tubuh Indah ke pelukanku. Namun, wanita itu langsung menghindarinya. 

 

 

"Jawab permintaan aku dulu," singkatnya tanpa embel-embel Mama ataupun Papa.

 

 

"Katakan, Ma."

 

 

"Batalkan pernikahan Papa dan Maya. Apa Papa bersedia?" pintanya membuat tenggorokanku tercekat. 

 

 

 

Bersambung ….

 

 

 

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

Ulasan-ulasanLebih banyak

Omia
Omia
This book is so so so interesting.....I love it
2025-10-10 16:02:33
1
0
P.W. EMBER
P.W. EMBER
Great book
2025-10-09 16:26:10
1
0
Nellybee
Nellybee
What's wrong with her father sef? she's still hurt from being abandoned by her finance who she loved with her whole. heart and now he's forcing another person on her?
2025-10-09 06:35:50
2
0
Garnet
Garnet
The Rollercoaster of drama in it is interesting, but I hope Miller gets whatever karma he deserves
2025-10-09 03:38:11
1
0
Starlight
Starlight
Dear readers,...️ I appreciate you for reading my book. I'll love for you to join me in the journey of making this book a masterpiece, I'm open to suggestions and opinions, pls do well to drop them in the comments. Thank you all. xoxo starlight ...
2025-09-13 18:00:16
4
0
47 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status