Share

Marvin Rock Si Suami Terhebat
Marvin Rock Si Suami Terhebat
Penulis: mic.assekop

Bab 1

“Marvin Rock! Kau hari ini bebas bersyarat. Cepat keluar!” jerit seorang sipir di depan salah satu kamar sel.

Mendengar itu, Marvin sangat kaget. Bukankah dia harus menjalani sisa tahanan selama dua tahun lagi? Marvin berdiri, lalu berjalan pelan melewati belasan tahanan lain yang berdesak-desakan di dalam ruangan tiga kali empat meter.

Hawa panas dan pengap bercampur dengan bau badan di antara mereka, membuat hidung menjadi sangat gatal dan paru-paru terasa sesak. Untuk kali terakhir Marvin merasakan aroma penjara yang begitu menyebalkan.

Sesampainya di sebuah ruangan tertutup, Marvin berbicara empat mata saja bersama adiknya. Harven Rockwell memampang wajah yang sangat serius dan berkata sungguh-sungguh, “Kak, tuduhan teroris selama ini hanyalah fitnah. Penemuanmu terbukti di pengadilan adalah sebuah bahan bakar, bukan bahan senjata pemusnah massal.”

Selama berbulan-bulan Harven mengumpulkan banyak bukti untuk menerangkan di pengadilan bahwa kakaknya tidak bersalah sama sekali. Marvin menilai dirinya sendiri memang tidak bersalah. Tapi siapa orang yang telah membuat dia menjadi tersiksa selama satu tahun ini?

Harven melanjutkan dengan penuh keyakinan. “Aku tahu mereka berdua. Aku punya bukti kuat.” Selain itu, Harven berani membongkar rahasia-rahasia lainnya yang selama ini tidak diketahui oleh kakaknya. Ketika di pengadilan beberapa hari yang lalu, kebenaran pun akhirnya terkuak.

Namun, gugatan yang diberikan oleh Harven bahwa Russel Winston dan Raymond Harvard merupakan tersangka penuduhan, ditolak oleh pihak pengadilan. Alasannya, ya karena dua orang tersebut bermain uang untuk melicinkan semua proses.

Tercengangkan, mata Marvin membulat sempurna. Marvin tidak pernah terpikir kalau Russel, kakak iparnya sendiri, yang telah melakukannya. Sementara Raymond, jelas Marvin kenal anak konglomerat Harvard tersebut. “Aku tahu dulu nama Raymond sempat akan dicalonkan menjadi suami Gennifer Winston, istriku.”

Harven menjelaskan bahwa ternyata Raymond tidak lama lagi akan melamar Gennifer. “Berita ini dengan terang-terangan disampaikan oleh pihak Keluarga Harvard kepada keluarga kita, Kak. Ayah dan Ibu sudah tahu.”

Sebuah berita yang sangat mengagetkan!

***

Marvin berasal dari Keluarga Rock, bertempat tinggal di Gloriston City, Negara Chemisland. Setelah lulus S2, dia diakui oleh kampus dan perusahaan ternama sebagai insinyur dan ilmuwan cerdas. Banyak prestasi yang telah ditorehkan selama dia menjadi mahasiswa di kampus maupun sebagai orang penting di bisnis keluarganya sendiri.

Meskipun Keluarga Rock tidak terlalu terpandang jika dibandingkan dengan keluarga berkelas lainnya, namun mereka punya Rock Electra, pembangkit listrik terbaik nomor dua di Chemisland, setelah itu, mereka punya Marvin Rock, pria yang digadang-gadang akan membangkitkan Keluarga Rock menjadi keluarga terpandang di seluruh penjuru negeri.

Popularitas Marvin telah menyita banyak perhatian publik, salah satunya dari Keluarga Winston. Selain memang karena cinta di antara Marvin dan Gennifer Winston, jelas Keluarga Winston ingin bergandengan maju bersama Keluarga Rock. Sebelum pernikahan, ayah dan ibu Gennifer sangat menerima kehadiran Marvin.

Marvin bak seorang jenderal yang akan membawa nama dua keluarga tersebut ke pentas teratas persaingan bisnis energi di Chemisland. Keluarga Winston bisa dianggap keluarga kelas tengah, setara dengan Keluarga Rock. Bisnis mereka adalah minyak bumi, tetapi terlunta-lunta karena management yang buruk.

Namun, tidak semua setuju atas pernikahan tersebut. Russel Winston, sang putra sulung, lebih suka jika adik bungsunya menikah dengan Raymond, ahli waris tunggal dari Keluarga Harvard. Secara, Keluarga Harvard adalah keluarga terkaya di seluruh penjuru negeri. Oleh karena itu, kebencian terhadap Marvin telah membawa malapetaka besar.

Di laboratorium dan pabriknya, Marvin menemukan senyawa baru yang dia sebut MR-25, karena dia menemukannya di saat berusia 25 tahun. Dalam riset tersebut, MR-25 bakal digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik menggantikan batu bara dan uranium, yang jauh lebih efisien dan ramah lingkungan.

Keluarga Harvard ketar-ketir jika saja nantinya Keluarga Rock akan sangat maju lantaran MR-25. Raymond sebenarnya menjadi bola api bagi keluarganya sendiri. Dia disuruh oleh orangtuanya agar menyingkirkan kehadiran Marvin, supaya tidak ada pesaing berat dalam bisnis. Raymond pun licik, dia memanfaatkan kehadiran Russel untuk melancarkan misinya.

Sekitar setahun lebih yang lalu mereka mengadukan kepada pihak berwajib bahwa Marvin merancang alat pemusnah massal dan dianggap akan membahayakan negara. Sebab itulah Marvin dipenjara. Setelah Marvin menderita dan nantinya bercerai dari Gennifer, barulah Raymond akan menjadi suaminya. Jika ditanya, Raymond melakukan hal tersebut atas dasar suka sama Gennifer? Jelas tidak, karena dia hanya menuruti kemauan keluarganya.

Di kediaman Keluarga Rock, Werner Rockstone sangat bahagia menyambut kedatangan putranya. “Selamat datang kembali anakku!”

Setiap bulan selama setahun belakangan, kedua orang tuanya pasti membesuknya, sekadar menanyakan kabar dan memberikan makanan, selebihnya melepas rindu. Werner dan Laura tidak heran dengan tubuh anaknya yang kurus dan kumal, secara kehidupan di dalam penjara sangat serba terbatas.

Rapat keluarga diadakan mendadak. Werner membuka, “Akan ada pertemuan khusus antara Keluarga Winston dan Keluarga Harvard. Russel licik, dia memanfaatkan Gennifer agar bisnis keluarganya tetap berjalan.”

BRAK!

Marvin menggebrak meja. Dia emosi. “Aku harus datang ke rumah Keluarga Winston secepatnya sebelum proses lamaran itu berlangsung.” Bagaimana mungkin tidak kesal? Istrinya hanya dijadikan alat oleh dua orang licik sekaligus.

Raymond berpura-pura akan menjadi suami Gennifer lantaran hanya ingin menyingkirkan Marvin. Sementara di lain sisi, Russel memanfaatkan adiknya sendiri, supaya bisnis keluarganya yang sedang kacau bisa dibantu oleh Keluarga Harvard. Padahal, mereka semua tahu bahwa Gennifer sekarang masih merupakan istri sah Marvin.

Tidak hanya itu. Keluarga Harvard parah sekali. Untuk ke sekian kalinya Werner memberikan kesaksian, “Marvin, ruang gerak kita terus dibatasi oleh Harvard Corp. Adikmu belum terlalu paham dalam mengelola bisnis. Sedangkan Ayah, yang sudah cukup tua dan kadang sakit-sakitan, jelas tidak bisa maksimal mengurusnya.”

Marvin menatap ayahnya sambil mengangguk, lalu menjawab, “Aku mengerti, Ayah. Harvard Corp tidak ingin ada perusahaan manapun yang lebih darinya. Jika dirasa ada yang mengancam, mereka akan bermain licik, dan apa saja akan mereka lakukan.”

Werner mendengus dan menyeringai. “Harvard Corp bahkan hebatnya bisa mengendalikan pemerintah. Jika sudah demikian, apalah daya perusahaan kita satu-satunya ini?”

Selama ini, Rock Electra punya ketergantungan batu bara dari Harvard Corp untuk bahan bakar pembangkit listrik mereka, sementara Winsoil perusahaan migas milik Keluarga Winston pun bergantung dari suplai minyak mentah dari Harvard Corp juga.

Impian besar Marvin adalah melepaskan semua ketergantungan itu!

Sore harinya, Marvin Rock ditemani oleh adiknya Harven Rockwell mengunjungi pembangkit listrik milik keluarga mereka, di sebuah distrik paling utara Gloriston. Di belakang kawasan pembangkit tersebut terhampar hutan belantara seluas mata memandang, semuanya milik Keluarga Rock.

Dari atas tanah yang cukup tinggi, Marvin meluaskan pandangannya ke bawah dan berkata, “Harven, di bawah tanah ini terdapat milyaran ton Glorisium, unsur utama pembentuk MR-25. Aku perkirakan nilainya tak kurang dari sepuluh triliun dollar!”

Komen (1)
goodnovel comment avatar
SG8
next. bikin penasaran.
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status