Partager

Perasaan Tertahan

Auteur: MJoy Ganteng
last update Date de publication: 2026-07-18 08:05:51

Atmosfer di dalam ruangan sempit berkabut uap itu seketika berubah menjadi sangat pekat, intim, dan mencengangkan. 

Arka bisa merasakan dengan sangat jelas bagaimana detak jantung Gisel yang berdegup kencang bertalu-talu, menempel langsung pada dada bidangnya tanpa pembatas selembar benang pun. 

Aroma tubuh alami Gisel yang bercampur dengan kehangatan uap air m

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Mas Duda, Beri Aku Lebih!   Racun Kebencian Dan Kabar Kehamilan

    Clarissa hanya bisa mematung di atas brankar, terperangah mendengar kata-kata cerai yang meluncur tanpa ragu dari bibir Arka. Lidahnya mendadak kelu. Tidak ada satu patah kata pun yang sanggup ia rakit untuk membalas ketegasan Arka. Meski dalam hatinya ia ingin sekali berteriak dan menolak, yang keluar dari tenggorokannya hanyalah bisikan terbata."A-Arka... Aku gak mau—""Mau kamu setuju atau enggak, kamu udah gak bisa berbuat apa-apa lagi!" potong Arka tajam."Pernikahan siri kita itu dari awal cuma perjanjian di atas kertas! Bahkan petugas yang kamu bayar kemarin gak berani kasih stempel resmi negara. Coba kamu ingat lagi gimana liciknya kamu menjebak cowok yang udah punya istri!" “Aku menikah sama Gisel secara sah di mata hukum dan agama. Langkah kita kemarin itu murni kesalahan besar karena tanpa izin istri sahku!"Arka menarik napas dalam, membuang muka dengan tatapan jijik. "Tapi aku udah gak mau mengingat hari sial itu lagi. Baru saja aku terbebas dari ikatan palsu kamu, dan

  • Mas Duda, Beri Aku Lebih!   Talak

    "Cewek segila apa kamu sampai mabuk separah itu?" gumam Arka pelan sembari duduk di kursi sebelah brankar Clarissa. "Aku memang bodoh banget ya, bisa-bisanya tertipu sampai sebegininya... Jangankan tega sama orang lain, anak sendiri—yang bahkan gak pernah ada—berani kamu pakai buat membohongi aku."Arka tersenyum miris, meratapi betapa bodohnya ia selama ini."Clarissa... Clarissa... Memangnya salah apa sih aku sama kamu? Sampai kamu tega datang ke hidupku dan Gisel, lalu menghancurkan segalanya?" cetus Arka pelan, matanya menatap dingin wajah Clarissa yang masih terpejam.Dada Arka terasa amat sesak. Ia benar-benar lelah. Ditipu sedemikian rupa oleh perempuan yang baru dikenalnya, hingga rumah tangga bahagianya bersama Gisel hancur berkeping-keping.

  • Mas Duda, Beri Aku Lebih!   Kebohongan Yang Terbongkar

    "Clarissa! Kamu di mana?! Aku sudah di depan bar yang kamu bilang!" celetuk Arka dengan suara meninggi begitu sambungan telepon terhubung.Sejak pagi, kepalanya serasa mau pecah. Ulah Clarissa di rumah Tuan Vale benar-benar menghancurkan hidupnya. Kepercayaan keluarga Gisel padanya pupus seketika, meninggalkan rasa kecewa yang amat mendalam dari orang-orang terdekatnya.Sepanjang hari, Arka menyusuri kota demi mencari keberadaan Clarissa. Ia berniat menuntut pertanggungjawaban atas tindakan nekat perempuan itu yang tega mempermalukan dan membuat Tuan Vale tumbang. Terlepas dari klaim Clarissa yang katanya sedang mengandung anak Arka, kali ini Arka tidak akan mau mengalah lagi.Namun langit sudah beranjak gelap saat Clarissa tiba-tiba meneleponnya dengan nada sengau, menyuruh Arka datang menjemputnya di sebuah bar.Dengan langkah lebar dan raut wajah tegang, Arka menerobos masuk ke dalam tempat hiburan malam yang bising itu. Langkahnya terhenti seketika, matanya terbelalak menatap soso

  • Mas Duda, Beri Aku Lebih!   Melepasmu Dari Hidupku

    "Bersama dengan siapa? Bergandengan tangan? Berpelukan? Bermain gila? Sama siapa, hah?!" tanya Gisel dengan wajah mengintimidasi Clarissa. "Kamu bilang aku bermain gila sama suami teman kamu? Siapa? Mila?!" sambungnya menyudutkan."Jangan pura-pura bodoh dan gak tahu apa-apa. Gak mungkin kamu gak tahu apa yang Mila lakukan sama laki-laki yang kamu sebut suaminya itu. Perempuan itu yang dulunya menghancurkan rumah tanggaku sampai aku sama Adrian bercerai!""Kalau saja yang datang ke sini bukan kamu tapi dia, mungkin aku gak bakal segan menghancurkan dan membalas apa yang sudah dia lakukan sama Adrian!""Pergi sebelum aku lepas kendali sama kamu!" peringatan terakhir diucapkan Gisel pada Clarissa yang tak sanggup menyangkal lagi.Gisel lalu menoleh pada Arka di belakangnya. "Bawa istri kamu pergi sebelum terjadi apa-apa sama papaku!""Gak. Aku gak bakal pergi sebelum kamu menarik ucapan kamu!" Arka menolak seketika. "Apa itu? Surat cerai kamu bilang?" sambungnya sambil menunjuk map coke

  • Mas Duda, Beri Aku Lebih!   Tamparan Keras

    Pagi yang seharusnya menjadi awal semangat baru bagi setiap orang, kini menjadi pagi yang sesak karena kehadiran Clarissa. Perempuan yang mengaku sedang mengandung itu kini sudah berdiri di hadapan Tuan Vale untuk mengacaukan segalanya.Tuan Vale menghela napas berat, mencoba menjaga ketenangannya setelah mendengar kalimat dari Clarissa yang datang tiba-tiba lalu mengutarakan hal yang sangat tidak pantas didengar."Sebelum kita bicara lebih jauh, bisa tolong ralat ucapan Anda yang bilang kalau Anda adalah istrinya Arka? Istrinya Arka itu putri saya, Gisel. Arka tidak punya istri lain selain anak saya," ucap Tuan Vale tegas namun tetap dengan nada santai dan sopan."Gisel memang istri sah Arka, Tuan. Tapi saya juga istrinya. Kami melakukan perjanjian pernikahan di Lampung sekitar sebulan lalu," jawab Clarissa dengan nada tenang. Namun ucapannya itu sukses membuat Tuan Vale mengelus dada. "Kalau tidak percaya, saya ada buktinya. Tuan ingin lihat?"Clarissa merogoh tas kecil di pangkuann

  • Mas Duda, Beri Aku Lebih!   Marahnya Orang Baik

    "Arka, bawa Clarissa ke kamar tamu. Ini udah malam, Paman sama Bibimu lagi gak bisa ngebahas apa-apa sekarang," ucap Paman Timo tegas pada Arka."Paman, aku gak mau dia ada di sini. Dia gak boleh tinggal di sini karena aku bakal langsung bawa dia pergi!" jawab Arka yang sangat keberatan dengan keputusan pamannya."Ini udah malam, Arka. Gak mungkin Paman membiarkan kamu ngusir dia gitu aja. Dia lagi hamil, apa kamu tega ngusir perempuan hamil malam-malam begini?" Ucapan Paman Timo seketika membungkam Arka."Demi harga dirimu sebagai laki-laki, turuti kata Paman, Arka! Bawa dia ke kamar tamu. Besok pagi kita bahas semuanya!" Paman Timo menyelesaikan ucapannya lalu berbalik melangkah menuju kamar Arka.Tak lama kemudian, Paman Timo keluar dari kamar Arka sambil membopong si kecil Rania yang tertidur pulas tanpa melepaskan boneka beruang kesayangannya di pelukan."Rania bakal tidur sama kami. Paman gak mau pas dia bangun, dia melihat cewek asing ada di rumah ini," ujar Paman Timo dingin d

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status