“Arka, ini upahmu buat minggu ini. Makasih ya, kamu selalu royal dan nggak pernah hitung-hitungan tenaga di lapangan,” ucap Bu Marta, mandor proyek, sambil menyodorkan amplop cokelat tebal ke depan Arka.Arka Malik, cowok berusia 35 tahun dengan tubuh tegap berbalut kaos pudar yang masih penuh debu semen, menerima amplop itu. Wajah tampannya yang terkesan dingin khas anak jalanan mendadak melunak saat mengintip isinya. “Wah, Bu Marta. Ini kayaknya kebanyakan deh. Nggak salah hitung?”Bu Marta tersenyum hangat, membenarkan posisi kacamata minusnya. “Gajimu tetap sama, Arka. Itu bonus kecil dari saya buat beli susu formula khusus anakmu, Rania. Bukan buat kamu. Sana cepetan beberes, kamu ada sif malam lagi di warung burger, kan?”“Makasih banyak ya, Bu Marta. Semoga kebaikan Ibu dibalas berlipat ganda,” jawab Arka tulus.Sebagai ayah tunggal bagi bayinya yang baru berumur 4 bulan, Arka tidak punya waktu mengeluh. Dua minggu lalu, Viona—istri Arka sekaligus ibu Rania, memilih kabur bers
Terakhir Diperbarui : 2026-07-07 Baca selengkapnya