
Mas Duda, Beri Aku Lebih!
Demi sekaleng susu formula khusus untuk bayinya, Rania, Arka Malik rela membuang egonya sebagai mantan preman jalanan untuk menjadi kuli bangunan. Namun, prinsip hidupnya diuji saat dia nekat mendobrak kamar hotel dan menyelamatkan Gisella—seorang nyonya kaya yang sedang dijebak oleh rekan bisnis suaminya.
Kehilangan pekerjaan akibat aksi tersebut, Gisel justru merekrut Arka sebagai supir dan pengawal pribadi dengan bayaran lima kali lipat. Dari balik kemudi, Arka menyaksikan kepalsuan hidup sang bos. Adrian, suami Gisel yang parlente, ternyata seorang monster manipulatif yang hobi bermain gila dengan jalang, melakukan kekerasan pada istri, namun berakting suci seolah tanpa dosa saat pulang ke rumah.
Arka tahu posisinya hanya pekerja kasar. Namun, ego jantannya menolak diam melihat wanita setulus Gisel diinjak-injak oleh keluarga parasit. Menggunakan naluri jalanannya, Arka bergerak dalam senyap, mengumpulkan "kartu as" berupa rekaman perselingkuhan Adrian dan video skandal mertua Gisel di spa remang-remang. Di saat yang sama, kehadiran Rania perlahan mencairkan dinding es di antara mereka. Kini, Arka tidak hanya bertugas melindungi raga Gisel, tapi juga menuntun sang Nyonya untuk meruntuhkan takhta palsu suaminya sampai ke akar-akarnya.
Read
Chapter: Sama Brengseknya“Maling! Pergi kamu gembel!” teriaknya."Mama, dia Arka. Supir baru dan Adrian juga udah tau.” potong Gisel cepat, sebelum suara nyaring ibu mertuanya mengundang reaksi tetangga unit sebelah, “Dia di sini karena aku suruh bantu beres-beres rumah," sambungnya mencoba menjaga harga diri karyawannya.Nyonya Endang langsung mendengkus remeh, melirik Arka dari atas ke bawah dengan tatapan jijik. "Oh... supir baru toh. Mama kira maling.” Cercanya, “Besok-besok jangan biarin sembarangan orang masuk seenaknya gini. Auranya jelek, nggak cocok di sini. Ngerusak pemandangan banget!”Arka tetap berdiri tegak bak batu karang, dengan wajahnya sedatar tembok tanpa ekspresi. Namun di balik saku celananya, kedua tangan kekar laki-laki itu sudah mengepal kencang.Bukan karena dia sakit hati dihina sebagai supir rendahan. Percayalah, meskipun usianya tidak lebih dari Nyonya Endang, tapi pengalaman hidupnya membuat bacotan perempuan tua norak ini hanyalah… abab. Arka marah karena kepeduliannya beron
Last Updated: 2026-07-09
Chapter: Mertua Judes"Nyonya mau nangis sampai kapan? Kita nggak jadi ke kantor Nyonya?”Pertanyaan datar Arka seketika menarik Gisel kembali ke realitas yang kejam. Wanita itu menyeka sisa air mata di pipinya dengan jemari yang gemetar, menatap kosong ke arah dasbor SUV mewah miliknya. Gema desahan menjijikkan Adrian dan wanita bernama Mila di telepon tadi masih terngiang jelas, meremukkan sisa-sisa harga dirinya sebagai seorang istri.Arka tidak memaksanya menjawab. Dengan pengertian khas pria jalanan yang tahu kapan harus diam, dia menyalakan mesin mobil, membiarkan AC dingin meredam atmosfer kabin yang mencekam."Kita... pulang ke apartemen aja, Arka," ucap Gisel akhirnya dengan suaranya yang parau. "Aku mau batalin semua jadwalku hari ini.""Siap, Nyonya," jawab Arka pendek.Arka memilih mengemudikan mobil dengan kecepatan normal, memberikan ruang bagi Gisel untuk menata hatinya yang hancur lebur di kursi penumpang. Namun, ketenangan yang baru saja mereka bangun di dalam kabin langsung hancur ketika
Last Updated: 2026-07-08
Chapter: Posisi Serba SalahMendengar pertanyaan karyawan barunya itu, Gisel menghela napas panjang, merapikan rambutnya yang sedikit berantakan akibat ketegangan tadi. Dia menatap Arka, lalu tersenyum tipis. "Semalam kamu bilang anakmu, Rania, ada di penitipan, kan? Antar aku ke sana. Aku mau lihat anakmu. Boleh?"Arka agak terkejut mendengar permintaan bos barunya, namun dia tetap mengangguk tenang dan segera membukakan pintu apartemen.Tiga puluh menit kemudian, mobil SUV mewah milik Gisel sudah terparkir di depan yayasan penitipan anak sederhana di pinggiran kota. Begitu masuk ke dalam ruang bayi, Arka langsung menghampiri box bayi tempat putrinya yang berusia empat bulan sedang terbangun dan mengerjap-ngerjap lucu."Rania, lihat siapa yang datang," bisik Arka, suaranya mendadak melunak drastis. Itu merupakan sisi lain dari sang mantan preman yang belum pernah Gisel lihat sebelumnya.Gisel melangkah mendekat, matanya berbinar melihat bayi mungil itu. Tanpa canggung, Gisel meminta izin untuk menggendong Rania
Last Updated: 2026-07-07
Chapter: Hari Pertama“Siapa kamu, hah?! Berani-beraninya kamu masuk menerobos ke dalam unit pribadi saya! Nggak ketuk pintu pula?!"Arka buru-buru menundukkan kepalanya, membungkuk sopan berkali-kali ke arah Adrian sembari memasang senyum ramah yang kelewat lebar, syarat akan sebuah topeng sempurna yang sengaja dipasang demi mengamankan posisinya di rumah itu."Aduh, maaf seribu maaf, Tuan. Kenalin, nama saya Arka. Saya ini sopir pribadi yang baru saja disewa dan mulai dipekerjakan Nyonya Gisel. Ini hari pertama saya, Tuan." “Berani sumpah. Saya tadi baru mau ngetuk pintu buat laporan tugas pertama saya hari ini, Tuan, tapi sialnya kaki saya malah nggak bisa diajak kompromi dan terpeleset duluan."Mendengar kata 'sopir baru', Adrian seketika mengalihkan pandangan matanya yang tajam ke arah Gisel, menuntut penjelasan langsung dari istrinya dengan raut wajah yang tidak suka. "Sopir baru? Gisel, apa-apaan lagi ini?! Kamu berani menyewa seorang sopir buluk dan nggak jelas asal-usulnya begini tanpa minta per
Last Updated: 2026-07-07
Chapter: Topeng Yang RetakPukul satu siang tepat, lorong lantai atas kompleks apartemen mewah itu terasa begitu sunyi. Arka Malik melangkah tegap di atas karpet koridor yang tebal dan empuk. Sesuai kesepakatan yang mereka buat semalam, hari ini adalah hari pertamanya bekerja sebagai pengawal rahasia sekaligus sopir untuk Gisel. Pakaian kuli bangunannya yang penuh debu semen kini sudah berganti dengan kemeja flanel motif kotak-kotak hitam-merah yang bersih, dipadukan dengan celana jins gelap yang pas di tubuh tegapnya. Potongan rambutnya yang rapi menyisakan kesan maskulin yang kuat khas jalanan, memberikan aura intimidasi alami bagi siapa saja yang berpapasan dengannya.Namun, tepat saat langkah kaki Arka berjarak sekitar tiga meter di depan pintu unit Gisel, gerakan pria itu mendadak terhenti. Pendengaran tajamnya yang sudah terlatih menghadapi kerasnya jalanan langsung menangkap suara bentakan kasar seorang pria dari dalam ruangan. Kebetulan sekali, pintu kokoh itu tidak tertutup rapat, menyisakan celah
Last Updated: 2026-07-07
Chapter: Penawaran Sang NyonyaPerjalanan dari motel jahanam itu dilewati dengan keheningan yang sarat akan kecanggungan pekat. Setelah celetukan blak-blakan Arka yang sempat membuat wajah sang Nyonya merona hebat antara malu dan geram, keduanya memilih bungkam selama berada di dalam mobil.Taksi online yang mereka tumpangi akhirnya berhenti tepat di depan lobi utama kompleks apartemen super mewah di kawasan pusat kota Metro City. Arka bersiap membuka pintu untuk turun duluan, namun sebuah tangan yang halus dan masih agak dingin tiba-tiba menahan lengan kekarnya dari belakang.“Jangan pergi dulu, Mas,” bisik wanita itu lirih. Tatapannya yang sayu menyiratkan kecemasan yang mendalam.Arka menoleh, menatap wajah pucat di sampingnya dengan kening berkerut. “Ada apa lagi, Nyonya? Tugas saya mengantar Nyonya kayaknya udah selesai sampai sini.”“Kepalaku masih pusing banget, Mas. Rasanya efek obat tadi belum hilang semua,” keluh wanita itu sambil memegangi pelipisnya. “Bisa tolong antar aku sampai ke dalam unit? Aku...
Last Updated: 2026-07-07