Home / Romansa / Membuatmu Menjadi Milikku / 176. (H 37) Sang Tembok

Share

176. (H 37) Sang Tembok

Author: CacaCici
last update Last Updated: 2025-08-22 23:58:14
"Kamu tahu nggak kalau kecelakaan yang menimpa Morgan itu ternyata disengaja oleh seseorang," ucap Sheena secara antusias.

Saat ini dia dan Raela berada di halaman belakang, berdua dan khusus untuk mengobrol.

"Hah? Iya kah?" tanya Raela terkejut.

"Iya." Sheena menganggukkan kepala, "tadi saat di mobil dengan Kak Axel, tiba-tiba saja Kak Axel bertanya Jihan itu siapa dan apa hubungannya dengan kamu. Nak, aku menjawab dengan mengadakan kalau Jihan itu adalah tunangan dari mantan kekasih kamu. Trus aku nggak sengaja menyebut nama Morgan. Di situ Kak Axel langsung menyebut nama keluarga Morgan. Aku bingung kenapa Kak Axel mengenal Morgan, trus aku tanya. Kak Axel menjawab jika dia tak mengenal Morgan, dia hanya tahu namanya sebab salah satu temannya adalah menabrak Morgan."

"Salah satu teman Kak Axel menabrak Morgan?" beo Raela pelan, mendapat anggukan dari Sheena, "bukannya kamu bilang teman Kak Axel itu cuma dua yah. Pak Erik dan Suam-- Kakakmu?"

"Lah, iya juga." Sheena mendadak
CacaCici

Selamat membaca dan semoga suka dengan 1 bab kita, MyRe. Malam ini kita satu bab dulu yah. Maaf, MyRe ...(⁠人⁠ ⁠•͈⁠ᴗ⁠•͈⁠)ಥ⁠‿⁠ಥ

| 37
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Dyah
Betul yg dikatakan xenon, harusnya harvey jd manusia normal dl….
goodnovel comment avatar
Puput Indah Safitri
2 bab aja kurg kak, ini malah 1 bab...
goodnovel comment avatar
Sheila Pulungan
LAH 1 BAB JEEE...?
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Membuatmu Menjadi Milikku   193. (H 54) Seseorang Mengintip

    "Cepat pindah ke sini," titah Harvey sambil menepuk pahanya, sama sekali tak menjawab perkataan Raela. "Aku tidak mau, Mas. Aku takut," jawab Raela gugup, panik, dan takut. Percayalah, Raela merasa seperti anak kecil yang akan dimesumi oleh om-om kurang belaian. Rasanya sangat mendebarkan, penuh ketakutan, dan intimidasi. "Takut apa? Aku suamimu, Ela," dingin Harvey. "Cepat ke sini!" Karena digertak dan ditatap tajam oleh Harvey, pada akhirnya Raela pindah ke pangkuan Harvey. Sejujurnya, dia senang saat Harvey membawanya ke lantai dua. Sebab Harvey memang suka tiba-tiba memeluk dan menciumnya. Daripada pria itu melakukannya di depan banyak orang sehingga Raela malu, lebih baik dia ikut ke lantai dua dengan pria ini. Jika Harvey ingin memeluknya, Raela tak harus menanggung malu akibat digoda oleh keluarga pria ini. Namun, tidak pangku-pangkuan begini juga! Bagaimana jika ada yang datang dan melihat mereka?! "Mas Harvey ingin melakukan apa?" tanya Raela pelan, menatap panik b

  • Membuatmu Menjadi Milikku   192. (H 53) Berdua Lebih Baik?

    Harvey tiba-tiba saja mengeluarkan sebuah pisau kecil, runcing, dan terlihat tajam. Raela yang melihatnya kaget, sedangkan Xenon seketika buru-buru kabur dari sana. Namun, pemuda tampan dan super jahil itu berlari sambil tertawa, seakan yang tadi dia lakukan adalah sebuah kesenangan. Raela menatap pisau di tangan suaminya, wajahnya gugup dan panik. "I-itu … pisau apa, Mas," tanya Raela. Harvey melipat pisau tersebut kemudian kembali mengantonginya. Pisau tersebut sangat istimewa karena merupakan alat rancangan daddy-nya dan diwariskan padanya. "Hanya pisau mainan," jawab Harvey, meraih tangan Raela kemudian menarik Raela masuk ke dalam rumah. Raela sebenarnya risih digandeng oleh Harvey sebab malu dan gugup. Namun, dia tidak berani melepas genggaman tangan Harvey. Meski Harvey jarang marah, tetapi dia sangat takut membuat Harvey marah. Ketika di ruang keluarga, terlihat Xenon sedang duduk sambil memeluk lengan daddy-nya–tengah menunjukkan sesuatu pada daddynya terseb

  • Membuatmu Menjadi Milikku   191. (H 52) Kencan Orang Kaku

    "Maaf menggangu Nyonya Nindi," ucap seorang maid yang datang bersama Aubria dan Veronika, "mereka berdua– ingin bertemu dengan Tuan Axel, Nyonya.""Ouh, Axel-nya ada di sana," jawab Nindi dengan ramah, senyum tipis pada kedua perempuan itu sambil menunjuk tempat Axel berada. "Langsung saja antar mereka ke sana," lanjutnya pada maid tersebut. Nindi yakin sekali kedua perempuan itu ada pekerjaan dengan keponakannya. Karena ini bukan kali pertama ada yang datang ke rumah untuk mencari Axel. Setiap Axel di sini, hal ini sering terjadi. Di sisi lain, Aubria diam-diam mengamati Nindi. 'Jadi dia Nyonya Nindi, kunci dari kekuasaan Tuan Zeeshan? Baiklah, kelihatannya dia orang yang mudah diprivokasi. Kurasa aku akan mudah mendapatkan Tuan Harvey.' batin Aubria, senyum manis saat bersitatap dengan Nindi. Setelah itu dia segera ikut dengan maid, mengantarnya bertemu dengan Axel. Setelah Aubria dan Veronika pergi, Sheena langsung menatap horor ke arah mommynya. "Mom, itu tadi-- dia itu Aubria!

  • Membuatmu Menjadi Milikku   190. (H 51) Tamu Lain

    "Kak Axel kok diam?" Sheena mendongak, menatap kakak sepupunya dengan ekspresi aneh. "A-aku saja yang jawab, Sheena," ucap Raela cepat, "kamu sama Tirta nggak cocok. Tirta kependekan sama kamu yang tinggi speak model," tambah Raela sambil cengar-cengir di akhir kalimat, tak enak pada Axel yang saat ini diam dengan ekspresi datar. "Hah, perasaan aku nggak tinggi, La. Kamu nyindir aku pendek yah?" Sheena seketika itu juga menatap Raela dengan mata memicing, wajah ditekuk karena mengira Raela sendang menyindir dirinya yang pendek. Sejujurnya tinggi badan Sheena normal di negara ini. Akan tetapi jika dia bersanding dengan para kakak dan sepupu laki-lakinya, dia seperti toge yang sok-soan tubuh di sebelah pohon cemara. "Nggak usah nyindir, kamu juga pendek tahu," gumam Sheena dengan nada cemberut, menggembungkan pipi sambil menatap berang pada Raela. "Bu-bukan seperti itu, Sheena." Raela menggelengkan kepala, "kamu tinggi loh, dan Tirta … kurasa dia masuk kategori pria pendek. Kamu 16

  • Membuatmu Menjadi Milikku   189. (H 50) Dia Tampan Nggak Kak?

    "Umm … dia bertanya apa anak yang kukandung anak Mas Harvey atau tidak." "Lalu kau jawab apa?" tanya Harvey, mendadak nadanya dingin dan tatapannya tajam ke arah istrinya. Entah kenapa, dia khawatir jika Raela menjawab hal yang aneh. Misal tidak mengakui Harvey sebagai ayah bayi di perutnya. "Kujawab tentu saja anak Mas Harvey. Tapi dia terlihat tidak senang," jawab Raela pelan. "Humm." Harvey berdehem sebagai balasan, "jika dia mengganggumu, katakan padaku. Jangan diam," peringat Harvey, mendapat anggukan dari Raela. 'Aku pikir Mas Harvey tidak peduli, ternyata dia peduli,' batin Raela, kembali tak percaya dan kaget karena Harvey benar-benar peduli pada masalah tersebut. **** Hari ini adalah hari penting bagi Raela dan Sheena, keduanya akhirnya wisuda. Setelah mengikuti sejumlah acara pada gedung aula, akhirnya mereka bertemu dengan para keluarga masing-masing. Raela lebih dulu menemui keluarganya, begitu juga dengan Sheena yang menemui orang tuanya. "Raela, selamat untuk

  • Membuatmu Menjadi Milikku   188. (H 49) Ketika Respon Pria Terlalu Santai

    "Aduin ke suami kamu, biar dia dikasih pelajaran sama Harvey." ucap Nindi menggebu-gebu. Raela lagi-lagi menganggukkan kepala. "Mas Harvey sudah tahu, Mom." Nindi manggut-manggut dan kembali fokus men-stalker seseorang. Kali ini seorang model bernama Aubria. Sheena yang memulai dan Nindi terjerumus oleh dua makhluk sesat ini. So-- Nindi jadi ikut-ikutan. Sheena bilang model ini sering curi pandang pada Harvey, padahal Aubria tahu kalau Harvey sudah menikah dan istrinya adalah Raela. Raela sendiri akhirnya jujur mengenai masalah di toilet restoran, ketika Aubria menanyakan ayah anak di perutnya. Dia sebenarnya ingin menyimpan sendiri, akan tetapi Nindi mendesak–terus bertanya apakah perempuan itu mengusiknya. Mau tak mau, akhirnya Raela jujur. "Nggak cantik. Mukanya pasaran," julid Nindi, menatap foto Aubria yang dipost di salah satu akun sosial media perempuan itu. "Cantikan Raela kan, Mom," komentar Sheena, mendapat anggukan kepala dari Nindi. Saat mereka sibuk mem

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status