Share

Delapan

Penulis: J. Hanin
last update Tanggal publikasi: 2025-10-09 13:11:42

Hari masih sedikit gelap, sang mentari belum juga menampakkan diri pasanya. Sedangkan perempuan yang tengah memeluk dirinya sendiri dengan selimut itu sedikit terusik tidurnya karena mendengar kebisingan diluar kamarnya. Ia memaksa dirinya untuk membuka matanya. Merenggangkan sedikit ototnya, tidak seperti biasanya ia bangun sebelum sang mentari terbit.

“Mah…” Panggil Arzeta yang perlahan membuka pintunya dengan mata setengah terpejam.

“Mamah ganggu ya Ta!” Ucap Mila yang langsung menoleh ke be
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menaklukan Hati Pria Dingin   Enampuluh Satu

    "Genta!” Ucap Ayu yang sejak tadi berdiri disamping Genta namun diabaikan oleh lelaki itu, terlalu sibuk melamun. “Ya?” Tanya Genta terhenyak dari pandangan kosongnya berganti menatap Ayu. “Nggak denger ya tadi ngajak ngobrol.” Ucap Ayu dengan wajah cemberutnya. Genta hanya tersenyum canggung ia tidak tahu harus berbuat bagaimana. Ia terlalu terlena dengan bayangan Zeta yang terus menghantuinya tanpa ampun menyiksanya dengan caranya sendiri seolah tidak menerima dengan sepenuh hati apa yang sudah dilakukan Genta kepadanya. Ayu tampak tidak suka dengan Genta yang semenjak kepergian Zeta, terus melamun dan menghabiskan waktu sendiri untuk merenung, Ayu memandang sinis meja kerja yang dulunya Zeta tempati. Lagi pula kenapa tidak ada segera digantikan jutsru meja itu dibiarkan kosong. “Genta kangen Zeta ya?” Tanya Ayu dengan wajah sinisnya membuat Genta menatap Ayu dalam diam. “Lo mendingan cabut deh, Yu! Tidak ada urusan denga

  • Menaklukan Hati Pria Dingin   Enampuluh

    Seorang lelaki yang tak kunjung pulang, ia sedang menatap meja kerjanya, ah bukan lebih tepatnya ia sedang menatap sebuah tulisan yang sedikit berdebu yang ia tempelkan sebagai note untuk ia baca setiap harinya, Tulisan seorang gadis yang dulunya satu ruangan dengannya, kini mejanya kosong belum juga mendapatkan pengganti. Hampa, benar-benar Genta rasakan. Ia tidak memungkiri perasaannya bahwa ia merindukan Zeta. Gadis yang kini entah ia tidak mengetahuinya beberapa kali ia coba menanyakan pada Salsa tapi sahabat Zeta itu tetap diam memilih tidak tahu menahu sesuatu yang ditanyakan Genta. Berpura-pura tidak memahaminya, Genta setengah gila yang dilakukannya sekarang hanya menatap layer ponselnya barang kali Zeta sudi mengirimkan pesan kepadanya seperti dulu lagi. Sayangnya, harapan tinggalah harapan. Di ponselnya tidak ada seseorang yang menghubunginya Genta membaca satu pesan pertamanya untuk Zeta, pesan pertama yang tidak meninggalkan kesan baik sama sekali.

  • Menaklukan Hati Pria Dingin   Limapuluh Sembilan

    enam bulan kemudian…. Arzeta tengah menunggu mamahnya pulang bekerja, ia menatap pemandangan pantai yang dapat ia lihat dari jendela kamarnya. Ia mengusap pelan perutnya yang membesar, sudah genap delapan bulan kandungannya. Sebentar lagi, dia akan melahirkan seorang anak yang ia jaga dengan sepenuh hati. Meski pada awalnya, ada niatan jahat. Zeta menatap langit yang tiba-tiba mendung, ini seharusnya sudah pergantian musim tapi terkadang semesta bertindak sesukanya. Ia melihat jam dinding menunggu sang mamah sudah pulang atau belum. Seharusnya sudah perjalanan. Zeta memandang sebuah foto, foto sahabatnya. Ira dan Salsa, tapi pikirannya merindukan seseorang, sampai detik ini Zeta masih berangan-angan untuk bertemu dengan Genta. Sayangnya tidak mungkin, ia terlanjur menghapus jejaknya yang tidak mungkin diketahui orang-orang termasuk Genta. Ia terlanjur melangkahkan kaki memilih pergi dari Genta, membawa sebuah kenangan dan juga darah daging Genta. Ia tidak lagi menuntut tanggung ja

  • Menaklukan Hati Pria Dingin   Limapuluh Delapan

    Tiga sahabat, ah tidak hanya dua sahabat yang saling terhubung, bukan satunya hanya menjadi center. Dua dari mereka masih saling mengenal melalui nama, mulai berteman hari dimana mereka bertemu pertama kali melalui Zeta. Ira dan Salsa menatap Zeta sendu, melihat Zeta yang sejak tadi bolak balik kamar mandi karena merasa mual. Mila dengan telaten, memijat tengkuk Zeta agar rasa mual sedikit reda, merasa kasihan karena disaat Zeta mengandung janin dalam rahimnya, ia merasakan keluhan seorang hamil muda seperti kebanyakan orang. Ditambah, Zeta sampai di masa yang akan datang ia mengandung dan membesarkan buah hatinya tanpa didampingi lelaki, pasangannya. Mila benar-benar merasa bercermin dengan pada situasi yang dialami anak semata wayangnya, Zeta. Mila hanya bisa meratapi sebisa mungkin memberikan perlindungan dan rengkuhan hangat untuk Zeta tetap berjalan menempuh masa depan. Mila sangat yakin, jika saja dirinya tidak memergoki obat keras yang dimiliki Zeta. Mungkin saat ini Zeta sud

  • Menaklukan Hati Pria Dingin   Limapuluh Tujuh

    Dicky sedang membereskan barang-barang Zeta yang dititipkan kepadanya untuk dibawa pulang. Genta melirik Dicky yang sangat sibuk membereskannya, ia Kembali teringat Ketika Zeta mengajaknya berbicara di tangga darurat tatapannya benar-benar penuh luka. Kini, kesalahan Genta lagi membuat Zeta akhirnya mengalah tak mau ambil pusing. Mengalah,dengan melangkahkan kaki untuk keluar dari kantor. Demi menjaga karir dan nama baik keluarga Genta atas kehamilannya. Bukankah tidak ada Tindakan bodoh selain yang dilakukan Zeta saat ini. Perempuan itu benar-benar tergila-gila dengan Genta sampai mengorbankan segalanya demi lelaki yang tidak tahu diri. “Gimana Ta? Udah lega?” Sindir Dicky dengan tatapan sinis menatap Genta. “Apanya?” Tanya Genta tidak paham kearah mana ucapan Dicky. Semenjak Genta mengatakan keputusannya perihal kehamilan Zeta, ia angkat tangan. Dicky sedikit sensitive kepada Genta. “Demi elo! Dia memilih angkat kaki dari kantor ini!” Ucap Dicky dengan sarkas membuat Genta membe

  • Menaklukan Hati Pria Dingin   Limapuluh Enam

    “Kamu benar-benar mau resign Ta?” Tanya Adi memandang tidak percaya pada Zeta yang tiba-tiba mengajukan surat pengunduran diri kepadanya. Zeta tersenyum kemudian menunduk membenarkannya. Ia sudah memantapkan hatinya untuk mengundurkan diri saja, terlebih begitu mamahnya mengetahui kehamilannya. Memang ia mendapatkan kemarahan mengerikan dari seorang mamahnya yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Tapi dari beliau, Zeta dikuatkan untuk tetap mempertahankan anak dalam perutnya tidak peduli Genta yang tidak mau bertanggung jawab. Baginya dukungan mamahnya kini adalah kekuatannya, disini ia tidak mendapatkan rengkuhan hangat hanya Dicky saja yang tetap mendukung apa yang ia lakukan selama ini. Salsa sahabatnya sampai saat ini bahkan enggan berbicara dengannya. “Coba kamu jelaskan apa yang menjadi alasan kamu mengundurkan diri?” Tanya Adi mencoba menggoyahkan tekad Zeta untuk tidak keluar dari perusahaan. Zeta, karyawan kompeten yang selalu mengusulkan beberapa project yang sukses medo

  • Menaklukan Hati Pria Dingin   Sembilan

    “Ira!” Panggil Zeta dengan suara yang sedikit bervolume dibandingkan sebelumnya. Membuat sag pemilik nama Ira menghentikan motornya yang baru saja ia akan menancap gas.“Ini, lupa kan?” Tanya Zeta menyodorkan sebuah kotak bekal yang rupanya berisikan bolu yang ditawarkan.“Oh iya lupa Ta!” Ucap Ira

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status