Share

Delapan

Author: J. Hanin
last update Petsa ng paglalathala: 2025-10-09 13:11:42

Hari masih sedikit gelap, sang mentari belum juga menampakkan diri pasanya. Sedangkan perempuan yang tengah memeluk dirinya sendiri dengan selimut itu sedikit terusik tidurnya karena mendengar kebisingan diluar kamarnya. Ia memaksa dirinya untuk membuka matanya. Merenggangkan sedikit ototnya, tidak seperti biasanya ia bangun sebelum sang mentari terbit.

“Mah…” Panggil Arzeta yang perlahan membuka pintunya dengan mata setengah terpejam.

“Mamah ganggu ya Ta!” Ucap Mila yang langsung menoleh ke be
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Menaklukan Hati Pria Dingin   Limapuluh Delapan

    Tiga sahabat, ah tidak hanya dua sahabat yang saling terhubung, bukan satunya hanya menjadi center. Dua dari mereka masih saling mengenal melalui nama, mulai berteman hari dimana mereka bertemu pertama kali melalui Zeta. Ira dan Salsa menatap Zeta sendu, melihat Zeta yang sejak tadi bolak balik kamar mandi karena merasa mual. Mila dengan telaten, memijat tengkuk Zeta agar rasa mual sedikit reda, merasa kasihan karena disaat Zeta mengandung janin dalam rahimnya, ia merasakan keluhan seorang hamil muda seperti kebanyakan orang. Ditambah, Zeta sampai di masa yang akan datang ia mengandung dan membesarkan buah hatinya tanpa didampingi lelaki, pasangannya. Mila benar-benar merasa bercermin dengan pada situasi yang dialami anak semata wayangnya, Zeta. Mila hanya bisa meratapi sebisa mungkin memberikan perlindungan dan rengkuhan hangat untuk Zeta tetap berjalan menempuh masa depan. Mila sangat yakin, jika saja dirinya tidak memergoki obat keras yang dimiliki Zeta. Mungkin saat ini Zeta sud

  • Menaklukan Hati Pria Dingin   Limapuluh Tujuh

    Dicky sedang membereskan barang-barang Zeta yang dititipkan kepadanya untuk dibawa pulang. Genta melirik Dicky yang sangat sibuk membereskannya, ia Kembali teringat Ketika Zeta mengajaknya berbicara di tangga darurat tatapannya benar-benar penuh luka. Kini, kesalahan Genta lagi membuat Zeta akhirnya mengalah tak mau ambil pusing. Mengalah,dengan melangkahkan kaki untuk keluar dari kantor. Demi menjaga karir dan nama baik keluarga Genta atas kehamilannya. Bukankah tidak ada Tindakan bodoh selain yang dilakukan Zeta saat ini. Perempuan itu benar-benar tergila-gila dengan Genta sampai mengorbankan segalanya demi lelaki yang tidak tahu diri. “Gimana Ta? Udah lega?” Sindir Dicky dengan tatapan sinis menatap Genta. “Apanya?” Tanya Genta tidak paham kearah mana ucapan Dicky. Semenjak Genta mengatakan keputusannya perihal kehamilan Zeta, ia angkat tangan. Dicky sedikit sensitive kepada Genta. “Demi elo! Dia memilih angkat kaki dari kantor ini!” Ucap Dicky dengan sarkas membuat Genta membe

  • Menaklukan Hati Pria Dingin   Limapuluh Enam

    “Kamu benar-benar mau resign Ta?” Tanya Adi memandang tidak percaya pada Zeta yang tiba-tiba mengajukan surat pengunduran diri kepadanya. Zeta tersenyum kemudian menunduk membenarkannya. Ia sudah memantapkan hatinya untuk mengundurkan diri saja, terlebih begitu mamahnya mengetahui kehamilannya. Memang ia mendapatkan kemarahan mengerikan dari seorang mamahnya yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Tapi dari beliau, Zeta dikuatkan untuk tetap mempertahankan anak dalam perutnya tidak peduli Genta yang tidak mau bertanggung jawab. Baginya dukungan mamahnya kini adalah kekuatannya, disini ia tidak mendapatkan rengkuhan hangat hanya Dicky saja yang tetap mendukung apa yang ia lakukan selama ini. Salsa sahabatnya sampai saat ini bahkan enggan berbicara dengannya. “Coba kamu jelaskan apa yang menjadi alasan kamu mengundurkan diri?” Tanya Adi mencoba menggoyahkan tekad Zeta untuk tidak keluar dari perusahaan. Zeta, karyawan kompeten yang selalu mengusulkan beberapa project yang sukses medo

  • Menaklukan Hati Pria Dingin   Limapuluh Lima

    Zeta membuka matanya perlahan karena suara ibunya tak kunjung ia dengar. Zeta tercengang, mamahya terdiam dan menatapnya nanar, dari sudut matanya yang berapi-api menyimpan kemarahan di atas ubun-ubun, air matanya yang mengalir dalam diam mencurahkan rasa kecewanya pada anaknya. “Mah Zeta!”PLAAKKK…. Ucapan Zeta terpotong begitu tamparan tangan Mila sukses mendarat di pipi kirinya. Zeta terdiam, terkejut bukan kepalang karena mamahnya memukulnya untuk pertama kalinya. Zeta memejamkan matanya, rasa ngilu tiba-tiba menyerang dadanya begitu dashyat membuat air matanya luruh. “Zeta! Ini bukan hal sepele, kenapa kamu menyembunyikan semua itu dari Mamah!” Bentak Mila tak kuasa, menghapus kasar air matanya yang mengalir membasahi pipinya. “Sudah berapa bulan?” Hardik Mila begitu Zeta bungkam justru menangis terisak. Suasana makan malam yang biasa penuh dengan suara Zeta yang menceritakan kesehariannya dengan Mila berubah menjadi sangat kacau. Hilang selera makan keduanya. “Baru sekitar

  • Menaklukan Hati Pria Dingin   Limapuluh Empat

    Semua yang berangkat dalam perjalanan bisnis, menyelesaikan tugasnya lebih awal daripada deadline yang diberikan. Tentu saja menjadi momen yang sangat berharga, semuanya mengadakan pesta untuk merayakan keberhasilan mereka, tak tanggung-tanggung mereka berani memesan sebuah bir dengan kadar alcohol lumayan membuat mabuk. Semuanya meneguknya, kecuali Zeta yang memilih menghirup udara segar di balkon penginapan. Pertama kalinya melakukan perjalanan berhari-hari tanpa seorang ibu yang mendampinginya di sebelahnya. Genta yang sudah dalam keadaan setengah mabuk tertawa meremehkan begitu matanya menangkap sosok Zeta yang menurutnya gadis itu terlalu sok suci. Tidak ikut seperti rekan-rekannya yang lain tampak biasa saja menikmati pesta yang berjalan. “Lagi lihatin apa sih lo?” Tanya Dicky melihat Genta yang tak kunjung meneguk gelas terakhir alcohol di tangannya justru sibuk memperhatikan sesuatu dengan beberapa kali mengerjapkan matanya, wajar saja begitu ia merasa mabuk pandangannya mul

  • Menaklukan Hati Pria Dingin   Limapuluh Tiga

    Lelaki itu menunggu seseorang di dalam toilet perempuan, berkali-kali ia mengigit kukunya matanya menatap cemas sekitar. Seperti seseorang yang mengalami depresi ia mondar-mandir dengan setia menunggu seseorang di dalam untuk keluar. Mata Genta merah, ia tidak kuasa menahan emosinya yang meledak-ledak begitu Zeta memberi tahunya dia tidak bisa menggugurkan kandungannya, kini ia mengetahui obat yang ia berikan pada Zeta tidak kunjung di minum oleh gadis muda itu. Sedangkan di dalam toilet Zeta terus merasakan mual di perutnya, menatap wajahnya di pantulan cermin tampak begitu lemas dengan efek kehamilan mudanya. Wajahnya pucat karena dia sudah mondar-mandir kamar mandi sejak tadi. Ia mengetahui seseorang telah lama menunggunya diluar kamar mandi. Ia mengeringkan wajahnya, ia sudah siap menghadapi laki-laki yang arogan itu. Baru saja ia membuka pintu kamar mandi sebuah tangan kekar menariknya untuk naik lift menuju atap kantor. Seperti biasa, menepi untuk bisa berbicara dengan leluasa

  • Menaklukan Hati Pria Dingin   Sembilan

    “Ira!” Panggil Zeta dengan suara yang sedikit bervolume dibandingkan sebelumnya. Membuat sag pemilik nama Ira menghentikan motornya yang baru saja ia akan menancap gas.“Ini, lupa kan?” Tanya Zeta menyodorkan sebuah kotak bekal yang rupanya berisikan bolu yang ditawarkan.“Oh iya lupa Ta!” Ucap Ira

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status