FAZER LOGIN"Nah, sekarang lepas blusnya." Pandangan mereka bertemu. Stefan hanya menggerakkan tangannya memberi isyarat. "Kamu dengar kan, Tuan Putri?" "Baik, Pak." Menjadi asisten eksekutif dengan gaji besar tidak selalu menyenangkan, sampai Yesica mengetahui bahwa pekerjaannya tidak hanya administratif. Ia harus melayani empat bos tampan sekaligus, baik secara profesional maupun pribadi. Yesica menerima tawaran kontrak aneh itu karena membutuhkan uang dan stabilitas. Ia mengira ini adalah awal kesuksesannya. Namun semua itu salah besar, setelah ia menyadari bahwa Stefan, Giancha, Kairo, dan Andree tidak hanya mencari sekretaris atau asisten pribadi, melainkan seseorang yang harus selalu tersedia untuk memenuhi kebutuhan hasrat mereka. Bisakah Yesica tetap berpikir jernih dan bekerja secara profesional dalam situasi seperti itu? Atau ia akan menerima sepenuhnya perannya dan menjalani hidup sebagai peliharaan milik mereka?
Ver maisSambil menunggu panggilan dari Stefan, Yesica menyesap kopinya di meja. Tubuhnya terasa gelisah, hasrat yang membara mendesak untuk segera terpuaskan, tapi dia memutuskan untuk menahannya sampai di rumah nanti. Masih banyak imajinasi yang bisa dia mainkan sendiri."Yesica."Suara berat Stefan membuat bulu kuduk Yesica merinding. Dia segera mengambil buku catatan, menyesap kopinya habis, lalu berjalan masuk ke ruangan pria itu. Stefan menunjuk kursi yang sama seperti saat dia duduk di hari Jumat, lalu duduk bersandar di balik mejanya."Gimana semuanya sampai hari ini?"Wajah Yesica memerah mendengar pertanyaan itu. Persis sama dengan yang diucapkan Kairo tepat sebelum pria itu mulai mengecup lehernya. Jari-jarinya bahkan terasa gatal mengingat jejak bibir Kairo tadi."Baik, Pak. Aku banyak belajar dan nggak sabar pengen bisa lebih cepat kerjaannya."Mata biru Stefan menatapnya intens, menelusuri setiap inci tubuhnya dari kejauhan."Keperluanku mungkin sedikit lebih rumit dibanding yan
Napas Yesica lega begitu mereka kembali ke kantor. Sepanjang perjalanan naik lift, suasana di antara para pria itu hening total.Andree mengajaknya masuk ke ruangannya lalu menutup pintu."Oke, sekarang kita bahas soal pekerjaanmu yang sebenarnya."Pria itu menyunggingkan senyum tenang. Perlahan, rasa tegang akibat pertemuan dengan Hayes mulai hilang dari dada Yesica.Mereka duduk di sofa, lalu Andree menjelaskan segala hal yang harus dikerjakan. Ada laporan harian yang harus dibuat dan dikirim lewat surel, serta beberapa pekerjaan pengarsipan. Andree bahkan mengajaknya melihat lemari arsip di ruangan dekat dapur kantor.Sekitar setengah jam berlalu, Andree akhirnya berdiri dengan enggan."Aku sangat menikmati pagi ini."Andree mengulurkan tangan, membantu Yesica berdiri dan berdiri tepat di hadapannya."Aku juga."Yesica tersenyum, tapi pikirannya sejenak melayang kembali pada insiden tadi. Seolah kejadian itu sudah berlalu sangat lama. Dia sempat berpikir Hayes takkan berani bertind
Ada yang jelas-jelas tidak beres dengan cara Hayes menatap Yesica saat makan siang tadi. Yesica terlihat begitu tegang sampai-sampai Giancha heran garpu di tangannya tidak bengkok. Saat wanita itu keluar menuju toilet, yang lain hanya melihat sekilas, tapi Giancha tak melepaskan pandangan dari Hayes yang jelas-jelas mengikuti gerakannya dengan mata tak berkedip.Pria itu jauh lebih tertarik pada Yesica daripada membahas keamanan bisnisnya sendiri, bisnis yang konon akan ia warisi. Tidak mengejutkan sama sekali saat Hayes meminta diri beberapa menit setelah Yesica pergi.Giancha tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama seperti saat kasus Relix dulu. Ia harus melindungi teman-temannya lebih baik lagi. Saat itu, tidak ada yang menyangka Relix akan berani memeras mereka. Tidak ada yang curiga. Termasuk dirinya. Ia merasa telah mengecewakan mereka.Kalau ada sesuatu yang terjadi di antara Yesica dan pria itu, Giancha harus tahu. Ia menepuk bahu Stefan pelan memberi kode kalau ia akan kel
Andree dan Kairo sudah ada di sana. Giancha menarik kursi untuknya, dan Yesica pun duduk. Giancha duduk di sebelah kirinya, sementara Stefan duduk di sebelah kanannya."Alasan lain kenapa kami rasa kamu nggak perlu tahu detail klien ini sebelumnya ... karena kamu pernah kerja buat mereka." Stefan baru saja selesai bicara saat pintu ruangan terbuka.Rasa penasaran memenuhi hati Yesica. Ia pernah magang di banyak tempat, jadi bisa siapa saja.Yesica ikut berdiri bersama yang lain, lalu napasnya tercekat saat melihat Hayes Lukito dan ayahnya, Soniawan Lukito, masuk ke dalam. Jantungnya berdegup kencang, telapak tangannya langsung basah oleh keringat. Ia memaksakan senyum, berharap mereka belum menyadarinya. Tubuh kekar Stefan seolah menjadi tameng, menyembunyikan sosoknya dari pandangan mereka.Para pria itu saling bersalaman dan memperkenalkan diri.Hayes memang tampan tak terbantahkan dengan rambut pirang berantakan dan mata biru muda. Wajahnya yang rupawan membuat banyak wanita tergil












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.