TERIKAT KONTRAK TERLARANG DENGAN 4 CEO MESUM

TERIKAT KONTRAK TERLARANG DENGAN 4 CEO MESUM

last updateÚltima atualização : 2026-04-23
Por:  DityaREm andamento
Idioma: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Classificações insuficientes
20Capítulos
14visualizações
Ler
Adicionar à biblioteca

Compartilhar:  

Denunciar
Visão geral
Catálogo
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP

"Nah, sekarang lepas blusnya." Pandangan mereka bertemu. Stefan hanya menggerakkan tangannya memberi isyarat. "Kamu dengar kan, Tuan Putri?" "Baik, Pak." Menjadi asisten eksekutif dengan gaji besar tidak selalu menyenangkan, sampai Yesica mengetahui bahwa pekerjaannya tidak hanya administratif. Ia harus melayani empat bos tampan sekaligus, baik secara profesional maupun pribadi. Yesica menerima tawaran kontrak aneh itu karena membutuhkan uang dan stabilitas. Ia mengira ini adalah awal kesuksesannya. Namun semua itu salah besar, setelah ia menyadari bahwa Stefan, Giancha, Kairo, dan Andree tidak hanya mencari sekretaris atau asisten pribadi, melainkan seseorang yang harus selalu tersedia untuk memenuhi kebutuhan hasrat mereka. Bisakah Yesica tetap berpikir jernih dan bekerja secara profesional dalam situasi seperti itu? Atau ia akan menerima sepenuhnya perannya dan menjalani hidup sebagai peliharaan milik mereka?

Ver mais

Capítulo 1

Wawancara Kerja

"Yesica Melati ... datang untuk wawancara di Malaka Technology Group."

Yesica berhasil mengucapkan kalimat itu dengan tenang, meski jantungnya berdegup kencang. Ini wawancara keempatnya sejak lulus kuliah, setelah mengirimkan lima puluh surat lamaran. Jika kali ini gagal juga, dia harus pulang ke kampung membantu orang tuanya di kebun dan mengubur mimpinya untuk sukses di Jakarta.

Wanita resepsionis itu melirik sekilas sebelum menekan tombol interkom dan menempelkannya ke telinganya.

"Ada Yesica Melati di sini, Pak." Dia diam sejenak, lalu matanya kembali menatap Yesica. "Baik."

"Astaga, apa ada yang salah dengan baju ini?" gumam Yesica buru-buru mengecek kancing blus putihnya dan memastikan rok pensilnya tidak bergeser.

Benar saja, salah satu kancing terasa agak ketat di bagian dada, tapi mau bagaimana lagi?

Itu ukuran terbaik yang ada. Dia belum punya uang untuk beli baju baru atau menjahitnya. Untuk saat ini, dia bersyukur masih bisa beli tiket kereta untuk bulan depan.

"Silakan naik sekarang." Wanita itu menyodorkan kartu akses dengan senyum tipis. "Pakai lift di belakang. Kartu ini untuk ke lantai paling atas. Jangan lupa dikembalikan saat keluar."

"Makasih."

Yesica mengambil kartu itu dan berjalan menuju lift. Di sana banyak orang lalu lalang, tapi lift yang ditunjuk kosong melompong. Dia menarik napas panjang sebelum menekan tombol.

Matanya mengamati lobi yang ramai. Sebuah harapan besar mulai membuncah. "Semangat... Aku bisa jadi salah satu dari mereka. Datang kerja, lalu nongkrong bareng sama teman-teman baru setelah pulang kantor," batinnya.

Tentu saja dia harus cari teman dulu, tapi di perusahaan sebesar ini pasti banyak cewek seusianya yang mau berteman.

Pintu lift terbuka.

Inilah saatnya.

Yesica menggesek kartunya, dan lift mulai bergerak naik. "

Pengalamannya memang minim, tapi justru itu alasannya dia butuh pekerjaan ini.

"Ya Tuhan, semoga saja diterima."

Dari semua lowongan yang dia lamar, ini yang paling dia inginkan. Malaka Technology Group adalah perusahaan keamanan siber ternama. Posisi asisten eksekutif ini bukan cuma soal administrasi, tapi bisa jadi batu loncatan untuk kariernya ke depannya.

Ting!

Lift sampai di tujuan. Saat pintu terbuka, Yesica hampir tak kuasa menahan kekaguman. Lantai ini sangat mewah, modern, dan terlihat sangat berkelas dengan dominasi kaca, kayu gelap, dan marmer.

Langkah kakinya terdengar nyaring di lantai. Di tengah ruangan ada meja resepsionis kecil yang mengelilingi beberapa ruang kerja dan satu ruang rapat besar. Jendelanya yang luas menampilkan pemandangan gedung-gedung pencakar langit di sekitar SCBD.

"Nona Melati."

Suara berat itu terdengar jelas, membuat Yesica refleks berbalik. Pandangannya pertama kali jatuh ke dada bidang yang tersampir rapi dalam setelan jas mahal itu.

 Pelan-pelan dia mendongak, melihat dagu yang tercukur rapi, bibir tebal yang tersenyum ramah, hidung mancung, hingga sepasang mata biru bening yang sangat memikat. Rambut hitamnya diikat rapi. Pria ini sungguh tampan luar biasa.

Wajah Yesica langsung memanas.

"Gawat, kalau bosnya sekeren ini, bisa kacau kerjaku nanti. Bisa-bisa kertas yang aku pegang belepotan karena ngiler, dan aku bakal terus natap dia kayak orang kelaparan!" batinnya.

Pria itu mengulurkan tangan. Yesica buru-buru menenangkan diri. "Tenang... Aku butuh kerjaan ini."

Saat tangan mereka bersentuhan, ada aliran listrik yang terasa. Yesica menelan ludah, berusaha menahan napas agar tidak terdengar berdebar kencang saat rasa tertarik itu muncul begitu saja di perutnya. Dia pun memaksakan senyum.

Alis pria itu terangkat, dan senyumnya makin lebar.

"Aku Kairo Raveen, Direktur Teknologi."

"Senang bertemuuu."

Jantung Yesica berpacu cepat. Dia buru-buru melepaskan jabatannya, takut kalau kelamaan bisa melantur yang tidak-tidak. Otaknya bercampur aduk antara sopan santun dan bayangan betapa seksi pria di depannya ini.

Kairo menunjuk ke arah ruang rapat. "Ayo ikut aku!"

"Ayo dong, ke mana aja deh asal sama kamu," jawab Yesica dalam hatinya.

Untung saja Kairo langsung berbalik, memberinya waktu sebentar untuk mengatur napas sebelum mengikutinya.

Saat Kairo menarikkan kursi untuknya, Yesica duduk dengan hati-hati. Ada senyum kecil yang terlihat mengembang di bibir Kairo saat dia berjalan mengelilingi meja dan duduk di hadapannya.

"Maaf ya, yang lain sebentar lagi datang. Mereka lagi rapat panjang." Kairo menyatukan kedua tangannya di atas meja.

Yesica sadar pikirannya mulai melantur membayangkan tangan-tangan itu menyentuh tubuhnya. Dia ingin sekali menepuk jidat sendiri supaya sadar.

Ini wawancara kerja, dan kualifikasinya pun sebenarnya pas-pasan. Tapi untungnya saat wawancara telepon dengan Giancha Prajiwaksono, dia terlihat cukup menjanjikan meski minim pengalaman. Yesica sudah berjanji kalau dia akan berusaha cepat beradaptasi dan tidak akan mengecewakan.

Secara teknis ijazahnya lengkap, tapi pengalaman kerjanya belum seberapa dibanding ekspektasi mereka. Ini adalah langkah besar, mimpi besar, dan kalau diterima, masa depannya pasti cerah.

Kairo tersenyum santai. "Ceritain sedikit tentang diri kamu dong sambil nunggu. Ehemmm ... Nggak bakal lama kok."

Yesica menyilangkan kaki dan mencondongkan tubuh sedikit ke depan.

"Aku lulusan magister manajemen dengan nilai terbaik dari Universitas Negeri Malang. Selama liburan, aku sering magang di beberapa perusahaan di Jakarta."

Kairo mengangkat tangan, memotong pelan. "Terus kenapa nggak kerja di tempat kamu magang dulu?"

Pertanyaan klasik yang selalu muncul. Yesica belum menemukan jawaban yang pas.

"Visi mereka beda dengan apa yang aku mau. Aku nggak mau cuma lakukan hal kecil dan duduk di depan komputer delapan sampai sepuluh jam sehari. Aku butuh tantangan lebih dari sekadar bikin laporan dan nyeduh kopi. Tapi ... aku jago bikin kopi lho."

"Oke, noted. Aku bisa jadi monster kalau belum minum kopi pagi-pagi." Kairo bersandar santai, lalu matanya menyapu seluruh tubuh Yesica dari atas ke bawah.

Yesica merasakan bulu kuduknya merinding.

"Maaf kami terlambat."

Suara itu terdengar familiar. Yesica langsung mengenalinya sebagai suara Giancha Prajiwaksono yang dia dengar lewat telepon. Suara berat yang merdu.

Yesica berdiri menyambut. Lututnya rasanya lemas sekali. Di depannya sekarang berdiri tiga pria yang tampak baru keluar dari majalah mode. Semua tinggi, ganteng, dan berwibawa sama seperti Kairo.

Jantung Yesica berdegup kencang bukan main.

"Stefan Wongso, CEO." Pria berambut pirang rapi dengan mata biru tua yang tajam melangkah maju dan mengulurkan tangan.

Yesica berusaha keras agar tidak terlihat kepanasan atau malah pingsan, lalu menjabat tangan pria itu dengan percaya diri. Sentuhan tangan besar yang kuat itu membuat gairah menjalar ke seluruh tubuhnya.

Expandir
Próximo capítulo
Baixar

Último capítulo

Mais capítulos

Para os leitores

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Sem comentários
20 Capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status