LOGINPergi merantau ke Ibukota untuk mengubah nasib, Joanna terjebak dalam pekerjaan paruh waktu setelah beberapa perusahaan menolaknya. Tetapi, siapa sangka, seseorang menawarkan pekerjaan yang menjanjikan, menjadi seorang istri paruh waktu dari laki-laki bernama Arkatama Dewangga seorang pria yang terkenal dingin. Menjadi istri jauh dari rencananya, tetapi uang menjadi faktor utama Joanna rela terjebak dalam pekerjaan konyolnya, menjadi seorang istri Arkatama. Tanpa adanya cinta dan sayang. Akankah Joanna mampu atau berhenti dari pekerjaannya setelah mengetahui semua rahasia dari Tama? Mampukah dia mempertahankan pernikahannya?
View MoreHari ini Joanna tidak berniat untuk keluar dari kasur barang satu langkah. Persetan dengan weekend, Joanna hanya ingin menghabiskan hari Sabtu dengan tidur dan tidur. Tidak peduli apa itu mandi, toh, hari ini dia tidak akan keluar dari kosan. Energinya terkuras habis, ditambah teguran dari atasan yang dia terima, padahal itu bukan kesalahan dia. Memikirkannya saja membuat Joanna muak. Joanna menarik selimutnya kembali, tidak tahu berapa jam dia sudah tidur sampai beberapa nada dering mengusik agenda tidurnya. Dia melanjutkan kembali tidurnya, sampai sebelum akhirnya terdengar ketukan keras dari pintu kamar kos. Tok..tok..toktok...tok..tokTidak ada jawaban dari sang pemilik kamar."Kak Joanna?" panggilan pertama dari seorang perempuan yang terus mengetuk pintu kamarnya."Kak Joanna ada di dalam?" panggilan kedua dengan nada yang cukup kencang dan ketukan di pintu yang semakin keras.Sampai pada panggilan ketiga, cukup membuat Joanna tersadar, "Kak Joanna di depan ada calon suami Ka
Setelah fitting tadi, Joanna sejujurnya sangat malu kepada Tama, perutnya tiba-tiba berbunyi ketika dia menolak ajakan Tama untuk makan terlebih dahulu. Masalahnya, disana bukan hanya ada Tama saja, tapi beberapa staff yang membantu fitting tadi ikut mendengar suara berisik dari cacing-cacing penghuni lambung Joanna. Jujur saja, rasanya Joanna ingin kabur dari mereka. Karena sudah merasa 'sok' tidak lapar padahal kenyataannya dia sangat lapar. Suasana sore Jakarta tidak ada bedanya, hangat ketika sore menyapa berbeda ketika siang tadi. Kini Joanna dan Tama sedang berada di Blok M. Sesuai request Joanna ketika tadi Tama bertanya kepada Joanna ingin makan apa. Joanna hanya menjawab Blok M, jelas itu bukan makanan tapi tempat. Untungnya Tama tidak mempersalahkan itu, karena mungkin Tama sudah tahu maksud dari ucapan Joanna. Blok M surganya kuliner. "Woahhh... Gak ada di Bandung tau Mas, Blok M!" Seru Joanna ketika mereka sampai di area Blok M. Matanya berbinar bahagia ketika akhirnya
Joanna memilih pulang dari kafe ke kosan dengan berjalan kaki, karena jarak antara kosan dan kafe dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 15 menit. Meski begitu, 15 menit cukup membuat Joanna seperti telah berlari 3 putaran di Gasibu. Kenapa Joanna tidak memilih untuk pesan ojek online atau naik transportasi umum? Alasannya, meski biaya tersebut tidak seberapa bagi sebagian orang, tapi bagi Joanna, dengan gaji imutnya, dia harus pintar-pintar mengelola keuangannya dengan baik. Meski Joanna harus mengeluh setiap kali matahari Jakarta yang selalu menyengat seperti gigitan tawon. Untungnya hari ini dia dapat kopi gratis yang menjadi penyelamat di tengah panasnya Jakarta, karena kafe tadi sedang trial menu baru. Joanna berniat meminum kopi tersebut setelah dia sampai di kosnya.Dari radius 400 meter, Joanna melihat mobil SUV berwarna hitam yang telah terparkir di depan kosnya. Artinya, Tama memang sudah sampai sedari tadi dan dia tetap disana, meski Joanna telah menyuruh Tama untuk pulan
Melihat kondisi kafe yang cukup ramai dikarenakan jam makan siang sudah tiba, Joanna merasa tidak salah ambil keputusan untuk tetap masuk shift pagi setelah sebelumnya dia izin untuk masuk shift malam. Tadi pagi, dia mendapat kabar dari Tama bahwa agenda fitting dimundurkan menjadi jam 15.30, satu jam lebih setelah waktu kerjanya selesai. Tentu Joanna sempat kesal karena merasa tidak enak kepada Naya yang telah bersedia untuk bergantian shift.“Untung lo masuk hari ini Jo, gak kebayang gue handle berdua sama Farhan, pingsan gue yang ada.” Imbuh Naya di sela-sela tangannya yang sibuk meracik matcha latte.Joanna terkekeh dibalik face shield yang dia kenakan. Tau maksud dari ucapan Naya karena rekan satunya lagi, yaitu Sasa, sering mangkir dari pekerjaannya, “Sibuk kali?” terka Joanna.“Sibuk ngejar cowo sampe lupa kalo dia sebenernya dimanfaatin doang, brengsek bukan? Udah tau gak baik, masih aja di pertahanin.” Gerutu Naya.Farhan keluar dari balik dapur dengan tangan penuh membawa ba












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.