Masuk"Baik, aku mengerti."Selesai berbicara, Lucas tidak langsung pergi."Ada apa lagi?"Lucas masih berdiri di sana, itu artinya masih ada hal penting yang belum dikatakannya. Namun, dilihat dari ekspresi ragunya, sudah tahu itu adalah hal yang sangat merepotkan."Kita sudah kehilangan beberapa proyek. Awalnya kita berencana menggunakan proyek-proyek itu untuk membalikkan keadaan, tapi ada yang mengakuisisinya dengan harga tinggi."Selesai berbicara, Lucas melangkah mundur satu langkah dan menundukkan kepalanya untuk menunggu ledakan amarah Alendo."Lupakan saja, hal ini juga bukan salahmu."Awalnya Alendo memang ingin melampiaskan amarahnya, tetapi pada akhirnya dia meletakkan gelas anggurnya dalam diam.Dia tahu ini bukan kesalahan Lucas.Dia sendiri yang tanpa sadar telah menyinggung seorang tokoh hebat, sampai-sampai ditargetkan seperti ini."Sebelumnya aku memintamu untuk membuat janji temu dengan Tuan Besar Keluarga Jamando, apa sudah berhasil?"Terakhir kali saat di pesta ulang tah
Hanya saja, dia tidak akan membocorkan informasi ini pada ibunya.Saat memikirkan hal-hal itu, Kesya merasa kepalanya agak berdenyut sakit. Dia menarik napas dalam-dalam, lalu membenamkan dirinya ke dalam air.Saat dia merasa hampir tidak bisa bernapas, dia tetap tenang. Ini adalah momen dirinya menikmati waktu sendiri.Saat dia benar-benar sudah tidak tahan lagi, dia baru keluar dari dalam air, lalu menghirup udara segar, seakan-akan semua beban dalam hatinya sudah menghilang tanpa meninggalkan jejak.Setelahnya, Kesya terus dikurung di dalam rumah, tidak bisa keluar.Andelin benar-benar tidak hanya sekadar omong saja soal ini.Ditambah lagi pesta ulang tahun Kesya sudah berakhir, tidak ada cara penting yang perlu dihadirinya lagi.Karena kejadian sebelumnya, Andelin masih ditertawakan oleh orang-orang di belakang, juga membuatnya merasa sangat malu.Namun, dengan identitasnya, terlepas dari seberapa arogan orang-orang itu, mereka juga tidak berani mengatakan apa pun di hadapannya, ja
Tetap saja Kesya terlalu naif. Walaupun dia sudah mengenal ibunya, tetapi dia juga belum melihat dengan jelas sepenuhnya.Kala itu, Andelin memang merasa agak menyesal. Namun, kejadian itu sudah berlalu, dia tidak akan menyalahkan dirinya sendiri, sebaliknya hanya akan melemparkan kesalahan pada orang lain.Andelin hanya merasa itu adalah kesalahan Linko, juga kesalahan putrinya karena tidak menangani hubungan asmara sebelumnya dengan baik."Sekarang Linko sudah terluka dan masuk rumah sakit. Saat ini, kita juga nggak bisa pergi menyalahkan mereka lagi, hanya bisa melihat apakah Keluarga Demode akan menunjukkan sikap mereka."Dalam hatinya, Andelin tahu ada hal-hal yang bisa dilakukannya, tetapi begitu dia melakukannya, mungkin akan memengaruhi posisinya.Dia memang sangat ingin menuntut keadilan untuk putrinya, tetapi sebagai presdir Grup Biston, hal-hal yang perlu dipertimbangkannya sangatlah banyak. Dia tidak bisa bertindak gegabah."Aku juga memang nggak mengharapkanmu untuk membal
"Sebelumnya aku sudah menjelaskan semuanya padamu, tapi nggak kamu anggap serius."Kesya merasa lelah secara fisik maupun mental. Seberapa banyak pun yang dikatakannya, ibunya tidak akan mendengarkannya.Karena dalam benak Andelin, dia adalah orang yang tidak mengerti apa-apa.Kesya merasa dia tidak perlu memberikan penjelasan lagi."Kamu masih melawan? Memangnya yang kukatakan itu nggak benar? Kalau kamu bicara secara baik-baik dengannya, bagaimana mungkin kalian nggak bisa putus?""Terlebih lagi, Linko yang lebih dulu berbuat salah, kamu bisa menggunakan hal ini untuk menuntutnya berinisiatif untuk putus. Hal seperti ini saja nggak bisa kamu lakukan dengan baik, sampai-sampai muncul situasi seperti sekarang ini.""Sekarang, seluruh Provinsi Aste sedang mentertawakan kita di belakang. Kejadian hari ini benar-benar memalukan."Andelin benar-benar tidak bisa menoleransi hal seperti ini, itulah sebabnya dia sangat marah.Kalau Kesya bukan putrinya, mungkin dia sudah mengusir gadis muda i
Beberapa orang gadis muda itu agak tidak senang, tetapi mereka juga tahu memperoleh informasi seperti itu sangat membantu mereka, jadi tentu saja mereka juga tidak akan mengucapkan kata-kata yang tidak mengenakkan."Yah, seharusnya kalian lebih banyak memperhatikan soal itu. Jangan sampai suami pilihan kalian yang kalian anggap sempurna itu malah memiliki utang yang sangat besar. Kalau kalian sampai menikah dengan orang seperti itu, malah jadi seperti harus membantu orang miskin.""Ya, memang Kak Maydel yang penuh pertimbangan.""Jangan menyanjungku lagi di sana. Kejadian yang menimpa Kesya kali ini memang sangat menarik, seharusnya ada orang yang membantunya di belakang.""Intinya, kalian perhatikan saja terus, pasti akan ada kelanjutannya."Maydel Moeis tersenyum misterius. Kemudian, dia mengambil segelas kopi di atas meja, lalu menyesapnya.Acara pertemuan sore seperti ini memang dilakukan agar para nona keluarga terpandang seperti mereka bisa saling bertukar informasi.Kompleks vil
Sebagian besar orang yang tahu kejadian ini hanya berperan seperti penonton, ingin melihat apa konsekuensi yang akan dihadapi oleh Linko.Setelahnya, mereka baru tahu ternyata Linko masuk rumah sakit pada hari itu juga, satu lengannya sudah dilumpuhkan.Provinsi Aste selalu saja dipenuhi dengan drama. Sebagian besar dari keluarga besar memiliki akses informasi yang sangat cepat.Beberapa orang nona keluarga terpandang yang menghadiri pesta ulang tahun berkumpul bersama sambil menikmati camilan sore. Pada saat bersamaan, mereka juga membicarakan tentang hal ini."Tuan Muda Keluarga Demode telah dilumpuhkan oleh Andelin begitu saja!""Ya, detail kejadiannya nggak diketahui. Saat aku pergi hari itu, Linko benar-benar sangat arogan. Dia memanggil sekelompok petarung ke sana, menghancurkan lokasi pesta. Saat itu situasi sangat kacau, jadi kami pun pergi dengan terburu-buru."Dini Hutapea yang menghadiri pesta waktu itu mengucapkan beberapa patah kata itu dengan santai.Namun, kelihatan jela
Keesokan harinya, Luna kembali disibukkan dengan urusan pekerjaannya.Hari ini dia sudah janjian dengan Kresna Tanaka, kepala Bank Banyuli untuk membicarakan tentang pinjaman, sedangkan Ardika tetap berada di rumah mengerjakan pekerjaan rumah.Sebelum dia sempat menyelesaikan pekerjaan rumahnya, Draco
"Tuan Ardika."Hendy yang dari tadi terus menunggu di luar ruang pribadi bergegas menyambutnya."Di ruang pribadi 888 ada seorang nona yang bernama Claudia, tolong kamu atur orang untuk mengantarnya pulang."Selesai memberi instruksi, Ardika langsung berjalan menuruni tangga.Handoko masih sedang bersen
"Bukankah Adrian dan Derick sudah meminta maaf pada pemilik Hotel Puritama secara terbuka? Unggahan mereka bahkan masuk dalam daftar pencarian berita terhangat. Aku dengar-dengar, latar belakang pemilik hotel ini nggak biasa. Dia bahkan bisa menggerakkan pasukan khusus!"Para pria lebih tertarik pada
Ketika melihat Jenny datang, ekspresi Budi menjadi dingin.Budi masih membiarkan wanita ini hidup karena sebelum anaknya menjadi kasim, Tony sempat berhubungan badan dengan wanita ini.Kalau Jenny memiliki keturunan Keluarga Susanto, Budi akan membiarkan Jenny hidup sampai anaknya lahir.Kalau tidak, J







