Beranda / Urban / Menantu Pahlawan Negara / Bab 2889 Sepertinya Sedikit Populer

Share

Bab 2889 Sepertinya Sedikit Populer

Penulis: Sarjana
Kalau hari ini dia tidak menginjak mati bocah ini, kalau sampai hal ini tersebar luas, bukankah Willem sendiri yang akan menjadi bahan tertawaan di kalangannya?

Bagaimana dia bisa bertahan di ibu kota provinsi lagi di kemudian hari?

Setelah berpikir demikian, Willem berkata dengan dingin, "Eh, tua bangka, jangan ikut campur di sini! Minggir sana!"

"Kalau nggak, saat aku mulai beraksi, kamu malah menyalahkanku nggak menghormati lansia!"

Raja Obat sudah berbicara secara baik-baik, tetapi siapa sangka Willem malah berbicara dengan nada bicara tidak sopan padanya, bahkan mengatainya "tua bangka"!

Sebagai salah satu dari tiga dokter genius Gotawa, Raja Obat bukannya sama sekali tidak bisa marah.

Dia hanya memperhatikan kondisi kesehatannya sendiri, memiliki etika yang bagus.

Namun, hari ini dia malah diinjak-injak oleh sekelompok anak muda lagi dan lagi. Jadi, dia juga sudah agak emosi. Saat itu juga, dia berkata dengan ekspresi muram, "Anak Muda, bahkan kalau ayahmu yang datang, juga nggak
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3402 Permintaan Apa Tidaklah Penting

    "Sekarang kelihatannya keputusan ketua kami sangat bijaksana."Ya, memang kata-kata itu memang enak didengar, tetapi pernahkah Organisasi Fierchi Tigor mempertimbangkan bahaya mengirim Kyoko?Sekarang Ardika bertahan hidup, itu telah membuktikan dia pantas membuat Organisasi Fierchi Tigor menghadapi risiko.Bagaimana kalau dia mati?Paling tidak itu bisa membuat Lesti berutang budi pada Organisasi Fierchi Tigor.Jadi, apa pun hasil akhirnya, dalam aksi kali ini Organisasi Fierchi Tigor tidak akan rugi.Organisasi Fierchi Tigor memang bekerja sama dengan Ardika, tetapi juga tidak sepenuhnya bekerja sama dengannya.Ardika menggelengkan kepalanya. Benar saja, organisasi pembunuh adalah organisasi pembunuh. Mereka selalu bertindak demi kepentingan, tidak pantas untuk dipercaya selamanya.Ardika berkata dengan dingin, "Kalau begitu, beri tahu ketua kalian itu, utang budi yang kusebutkan sebelumnya sudah lunas.""Sekarang kalian yang berutang budi padaku."Kalau orang lain, menghadapi Organi

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3401 Hal yang Bagus Bagi Kita

    Kyoko sudah mati, boleh dibilang Ardika sudah menyingkirkan satu kekhawatiran.Tentu saja ada anggota kepolisian yang mengurus lokasi rumah duka. Sementara itu, di bawah perlindungan anggota kepolisian, Ardika dan Luna sekeluarga meninggalkan tempat tersebut.Anggota Keluarga Bangsawan Basagita Suraba cabang Provinsi Denpapan juga ikut meninggalkan tempat tersebut.Saat ini sekelompok orang itu sudah ketakutan setengah mati. Mereka takut masih ada pembunuh yang akan datang.Selain itu, mereka juga sudah mulai mengerti. Saat ini paling aman kalau mereka mengikuti Luna sekeluarga. Hal itu bisa dilihat dari seberapa seriusnya para anggota kepolisian itu saat melindungi Luna sekeluarga.Sampai-sampai ke mana pun Luna sekeluarga pergi, mereka juga ikut seperti perangko dengan surat saja.Puluhan orang memasuki vila nomor satu Gunung Halfi, membuat vila mewah yang awalnya luas itu menjadi terkesan sempit."Satu sekeluarga hanya beberapa orang tinggal di vila besar semewah ini benar-benar men

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3400 Kematian Kyoko

    Sama seperti Citra, hingga mati pun Lesti juga tidak menyangka dirinya akan mati dengan cara seperti ini.Ardika tidak turun tangan sendiri.Hanya dengan mengucapkan beberapa patah kata saja, pria itu sudah bisa menghabisinya.Lesti mati dengan tidak wajar, tetapi tanda-tanda kehidupan di matanya tetap memudar dengan kejam. Pada detik-detik terakhir dalam hidupnya, dia melihat Ardika yang tersenyum cerah di sana.Sialan ....'Itu adalah satu kata kasar terakhir yang Lesti ucapkan seumur hidupnya.Melihat Lesti yang sudah berubah menjadi jasad dalam sekejap mata saja, seluruh anggota Keluarga Bangsawan Basagita Suraba diliputi hawa dingin."Ardika, mati saja sana!"Sementara itu, Kyoko yang telah membunuh dua orang sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Dia berteriak dengan marah ke arah Ardika, tetapi tubuhnya malah melesat ke arah Luna."Syuu ...."Ardika sudah menebak hal ini sejak awal. Tubuhnya langsung melesat untuk menghalangi jalan Kyoko.Melihat pemandangan it

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3399 Begitu Dicoba Langsung Mati

    Citra berkata dengan marah, "Selama kamu nggak berbicara omong kosong lagi dan berlutut di hadapan Nona Kyoko, dia akan melepaskan Nenek Lesti!""Ya, benar."Kyoko menimpali dengan seulas senyum dingin menghiasi wajahnya.Ardika melirik Citra, lalu berkata dengan marah, "Ingin aku berlutut? Boleh saja. Tapi kamu harus melepaskan Citra terlebih dulu. Yah, paling nggak kamu harus menunjukkan ketulusanmu padaku dulu, bukan? Kalau nggak, bagaimana aku bisa tahu kamu akan menepati janjimu atau nggak?"Eh? Sejak kapan Ardika si sialan itu menjadi begitu baik hati?' pikir Citra."Krak ...."Saat Citra sedang bertanya-tanya dalam hati, Kyoko langsung mengangkat kakinya tanpa ragu dan menendang lututnya hingga patah."Ahhh ...."Dengan sekujur tubuh berkedut, Citra berteriak histeris. Teriakannya itu sampai memekakkan telinga semua orang di tempat tersebut.Saat ini, akhirnya Lesti baru mulai sadar, dia berteriak dengan suara melengking, "Ardika, kalau kamu berani bicara omong kosong lagi, aku

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3398 Coba Saja Kalau Kamu Berani Menyentuhnya

    "Ardika, dasar bajingan! Apa kamu benar-benar mau aku mati?!"Lesti memelototi Ardika dengan tajam. Kalau sorot mata ada bentuknya, sorot matanya sekarang pasti adalah sebuah jarum baja yang dingin."Kyoko, apa kamu tahu apa yang sedang kamu lakukan?"Sambil menunjuk Lesti, Ardika berkata dengan marah, "Ini adalah tetua Keluarga Bangsawan Basagita Suraba, Nenek Lesti yang memiliki kekuasaan besar. Coba saja kalau kamu berani menyentuh satu jarinya.""Aku jamin kalaupun kamu bersembunyi di Negara Jepara, mereka juga akan tetap bisa menemukanmu dan menghabisimu!"Eh? Ada apa dengan bocah ini?' pikir Lesti.Bahkan Lesti sendiri sampai tertegun sejenak. Bukankah biasanya si Ardika ini yang paling bersikap tidak hormat padanya?Kenapa sekarang bocah itu malah mulai menyanjung dirinya?Namun, sepertinya bocah itu memilih waktu yang tidak tepat untuk menjilatnya.Dia bahkan sudah meminta pembunuh Organisasi Fierchi Tigor untuk datang menghabisi bocah itu sekeluarga, bukankah sudah sangat terl

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3397 Mengancam

    "Lepaskan Nenek Lesti!""Lepaskan Nona Citra!""Kalau kamu melepaskan mereka, kamu bisa meninggalkan tempat ini dengan selamat!"Saat ini, beberapa orang anggota Keluarga Bangsawan Basagita Suraba dan para pengawal itu sudah melangkah maju beberapa langkah dan menegur dengan marah untuk memberikan tekanan pada Kyoko.Melihat ekspresi mereka yang sangat gugup, hal ini membuat Kyoko makin yakin penilaiannya tadi tidak salah.Dua orang yang sedang dia sandera sekarang adalah orang-orang yang berkedudukan paling tinggi di tempat ini.Pantas saja tadi bahkan ayah dan ibu mertua Ardika juga sampai berlutut di hadapan wanita tua dan wanita muda ini.Sepertinya dua orang wanita ini adalah orang-orang yang dijilat mati-matian oleh Ardika sekeluarga, orang-orang yang bahkan tidak berani mereka provokasi.Awalnya Kyoko berencana untuk menyandera ayah dan ibu mertua Ardika.Namun sekarang dia sangat bersyukur dia telah menangkap dua orang wanita ini sebagai sandera.Karena dia tahu jelas dengan ke

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status