Home / Urban / Menantu Pahlawan Negara / Bab 3480 Orang Organisasi Snakei Sudah Datang

Share

Bab 3480 Orang Organisasi Snakei Sudah Datang

Author: Sarjana
Saat dia melihat situasi di sini, dia sedikit mengerutkan keningnya, lalu berjalan kemari dengan langkah kaki cepat.

"Bukankah ini adalah Paman Dikta dari Organisasi Snakei? Apa yang membawamu ke sini?"

Dlio baru saja menoleh, dia sudah melihat sosok yang pernah dihormatinya.

Dia tidak menyangka di saat genting seperti ini akan ada orang yang muncul.

Tidak tahu apakah pria paruh baya itu hanya kebetulan melewati tempat ini, atau datang untuk menjemput orang.

"Apa yang sedang kalian lakukan di si
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3640 Sebaiknya Kamu Jangan Menyelidikinya Lagi

    Asalkan pernah melakukan registrasi di Hotel Biston, Wesanto bisa memikirkan segala macam cara untuk memperoleh data orang tersebut.Namun, setelah dia melakukan penyelidikan lagi dan lagi, dia tetap tidak mendapatkan informasi apa pun.Hal ini membuatnya sangat keheranan. Jelas-jelas orang tersebut pernah menginap di tempat itu, bahkan tinggal di sana cukup lama, seharusnya ada informasi tentangnya. Namun, selain beberapa lembar gambar yang kabur, dia tidak menemukan informasi apa pun."Ini benar-benar aneh. Sebenarnya apa latar belakang orang ini? Bisa-bisanya dia begitu misterius.""Terakhir kali Alendo telah menyinggung seseorang sampai-sampai dia kehilangan proyeknya lagi dan lagi. Sekarang dia ingin menyelidiki Ardika yang misterius ini. Apa mungkin ada hubungan antara dua hal ini?"Sebagai seorang detektif yang terkenal, dia bukan hanya bisa memperoleh informasi orang lain, dia juga mengerti cara menganalisis situasi.Makin dilihat, hal ini makin berbahaya.Ini membuatnya berpik

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3639 Menyelidiki Latar Belakang

    Kala itu, saat Ardika menarik Kesya keluar dari Hotel Biston, kebetulan mobil tersebut sedang menyalakan kamera mobilnya dan menangkap bayangan dua orang tersebut.Tidak mudah bagi Lucas untuk mendapatkan foto ini.Jadi, sekarang dia hanya bisa mencari ahlinya untuk melakukan hal-hal yang membutuhkan keahlian tersebut.Dengan adanya foto, seharusnya mereka bisa menyelidiki latar belakang Ardika, juga bisa menyelidiki beberapa informasi tentang pria itu.Lucas berjalan masuk dari pintu samping, lalu berjalan melewati halaman lantai satu dan naik ke lantai dua.Setibanya dia di lantai dua, dia mengetuk pintu dengan lembut. Tanpa waktu lama, terdengar suara langkah kaki dari dalam.Seorang pria yang mengenakan kaus dan rambut tampak berantakan menatap Lucas dengan tatapan mengantuk."Oh, Kak Lucas, itu kamu! Kalau ada apa-apa, telepon saja. Untuk apa sampai datang sendiri seperti ini?"Sambil berbicara, Wesanto Basuki menyingkir ke samping untuk mempersilakan Lucas masuk.Lucas menatap te

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3638 Acara Lelang

    "Baik, aku mengerti."Selesai berbicara, Lucas tidak langsung pergi."Ada apa lagi?"Lucas masih berdiri di sana, itu artinya masih ada hal penting yang belum dikatakannya. Namun, dilihat dari ekspresi ragunya, sudah tahu itu adalah hal yang sangat merepotkan."Kita sudah kehilangan beberapa proyek. Awalnya kita berencana menggunakan proyek-proyek itu untuk membalikkan keadaan, tapi ada yang mengakuisisinya dengan harga tinggi."Selesai berbicara, Lucas melangkah mundur satu langkah dan menundukkan kepalanya untuk menunggu ledakan amarah Alendo."Lupakan saja, hal ini juga bukan salahmu."Awalnya Alendo memang ingin melampiaskan amarahnya, tetapi pada akhirnya dia meletakkan gelas anggurnya dalam diam.Dia tahu ini bukan kesalahan Lucas.Dia sendiri yang tanpa sadar telah menyinggung seorang tokoh hebat, sampai-sampai ditargetkan seperti ini."Sebelumnya aku memintamu untuk membuat janji temu dengan Tuan Besar Keluarga Jamando, apa sudah berhasil?"Terakhir kali saat di pesta ulang tah

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3637 Menyelidiki Identitasnya

    Hanya saja, dia tidak akan membocorkan informasi ini pada ibunya.Saat memikirkan hal-hal itu, Kesya merasa kepalanya agak berdenyut sakit. Dia menarik napas dalam-dalam, lalu membenamkan dirinya ke dalam air.Saat dia merasa hampir tidak bisa bernapas, dia tetap tenang. Ini adalah momen dirinya menikmati waktu sendiri.Saat dia benar-benar sudah tidak tahan lagi, dia baru keluar dari dalam air, lalu menghirup udara segar, seakan-akan semua beban dalam hatinya sudah menghilang tanpa meninggalkan jejak.Setelahnya, Kesya terus dikurung di dalam rumah, tidak bisa keluar.Andelin benar-benar tidak hanya sekadar omong saja soal ini.Ditambah lagi pesta ulang tahun Kesya sudah berakhir, tidak ada cara penting yang perlu dihadirinya lagi.Karena kejadian sebelumnya, Andelin masih ditertawakan oleh orang-orang di belakang, juga membuatnya merasa sangat malu.Namun, dengan identitasnya, terlepas dari seberapa arogan orang-orang itu, mereka juga tidak berani mengatakan apa pun di hadapannya, ja

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3636 Identitasnya Sudah Pasti Tidak Biasa

    Tetap saja Kesya terlalu naif. Walaupun dia sudah mengenal ibunya, tetapi dia juga belum melihat dengan jelas sepenuhnya.Kala itu, Andelin memang merasa agak menyesal. Namun, kejadian itu sudah berlalu, dia tidak akan menyalahkan dirinya sendiri, sebaliknya hanya akan melemparkan kesalahan pada orang lain.Andelin hanya merasa itu adalah kesalahan Linko, juga kesalahan putrinya karena tidak menangani hubungan asmara sebelumnya dengan baik."Sekarang Linko sudah terluka dan masuk rumah sakit. Saat ini, kita juga nggak bisa pergi menyalahkan mereka lagi, hanya bisa melihat apakah Keluarga Demode akan menunjukkan sikap mereka."Dalam hatinya, Andelin tahu ada hal-hal yang bisa dilakukannya, tetapi begitu dia melakukannya, mungkin akan memengaruhi posisinya.Dia memang sangat ingin menuntut keadilan untuk putrinya, tetapi sebagai presdir Grup Biston, hal-hal yang perlu dipertimbangkannya sangatlah banyak. Dia tidak bisa bertindak gegabah."Aku juga memang nggak mengharapkanmu untuk membal

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3635 Tidak Bisa Hidup Lama Lagi

    "Sebelumnya aku sudah menjelaskan semuanya padamu, tapi nggak kamu anggap serius."Kesya merasa lelah secara fisik maupun mental. Seberapa banyak pun yang dikatakannya, ibunya tidak akan mendengarkannya.Karena dalam benak Andelin, dia adalah orang yang tidak mengerti apa-apa.Kesya merasa dia tidak perlu memberikan penjelasan lagi."Kamu masih melawan? Memangnya yang kukatakan itu nggak benar? Kalau kamu bicara secara baik-baik dengannya, bagaimana mungkin kalian nggak bisa putus?""Terlebih lagi, Linko yang lebih dulu berbuat salah, kamu bisa menggunakan hal ini untuk menuntutnya berinisiatif untuk putus. Hal seperti ini saja nggak bisa kamu lakukan dengan baik, sampai-sampai muncul situasi seperti sekarang ini.""Sekarang, seluruh Provinsi Aste sedang mentertawakan kita di belakang. Kejadian hari ini benar-benar memalukan."Andelin benar-benar tidak bisa menoleransi hal seperti ini, itulah sebabnya dia sangat marah.Kalau Kesya bukan putrinya, mungkin dia sudah mengusir gadis muda i

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 134 Siapa Komandan Misi Kali Ini

    Bukan hanya Budi saja yang kebingungan, Jenny, James dan yang lainnya juga kebingungan.Bahkan, dua ribu tamu undangan yang berada di tempat itu juga kebingungan.Saat ini, Wakil Ketua Pasukan Khusus Serigala yang bertanggung jawab atas misi kali ini, Jerico Tanu menghampiri Soni dan memberi hormat pa

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 91 Jenderal Perang Nomor Satu

    Enam orang pria memelototi Ardika dengan aura membunuh yang kuat."Romi, jadi mereka adalah enam jenderal perang bawahanmu?"Ketika melihat enam orang itu, ekspresi Jinto sedikit berubah.Setelah keluar dari penjara satu bulan lalu, Romi baru mulai berjaya di Kota Banyuli.Dia bisa menjadi kepala preman

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 90 Menyuruhmu Memindahkan Batu Bata di Lokasi Konstruksi

    Romi sama sekali tidak menganggap Ardika.Budi memberitahunya bahwa Ardika adalah anak yang ditelantarkan oleh Keluarga Mahasura dari ibu kota provinsi dan telah dikurung di rumah sakit jiwa selama beberapa tahun.Dengan adanya sedikit koneksi, Ardika berusaha keras untuk menyanjung Henry.Namun kenyat

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 49 Memberikan Mobil Mewah

    Mendengar Peter memfitnah Ardika, ekspresi Luna langsung menjadi masam.Peter menunjuk rangkaian bunga mawar di belakang sambil berkata, "Coba lihat, aku menyiapkan 99.999 tangkai bunga mawar untukmu. Lihatlah dengan saksama, kamu bisa melihat namamu."Setelah diingatkan, Luna ternyata melihat namanya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status