MasukTiga sahabat yang reuni kembali setelah tiga belas tahun tak berjumpa karena sempat bersitegang dalam suatu masalah. Selai Selena, seorang wanita yang rupanya telah menjadi seorang janda dengan tiga orang anak. Dulunya, ia merupakan sosok gadis primadona. Tomato Tami, seorang istri dan ibu dari seorang anak. Kehidupannya nyaris tak ada yang berubah sejak ketiganya terakhir kali bertemu. Yakni berprofesi sebagai PNS rendahan di kantor daerah. Roti Rostiana, seorang wanita karir yang sukses tetapi memilih untuk melajang dan hidup bebas seperti impiannya sejak lama. Dulunya, ia dikenal sebagai gadis yang manja. Dalam pertemuan tersebut, selain untuk melepas rindu dan makan bersama, ternyata ada kisah yang sebenarnya belum mereka ceritakan satu sama lain. Ada beban, tangisan, kebahagiaan dan curahan yang mulai terkuak yang kemudian membentuk mereka hingga sekarang. Kisah apa saja itu? *** IG : @xxvilumier
Lihat lebih banyakBegini, ya.Tolong apabila dirimu sedang berada di rumah seorang teman, walau si pemilik rumah telah berkata, "Anggap saja rumah sendiri. Tak usah sungkan", itu bukan berarti boleh ongkang-ongkangkaki sembaranganatau mengambil barang-barang tanpa bilang. Setidak penting apapun barang itu, tetaplah bukan hal yang benar. Sebab ini sudah masuk dalam ranah pencurian walau akan sulit untuk diperkarakan.Tapi, inilah yang berbeda dari Selai Selena―yang katanya gadis tercantik seangkatan. Baginya ada rumus pertemanan semacam ini;(Saling mengetahui nama + Duduk satu bangku yang sama)x Telah berkunjung ke rumah = Sahabat Sejati.Begitulah pola pikirnya. Jadi jangan kaget apabila Selena tiba-tiba saja meminta untuk main ke rumah Rostiana walau mereka baru dekat selama satu hari, alasannya karena Selena telah menjadi teman sebangku Rostiana. Juga jangan heran saat gadis ini ingin ikut ke kamartidur, sebab Selena merasa telah menjadi
Ada bermacam alasan mengapa beberapa individu tak suka mengundang kawannya ke rumah. Antara lain karena teman suka berhutang, karena teman suka memberantakkan kamar, dan karena belum akrab.Sehingga apabila ditilik dari tipe kepribadiannya, yakni ISFJ, besar kemungkinan Rostiana cenderung pada opsi terakhir. Sebab ia memang merasa belum akrab dengan Tami maupun Selena. Belum ada kemistri, belum ada kedekatan batin yang mengharuskannya berkata dengan sopan nan riang; "Silahkan, masuk ke rumahku. Jangan sungkan untuk makan cemilannya. Anggap saja rumah sendiri."Tidak, tidak.Rostiana bukan tipe manusia yang seperti itu dan sejujurnya, semenjak ia mengenal bangku sekolah di jaman TK dahulu hingga sekarang,
Syarat pertama; Harus ada yang mendekat terlebih dulu.Itu aturan paling penting apabila ingin mengenal siapapun dan apapun secara lebih mendalam. Bahkan, konon katanya, seekor pelatih singa harus masuk ke dalam kandang singa untuk bisa memahami perasaan si raja sabana itu. Yah, berharap saja si pelatih tidak dimakan singa sebelum ia dapat memahami perasaannya.Tapi, singkirkan dulu percontohan pada si singa. Agak tak singkron, sebabnya. Mari mengarah pada bagaimana Rostiana yang menunjukkan senyuman canggung manakala Selena, dengan seenaknya, duduk di kursi sebelah gadis pemalu itu. Tanpa permisi, tanpa ijin terlebih dahulu.Alasannya, "Untung kita sudah saling kenal, ya, kemarin," kata Selena riang.Rostiana sendiri bukannya tidak mau duduk sebangku dengan Selena, dia hanya terkejut saja karena gadis tercantik seangkatan itu langsung mencuri perhatian seluruh kelas―terutama perhatian anak laki-laki―dengan menyapa dari ambang pintu. Mel
Jika diingat-ingat lagi, itu sudah belasan tahun yang lalu. Mungkin nyaris dua puluh tahun berlalu. Saat mereka masih setinggi dua tumpuk kursi, masih berkulit kencang seperti karet gelang, dan masih berbau asam apabila terlalu lama berada di bawah terik matahari. Yakni saat kegiatan yang disebut ospek. Ditandai dengan para murid baru yang dipaksa berdandan macam badut tolol dengan pernak-pernik gila―yang bahkan orang gila pun tidak sebegitunya―yang masih canggung antara satu dengan yang lain, yang masih takut-takut serta sungkan pada senior sok galak, serta kerap melongok-longok untuk mencari teman yang telah dikenal. Berkelompok masing-masing. Tapi, tidak dengan tiga gadis itu. Tiga. Yang pertama cukup cantik. Sangat cantik, malah. Membuat beberapa senior berkelamin jantan kerap melirik-lirik pada gadis ini. Beberapa malah nekat mendekat dan memberi perhatian lebih. Seperti misalnya; "Dik, kamu nggak usah ikut sit up. Ber






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.