Beranda / Urban / Menantu Pahlawan Negara / Bab 381 Identitas Terekspos

Share

Bab 381 Identitas Terekspos

Penulis: Sarjana
Acara penggantian nama perusahaan berakhir dengan sempurna.

Pada saat bersamaan, informasi tentang pendeklarasian perang Grup Bintang Darma terhadap tiga keluarga besar juga sudah tersebar luas.

Sebelumnya, dirumorkan bahwa Aliansi Maju Bersama yang dibentuk oleh Grup Sentosa Jaya, kediaman wali kota dan Grup Lautan Berlian juga sudah mulai menyerang tiga keluarga besar.

Orang-orang menyadari satu hal yang sangat mengejutkan, yaitu tiga keluarga besar sudah menjadi target penyerangan banyak piha
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3640 Sebaiknya Kamu Jangan Menyelidikinya Lagi

    Asalkan pernah melakukan registrasi di Hotel Biston, Wesanto bisa memikirkan segala macam cara untuk memperoleh data orang tersebut.Namun, setelah dia melakukan penyelidikan lagi dan lagi, dia tetap tidak mendapatkan informasi apa pun.Hal ini membuatnya sangat keheranan. Jelas-jelas orang tersebut pernah menginap di tempat itu, bahkan tinggal di sana cukup lama, seharusnya ada informasi tentangnya. Namun, selain beberapa lembar gambar yang kabur, dia tidak menemukan informasi apa pun."Ini benar-benar aneh. Sebenarnya apa latar belakang orang ini? Bisa-bisanya dia begitu misterius.""Terakhir kali Alendo telah menyinggung seseorang sampai-sampai dia kehilangan proyeknya lagi dan lagi. Sekarang dia ingin menyelidiki Ardika yang misterius ini. Apa mungkin ada hubungan antara dua hal ini?"Sebagai seorang detektif yang terkenal, dia bukan hanya bisa memperoleh informasi orang lain, dia juga mengerti cara menganalisis situasi.Makin dilihat, hal ini makin berbahaya.Ini membuatnya berpik

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3639 Menyelidiki Latar Belakang

    Kala itu, saat Ardika menarik Kesya keluar dari Hotel Biston, kebetulan mobil tersebut sedang menyalakan kamera mobilnya dan menangkap bayangan dua orang tersebut.Tidak mudah bagi Lucas untuk mendapatkan foto ini.Jadi, sekarang dia hanya bisa mencari ahlinya untuk melakukan hal-hal yang membutuhkan keahlian tersebut.Dengan adanya foto, seharusnya mereka bisa menyelidiki latar belakang Ardika, juga bisa menyelidiki beberapa informasi tentang pria itu.Lucas berjalan masuk dari pintu samping, lalu berjalan melewati halaman lantai satu dan naik ke lantai dua.Setibanya dia di lantai dua, dia mengetuk pintu dengan lembut. Tanpa waktu lama, terdengar suara langkah kaki dari dalam.Seorang pria yang mengenakan kaus dan rambut tampak berantakan menatap Lucas dengan tatapan mengantuk."Oh, Kak Lucas, itu kamu! Kalau ada apa-apa, telepon saja. Untuk apa sampai datang sendiri seperti ini?"Sambil berbicara, Wesanto Basuki menyingkir ke samping untuk mempersilakan Lucas masuk.Lucas menatap te

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3638 Acara Lelang

    "Baik, aku mengerti."Selesai berbicara, Lucas tidak langsung pergi."Ada apa lagi?"Lucas masih berdiri di sana, itu artinya masih ada hal penting yang belum dikatakannya. Namun, dilihat dari ekspresi ragunya, sudah tahu itu adalah hal yang sangat merepotkan."Kita sudah kehilangan beberapa proyek. Awalnya kita berencana menggunakan proyek-proyek itu untuk membalikkan keadaan, tapi ada yang mengakuisisinya dengan harga tinggi."Selesai berbicara, Lucas melangkah mundur satu langkah dan menundukkan kepalanya untuk menunggu ledakan amarah Alendo."Lupakan saja, hal ini juga bukan salahmu."Awalnya Alendo memang ingin melampiaskan amarahnya, tetapi pada akhirnya dia meletakkan gelas anggurnya dalam diam.Dia tahu ini bukan kesalahan Lucas.Dia sendiri yang tanpa sadar telah menyinggung seorang tokoh hebat, sampai-sampai ditargetkan seperti ini."Sebelumnya aku memintamu untuk membuat janji temu dengan Tuan Besar Keluarga Jamando, apa sudah berhasil?"Terakhir kali saat di pesta ulang tah

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3637 Menyelidiki Identitasnya

    Hanya saja, dia tidak akan membocorkan informasi ini pada ibunya.Saat memikirkan hal-hal itu, Kesya merasa kepalanya agak berdenyut sakit. Dia menarik napas dalam-dalam, lalu membenamkan dirinya ke dalam air.Saat dia merasa hampir tidak bisa bernapas, dia tetap tenang. Ini adalah momen dirinya menikmati waktu sendiri.Saat dia benar-benar sudah tidak tahan lagi, dia baru keluar dari dalam air, lalu menghirup udara segar, seakan-akan semua beban dalam hatinya sudah menghilang tanpa meninggalkan jejak.Setelahnya, Kesya terus dikurung di dalam rumah, tidak bisa keluar.Andelin benar-benar tidak hanya sekadar omong saja soal ini.Ditambah lagi pesta ulang tahun Kesya sudah berakhir, tidak ada cara penting yang perlu dihadirinya lagi.Karena kejadian sebelumnya, Andelin masih ditertawakan oleh orang-orang di belakang, juga membuatnya merasa sangat malu.Namun, dengan identitasnya, terlepas dari seberapa arogan orang-orang itu, mereka juga tidak berani mengatakan apa pun di hadapannya, ja

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3636 Identitasnya Sudah Pasti Tidak Biasa

    Tetap saja Kesya terlalu naif. Walaupun dia sudah mengenal ibunya, tetapi dia juga belum melihat dengan jelas sepenuhnya.Kala itu, Andelin memang merasa agak menyesal. Namun, kejadian itu sudah berlalu, dia tidak akan menyalahkan dirinya sendiri, sebaliknya hanya akan melemparkan kesalahan pada orang lain.Andelin hanya merasa itu adalah kesalahan Linko, juga kesalahan putrinya karena tidak menangani hubungan asmara sebelumnya dengan baik."Sekarang Linko sudah terluka dan masuk rumah sakit. Saat ini, kita juga nggak bisa pergi menyalahkan mereka lagi, hanya bisa melihat apakah Keluarga Demode akan menunjukkan sikap mereka."Dalam hatinya, Andelin tahu ada hal-hal yang bisa dilakukannya, tetapi begitu dia melakukannya, mungkin akan memengaruhi posisinya.Dia memang sangat ingin menuntut keadilan untuk putrinya, tetapi sebagai presdir Grup Biston, hal-hal yang perlu dipertimbangkannya sangatlah banyak. Dia tidak bisa bertindak gegabah."Aku juga memang nggak mengharapkanmu untuk membal

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3635 Tidak Bisa Hidup Lama Lagi

    "Sebelumnya aku sudah menjelaskan semuanya padamu, tapi nggak kamu anggap serius."Kesya merasa lelah secara fisik maupun mental. Seberapa banyak pun yang dikatakannya, ibunya tidak akan mendengarkannya.Karena dalam benak Andelin, dia adalah orang yang tidak mengerti apa-apa.Kesya merasa dia tidak perlu memberikan penjelasan lagi."Kamu masih melawan? Memangnya yang kukatakan itu nggak benar? Kalau kamu bicara secara baik-baik dengannya, bagaimana mungkin kalian nggak bisa putus?""Terlebih lagi, Linko yang lebih dulu berbuat salah, kamu bisa menggunakan hal ini untuk menuntutnya berinisiatif untuk putus. Hal seperti ini saja nggak bisa kamu lakukan dengan baik, sampai-sampai muncul situasi seperti sekarang ini.""Sekarang, seluruh Provinsi Aste sedang mentertawakan kita di belakang. Kejadian hari ini benar-benar memalukan."Andelin benar-benar tidak bisa menoleransi hal seperti ini, itulah sebabnya dia sangat marah.Kalau Kesya bukan putrinya, mungkin dia sudah mengusir gadis muda i

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 211 Si Pembuat Onar

    Karlos tidak lain adalah petinggi perusahaan yang memimpin para karyawan untuk mengundurkan diri.Sementara itu, orang-orang yang mengikutinya dari belakang adalah para petinggi dan karyawan perusahaan yang sudah mengundurkan diri.Setelah mendengar Grup Agung Makmur bukan hanya sudah melewati krisis,

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 345 Merebut Tempat Tinggal Orang Lain

    "Apa kamu punya kandidat untuk menempati posisi ini?" tanya Ardika.Jesika menggelengkan kepalanya dan berkata, "Nggak ada."Melihat Ardika memandang dirinya, dia buru-buru berkata, "Pak Ardika, jangan atur aku menjadi manajer umum Grup Bintang Darma. Tugasku adalah menjadi asisten Bapak. Menjadi asis

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 353 Mengalah

    "Sudahlah Filbert, ayo kita makan saja, ceritakan tentang Pak Raka padaku."Tina hanya kesal melihat Ardika dan ingin menyindir pria itu beberapa patah kata, dia tidak benar-benar ingin Ardika dipecat.Mendengar Filbert membahas tentang memecat Ardika, dia segera menyela pria itu, lalu berbalik dan be

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 264 Apa Kamu Bisa Berdiri Tegak

    Alvaro tidak bisa menyelesaikan kalimatnya lagi karena sorot mata Ardika terhadap dirinya tiba-tiba berubah menjadi sangat dingin.Setelah menghentikan Alvaro untuk menyelesaikan kalimatnya dengan sorot mata dinginnya, Ardika baru berkata kepada Desi, "Ibu, aku nggak memprovokasi Bos Alvaro. Dia data

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status