Home / Urban / Menantu Pahlawan Negara / Bab 390 Mereka Lagi Mereka Lagi

Share

Bab 390 Mereka Lagi Mereka Lagi

Author: Sarjana
Api cerutu itu seolah-olah memanggang lidahnya, asap cerutu mengepul keluar dari celah-celah mulutnya!

"Hhmmmphh ... hhmmmphh!"

Charlie menggelengkan kepalanya dengan keras.

Karena mulutnya sedang ditekan oleh Ardika, dia hanya bisa mengeluarkan suara menyedihkan.

Saking kesakitannya, wajah Charlie terlihat pucat pasi.

Pupil matanya tampak mengecil berukuran seperti jarum, matanya tampak memerah, dia menatap Ardika dengan tatapan ketakutan dan dengan sorot mata seolah-olah sedang memohon pengamp
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3640 Sebaiknya Kamu Jangan Menyelidikinya Lagi

    Asalkan pernah melakukan registrasi di Hotel Biston, Wesanto bisa memikirkan segala macam cara untuk memperoleh data orang tersebut.Namun, setelah dia melakukan penyelidikan lagi dan lagi, dia tetap tidak mendapatkan informasi apa pun.Hal ini membuatnya sangat keheranan. Jelas-jelas orang tersebut pernah menginap di tempat itu, bahkan tinggal di sana cukup lama, seharusnya ada informasi tentangnya. Namun, selain beberapa lembar gambar yang kabur, dia tidak menemukan informasi apa pun."Ini benar-benar aneh. Sebenarnya apa latar belakang orang ini? Bisa-bisanya dia begitu misterius.""Terakhir kali Alendo telah menyinggung seseorang sampai-sampai dia kehilangan proyeknya lagi dan lagi. Sekarang dia ingin menyelidiki Ardika yang misterius ini. Apa mungkin ada hubungan antara dua hal ini?"Sebagai seorang detektif yang terkenal, dia bukan hanya bisa memperoleh informasi orang lain, dia juga mengerti cara menganalisis situasi.Makin dilihat, hal ini makin berbahaya.Ini membuatnya berpik

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3639 Menyelidiki Latar Belakang

    Kala itu, saat Ardika menarik Kesya keluar dari Hotel Biston, kebetulan mobil tersebut sedang menyalakan kamera mobilnya dan menangkap bayangan dua orang tersebut.Tidak mudah bagi Lucas untuk mendapatkan foto ini.Jadi, sekarang dia hanya bisa mencari ahlinya untuk melakukan hal-hal yang membutuhkan keahlian tersebut.Dengan adanya foto, seharusnya mereka bisa menyelidiki latar belakang Ardika, juga bisa menyelidiki beberapa informasi tentang pria itu.Lucas berjalan masuk dari pintu samping, lalu berjalan melewati halaman lantai satu dan naik ke lantai dua.Setibanya dia di lantai dua, dia mengetuk pintu dengan lembut. Tanpa waktu lama, terdengar suara langkah kaki dari dalam.Seorang pria yang mengenakan kaus dan rambut tampak berantakan menatap Lucas dengan tatapan mengantuk."Oh, Kak Lucas, itu kamu! Kalau ada apa-apa, telepon saja. Untuk apa sampai datang sendiri seperti ini?"Sambil berbicara, Wesanto Basuki menyingkir ke samping untuk mempersilakan Lucas masuk.Lucas menatap te

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3638 Acara Lelang

    "Baik, aku mengerti."Selesai berbicara, Lucas tidak langsung pergi."Ada apa lagi?"Lucas masih berdiri di sana, itu artinya masih ada hal penting yang belum dikatakannya. Namun, dilihat dari ekspresi ragunya, sudah tahu itu adalah hal yang sangat merepotkan."Kita sudah kehilangan beberapa proyek. Awalnya kita berencana menggunakan proyek-proyek itu untuk membalikkan keadaan, tapi ada yang mengakuisisinya dengan harga tinggi."Selesai berbicara, Lucas melangkah mundur satu langkah dan menundukkan kepalanya untuk menunggu ledakan amarah Alendo."Lupakan saja, hal ini juga bukan salahmu."Awalnya Alendo memang ingin melampiaskan amarahnya, tetapi pada akhirnya dia meletakkan gelas anggurnya dalam diam.Dia tahu ini bukan kesalahan Lucas.Dia sendiri yang tanpa sadar telah menyinggung seorang tokoh hebat, sampai-sampai ditargetkan seperti ini."Sebelumnya aku memintamu untuk membuat janji temu dengan Tuan Besar Keluarga Jamando, apa sudah berhasil?"Terakhir kali saat di pesta ulang tah

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3637 Menyelidiki Identitasnya

    Hanya saja, dia tidak akan membocorkan informasi ini pada ibunya.Saat memikirkan hal-hal itu, Kesya merasa kepalanya agak berdenyut sakit. Dia menarik napas dalam-dalam, lalu membenamkan dirinya ke dalam air.Saat dia merasa hampir tidak bisa bernapas, dia tetap tenang. Ini adalah momen dirinya menikmati waktu sendiri.Saat dia benar-benar sudah tidak tahan lagi, dia baru keluar dari dalam air, lalu menghirup udara segar, seakan-akan semua beban dalam hatinya sudah menghilang tanpa meninggalkan jejak.Setelahnya, Kesya terus dikurung di dalam rumah, tidak bisa keluar.Andelin benar-benar tidak hanya sekadar omong saja soal ini.Ditambah lagi pesta ulang tahun Kesya sudah berakhir, tidak ada cara penting yang perlu dihadirinya lagi.Karena kejadian sebelumnya, Andelin masih ditertawakan oleh orang-orang di belakang, juga membuatnya merasa sangat malu.Namun, dengan identitasnya, terlepas dari seberapa arogan orang-orang itu, mereka juga tidak berani mengatakan apa pun di hadapannya, ja

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3636 Identitasnya Sudah Pasti Tidak Biasa

    Tetap saja Kesya terlalu naif. Walaupun dia sudah mengenal ibunya, tetapi dia juga belum melihat dengan jelas sepenuhnya.Kala itu, Andelin memang merasa agak menyesal. Namun, kejadian itu sudah berlalu, dia tidak akan menyalahkan dirinya sendiri, sebaliknya hanya akan melemparkan kesalahan pada orang lain.Andelin hanya merasa itu adalah kesalahan Linko, juga kesalahan putrinya karena tidak menangani hubungan asmara sebelumnya dengan baik."Sekarang Linko sudah terluka dan masuk rumah sakit. Saat ini, kita juga nggak bisa pergi menyalahkan mereka lagi, hanya bisa melihat apakah Keluarga Demode akan menunjukkan sikap mereka."Dalam hatinya, Andelin tahu ada hal-hal yang bisa dilakukannya, tetapi begitu dia melakukannya, mungkin akan memengaruhi posisinya.Dia memang sangat ingin menuntut keadilan untuk putrinya, tetapi sebagai presdir Grup Biston, hal-hal yang perlu dipertimbangkannya sangatlah banyak. Dia tidak bisa bertindak gegabah."Aku juga memang nggak mengharapkanmu untuk membal

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3635 Tidak Bisa Hidup Lama Lagi

    "Sebelumnya aku sudah menjelaskan semuanya padamu, tapi nggak kamu anggap serius."Kesya merasa lelah secara fisik maupun mental. Seberapa banyak pun yang dikatakannya, ibunya tidak akan mendengarkannya.Karena dalam benak Andelin, dia adalah orang yang tidak mengerti apa-apa.Kesya merasa dia tidak perlu memberikan penjelasan lagi."Kamu masih melawan? Memangnya yang kukatakan itu nggak benar? Kalau kamu bicara secara baik-baik dengannya, bagaimana mungkin kalian nggak bisa putus?""Terlebih lagi, Linko yang lebih dulu berbuat salah, kamu bisa menggunakan hal ini untuk menuntutnya berinisiatif untuk putus. Hal seperti ini saja nggak bisa kamu lakukan dengan baik, sampai-sampai muncul situasi seperti sekarang ini.""Sekarang, seluruh Provinsi Aste sedang mentertawakan kita di belakang. Kejadian hari ini benar-benar memalukan."Andelin benar-benar tidak bisa menoleransi hal seperti ini, itulah sebabnya dia sangat marah.Kalau Kesya bukan putrinya, mungkin dia sudah mengusir gadis muda i

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 40 Menjadi Kasim

    "Nggak berani!"Sigit segera membungkuk dan ketakutan.Ardika menoleh ke arah Jenny."Kemari kamu!"Melihat Sigit yang takut dengan Ardika dan tidak berani berbicara, Jenny gemetar hebat. Kali ini, dia akhirnya merasa takut."Ardika, aku bersalah. Tony yang menyuruhku untuk memprovokasimu dan Luna, kemud

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 148 Hari Ini Kamu Tidak Bisa Keluar Lagi

    Dengan memasang ekspresi muram, seorang pria melangkahkan kakinya memasuki tempat itu.Di bagian kiri wajahnya, ada sebuah bekas luka gores dari pelipisnya hingga ke dagunya.Bekas luka itu tampak sangat menakutkan, sehingga menambah kesan ganas pria itu.Melihat wajahnya saja sudah membuat orang ketak

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 192 Mengganggu Badan Keamanan Nasional

    Helmi bergegas membawa anak buahnya pergi ke Departemen Pertanahan untuk menyelesaikan prosedur pengalihan properti.Begitu bertemu dengan staf di sana, dia langsung mengungkapkan identitasnya."Namaku Helmi, presdir Grup Kejora sekaligus adik Diego, presdir Bank Banyuli. Aku adalah kerabat tiga kelua

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 124 Kejutan yang Tidak Ada Habisnya

    Tidak ada seorang pun yang menyangka, bahkan tim tempur Kota Banyuli yang jarang terlibat dalam urusan seperti ini pun mengutus utusan mereka untuk menghadiri acara ini.Semua orang mengenal Abdul, dia adalah tokoh penting yang dikenal oleh seluruh penduduk Kota Banyuli.Dua hari yang lalu, saat Korps

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status