Share

Bab 738 Kejam

Penulis: Sarjana
Beberapa pemuda lainnya juga menganggukkan kepala mereka.

Namun, api amarah yang meluap-luap tersembunyi dalam mata mereka.

Sangat jelas bahwa ini hanyalah rencana sementara mereka.

Begitu Lea terbebas dari bahaya, mereka harus menghabisi Ardika baru bisa merasa puas!

"Apa? Membiarkanku pergi? Nggak mempersulitku?"

Ardika tertawa dingin dan berkata, "Kalian sangat arogan. Siapa yang mengizinkan sekelompok pecundang seperti kalian berbicara seperti itu padaku?"

Selesai berbicara, dia melayangkan satu tamparan lagi ke wajah Lea.

"Kamu!"

Sekelompok pemuda itu terkejut sekaligus marah.

Mereka semua tidak menyangka idiot itu benar-benar tidak berbicara logika.

Mereka sudah menyatakan bahwa mereka akan melepaskan Ardika, tetapi pria itu malah melayangkan satu tamparan lagi ke wajah Lea.

"Oke, oke, kami akui sikap kami tadi nggak baik, kami minta maaf padamu."

Musafa memaksakan seulas senyum, berusaha keras agar Ardika bisa merasakan "keramahannya".

"Hmm? Hanya meminta maaf saja?"

Ardika meli
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3356 Satu Keluarga Harus Lengkap

    Setelah terpukul mundur sejauh beberapa meter, punggung Jemi membentur pintu di samping singa batu di arah belakangnya dengan keras.Pintu yang dilapisi dengan logam itu langsung terlepas dari tembok akibat benturan tersebut, lalu terbang menghantam lantai dengan keras, menyebabkan debu beterbangan ke mana-mana.Setelah debu yang menyelimuti udara itu memudar, orang-orang di sekeliling tempat itu dengan terkejut mendapati bawah saat ini Jemi sudah tergeletak di lantai dengan tidak berdaya seperti seekor anjing mati.Sementara itu, Ardika berdiri di hadapannya, lalu langsung menginjak dadanya."Wahai, Pak Jemi, salah satu dari empat raja preman dunia preman ibu kota provinsi, apa masih ada kata-kata terakhir?"Ardika menatap Jemi yang diinjaknya itu, ekspresinya tampak main-main, sama sekali tidak terlihat arogan.Hanya mengalahkan seorang Jemi saja, belum bisa membuat perasaannya bergejolak.Jemi menatap Ardika dengan tercengang, ekspresi kebingungan menghiasi wajahnya.Kekuatan Ardika

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3355 Pergerakan yang Sangat Cepat

    Benturan antara keduanya membuat Ardika terpukul mundur beberapa meter.Dengan iringan bunyi "klang", pedang dalam genggamannya patah dari bagian tengahnya, lalu terjatuh membentur lantai, hanya menyisakan patahan pedang.Sementara itu, Jemi juga mengeluarkan suara desahan teredam. Ekspresinya yang awalnya tampak tenang itu langsung memerah, tubuhnya bahkan terhuyung-huyung mundur sekitar sepuluh meter.Melihat lubang dangkal yang terbentuk di permukaan lantai akibat pijakan kedua kaki Jemi sejauh sepuluh meter ini, semua orang pun tercengang.Bagaimana mungkin?Jemi, yang dua puluh tahun lalu saja sudah bisa meremehkan seluruh ibu kota provinsi itu, malah terpukul mundur oleh Ardika?Orang-orang yang jeli bisa melihat dengan jelas, pada benturan tadi lawan Jemi jelas lebih unggul.Saat ini, Jemi sendiri juga menunjukkan ekspresi tidak percaya, karena sarung tangan Wolfram di tangannya itu sudah hancur berkeping-keping!Dibandingkan dengan satu tamparan yang dilayangkan oleh Ardika ke

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3354 Jemi Menggila

    Saat Ardika mengalihkan pandangannya ke sumber suara, dia melihat pria itu bergegas keluar dari pintu dengan membawa beberapa orang anak buah kepercayaannya dan sudah mendekat.Satu per satu dari sekelompok orang di sekitar tempat itu segera membuka jalan, takut menjadi sasaran amukan Jemi.Putra dan istrinya mati dengan mengenaskan tepat di hadapannya. Semua orang juga tahu sekarang Jemi sudah hampir menggila. Siapa pun yang berani menghalangi jalannya, pasti akan mati.Namun, siapa pun yang mengalami kejadian seperti ini, juga pasti akan kehilangan akal sehat.Saat ini, Jemi menatap jasad istrinya dengan tatapan marah, terutama jasad Lizzie yang sudah tanpa kepala itu, langsung membuat matanya memerah.Ardika telah membunuh putranya, lalu membunuh istrinya tepat di hadapannya, bahkan menebas kepala Lizzie.Ini sama saja dengan ingin melawan Keluarga Sirwanto hingga akhir!"Bunuh dia! Bunuh dia!"Jemi menunjuk Ardika, lalu berteriak dengan sangat marah, "Bunuh dia dengan cara apa pun!

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3353 Ibu dan Anak Bersatu Kembali

    Sambil mengeluarkan suara teriakan menyedihkan, mereka semua melangkah mundur, senjata dalam genggaman mereka juga terjatuh ke lantai.Sebelum para ahli bela diri itu sempat berdiri dengan seimbang, Ardika kembali mendekat. Dalam sekejap saja, dia sudah sampai di hadapan orang-orang ini. Pergerakan pedang panjang dalam genggamannya luar biasa cepat, sampai-sampai tidak terlihat jelas."Pfffttt ... pffttt ...."Suara seperti hujan menetes di daun pisang pun terdengar, kilatan pedang yang dingin dan tajam itu langsung melesat ke tenggorokan para ahli bela diri tersebut.Di tengah suara teriakan menyedihkan, tubuh belasan orang ahli bela diri Keluarga Sirwanto itu mengalami guncangan hebat, lalu langsung terjatuh ke lantai.Hingga saat ini, bagian tenggorokan mereka baru seperti dirobek oleh sepasang tangan tak kasat mata, terlihat satu garis putih. Kemudian, darah mulai menyembur keluar.Dalam sekejap saja, belasan ahli bela diri Keluarga Sirwanto itu juga sudah tewas.Melihat bertambah

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3352 Pengepungan

    Melihat jasad Ellias dengan mata membelalak dan ekspresi tidak terima itu, semua orang di tempat tersebut pun tercengang. Mereka merasakan hawa dingin menjalar dari telapak kaki mereka menuju ke kepala mereka, merasakan sekujur tubuh mereka dingin.Ellias yang detik sebelumnya masih hidup dan bugar itu, dihabisi begitu saja oleh Ardika dengan menggunakan satu tangan.Perilaku menggila yang ditunjukkan Ardika pada saat ini, serta sikap tegasnya saat menghabisi Ellias tadi bagaikan sebilah pedang tajam yang langsung menusuk ke dalam hati semua orang."Ahhh ... putraku!"Setelah tercengang sejenak, akhirnya Lizzie bereaksi kembali.Dengan ekspresi pucat pasi, dia langsung menerjang ke arah jasad putranya.Sambil memeluk jasad Ellias dan menggoyangkannya beberapa kali, melihat putranya yang sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan itu, bagaikan tersambar petir tubuhnya langsung gemetaran, lalu terduduk di lantai.Tidak perlu diragukan lagi, adalah salah satu hal yang menyedihkan bagi

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3351 Ini Baru Dinamakan dengan Membunuh untuk Membungkam

    "Ellias, apa sekarang kamu masih mau menuduh Kak Ardika?!"Melihat Ellias sudah mulai terlihat takut, Cahdani langsung maju dan berseru dengan tajam, ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk memaksa pria itu mengaku."Plak ...."Tepat pada saat ini, Lizzie tiba-tiba muncul di hadapan putranya, lalu melayangkan satu tamparan keras ke wajah Cahdani.Cahdani yang sedang lengah pun tidak sempat menghindari tamparan tersebut.Kuku-kuku panjang dan tajamnya langsung meninggalkan dua bekas goresan di wajah Cahdani.Tidak ada yang menyangka Lizzie akan tiba-tiba menyerang Cahdani, tetapi reaksinya itu juga telah membuktikan ucapan Cahdani memang benar.Ellias memang sengaja menuduh Ardika.Hanya saja, kebanyakan orang di tempat itu memang menjalin hubungan dengan Keluarga Sirwanto, sedangkan sisanya juga hanya ingin berperan sebagai penonton di sana, jadi tentu saja mereka tidak akan menyebutkan pelaku yang sesungguhnya."Cahdani, jangan banyak bicara omong kosong!"Lizzie berseru dengan tajam,

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status