Inicio / Urban / Menantu Pahlawan Negara / Bab 742 Ardika Membuat Kesalahan

Compartir

Bab 742 Ardika Membuat Kesalahan

Autor: Sarjana
Ekspresi Musafa dan yang lainnya langsung berubah.

"Di saat seperti ini, kamu masih saja keras kepala. Sekarang kami nggak punya waktu untuk memberimu pelajaran. Setelah kami selesai menyaksikan pemilihan dan kembali, kami akan mencari perhitungan denganmu perlahan-lahan. Sudah kubilang hari ini kami akan menghabisimu, maka kami akan melakukannya!"

Setelahnya, mereka tidak memedulikan Ardika lagi. Satu per satu dari mereka menghubungi sopir mereka untuk datang menjemput mereka.

Amarah Futari lan
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3648 Memang Sudah Seharusnya Mulai Curiga

    Wesanto makin penasaran akan hal ini. Dia hanya murni penasaran, bukannya ada orang yang ingin membeli informasi ini."Sebaiknya jangan coba-coba mencari tahu hal-hal yang tidak seharusnya kamu cari tahu. Intinya, bantu aku selidiki apakah Ardika itu berada di Hotel Biston."Lucas juga sudah merasakan adanya bahaya.Hanya saja, mau tak mau dia tetap harus melakukan hal ini. Terlebih lagi, sebagai asisten Alendo, dia sama sekali tidak punya ruang untuk memilih."Oke, aku mengerti. Sepertinya dia masih belum kembali, kamu hanya bisa menunggu di sana lebih awal."Wesanto yang berada di depan komputer, mengetik komputernya sejenak, sudah memperoleh informasi."Aku sudah mengerti."Lucas merasa agak tidak senang, tetapi dia juga tidak mengatakan apa pun."Dan, tolong bayar dulu jasaku. Aku sudah sibuk selama berhari-hari, tapi kalian sama sekali nggak menyebutkan soal itu."Wesanto memanfaatkan kesempatan untuk mendesak agar mereka segera membayar."Jangan khawatir, jasamu itu sudah pasti a

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3647 Pergi ke Luar Negeri Malam Itu Juga

    Alendo memanggil Lucas."Apa sudah ada informasi soal Ardika?"Alendo bertanya dengan tidak sabar, dia selalu merasa ada hal-hal yang sudah terlewatkan.Namun, Lucas malah merasa agak keheranan. Walaupun bosnya memperhatikan hal ini, tetapi juga tidak perlu sampai begitu panik."Aku meminta Wesanto untuk terus mengamati hal ini, tapi sampai sekarang belum ada kabar baru darinya, seharusnya masih belum ada informasi apa pun.""Bos, apa terjadi sesuatu?"Lucas menanyakan satu kalimat itu."Kemarin Tuan Besar Keluarga Jamando pergi ke luar negeri pada malam itu juga."Satu kalimat yang diucapkan oleh Alendo itu membuat Lucas tersentak.Lucas tahu demi menemukan orang di balik layar itu, Alendo benar-benar sudah menguras pikiran.Dia langsung membeli vas bunga antik dengan mengeluarkan uang banyak untuk menyenangkan hati Tuan Besar Keluarga Jamando. Alhasil, yang diperoleh hanyalah jawaban yang ambigu.Awalnya hari ini masih berencana untuk mengunjungi Tuan Besar Keluarga Jamando itu, teta

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3646 Menjual Aset

    Alendo datang kemari juga karena Keluarga Jamando menjalani bisnis baik legal mau ilegal, jadi dia ingin melihat apakah bisa memperoleh informasi dari keluarga mereka.Namun, siapa sangka informasi yang diperolehnya tetap membuatnya menelan kekecewaan besar."Kamu juga jangan berpikir terlalu banyak. Intinya, hal yang seharusnya kamu lakukan sekarang adalah menjual asetmu. Dengan memiliki sejumlah uang, kamu bisa bangkit lagi di kemudian hari."Alfian mengingatkan dengan tulus."Aku sangat menyukai vas bunga pemberianmu ini. Kalau ke depannya kamu benar-benar butuh bantuan, baru hubungi aku."Boleh dibilang Alfian juga memberikan sebuah janji.Hanya saja, dia benar-benar tidak bisa membantu soal ini.Alendo benar-benar sangat kecewa. Dia kira dengan mengeluarkan uang dalam jumlah besar, setidaknya dia bisa memperoleh sedikit informasi.Namun, dia tidak menyangka yang diperolehnya tetap saja informasi yang ambigu. Namun, yang bisa dipastikan adalah dia benar-benar sudah menyinggung sese

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3645 Sudah Menemui Jalan Buntu

    "Keluarga Siantar agak kacau, tapi seseorang ingin menduduki posisi sebagai kepala keluarga dengan mengandalkan kemampuan, tentu saja harus menguasai sedikit taktik.""Itulah dia. Kalau kalian berani melakukan hal seperti itu, akan kupatahkan kaki kalian."Alfian tidak menyukai karakter orang itu, itulah sebabnya dia bersikap seperti ini.Namun, saat ini vas bunga kesayangannya sudah berada tepat di depan matanya, dia mau atau tidak, benar-benar sulit untuk dia putuskan."Hei, kenapa kamu ini bisa pecundang begitu? Hanya selisih sekitar 20 miliar saja, apa kamu nggak bisa mengeluarkan sedikit uang untuk membelinya, harus membuatku terjebak dalam situasi ragu begini. Kamu memang sengaja."Hanya dengan sekali lihat saja, Alfian sudah tahu apa pemikiran cucunya. Walaupun dia merasa agak enggan, tetapi dia juga tahu ada hal-hal yang tidak bisa dihindari.Hari ini Alendo mengeluarkan uang demi bertemu dengannya. Ada hal-hal yang memang bisa dia ingatkan, tetapi dia juga takut membawa masala

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3644 Alfian

    "Bantu aku bawakan vas bunga ini untuk kakekmu, aku hanya perlu bertemu dengannya sekali."Alendo tidak menuntut apa pun, tetapi dia tahu uang sebesar 180 miliar yang dikeluarkannya ini sepadan. Apa pun yang terjadi, pria itu pasti akan membocorkan sedikit informasi.Belakangan ini, tidak ada yang bersedia membantunya, juga membuatnya mengerti bahwa situasi di dunia ini harus dipertahankan dengan mengandalkan uang."Aku hanya bisa menyampaikan pesanmu. Soal dia terima hadiah ini atau nggak, aku juga nggak berdaya."Hanya ini bantuan yang bisa Jayden berikan."Kamu bisa membantuku membawakannya pada beliau saja sudah cukup. Itu lebih baik daripada aku mencari bantuan orang lain dengan sembarangan."Alendo kelihatan tidak peduli, tetapi sesungguhnya dia sangat yakin akan berhasil.Dia juga tahu Tuan Besar Keluarga Jamando sudah lama menyukai vas bunga antik itu, pasti tidak akan melepaskannya. Kalau begitu, membocorkan sedikit informasi bukanlah apa-apa baginya."Baiklah. Kalau begitu, k

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3643 Sangat Yakin Bisa Mendapatkannya

    "Awalnya film yang kuinvestasikan itu sudah mau tayang, alhasil dihambat orang. Hingga sekarang pun masih nggak bisa tayang, setiap hari merugi.""Selain itu, ada beberapa proyek penggusuran, juga ditahan. Awalnya sudah bisa berjalan dengan normal. Ada hal-hal yang nggak bisa ditunda. Begitu ditunda, maka kerugian yang ditimbulkan sudah sulit untuk dihitung."Alendo juga benar-benar sudah tidak berdaya lagi baru memilih menempuh jalan ini.Dia juga tidak tahu sebenarnya mengapa orang di balik layar itu harus memperlakukannya seperti ini. Hanya saja sekarang dia sudah menemui jalan buntu, dia harus segera memikirkan cara untuk menemukan orang tersebut, lalu bicara secara baik-baik."Hmm, masalahmu memang agak aneh seperti ada orang yang sengaja menargetkanmu. Tapi di Provinsi Aste, keluarga kalian juga boleh dibilang sangat berpengaruh, kenapa bisa jadi semenyedihkan ini?""Tapi, yang anehnya adalah sepertinya mereka nggak berencana untuk menghancurkanmu, hanya sedang mencuri hasil kerj

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 63 Mewakili Istri Meminta Maaf

    "Desi, apa dia calon menantumu? Di hari bahagia seperti ini, jangan marah-marah."Teman-teman lama dari luar kota tidak tahu bahwa Luna sudah menikah, jadi mereka memandang Ardika dengan penasaran.Mereka mengira Desi memperlakukan Ardika seperti itu karena Ardika adalah pacarnya Luna.Desi mendengus d

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 152 Kematian Jenny

    Sekelompok satpam langsung bergegas menerjang dari arah kiri dan kanan, seolah-olah sudah lama menunggu perintah di sana."Tio, dasar pengkhianat! Dari mana kamu mendapatkan nyali sebesar ini?! Sekarang Grup Susanto Raya sudah menjadi milik Keluarga Basagita. Berani sekali kamu memanggil satpam untuk

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 81 Pahlawan

    "Buk!"Erwin langsung berlutut di hadapan Ardika."Tuan Ardika, aku sudah tahu salah. Aku nggak seharusnya menyinggungmu, tolong katakan sesuatu pada Pak Sigit, jangan memecatku ...."Dia menangis keras sambil memohon ampun, dia bahkan hendak memeluk kaki Ardika.Ketua cabang yang tadinya begitu bermart

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 33 Kejadian Masa Lalu

    Dia segera menghubungi Bambang. Untungnya, kali ini panggilannya tersambung. Wisnu menyuruh Bambang untuk merebut kembali Vila Cakrawala besok. Kalau berhasil, Wisnu akan memberikan bayaran 1 miliar.Bayaran 1 miliar untuk menakuti beberapa orang sudah termasuk tinggi."Vila Cakrawala? Itu adalah vila

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status