Beranda / Romansa / Mencuri Calon Suami Adikku / #062 Cara Yang Harus Cepat

Share

#062 Cara Yang Harus Cepat

Penulis: aisakurachan
last update Tanggal publikasi: 2025-09-07 16:20:31
“Bukan. Itu nama agensi yang menjadi tempat Luna bernaung sebagai penyanyi selama ini. Namanya Wolf—pemiliknya bernama sama. Wolf berasal dari LA, tapi beberapa tahun ini mulai menjamah Eropa. Luna termasuk salah satu penyanyi yang dipakainya untuk menarik banyak talent di sini. Dia tidak akan suka mendengar pembatalan pernikahan ini, dan akan melakukan apapun untuk membuat Luna tetap terlihat baik dan manis.” Kaiden melanjutkan penjelasannya.

“Kau sangat tahu sepertinya.” Leland heran.

“Aku tah
aisakurachan

Hayooo Leland malah ngarepin tuuhh :))

| 15
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
sri hartati
moga Suri cepat hamil ya kak Ai
goodnovel comment avatar
Haruki Matsuda
nah...pr baru suri...harus hamil..wkwkwk
goodnovel comment avatar
Yanti
jadi ikutan tegang dibagian akhir. gimana caranya hamil dengan cepat ? eh mereka sdh menikah beneran ? ah balik lagi ke bab sebelumnya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Mencuri Calon Suami Adikku   #307 Extra 43 - Cincin Yang Dilupakan

    “Rain?” Leland sampai di pantai saat sore, tentu ingin mendapati Suri berbaring di kamar. Tapi kasur kamar itu kosong. Acara Kaiden masih besok malam, Suri tidak perlu bersiap sekarang.“Leila!” Leland memanggil, dan Leila muncul dari arah dapur. Mereka tidak menginap di hotel, tapi salah satu villa milik York yang ada di Amalfi, sedikit jauh dari Roma—tempat premiere film diadakan.Tapi Suri yang memilih tempat itu, jadi Leland akan mengikuti dengan buta.“Sir, Lady Suri sudah menunggu di pantai.” Leila tidak perlu bertanya Leland mencari siapa.“Pantai? Sore begini?” Leland menatap arloji di tangannya. Musim dingin di area itu belum sangat dingin, tapi bukan ide bagus juga untuk bermain air mendekati matahari terbenam.“Ya.” Leila malah tersenyum.“Kau tidak melarangnya?” Leland menegur tentu. Adalah tugas Leila memastikan Suri sehat.“Mmm… Lady Suri menginginkannya.” Senyum Leila langsung bubar.“Menginginkan bukan berarti harus dikabulkan! Apa kau akan menuruti saat Suri meminta k

  • Mencuri Calon Suami Adikku   #306 Extra 42 - Kesepakatan Yang Harus Setuju

    Leland mengangkat alis. “Apa?”“Jangan khawatir, aku tidak akan mengganggu uang milikmu. Aku hanya memerlukan tempat untuk menampung uang agar tidak mencurigakan. Tidak ada orang yang curiga kalaupun rekening atas nama York bertambah menjadi gendut secara mendadak.”Leland tersenyum, sudah mengerti kenapa permintaan itu ada. “Kau ingin memakai rekeningku untuk mencuci uang.” Val mengangguk, masih dengan senyum. Seolah pembicaraan mereka bukan sesuatu yang ilegal.Melakukan kejahatan yang menghasilkan uang tidak akan bisa berjalan mulus kalau aliran uangnya tidak ditutupi. Karena itu praktik pencucian uang akan menjadi bagian yang sangat esensial kalau ingin melanggengkan usaha ilegal.Rekening York adalah lahan yang cocok sebagai tempat uang bersandar. York dan puluhan usahanya tidak akan mudah dicurigai menerima uang dari sumber ilegal.“Apa aku punya kesempatan menolak?” tanya Leland. Itu pertanyaan bodoh karena tentu menolak akan mengancam nyawa, tapi Leland perlu waktu untuk mence

  • Mencuri Calon Suami Adikku   #305 Extra 42 - Orang Yang Berbahaya

    “Kau akan tahu nanti—untuk…” Ian menatap Suri.“Tidak. Kita berdua saja.” Leland langsung maju—menghalangi Suri dari pandangan. Ia tidak mungkin ingin membawa Suri menemui orang yang tidak jelas identitas maupun keinginannya.“Apa tidak masalah?” Leland menatap Ian, lalu Suri. Pertanyaan itu untuk mereka berdua. “Tidak masalah.” Suri langsung menggeleng, karena memang ia membutuhkan waktu sendiri untuk menyiapkan rencananya. Ian pun mengangguk. “Memang hanya kau yang diinginkannya.” Ia hanya mendapat perintah untuk membawa Leland. “Jangan khawatir. Pertemuan ini tidak akan mengganggu rencana utama kalian menghadiri premier itu.”Ian memberi jaminan yang membuat kering Leland mengerut. Ian bukan hanya bisa mengetahui jadwal liburan mendadak itu—tapi juga detail kegiatannya di Italia. Leland tidak bisa mencegah takjub—tapi juga waspada. Siapapun yang akan ditemuinya, mempunyai akses untuk mencari info itu—pasti bukan orang yang normal.“Silas—”“Tidak. Kau bersama Leland saja.” Suri

  • Mencuri Calon Suami Adikku   #304 Extra 40 - Jadwal Yang di Luar Rencana

    “Katakan lagi—kenapa kita harus ke Italia.” Suri meminta penjelasan, karena kepergian itu sangat mendadak.Suri tidak keberatan berlibur—karena membutuhkannya setelah kesibukan mengerikan selama beberapa bulan ke belakang akibat pembukaan butik. Lili juga mengerti dan langsung menyetujui permintaan libur seminggu itu—tapi tentu Suri tetap perlu penjelasan lebih dari sekadar liburan.Tapi pertanyaan itu tidak mendapat jawaban, saat Suri berpaling untuk melihat, ternyata Leland sedang menerima panggilan lewat ponselnya. Urusan yang sangat penting tentu—karena Leland sampai mau menerimanya saat sedang dalam perjalanan.Mereka sedang ada di udara—di dalam pesawat yang akan membawa mereka ke Italia. Leland tidak lagi duduk di samping Suri begitu tanda sabuk pengaman mati. Ia duduk di sofa panjang di belakang dan memenuhi meja dengan kertas sekarang—dan terus mendengar laporan.Kemungkinan dari Taylor—karena sekarang Taylor yang menjadi tangan kanan Leland mengurusi semua aset York. Perub

  • Mencuri Calon Suami Adikku   #303 Extra 39 - Alasan Yang Membuat Tidak Bisa Membenci

    “Grandad sudah dalam taraf meminta ayahku—ayah tiriku berpisah dari ibuku. Menawarkan wanita lain bahkan—sayangnya ayahku sangat tergila-gila pada ibuku. Yah… dia cantik. Kau sudah melihatnya.”Suri mengangguk dengan mudah. Meski hanya lukisan, Suri bisa melihat kecantikannya. “Aku yakin bukan hanya karena wajah saja.”Suri tidak ingin mendangkalkan perasaan mereka—rasanya seperti berbicara buruk tentang orang yang sudah meninggal.“Apapun itu… pada akhirnya tidak ada yang menang. Pilihan yang diambil ibuku buruk—aku tidak tahu…”Leland menyudahi, karena memang tidak tahu harus mencerna yang mana, ia terus mendongak, menatap langit musim gugur yang sama sekali tidak indah—abu-abu gelap.Suri hanya bisa menggenggam tangannya, karena tidak tahu juga harus menyelesaikan sakit hati Leland dengan cara apa. Ingin menyebut kalau semua itu sudah berlalu pun rasanya salah—karena dalamnya luka hati mereka berbeda.“Kau pasti menganggapku lemah—karena masih meributkan hal seperti ini.” Leland men

  • Mencuri Calon Suami Adikku   #302 Extra 38 - Tempat Yang Aku Tahu

    “Dimana?” Taylor menjawab panggilan yang masuk ke ponselnya dengan pertanyaan—Silas yang menghubunginya.“Apa maksudmu dibuang?!” Suara Taylor meninggi, tentu menarik perhatian Suri yang sejak tadi menatap ke depan—berusaha mencari mobil Leland di antara ramainya lalu lintas.Suri ada di kursi depan, sedang Kaiden yang mengemudi. Kaiden mengambil alih tugas Taylor, karena merasa keadaan Taylor tidak amat stabil—Suri sangat setuju tentang ini.Diantara mereka semua—sekali lagi—hanya Kaiden yang sangat amat waras. Terkejut dalam batas wajar.“Apa yang dibuang?” tanya Suri, setelah Taylor menutup panggilan diiringi desahan berat.“Ponsel. Sir Leland tahu ponsel itu terhubung pada Silas.”“Leland!” Kaiden mengeluh dari balik kemudi, sedikit menginjak rem, karena tidak tahu akan kemana. Mereka sejak tadi mengikuti arahan Silas—yang sudah pasti tahu dimana Leland, tapi kini tidak ada yang tahu.“Dia baik-baik saja!” Suri terdengar seperti mengumpat, tapi itu harapannya. Berharap dengan tegas

  • Mencuri Calon Suami Adikku   #094 Pria Yang Peduli

    “Kita tidak langsung pulang,” kata Leland.Suri mengangguk, karena sudah tahu. Mereka berbelok menjauh dari jalan menuju rumah York sejak beberapa menit lalu. “Ke–kemana?”“Rain, kejutan adalah kejutan. Kau tidak boleh bertanya bentuknya sebelum terjadi.”Suri tersenyum. Sepertinya ya memang harus m

  • Mencuri Calon Suami Adikku   #093 Pilihan Empuk Yang Lain

    “Selama ini aku merasa kau tidak pernah membuat masalah—aku merasa kau artis yang cukup tenang. Aku tertipu. Aktingmu bagus sekali.” Wolf menarik kertas perjanjian yang baru tadi dan menunjuknya tanda tangan.“Tandatangani sekarang juga—intinya Wolf tidak akan menanggung kerugian kalau ada brand ya

  • Mencuri Calon Suami Adikku   #092 Borok Yang Ditutupi

    “Bacalah.” Tanpa sapaan, Wolf mengulurkan kertas beberapa lembar.“Apa ini?” Luna mengerutkan bening.“Baca saja! Atau kau tidak bisa membaca?” Wolf cepat sekali menjadi kesal.Luna membaca judulnya, ternyata surat perjanjian—dengan bahasa yang rumit. Tentu saja Luna malas membacanya. Dulu Luna mema

  • Mencuri Calon Suami Adikku   #091 Kewajiban Yang Tidak Disukai

    “Kenapa kau harus mendorongnya?!” bentak Mark. “Kau membentakku?” Luna yang sudah kalut, tentulah ikut marah saat mendengar itu. Mark hampir tidak pernah marah pada Luna. Paling hanya sedikit teguran dan sedikit suara meninggi. “Karena kau bodoh! Kau tahu kita sedang ada di acara yang mengharuskan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status