INICIAR SESIÓNOlivia Levine dan David Anderson telah menikah selama lima tahun dan dikaruniai seorang putra. Namun, pernikahan itu sama sekali bukan dilandasi cinta, melainkan sebuah jebakan dari satu malam kelam. David sangat membenci Olivia karena menganggapnya sebagai penyebab kematian kekasihnya. Ia tidak pernah menganggap Olivia sebagai istri, bahkan sering menghinanya karena wajah yang dianggap buruk rupa dan tubuhnya yang gemuk. Puncaknya terjadi pada hari ulang tahun David, di mana ia dengan tega memperkenalkan sekretarisnya sebagai tunangan, meski status mereka masih suami istri. Tak hanya itu, ia menceraikan Olivia secara sepihak dengan alasan keji bahwa anak yang mereka besarkan bukanlah darah dagingnya sendiri. Terluka begitu dalam, Olivia bangkit dari keterpurukan. Ia merombak penampilannya, membangun karier cemerlang sebagai seorang perancang busana, dan membesarkan putranya seorang diri dengan penuh cinta. Ia menjelma menjadi wanita yang kuat, sukses, dan mandiri. Seiring berjalannya waktu, bayang-bayang penyesalan mulai menghantui David. Terlebih setelah ia mengetahui fakta mengejutkan bahwa Olivia-lah yang sebenarnya telah menyelamatkan nyawanya dari kebakaran masa lalu. Kini, David bertekad untuk mendapatkan Olivia kembali. Namun, Olivia telah berubah—ia bukan lagi wanita yang sama seperti dulu. Di tengah kehidupan barunya yang gemilang, akankah Olivia bersedia membuka kembali pintu hatinya untuk David? Bagaimana menurutmu? Apakah blurb ini sudah sesuai dengan nuansa cerita novel yang ingin kamu sampaikan?
Ver másIstri Buruk Rupa
"Selamat ulang tahun, suamiku," ucap Olivia yang baru saja datang sambil membawa kue ulang tahun di tangannya. Dia tentu ingin memberikan kejutan untuk suaminya di pesta ulang tahun yang dirayakan dengan sangat mewah. "Siapa kamu? Aku tidak kenal kamu! Kenapa mengaku sebagai istriku?" David memandangnya dengan tatapan penuh hinaan. "Aku dan kamu sudah menikah. Kenapa kamu seperti ini? Apa kamu lupa kalau aku istrimu?" Olivia tidak menyangka David tidak mengakuinya sebagai istri. Hatinya sakit, tetapi dia mencoba bertahan. "Apa kamu sedang bermimpi? Aku belum menikah, dan aku tidak mungkin menikahi wanita jelek seperti kamu. Lihat saja tubuhmu yang gendut dan wajah burukmu itu," jawab David, kata-katanya menusuk hati Olivia. "Kenapa kamu begitu tega. Aku... hanya ingin?" "Pergi dari sini! Dasar membuatku malu saja." Pria itu menarik tangan Olivia dan menyeretnya keluar dari tempat tersebut. Semua tamu yang hadir memandang jijik pada wanita gemuk yang mengaku sebagai istri David. Padahal mereka tahu David belum memiliki istri. Mereka heran bagaimana wanita itu bisa begitu percaya diri mengaku sebagai istri miliarder terkaya di kota ini, dengan penampilannya yang seperti itik buruk rupa. "Lihat dia! Wanita jelek seperti itu mengaku sebagai istrinya David. Apa dia sudah gila?" beberapa tamu mulai bergosip dan ikut menghina. Olivia mendengar semua hinaan itu, tetapi dia hanya diam dan mengikuti David keluar dari hotel. Saat mereka sudah berada di depan hotel, David menamparnya karena kesal dengan apa yang dilakukan Olivia. "Kenapa kamu menamparku?" Olivia bertanya sambil menatap mata suaminya. "Aku sudah bilang jangan datang ke pesta ulang tahunku. Apa kamu tidak mendengarkan peringkatanku? Kenapa kamu datang heh?" David menatap istrinya dengan tatapan tajam, seolah ingin membunuhnya. "Aku hanya ingin hadir di acara ulang tahunmu sebagai istrimu. Apa salahnya seorang istri datang di hari ulang tahun suaminya?" Olivia menjawab sambil mencoba bertahan dengan perkataan suaminya yang keterlaluan. "Lihat penampilanmu, sangat jelek. Aku seorang miliarder dan CEO sukses. Apa pantas aku punya istri seperti kamu? Apa kamu tak sadar diri?" dia memicingkan mata, nadanya penuh hinaan. "Aku tidak dulu tidak gendut seperti sekarang. Aku menjadi seperti ini setelah melahirkan. Apa penampilanku begitu penting bagimu? Bukankah kamu seharusnya mencintaiku tanpa memandang rupa?" Olivia tahu suaminya selama ini tak pernah bersikap baik padanya. "Dengar! Semua orang tidak tahu kalau kita sudah menikah. Kamu harus diam, kerana kamu hanyalah istri yang aku rahasiakan," jawabnya dengan nada tinggi. "Bukankah dulu kamu berjanji akan setia padaku dan selalu ada untukku? Lalu kenapa sekarang kamu merahasiakan pernikahan kita?" tanya Olivia sambil meneteskan air mata. "Itu dulu. Sekarang lihat dirimu—kamu membuatku sangat mual. Pergi dari sini! Aku akan masuk." David mendorong Olivia hingga terjatuh, lalu meninggalkannya. 'Kenapa kamu berubah? Dulu katamu aku wanita tercantik di kota ini, makanya kamu menikahi aku. Aku gendut setelah melahirkan anak, sedangkan wajahku yang buruk ini karena menyelamatkan seseorang dari kebaran' Olivia hanya bisa bersedih saat David seperti itu. Dia tahu mungkin saja David berubah karena banyak pekerjaan di perusahaan yang membuatnya selalu marah padanya. Olivia mengkeh berpikiran positif. David kembali ke pesta ulang tahunnya. Dia begitu bahagia ditemani sekretaris cantik yang pernah menjadi dewa penolongnya. Di hari ulang tahunnya yang ke-34 tahun, David ingin memberikan kejutan untuk Bella, sekretaris pribadinya. "Selamat malam, semuanya. Saya ingin memperkenalkan wanita cantik yang sangat saya cintai. Dia bernama Bella Cristian, dan dia adalah tunanganku," kata David dengan bangganya memperkenalkan sang sekretaris sebagai tunangannya. "Selamat untuk Tuan David Anderson dan Nona Bella Cristian. Kami semua menunggu undangan pernikahan anda berdua," sahut beberapa tamu, disertai tepuk tangan meriah. David mengatakan itu seolah tidak memiliki istri. Sementara di sudut belakang ruangan, seorang wanita meneteskan air mata mendengar ucapan itu. Olivia merasa hatinya hancur—suami yang sangat dicintainya tak pernah mengakuinya. "Kenapa aku, istrimu, harus bersembunyi di sudut belakang, sedangkan kamu mengakui wanita lain sebagai tunanganmu?" Olivia tak kuat menahan sedihnya. Dia berlari keluar dari tempat itu. Saat Olivia berlari, seorang pria tanpa sengaja menabraknya. Tubuh Olivia yang gemuk membuat pria itu terjatuh. "Tuan, maafkan saya! Saya tidak sengaja. Apa anda baik-baik saja?" tanya Olivia. "Aku baik-baik saja. Tapi kenapa kamu pergi padahal acara ulang tahun Tuan David belum selesai? Kamu tamu, kan?" tanya pria bernama Jonathan itu. "Ya, saya tamu. Hanya saja... saya sedang bersedih." "Kalau begitu mari kita masuk lagi," ajak Jonathan sambil berdiri. Olivia akhirnya tak jadi pulang. Dia masih ingin menanyakan langsung pada suaminya kenapa mengakui wanita lain sebagai tunangan padahal dia sudah punya istri. Mereka masuk ke acara itu bersama. David kaget melihat Olivia masuk bersama Jonathan—apalagi Jonathan adalah sahabat baiknya. David langsung menarik Jonathan dan berbisik sesuatu yang membuat sahabatnya terkejut. "Kenapa kamu membawa wanita ini masuk? Dia sudah aku usir tadi," ujar David. "Dia kasihan. Tadi aku lihat dia menangis saat keluar dari sini. Apa kamu mengenalnya?" tanya Jonathan. "Dia hanya wanita yang mengejar cintaku seperti wanita lain. Dia mengaku sebagai istriku, makanya aku usir," jawab David, raut wajahnya seperti takut rahasianya terbongkar. "Apa? Dia pernah bilang mencintaimu?" Jonathan terbelalak kaget. Bella, yang baru saja diumumkan sebagai tunangan David, mendekat. Tanpa ragu, dia menampar Olivia. "Berani sekali kamu mengaku sebagai istri David. Apa kamu tidak tahu aku-lah tunangannya? Dan aku tidak mengaku-ngaku seperti kamu, wanita jelek!" hina Bella. "Rasakan ini! Berani menamparku? Apa kamu tak malu merebut suami orang?" Olivia membalas tamparan itu. "Ah... sakit! David, lihat dia! Dia berani menamparku. Buat dia menyesal kerana sudah kasar padaku!" rengek Bella, berlagak sebagai korban. David segera membela Bella. Dia menampar Olivia untuk membalas dendam kerana berani menyakiti wanita yang dicintainya. "Berani sekali kamu! Kamu membuatku marah. Pergi dari sini! Jangan ganggu pestaku," bentak David. "Aku istrimu, dan kita sudah punya—" Belum sempat Olivia menyelesaikan kalimatnya, David langsung membungkam mulutnya.Wanita Yang Mirip Olivia "Ah ... wanita itu meninggal karena tertabrak mobil. Tubuhnya terlempar jauh walau dia gemuk." David terbangun dari tidurnya dan selalu bermimpi Olivia. "Kenapa wanita itu selalu menganggu tidurku. Sudah enam tahun berlalu kenapa dia harus datang terus. Padahal aku masih sering ke makamnya dan dia yang salah karena sudah membuat aku membesarkan anak pria lain tapi dia yang meninggal seolah menjadi hantu di dalam mimpiku." Akibat David berteriak saat mimpi membuat Bella yang tidur di sisinya ikut berbangun. Saat itu dia langsung mengambilkan air minum di meja kecil dekat tempat tidur. "Apa kamu bermimpi tentang Olivia lagi? Sudah enam tahun David, apa dia selalu muncul di mimpi kamu?" tanya Bella. "Ya, aku tahu. Rasanya aku hampir tidur tidak tenang tiap hari. Aku harus pergi ke psikiater saja. Semakin parah gangguan mimpi ini, walau aku sudah diperiksa beberapa dokter beberapa kali tapi tetap seperti ini," jawab David dengan wajah ketakutan seolah d
Kembali Dengan Kesuksesan Seorang pria yang bisa meramal menemui David, dia bilang seseorang dari masa lalunya suatu saya akan kembali dan membuatnya menyesal. "Siapa Anda? Kenapa Anda berkata seseorang dari masa laluku akan kembali maksud Anda siapa?" "Wanita itu akan kembali untuk menagih ketidakadilan yang terjadi di hidupmu," jawab pria misterius itu lalu dia berjalan dengan cepat meninggalkan David. "Maksud Anda siapa? Jangan pergi Pak! Aku tidak adil pada siapa?" belum sempat dia mengejar pria tua itu tiba-tiba Bella memanggilnya. "David, ayo kita pulang! Ayo cepat ke makam Istri sah kamu agar dia tidak menjadi hantu. Kenapa kamu berada di situ arah makamnya di sini?" tanya Bella yang menghampiri David. "Oh ya.. arah makam Olivia di sana. Aku tadi sempat berpapasan dengan seseorang saja," jawab David. David dan Bella berziarah ke makam Olivia, ya baru kali ini saja karena David sering memimpikan wanita itu setelah satu tahun dia meninggal. Mereka berdua membawa bu
Berusaha Menjadi Cantik Kembali "Ya Tuhan, kenapa bisa wanita itu ada di sini. Dia tidak boleh tahu kalau aku masih hidup." Olivia dengan badan gendutnya mencoba untuk menghindari wanita tersebut. Walau tubuhnya gendut, Olivia berlari sekuat tenaga untuk masuk ke toilet kecil milik minimarket. Dia tidak boleh sampai ketahuan Bella. "Apa aku salah lihat? Tadi aku sepertinya melihat wanita yang sangat mirip Olivia. Lalu dia dimana sekarang? Kenapa tidak ada di dalam minimarket ini? Biarkan sajalah! Aku harus membeli minum lalu segera pergi naik pesawat." Bella sudah mencari Olivia sampai masuk ke minimarket tapi tidak ditemukan juga akhirnya dia membeli air minum lalu segera kembali untuk naik perawat menuju luar negeri. Saat itu Olivia masih berada di dalam toilet minimarket. Dia langsung ke luar dari pintu belakang tanya pegawai minimarket. Untungnya dia bisa kabur sebelum Bella menangkapnya. "Kalau aku sampai tertangkap, maka mereka akan menuduhku memalsukan kematianku." O
Bangkit Setelah Dikhianati "Jangan tayangkan video ini. Matikan saja! Apa maksud kamu? Kenapa bisa wanita ini membawa video rekaman percakapanku dan Bella," kata David. "David, Olivia sudah meninggal. Kita masih bisa menikah, tapi dia waktu itu kamu ceraikan. Apa salahnya? Kita harus melanjutkan pernikahan kita," sahut Bella. Saat itu petugas polisi langsung mendekati David dan mengatakan sesuatu. "Pernikahan ini urusan Anda, tugas saya di sini mengantarkan Istri Anda yang meninggal karena kecelakaan. Kalau begitu saya pamit, saya tidak akAn ikut campur dengan urusan pribadi Anda. Cepat makamkan juga mayat istri Anda ini," kata petugas polisi lalu dia pamit meninggalkan restoran tersebut. "Ah.... pernikahan kita jadi kacau gara-gara Olivia," ungkap David yang kesal. "Dasar tukang selingkuh! Lihat istri kamu terbujur di peti mati itu tapi kamu malah menikah sekarang. Kamu memaksanya dan memukulinya, kita laporkan saja pria ini agar di hukum. Suami yang kejam," beberapa ora






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.