Share

BAB 53 - HANGATNYA RUMAH

Author: Jinggaaa_
last update Petsa ng paglalathala: 2024-11-15 20:00:53

Matahari semakin tinggi, menandakan waktu istirahat siang bagi para pekerja proyek. Erik memperhatikan sebagian besar dari mereka tampak lelah, dengan keringat membasahi seragam mereka. Ia melambaikan tangan dan memberi isyarat.

"Kalian istirahat dulu," katanya dengan nada tegas namun ramah. Para pekerja mengangguk dan berjalan menuju tempat istirahat yang disediakan, beberapa mengucapkan terima kasih pada Erik sebelum berlalu.

Erik kemudian menghampi

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Mendadak Jadi Istri Kesayangan    BAB 72 - TUDUHAN YANG MENGHANCURKAN

    Kalula semakin menundukkan kepalanya dalam-dalam, tidak berani menatap sepasang mata Sagala yang kini menyala merah oleh amarah dan tuntutan penjelasan. Air matanya menetes satu per satu, membasahi kain sprei tempatnya duduk. Kamar tidur yang megah itu mendadak terasa begitu sempit dan menyesakka, seolah seluruh pasokan udara telah lenyap.“Jawab aku, Kalula! Jangan cuma menangis!” Bentak Sagala lagi. langkah kakinya yang berat maju satu langkah, membuat ranjang sedikit bergetar ketika ia menumpukan kedua tangannya di sisi tubuh Kalula‒ mengurung wanita itu dalam intimidasi fisiknya.Dengan bibir yang gemetar hebat, Kalula akhirnya memberanikan diri untuk mendongak, “I-iya, Mas... Aku‒ aku memang sedang hamil.”Mendengar pengakuan itu secara langsung, tubuh Sagala mendadak kaku. Amarah yang tadinya meluap-luap seperti hendak membakar seisi ruangan, seketika keterkejutan yang luar biasa. Jantungnya berdentum begitu keras di dalam rongga dadanya.“Hamil?” bisik Sagala, suaranya mendadak

  • Mendadak Jadi Istri Kesayangan    BAB 71 - PENGAKUAN DI TENGAH AMARAH

    Kalula semakin menundukkan kepalanya dalam-dalam, tidak berani menatap sepasang mata Sagala yang kini menyala merah oleh amarah dan tuntutan penjelasan. Air matanya menetes satu per satu, membasahi kain sprei tempatnya duduk. Kamar tidur yang megah itu mendadak terasa begitu sempit dan menyesakka, seolah seluruh pasokan udara telah lenyap.“Jawab aku, Kalula! Jangan cuma menangis!” Bentak Sagala lagi. langkah kakinya yang berat maju satu langkah, membuat ranjang sedikit bergetar ketika ia menumpukan kedua tangannya di sisi tubuh Kalula‒ mengurung wanita itu dalam intimidasi fisiknya.Dengan bibir yang gemetar hebat, Kalula akhirnya memberanikan diri untuk mendongak, “I-iya, Mas... Aku‒ aku memang sedang hamil.”Mendengar pengakuan itu secara langsung, tubuh Sagala mendadak kaku. Amarah yang tadinya meluap-luap seperti hendak membakar seisi ruangan, seketika keterkejutan yang luar biasa. Jantungnya berdentum begitu keras di dalam rongga dadanya.“Hamil?” bisik Sagala, suaranya mendadak

  • Mendadak Jadi Istri Kesayangan    BAB 70 - RAHASIA YANG TERBONGKAR

    Suara teriakan itu seketika merobek tid”ur nyenyak Sagala. Pria itu langsung terduduk di ranjang, matanya terbelalak lebar dengan waspada. Detik berikutnya, ia melihat sang istri sudah tergeletak di dekat gorden balkon sambil menangis histeris.“Kal! Ada apa?!” Sagala melompat dari tempat tidur. Tanpa memperdulikan tubuhnya yang hanya mengenakan celana pendek, yang ia pikirkan saat itu hanyalah langsung menghampiri Kalula dan mendekapnya erat.“D-di luar, Mas... ada orang di luar!” Tunjuk Kalula dengan jari yang gemetar hebat ke arah jendela, “Dia bawa pisau‒ dia mengancam mau membunuhku!”Mendengar hal itu, rahang Sagala mengeras. Amarahnya langsung menyala, “Bajingan!”Sagala bangkit berdiri, hendak menerjang ke arah pintu balkon. Namun, Kalula menahan lengan suaminya dengan kuat‒ wajahnya dipenuhi kepanikan, “Jangan, Mas! Jangan keluar! Dia bawa senjata, aku takut kalau kamu sampai terluka!” Tangis Kalula pecah, meremas lengan kekar Sagala.“Lepas, Kal! Aku harus menangkap bajingan

  • Mendadak Jadi Istri Kesayangan    69. JEJAK DI BALIK JENDELA

    Ketegangan di taman belakang malam itu tidak juga menyurut. Angin malam yang mendadak mati, membuat suasana terasa kian mencekam‒ seolah-olah ada sepasang mata yang benar-benar sedang mengawasi setiap gerak gerik mereka dari balik kegelapan semak-semak taman keluarga Bagaskara. Sagala mempererat pelukannya pada tubuh Kalula yang masih gemetar hebat. Tangan kokohnya mengusap punggung sang istri, mencoba menyalurkan kehangatan serta rasa aman yang saat ini sangat dibutuhkan oleh wanita itu.“Kita masuk sekarang. Di luar sudah tidak aman,” bisik Sagala dengan suara rendah namun penuh penekanan.Kalula hanya bisa mengangguk pasrah. Kakinya terasa lemas seperti jeli, membuat Sagala harus setengah memapah tubuhnya untuk melangkah kembali ke dalam rumah utama. Sesampainya di dalam kamar, Sagala langsung mengunci rapat pintu balkon dan menarik gorden tebal hingga tidak ada sedikit pun celah yang tersisa dari luar. Pria itu berbalik, menatap istrinya yang duduk di tepi ranjang dengan wajah pu

  • Mendadak Jadi Istri Kesayangan    BAB 68 - SIAPA ORANG MISTERIUS ITU?

    Langit malam yang bertabur bintang menjadi saksi perjalanan mereka menuju rumah. Suara canda tawa Sagala, Mama Elena, dan Kakek Arya memenuhi kabin mobil, menciptakan kehangatan di tengah dinginnya malam. Kalula meski tersenyum sesekali, lebih banyak tenggelam dalam pikirannya sendiri.Pesan misterius yang diterimanya tadi siang terus menghantui, membuat suasana hatinya tak sepenuhnya terhubung dengan keceriaan di sekitarnya.“Kamu baik-baik saja, Nak?” suara berat namun lembut Kakek Arya memecah lamunannya. Tatapan penuh perhatian pria tua itu langsung tertuju ke arah Kalula.“Ah... iya, Kek. Aku baik-baik saja.” Jawab Kalula tergesa, mencoba menutupi kegelisahannya dengan senyum, “Cuma sedikit lelah setelah seharian di kafe.”Elena yang duduk di samping Kalula, menyentuh lembut tangan menantunya, “Kalau kamu lelah‒ istirahat saja, Sayang. Besok biar Mama ya

  • Mendadak Jadi Istri Kesayangan    BAB 67 - CEMAS DAN GELISAH

    Setelah percakapan telepon dengan Mama mertuanya, Kalula bergegas untuk bersiap berangkat ke kafe milik Mama mertuanya seperti biasa. Dia memilih setelan kasual berupa blus putih sederhana dan celana panjang krem, lalu mengambil tas slempangnya.Sebelum keluar rumah, Kalula menghela napas panjang, “Lupakan dulu, Kal. Sekarang kamu harus fokus dulu di kafe,” gumamnya pada diri sendiri.Setelah itu dia segera keluar dari rumah dan langsung menaiki taksi yang sudah menunggunya di depan pagar. Sopir taksi menyapanya dengan ramah, tapi Kalula hanya menjawab dengan senyuman singkat sembari tenggelam dalam pikirannya sendiri.“Ke Kafe Romania, Pak.” Ucapnya pelan.Sepanjang perjalanan, Kalula memandang keluar jendela‒ menyaksikan keramaian kota yang terasa seperti latar belakang tanpa suara. Suasana hatinya pagi ini terasa berat, tapi dia terus mengingatkan diri untuk tetap tenang.

  • Mendadak Jadi Istri Kesayangan    BAB 54 - CINTA MENGALIR DI SETIAP RASA

    Keesokan paginya, sinar matahari perlahan merayap masuk melalui celah-celah rumah kayu peninggalan mendiang nenek Rini. Kalula kembali sibuk di dapur, menyiapkan sarapan sederhana untuk suaminya, Sagala, dan Erik. Hari ini dia memutuskan untuk membuat nasi goreng dan telur mata sapi.

  • Mendadak Jadi Istri Kesayangan    BAB 45 - SARAPAN ISTIMEWA

    Karena malam semakin larut dan udara di luar semakin dingin, Sagala mengajak Kalula untuk kembali masuk ke dalam rumah.“Kal, udaranya dingin sekali. Lebih baik kita masuk saja. Aku nggak mau kamu sampai sakit,” ucap Sagala penuh perhatian, merapatkan jaket di bahu

  • Mendadak Jadi Istri Kesayangan    BAB 34 - LEMBARAN BARU

    Kalula menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan gemuruh perasaannya. Dia memandang Sagala dengan mata yang sendu, “Sagala, kamu tahu bahwa apa yang terjadi malam itu‒ itu bukan sesuatu yang bisa aku lupakan begitu saja. Rasa kecewa itu masih ada, dan aku belum bisa sepenuhnya memaafka

  • Mendadak Jadi Istri Kesayangan    BAB 13 - PENGGANGGU

    Pukul enam malam. Sagala yang baru saja pulang dari kantor melihat sekeliling rumahnya tampak sepi. Kalula yang biasanya akan berada di dapur kini tidak terlihat, hanya ada Tika yang tengah sibuk menyiapkan makan malam.Sagala bertanya pada Tika, di mana Kalula berada. Tika menjawab ba

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status