Share

Bab 16. Expired

Memangnya, apa yang Sheyra harapkan dari pertemuannya dengan sang Papa? Berharap jika papanya itu bersedia menjadi wali nikahnya? Tentu saja hal tersebut tidak akan pernah terjadi.

Malahan, Sheyra justru menemui kenyataan yang lebih pahit dari perkiraannya selama ini. Sang Papa dengan terang-terangan mengatakan bahwa beliau tak lagi menganggap dirinya sebagai seorang anak.

Ingin meratapi nasib hidupnya, tetapi Sheyra sudah tak punya tenaga. Akhirnya, yang bisa dia lakukan saat ini adalah mengikuti alur kehidupan yang telah Tuhan buat untuknya.

Seperti pagi di keesokan harinya, Sheyra hanya sanggup pasrah jika hari itu dia akan resmi menikah dengan Arya, seseorang yang tidak pernah dirinya inginkan dan harapkan akan menjadi pendamping dalam perjalanan hidupnya.

Tidak ada pesta mewah dan meriah seperti pesta pernikahan yang selama ini Sheyra idam-idamkan. Semua berjalan dengan datar dan hatinya yang tak merasa bergetar saat kalimat ijab qobul itu menggema dari mulut Arya. Sheyra han
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status