Home / Romansa / Menipu Sang CEO Buta / #135 Mulut Tapi Lancang

Share

#135 Mulut Tapi Lancang

Author: aisakurachan
last update Petsa ng paglalathala: 2026-01-31 07:21:27
Ellie berjalan menghampiri Raven yang menunggunya di sebelah meja penuh makanan. Dia membawa piring yang penuh berisi anggur dan apel potong.

"Aku tidak tahu kau bisa bahasa isyarat." Raven rupanya juga kaget.

"Aku perawat, Rave. Tidak kewajiban bagi semua perawat untuk menguasainya. Namun ada peraturan yang mengharuskan rumah sakit memiliki beberapa perawat yang mampu berbahasa isyarat. Aku termasuk di dalam beberapa itu tadi."

"Ahh...Pantas saja. Well, setidaknya kau bisa membuat pria kecil it
aisakurachan

🙂🙂 hidih mulutnya

| 4
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #410 Pertemuan dan Dikenali

    Matteo ingin berterima kasih kepada pelayan yang datang mengantar makanan mereka, setidaknya dia memutus pertengkaran antara Ivy ayahnya. Saat ini Matteo sudah menyesal, karena telah ikut menyumbang kata setuju, untuk melakukan pertemuan ini.Melihat pertengkaran itu, sepertinya akan lebih baik kalau Ivy tidak bertemu ayahnya. Namun kini, setidaknya Matteo bisa sedikit lebih tenang. Makanan itu membuat mereka semua diam.Carlyle Hotel tentu saja tidak akan menyediakan makanan yang tidak lezat. Makanan yang datang, memenuhi ekspektasi mereka semua. Makanan pembuka yang ringan dan lezat, mengimbangi main course yang datang berikutnya.Karena Matteo malas memesan, dia mendapat steak yang sama dengan Ivy. Sedangkan Frank memesan salmon panggang.Dan tentu semua juga lezat. Meski lidah Matteo tidak bisa bekerja sama dengan sempurna, untuk merasakan semua makanan itu dengan baik. Ketegangan membuatnya selalu melirik Ivy dan ayahnya selama beberapa menit sekali.Entah karena kebiasaan, Frank

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #409 Baik dan Selektif

    Matteo melirik pada Ivy. Tidak seharusnya dia sejujur itu, tapi sepertinya bukan hal yang mengejutkan bagi Frank, karena dia tidak terpengaruh. Dia hanya memeriksa botol anggur itu dengan teliti. Dia sudah terbiasa dengan ucapan pedas Ivy."Penfolds Grange Hermitage 1951?" Frank membaca tulisan pada botol wine itu, lalu mengangkat alis kaget."Dari mana kau mendapatkannya?" tanya Frank, bertanya pada Matteo."Eh?" Matteo tentu tak tahu jawabannya. Luigi yang membelinya."Bukan Matteo yang membelinya. Dia menyuruh pegawainya yang membeli," sahut Ivy. Menyelamatkan."Dan kau membiarkannya membeli ini? Apa kau tahu berapa harganya?" Frank masih belum pulih dari rasa heran."Eh?" Matteo kembali mengulang sahutan yang sebenarnya terdengar bodoh itu."Tidak. Matteo tidak akan tahu."Matteo ingin menyela jika sebenarnya dia tahu berapa harganya. Luigi memberitahu berapa harganya saat menyerahkannya tadi. Tapi dia tidak ingin membuat Ivy terlihat salah. Jadi memutuskan diam."Wine ini berharga

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #408 Bertemu dan Hadiah

    "Apa yang sedang kau lihat?" tanya Ivy. Saat memergoki Matteo sedang menekuni ponselnya. Ivy mengenali Matteo yang sedang sangat serius, berdasar atas kerutan yang ada di kening. Alisnya nyaris menyatu berkonsentrasi."Nothing." Matteo memilih jalan salah dengan terburu-buru menyimpan ponsel ke dalam kantong. Gerakan yang justru mencurigakan, membuat Ivy semakin tertarik."Apa yang kau sembunyikan?" tanyanya. Tanpa banyak berpikir, langsung mengulurkan tangan, merogoh kantong jas Matteo. Dan Matteo tidak pasrah, dia berusaha mencondongkan tubuh menghindar.Aktivitas mereka sebenarnya tidak terlalu pantas dilakukan di di depan umum, karena Ivy saat ini, meraba tubuh Matteo dengan sebenar-benarnya. Tapi Ivy tidak peduli.Meski meja lokasi meja mereka berada di area VIP, sedikit terpisah dengan sisa meja yang lain, tetap saja ada beberapa orang yang menempati meja lain, terlihat menoleh tertarik, namun sekejap saja.Mereka kembali menekuni makanan yang ada di meja masing-masing. Pertunju

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #407 Harus dan Ada

    "Carlyle Hotel," gumam Ivy.Membaca pesan yang baru saja masuk ke dalam ponselnya."Itu lokasi yang bagus, tapi sayang sekali hotel itu sudah terbooking penuh untuk hari yang kalian inginkan. Kita tidak bisa memakainya," sahut Macy dari kursi depan.Dia menempati kursi di sebelah Luigi, yang seperti biasa, sedang menyetir."Oh! Maaf, Macy. Bukan seperti itu. Aku tidak sedang mempertimbangkan hotel itu sebagai lokasi. Aku mempunyai janji makan malam di sana besok," jelas Ivy."Ah!" Macy tertawa malu. "Aku terlalu bersemangat rupanya," kata Macy.Dia mengira Ivy menyebut nama hotel itu karena ingin memakainya sebagai lokasi. Dia terlalu berkonsentrasi menekuni tablet ditangannya, sampai tidak menyadari jika Ivy menyebut nama itu sekilas lalu."Siapa?" tanya Matteo, dengan suara bisikan, agar Macy tidak mendengar. Dia tidak tahu Ivy punya janji makan malam di hotel itu."Ayahku. Dia mengirim pesan soal waktu bertemu itu." Ivy menjawab juga dengan perlahan."Di hotel itu tadi?""Benar. Aca

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #406 Tekanan dan Permintaan

    "Aku pernah melihatmu berjalan bersama wanita di Lake Magiorre, tahun lalu. Apa itu wanita yang akan kau nikahi?"Matteo terdiam berpikir. Ellie tidak salah, dia memang pernah berada di sana bersama Ivy, dan hanya sekali. Dia kemudian sadar, jika Ellie juga berada di kota itu. Rose dan Dante pergi ke sana bersama Ellie dan Raven. Jadi Ellie melihat Ivy bersamanya setelah dia membunuh salah satu penyerang Ivy."Kau benar-benar melihatku?" Matteo tak percaya Ellie bisa kebetulan melihat mereka."Hanya dari kejauhan. Aku tidak ingat melihat wajahnya dengan jelas. Aku ingat dia memakai turtleneck." Ingatan Ellie detail soal baju, karena menurutnya aneh. Saat itu musim panas.Matteo kini yakin Ellie benar-benar melihatnya hari itu. Sampai sekarang, Ivy masih memiliki kebiasaan untuk memakai scarf atau turtleneck untuk menutupi luka. Jadi gadis yang dilihat Ellie benar-benar Ivy."Aku akan menikah dengan gadis itu," kata Matteo."Oh wow! Kau tidak bercanda?!" Ellie kembali berseru."Tidak, E

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #405 Kabar dan Kejutan

    "Kau belum menghubunginya?"Ivy bertanya, karena saat kembali masuk ke kamar, dia masih melihat Matteo berada dalam posisi yang sama. Berdiri memandangi ponsel.Matteo menggeleng.Ivy mendesah sambil memilih sepatu dari rak. Pilihannya jatuh kepada sepatu boot berwarna hitam yang dulu dibelinya di Italy. Modelnya sangat cocok dengan musim gugur, dan cocok dengan gaun selutut warna merah, yang dipakainya sekarang.Mantel dan scarf yang dipakainya nanti, juga akan berwarna hitam. Tidak terlalu casual, tapi tidak juga resmi berlebihan. Cocok untuk acaranya hari ini. Yang membuat Ivy paling puas, penampilannya sangat serasi dengan Matteo. Dia memakai jas hitam dan kaos turtle neck merah tua hari ini.Acara hari ini, mereka akan berkeliling ke beberapa tempat untuk memilih lokasi pernikahan, dan setelah itu masih harus melakukan fitting baju pengantin.Hari yang sangat sibuk, karena itu Ivy tidak ingin Matteo membuang waktu, dengan menimbang dan berpikir soal menghubungi Ellie. Sudah sejak

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #486 Manis Dan Puas

    Pemandangan yang tidak biasa terlihat pagi itu. Semua penghuni apartemen Ivy berkumpul di depan televisi, padahal hari masih sangat pagi. Bahkan Mauro yang hanya tahu sedikit saja soal apa yang terjadi, ikut bersemangat dan menanti di depan televisi.Baik Ivy maupun Matteo hanya tidur mungkin sekita

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #485 Senjata dan Serangan

    "Akan aku lakukan." Claris akhirnya menjawab dengan kata setuju.Matteo menyeringai puas."Bagus. Aku ingin berita ini dimuat besok pagi. Terserah kau mau membuat berita itu dalam skala sebesar apa. Kau boleh mengontak semua kenalanmu, pastikan saja berita itu membesar dengan cepat. Mengerti?!" Matt

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #484 Penolakan Dan Langkah

    Matteo menutup mata dan mendesis jengkel. Dia malas mengulang-ulang penjelasan.Luigi yang melihat itu, akhirnya mengambil alih. "Mr. DeFranco ingin agar anda mencabut pernyataan soal Ivy Adams adalah penipu, setan nafsu, dan lain sebagainya."Mata Greenwood mengedip dengan sangat cepat, menandakan

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #482 Terpojok dan Menyerah

    "Aku DeFranco. Kau sudah mendengar namaku tadi," jawab Matteo santai. Dia sedikit senang melihat Claris akhirnya merasa kesal."Aku tidak bertanya soal namamu, aku...""Aku tahu!" potong Matteo. "Dan nama memang bukan masalah utama saat ini. Yang menjadi masalah, adalah apa yang aku ketahui tentang

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status