Home / Romansa / Menipu Sang CEO Buta / #312 Raja Tapi Terlihat Normal

Share

#312 Raja Tapi Terlihat Normal

Author: aisakurachan
last update publish date: 2026-02-26 07:29:47
Ellie langsung merasa bodoh, saat akhirnya mobil berbelok, dan dia melihat bangunan utama istana. Ellie merasa bodoh, karena pernah menyamakan Mansion Wycliff yang dulu didatanginya, dengan istana kerajaan

Istana yang sebenarnya, jauh lebih besar dan mewah daripada rumah Raven. Pertunjukan kemewahan dalam skala yang diperbesar.

Halamannya saja, kemungkinan berukuran dua kali lipat lebih luas. Halaman itu terlihat rapi, membentang ditutupi rumput hijau dengan tinggi yang merata. Musim semi mengha
aisakurachan

🙂🙂 nggak usah nekat El

| 6
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Haruki Matsuda
sabar El..
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #412 Penangkapan dan Rencana

    Sepanjang perjalanan pulang yang durasinya tidak terlalu lama itu, Matteo sama sekali tidak menjawab pertanyaan Ivy.Saat melihat wajahnya yang sedang berpikir keras, Ivy juga akhirnya diam. Meski setengah mati penasaran, tapi dia tidak mungkin mengganggu Mateo.Ivy percaya Matteo pasti akan mengatakan masalahnya, begitu mereka sampai di rumah.Kejutan menanti Ivy begitu mereka memasuki gerbang rumah itu. Ada tiga mobil lain terparkir di halaman rumah itu. Ini semakin memperkuat dugaan Ivy jika ada sesuatu yang terjadi.Pemandangan tidak biasa kembali ditunjukkan saat mereka memasuki rumah.Ruang tamu yang biasa lengang itu, sekarang ke penuh orang. Ada empat orang asing, lima termasuk Dante. Bahkan Luigi dan Mauro yang sedari tadi mengikuti Ivy dan Matteo, juga ikut masuk ke dalam.Padahal biasanya mereka akan menuju ke paviliun belakang, jika Matteo sudah masuk ke rumahKelima orang yang tadi terlihat santai duduk, langsung bangun berdiri saat Matteo masuk. Mereka menyingkir ke tepi

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #411 Belum dan Berita

    Dengan gerak cekatan, Ivy menebarkan karpet tipis yang akan menjadi di tempat mereka berpiknik.Setelah memastikan karpet itu rapi, Ivy menata semua bekal yang dibawanya. Karena yang menyiapkan semuanya adalah Ivy, maka tidak mungkin dia hanya membawa satu keranjang piknik. Untung saja bukan dirinya sendiri yang harus membawa.Matteo yang mengusulkan mereka berpiknik, dan dengan senang hati membantu Ivy menyiapkan perbekalan itu. Namun Matteo tetap mengeluh dalam hati, saat merasakan beban kedua keranjang itu.Tempat piknik yang dia pilih, berada di puncak bukit kecil. Mereka bisa mencapai setengah perjalanan dengan mobil, tapi harus meneruskan dengan berjalan kaki untuk mencapai puncak bukit Meredith itu,Matteo sempat menyesal karena telah mengusulkan bukit itu sebagai tempat berpiknik. Bukit indah dan cocok sebagai tempat menikmati pemandangan. Kegiatan yang menyenangkan, jika saja tidak dibarengi dengan membawa dua keranjang piknik yang berat.Namun, begitu melihat senyum Ivy, saa

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #410 Benci dan Pengetahuan

    Meski Matteo sudah terburu-buru, namun dia tetap terlambat.Matteo sampai di mansion Ranallo, setelah waktu sarapan lewat jauh. Padahal dia tadi merencanakan akan sarapan bersama Ellie.Saat masuk ke dalam rumah, Matteo mendapati ruang makan telah kosong dan bersih. Melihat itu, Matteo meneruskan langkah ke arah paviliun Ellie.Dari kejauhan dia sudah bisa mendengar hingar-bingar suara bercanda. Tawa ceria bayi dan jeritan bersemangat Al dan Frey yang khas.Setelah langkah kakinya mendekat, Matteo melihat Raven, Sophie dan Marlow sedang bermain bersama si kembar, di dalam bak pasir yang khusus dibuat Matteo untuk mereka berdua. Matteo membuat itu, setelah melihat Al dan Frey sudah sangat pandai merangkak.Al dan Frey kini sudah bisa duduk dan merangkak dengan lancar. Tidak masalah lagi melepas mereka di tanah, meski harus diawasi dengan ketat.Mencegah jika sewaktu-waktu mereka memiliki ide untuk memasukkan pasir ke dalam mulut.Kini tugas itu jatuh kepada Raven. Dia terlihat sibuk me

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #409 Percobaan dan Kegagalan

    Matteo memandang wajah pucat Ivy telah merona oleh hasrat. Matanya sayu memandang Matteo, memandang wajah yang dia rindukan.Matteo kembali melumat bibir Ivy dengan rakus. Wajah pasrah sendu yang mengundang itu, terlalu menggoda.Tubuh Ivy terdorong menabrak jendela, tapi Matteo tidak berhenti. Tangannya kini mencari celah gaun Ivy, menyusup masuk menyentuh kulit.Dengus nafas Ivy terdengar mulai kasar, saat Matteo menemukan apa yang dia cari.Ivy sudah tidak mampu mengingat apapun lagi, saat merasakan bagaimana tangan Matteo membelai tubuhnya. Tangan Ivy menjulur ke bawah menyentuh Matteo."Vy..." Matteo merintih nikmat, karena elusan jemari Ivy."Kau juga menginginkannya..." Ivy merasakan denyutan diantara jemarinya. "Apa kita bisa melakukannya?" tanya Ivy. Meraih kancing celana Matteo, dan membukanya.Matteo menggeram kasar, dan menurunkan gaun Ivy. Merenggut gaun itu sampai terlepas. Memamerkan tubuh pucat Ivy di hadapannya. Dan terlihat indah sesuai dengan apa yang dia bayangkan.

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #408 Pulang dan Bersama

    "Apa tidak ada yang kurang lagi?" Matteo menyelipkan sedikit sarkasme dalam kalimatnya, saat melihat tiga koper yang akan dibawa oleh Ivy.Sarkasme lembut sampai Ivy tidak bisa membacanya. Dengan serius Ivy memeriksa ketiga koper itu, lalu juga kamarnya lagi."Tidak! Tidak ada yang tertinggal. Semuanya sudah ada di dalam."Matteo tersenyum, mengingat dengan baik semua sisa barang yang ada di lemari Ivy di Neive.Saat pergi Ivy tidak membawa dari satu koper, tapi dalam waktu tidak amat lama, dia sudah mampu membuat barang bawaannya berkembang biak menjadi tiga koper."Aku mengira akan tinggal lama di sini, karena itu aku mau beli banyak barang dan tidak ada yang akan aku tinggalkan!"Ivy menyahut galak, setelah menyadari pernyataan sarkas Matteo saat melihat wajahnya tersenyum simpul."Kita berangkat sekarang. Aku tidak yakin perjalanan akan lancar terutama pada sore hari seperti ini."Banyak orang pulang bekerja biasanya membuat jalanan semakin macet. Berlin adalah kota metropolitan s

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #407 Balasan dan Pertimbangan

    Tangan Ivy gemetar, berusaha sekuat tenaga menahan cacian. Saat ini cacian hanya akan memperburuk suasana, dan memperburuk namanya, yang sekarang sudah berbalur lumpur.Tapi Ivy ternyata tidak perlu mencaci. Terdengar bunyi kamera mengambil gambar dari belakang kedua gadis itu.Matteo mengambil gambar kedua gadis itu dari berbagai sudut. Lalu berjalan ke depan, mengambil foto mereka dari jarak dekat, agar foto wajah mereka terlihat jelas.Kedua gadis itu sempat terkesima, karena melihat Matteo. Reaksi umum yang sangat bisa dimengerti. Tidak setiap hari akan ada pria setampan model mengambil gambar mereka."Apa yang kau lakukan?!" Amarah itu sedikit terlambat, namun akhirnya datang. Salah satu gadis bertanya dengan galak."Aku sedang mengambil bukti untuk melapor, jika baru saja terjadi perbuatan tidak menyenangkan. Aku sudah merekam semua dari tadi." Ini bohong tentu saja, Matteo hanya membual untuk menggertak."Kau tidak boleh melakukan itu!" Gadis yang sedari tadi lebih vokal, mempr

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status