Share

Bab 856

Author: Liazta
last update Petsa ng paglalathala: 2026-01-18 00:09:07

Tawa kecil dan candaan hangat yang baru saja menghiasi ruangan itu belum sepenuhnya reda ketika pintu ruang perawatan terbuka perlahan. Suara engselnya nyaris tak terdengar, namun kehadiran dua sosok di ambang pintu membuat atmosfer di ruangan itu seketika berubah. Dinginnya AC rumah sakit seolah menguap, digantikan oleh gelombang emosi yang menyesakkan dada.

Anisa adalah orang pertama yang menyadarinya. Matanya yang masih sayu mendongak, lalu membelalak lebar. Wajahnya membeku sesaat, seolah p
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Rasyid Ramadhan
lanjutin LG ceritanya
goodnovel comment avatar
Azmi Hamid
bagus sekali. tertanya2 juga ya, apa ibu bapa anisa masih hidup lagi ngak ya. siapa yang merampas harta ona lusi
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1072

    Perlahan, Arbi membuka kedua kaki istrinya. Di sana, sebuah pemandangan yang teramat indah dan sakral tersaji untuknya. Warnanya merah muda, sangat bersih, terawat, dan begitu memesona.Arbi benar-benar takjub, tidak tahu bagaimana cara istrinya bisa menjaga bagian paling privat itu hingga tampak begitu sempurna. Jakun Arbi sampai naik turun, menelan ludah dengan berat memandang milik istrinya yang begitu menggoda.Arbi mulai mendekatkan wajahnya, memberikan kecupan hangat di sana sebelum akhirnya mengeluarkan ujung lidahnya. Ia mulai bermain dengan lihai di titik sensitif kecil yang menyerupai mutiara itu.Sentuhan tak terduga itu instan membuat Alicia seperti orang yang kehilangan kesadaran. Ia sudah tidak mampu lagi menahan gejolak gairah yang meledak-ledak di dalam rahimnya. Wanita itu menjerit tertahan, kedua tangannya meremas kuat rambut Arbi.​"Arbi... ah! Hentikan... Arbi..."​Arbi terdiam sesaat, namun hasrat yang sudah di ujung tanduk membuatnya tidak berhenti. Lidahnya just

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   BAB 1071

    ​​Malam semakin larut di kota Paris. Keramaian pesta pernikahan yang megah di ballroom hotel perlahan surut, menyisakan keheningan yang intim di dalam kamar penthouse suite khusus pengantin baru.​Kamar itu sudah didekorasi sedemikian rupa dengan taburan kelopak mawar merah di atas tempat tidur king-size, serta pencahayaan temaram dari lampu tidur yang menghadirkan atmosfer sangat romantis sekaligus mendebarkan.​Alicia duduk di tepi ranjang, masih mengenakan jubah tidur satin putihnya. Jantungnya berdegup begitu kencang hingga rasanya mau melompat keluar. Sepuluh hari pingitan yang menyiksa, rindu yang menggebu-gebu, dan fakta bahwa pria di hadapannya ini sudah sah menjadi suaminya, membuat atmosfer di antara mereka terasa begitu pekat oleh hasrat yang memuncak.​Arbi melangkah mendekat setelah selesai membersihkan diri. Rambutnya yang sedikit basah dan aroma maskulin yang menguar dari tubuhnya membuat seluruh pertahanan Alicia goyah seketika.​Pria itu berlutut di hadapan Alicia, me

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1070

    Di sebuah meja bundar besar yang terletak tepat di area tengah ballroom, berkumpullah barisan para daddy-daddy tampan pemburu takhta bisnis global: Michael, Samuel, Noah, Leo, dan Attar dan Darren. Meskipun ia bergerak di industri hiburan, tetap saja ikut bergabung. Walau bagaimanapun, ia tetap memiliki bisnis, meskipun belum sesukses Michael dan Samuel. Mereka mengenakan setelan jas tuksedo hitam rancangan desainer ternama yang membuat ketampanan matang mereka terlihat begitu mencolok. Tepat di sisi mereka masing-masing, para istri cantik nan menawan berjejer rapi menampilkan pesona mamah muda sosialita: Yura, Violet, Aishwa, Anisa, dan Jasmine.Obrolan di meja utama ini mendadak terbagi menjadi dua kubu pembicaraan yang sangat kontras dan berlawanan arah, berawal dari Michael yang berdehem pelan lalu membuka suara dengan nada baritonnya yang berat dan berwibawa."Jika kita melihat pergerakan pasar global belakangan ini, saham di sektor teknologi digital, kecerdasan buatan, dan rant

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1073

    "Iya juga, ya... Bagaimana cara memasukkannya agar pas?" tanya Arbi polos, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.Alicia terdiam dan berpikir keras di tengah suasana kamar yang temaram. Detik berikutnya, sebuah ide cemerlang melintas di kepalanya. "Daripada kita bingung menebak-nebak... bagaimana kalau kita menonton video tutorialnya saja?"Arbi langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat tanda setuju. Tanpa membuang waktu, pria itu meraih ponsel pintarnya di atas nakas, membuka sebuah situs edukasi dewasa yang legal, lalu mulai memilih film atau video instruksi yang sesuai dengan kebutuhan mendesak mereka saat ini.Mereka berdua akhirnya duduk berdampingan di atas ranjang dengan selimut yang menutupi tubuh, fokus menatap layar ponsel pintar yang menampilkan visual pertempuran ranjang. Namun, bukannya tercerahkan dengan tekniknya, efek visual dari video tersebut justru menjadi bumerang. Setelah menonton sekitar lima menit, gairah di dalam tubuh Arbi dan Alicia justru kembali tersulu

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1069

    "Betul apa kata Kiara, Aruna. Lagipula, kamu tidak perlu cemas berlebihan. Kalau sampai Arbi berani macam-macam, bersikap dingin, atau sampai membuat putri bungsu kita ini menangis di Indonesia nanti... tenang saja! Kita para perkumpulan ibu-ibu dan oma-oma ini yang bakal maju paling depan untuk menjewer kedua kupingnya sampai merah!" seru Lusi dengan nada menggebu-gebu yang langsung memicu tawa renyah di antara mereka semua.Mendengar gurauan kompak dari anak-anak dan menantunya, oma Mawar yang duduk di tengah-tengah mereka langsung tersenyum teduh. Matanya yang masih sangat tajam memancarkan kebijaksanaan menatap lurus ke arah kerumunan anak, menantu, cucu, hingga cicitnya yang memenuhi ruangan."Keluarga kita sudah tumbuh semakin besar dan kuat," ucap oma Mawar dengan suara baritonnya yang pelan namun berwibawa. "Melihat kalian semua bisa duduk berdampingan, berkumpul dalam keadaan sehat dan penuh kasih seperti ini... rasanya separuh dari beban usiaku yang sudah tua ini menguap hil

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1068

    Ballroom mewah yang menjadi saksi bisu bersatunya Arbi dan Alicia kini telah berubah menjadi lautan kebahagiaan. Setelah ketegangan akad nikah yang menguras air mata itu berlalu dengan penuh keharuan, acara kini berlanjut ke sesi pesta keluarga yang jauh lebih santai namun tetap terasa begitu khidmat. Musik instrumental klasik bergaung lembut, berpadu dengan gemerincing sendok perkakas perak dan tawa renyah dari para tamu undangan kelas atas yang hadir dari berbagai belahan dunia.Seluruh ornamen bunga mawar putih yang didatangkan langsung dari perkebunan terbaik, serta jajaran lampu gantung kristal di langit-langit setinggi sepuluh meter seolah ikut merayakan bersatunya dua hati. Dua anak manusia yang telah membuktikan bahwa jarak ribuan mil antara Paris dan Indonesia, serta waktu empat tahun penantian, bukanlah halangan jika takdir sudah digariskan oleh Tuhan.Namun, di salah satu sudut strategis ballroom, tepat di dekat meja hidangan pencuci mulut yang dipenuhi air mancur cokelat b

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 884

    Pagi itu, cahaya matahari masuk lembut melalui jendela kamar rawat Anisa. Udara terasa berbeda—lebih ringan, lebih lapang. Tidak lagi berbau obat-obatan yang menempel di hidung, tidak lagi dipenuhi bunyi mesin yang setia menemani malam-malam panjangnya.Hari ini… ia pulang.Anisa duduk di tepi ranj

    last updateHuling Na-update : 2026-04-04
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 892

    Pagi itu datang terlalu cepat bagi Anisa.Ia terbangun sebelum alarm berbunyi, dengan dada yang terasa berat seolah ada tangan tak kasatmata menekan dari dalam. Cahaya tipis matahari Zurich menyelinap lewat celah tirai, dingin dan pucat. Tidak menenangkan. Justru mengingatkan bahwa hari ini adalah

    last updateHuling Na-update : 2026-04-04
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 859

    Samuel melirik sekilas. Wajahnya tampak masam, namun sebenarnya ia sedang mati-matian menahan senyum agar tidak lolos.“Dan kamu tertawa?” tanya Samuel datar.“Iya, dong. Semuanya juga tertawa.”“Kalau kamu tertawa di kelasku dulu, sudah pasti aku keluarkan,” sahut Samuel dingin.Violet menoleh cep

    last updateHuling Na-update : 2026-04-04
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 858

    Samuel mulai merasa ada yang tidak beres sejak Violet muntah untuk ketiga kalinya pagi itu. Bukan karena salah makan, bukan pula karena mabuk perjalanan. Tapi karena... setiap kali Samuel mendekat, Violet langsung mual.“Sayang…” Samuel baru saja melangkah dua langkah.“Ugh—!” Violet langsung menut

    last updateHuling Na-update : 2026-04-04
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status