Home / Romansa / Menjadi Istri Dadakan CEO Posesif / Bab 140. Istri Dibuat Salah Tingkah

Share

Bab 140. Istri Dibuat Salah Tingkah

Author: Angsa Kecil
last update Last Updated: 2025-09-09 23:39:58

Amber menunduk. “Karena aku panik. Itu saja.” Nadanya cepat dan makin lirih lemas.

Reyvan terkekeh kecil, tapi tidak mengejek. Suaranya lembut, tapi malah membuat Amber semakin salah tingkah. “Kalau kamu panik saja bisa mengucapkan hal semanis itu, aku jadi penasaran. Kalau kamu sedang bahagia, kira-kira apa yang akan keluar dari mulutmu?”

Amber ingin menghilang saat itu juga. Dia mundur setapak, tapi langkahnya tertahan oleh tatapan Reyvan yang begitu intens.

“Amber ....” Suara Reyvan lebih lembut.

Pelan Reyvan berdiri. Lalu, setapak demi setapak dia mengikis jarak pada istrinya.

Deguban jantung Amber makin menggila.

Tak! Reyvan cepat menyambar bahu Amber dan berhenti. Kini mereka saling berhadapan sangat dekat.

Sampai Amber tak tahu lagi harus bagaimana mengekspresikan perasaannya yang kacau balau. Bahkan dia siap untuk pingsan karena sangking gugupnya dan salah tingkah.

Tapi sayang sekali, tidak ada kamus pingsan untuk Amber kali ini.

Reyvan sedikit memajukan wajahnya, dan mengelu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menjadi Istri Dadakan CEO Posesif   Bab 347. Alergi Muka Suami?

    "Sayang, lihat aku--" David menunjuk wajahnya."Hoexx ... Vid, menjauh!" pekik Irish sambil menutup mulutnya rapat-rapat. Dia cepat berbalik membelakangi David, bahunya naik turun menahan gejolak hebat kembali muncul dari perutnya.David terpaku di tempat. Tangannya masih menggantung di udara ingin meraih istrinya, tapi gagal. Wajahnya memelas kecewa."Ada apa sebenarnya, Sayang? Kenapa nggak suka lihat mukaku? Nggak masuk akal. Nggak mungkin kamu alergi muka suami sendiri." David terus menggeleng tak mau terima.Sedang Irish memang entah kenapa sedang tidak suka dengan wajah suaminya."Apa bauku? Apa wangi sabun atau shampo terlalu menyengat? Ya, itu juga pengaruh morning sickness." David refleks menciumi aroma tubuhnya sendiri, tapi di merasa tidak ada yang aneh."Bukan baunya, Vid ... tapi mukamu," lirih Irish tanpa menoleh. David mengerutkan kening. Jelas tak terima. Dia melangkah lagi, mencoba memutar tubuh Irish agar menghadapnya."Mukaku? Apa yang salah sama mukaku? Aku baru s

  • Menjadi Istri Dadakan CEO Posesif   Bab 346. Nggak Kuat

    "Pelan, Boy!" teriak David saat sedikit saja Boy menambah kecepatan.David memegang bahu dan perut istrinya. Takut terjadi banyak guncangan.Boy hanya mengangguk-angguk terus, meski dalam hati sangat bergemuruh hebat, rasanya ingin mengomel-ngomel balik. Karena itu saja sudah kecepatan siput menurutnya.Apalagi di saat ingin menyalip. "Ini bukan balapan, Boy. Kamu lagi bawa anak dan istriku! Nggak usah sok keren mau unjuk kebolehan!" teriak David lagi.Boy tahan sabar. Dia aktifkan mode tuli, atau pura-pura tak dengar, demi menjaga kewarasan. Sampai Irish memijit pelipisnya karena pusing mendengar teriakan suaminya.Begitu saja terus selama dalam perjalanan.Hingga akhirnya, mobil sedan hitam berhenti dengan sempurna di depan kediaman.Irish sudah meletakkan tangannya di gagang pintu, bersiap untuk keluar sendiri, seperti biasanya.Akan tetapi, sebuah tangan besar dengan cepat mencengkeram pergelangan tangannya."Jangan bergerak, Irish. Tetap di posisimu! Aku yang akan membawamu mas

  • Menjadi Istri Dadakan CEO Posesif   Bab 435. Calon Ayah

    "Kenapa kamu cepat sekali menggerakkannya!" bentak David geram.Dokter itu gemetar dan mulai mengatur lebih lambat probe (transduser)."Tunggu! Aku mau lihat lagi. Putar bagian itu! Iya ... Iya yang itu." David tersenyum lebar dengan rahang gemetar saat melihat layar monitor. Dadanya terus berdenyut, rasanya tak sabar ingin melihat kecebong itu lahir.Mata Irish berkaca-kaca dan saat melihat layar monitor yang menampilkan kantung kehamilan. "Vid, aku beneran hamil .... Lihat, lihat itu dia ...." Dia bahkan enggan berkedip.Meski masih tampak sebiji kacang polong, tapi bagi pasangan itu sudah membuat jantung berdetak cepat, melebihi saat dulu David mengutarakan perasaannya.Dokter mengatakan kalau usia kehamilannya sekitar 6 Minggu. Tangan David gemetar memegang lembut tangan istrinya. "Sayang, lihat. Anak kita. Anak kita ....""Aku lihat, Vid. Aku melihatnya. Dia akan tampan atau cantik?" Irish meremas tangan suaminya."Tampan sepertiku atau cantik sepertimu, yang penting dia lahir s

  • Menjadi Istri Dadakan CEO Posesif   Bab 434. Tante Hamil?

    "Vid, jangan menakutiku. Kenapa kamu malah nangis?" Air mata Irish mulai luruh. David menatap kertas di tangannya dengan tangan bergetar hebat. Napasnya tercekat.Lalu, pelan dia menatap Irish yang sudah menangis ketakutan.Mulut David sudah terbuka, ingin mengeluarkan kata-kata, tapi suaranya seolah terkunci oleh rasa haru yang meluap-luap. Dia belum pernah merasa tidak berdaya seperti ini sebelumnya. Bahkan saat menemui pasien hampir mati sekali pun.Irish semakin gelisah, tubuhnya yang lemas mencoba bangkit. "Vid, bicaralah. Ada apa sama hasilnya? Aku sakit apa?"David menarik napas dalam-dalam, mencoba menetralkan rasa. "A-aku ... aku akan jadi ayah, Irish. Kamu hamil."Seketika Irish terdiam. Matanya yang sembab kini melebar, menatap David dan mencari kebenaran di balik mata pria itu. "A-aku ... hamil?" Irish mengangguk kecil, memastikan.David mengedip mata dengan senyum haru."Kamu hamil, Sayang. Ada anak kita di perutmu ...." David langsung mendekap tubuh istrinya erat.Seda

  • Menjadi Istri Dadakan CEO Posesif   Bab 433. Dokter? Tapi--

    "Sebenarnya siapa yang salah? Kalian merasa benar, tapi kami juga nggak salah. Komunikasi itu bukan cuma soal bicara, tapi biar nggak salah asumsi. Masalah ini dimulai dari salah paham karena kalian malas buat jelasin. Jangan pernah ngerasa pasanganmu sudah tahu apa yang kamu pikirkan. Kita itu pasangan suami istri, bukan lagi main game tebak-tebak perasaan dan pikiran," ucap Irish. Membuat David menoleh dan tersenyum kaku pada Irish. "Andai kalian bicara sama kamu sejak awal, semua nggak akan kacau seperti ini," ucap Amber menatap dua pria itu. Reyvan diam menatap wajah istrinya. "Komunikasi itu jembatan agar dua hati terus saling memahami, tapi kalau nggak ada ada omongan, hal kecil saja bisa jadi masalah besar karena gagal paham." Irish menajamkan tatapannya pada suami. Amber menaikkan sedikit dagunya. "Benar. Memangnya kami ini cenayang, bisa langsung paham dengan apa yang kalian lakukan?" Reyvan dan David saling lirik. "Setelah aku simak dari tadi, sepertinya kalian memang

  • Menjadi Istri Dadakan CEO Posesif   Bab 432. Bibit Dominan

    Reyvan dan David berdiri di depan anak yang sedang duduk di sofa itu. Dua suami tampan itu sengaja pakai kemeja digulung pakai siku dengan dua kancing atas dibuka. Gaya mereka cool berkelas. Karena apa? Karena saat di podium mereka dikatakan kurang tampan.Sedang Amber dan Irish duduk di dua kursi samping Galaxy. Dua wanita itu sedikit menahan senyum, tapi masih kesal."Sudah paham sekarang?" Reyvan menatap anaknya tajam. Dia berdiri dengan dua tangan masuk saku.Galaxy tak mau mengangguk. Wajahnya dibuat menyamping, menahan kesal."Kenapa baru tanya sekarang? Aku sudah sangat paham sejak kekacauan di cafe. Tapi karena aku kurang hiburan, dan juga karena ditelantarkan, ya aku buat saja semakin kacau." Sedikit menaikkan dagunya. "Apa kamu bilang? Sengaja buat kacau? Kamu lupa ini Resort punya siapa? Punya papamu. Kamu itu harusnya bagaimana caranya Resort punya nama baik, bukan malah sebaliknya. Ini bukan tempat bermain-main, Laxy!" Reyvan menahan geregetan.Semua dibuat tercengang d

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status