ホーム / Romansa / Menjadi Istri Kedua Mantan Kekasih / Bab 2 - Dalam Perjalanan Pulang

共有

Bab 2 - Dalam Perjalanan Pulang

作者: Pena Ilusi
last update 最終更新日: 2024-08-10 16:04:02

“Kalau begitu talak aku sekarang!"

Arkana terdiam, memberi suasana hening yang cukup lama di antara mereka. Tampak lelaki itu memijit pelipis sambil berpikir keras hingga dia kembali angkat bicara dengan emosi yang masih sulit dikontrol.

"Dengar Naya, aku menikahimu karena keadaan yang tidak bisa kucegah. Akan tetapi, menceraikanmu juga hanya akan menimbulkan kemarahan para dewa alam yang menjadi kepercayaan orang-orang sekitar sini."

"Aku tidak peduli, ceraikan aku sekarang juga!" Kanaya terlanjur marah besar dan mungkin telah menganggap persetan dengan keadaan.

"Itu artinya akan ada malapetaka yang lebih besar lagi jika kau sampai melanggar aturan lain. Kau tahu apa?"

Kening Kanaya mengerut tajam. Hidung dan bibirnya ikut bergetar. Gadis itu cukup bingung dengan apa yang baru saja diucapkan Arkana. Memicu seringai miring dari lelaki tersebut sebelum dia kembali menjelaskan.

"Bencana alam, Naya. Badai besar dan tanah longsor akan terjadi jika kau sampai melepas ikatan pernikahan di sini. Aku tidak ingin terkena imbas dari kejadian itu. Jadi untuk sementara, kau hanya perlu menjalaninya, mengerti?"

Kanaya kembali bergeming. Hatinya cukup terpukul saat menyadari bahwa lelaki pecundang yang pergi dua tahun lalu, kini kembali mengacaukan hidupnya dan barangkali akan segera mengubah takdir kebahagiaan yang susah payah dia rintis.

"Tapi kau juga harus paham bahwa dalam hubungan ini, tidak ada cinta untukmu dan aku akan selamanya mencintai istriku," tegas Arkana dengan suara khasnya yang datar.

Kanaya masih tertegun mendengar kalimat berbau penolakan yang sama seperti dua tahun lalu. Kini, Arkana kembali melontarkan itu kepadanya. Jika dulu Naya masih berjuang mempertahankan si lelaki agar tetap bersama, maka tidak dengan saat ini.

"Dasar brengsek! Aku juga tidak pernah mengharapkan cinta darimu. Apa kau pikir aku serapuh itu, hah?"

Arkana tertawa kelakar. Dia bangkit dari duduk dan bergerak menuju jendela sambil melempar pandangan jauh. Mata elangnya jeli menelusur keindahan alam sore perkampungan Rosellie dari balik gorden yang dia singkap. 

Bentang alam pegunungan yang sebagiannya berbentuk lekuk kawah, tampak tertutup oleh gumpalan awan putih seakan membawa mereka bertamasya ke negeri kayangan. Namun, perasaannya saat itu tidak seindah ekspektasi.

"Jika bukan karena terjebak dalam petaka karma Rosellie, mana mungkin pernikahan bodoh ini terjadi, apalagi kamu wanitanya."

Arkana menekan pembicaraan membuat Naya seketika meringis mengenang runut peristiwa kelam dua tahun lalu saat musibah besar mengubah takdir keluarga mereka. Hingga membuat hidupnya menjadi sangat terpuruk. 

Lalu hari ini, takdir kelam itu seolah ingin kembali mempermainkan nasibnya.

"Dasar lelaki bejat! Aku tidak akan membiarkanmu mengacaukan hidupku sekali lagi."

Naya sudah muak dan benar-benar hendak membuang semua kenangan pahit tentang lelaki itu selama berada di tanah Etnik. Namun, kunjungan dinas pertamanya di perkampungan Rosellie justru membawa petaka besar bagi hidupnya.

"Kau pria terkutuk yang pernah kukenal, Arkana!" bentaknya dengan gigi gemelutuk dan suara yang memberat.

Masih teringat di kepala tentang momen menyakitkan ketika Arkana dengan tega mencampakkan dirinya tanpa ampun.

"Aku bahkan belum lupa pada pengkhianatan yang kau lakukan terhadap keluargaku," tekannya lagi dengan bibir kaku dan suara penuh getar amarah.

Entah bagaimana nasib buruk membuatnya kembali bertemu dengan Arkana. Lelaki yang dulu dianggap sebagai dewa penyelamat, kini berubah menjadi monster menjijikan di mata Kanaya.

"Itu musibah, Naya. Aku tidak pernah berniat mencelakai kedua orang tuamu. Toh, ayahku juga mengalami gangguan mental dalam peristiwa itu, kan?"

Naya menggeleng keras. Baginya Arkana hanya berlagak penguasa. Sejak pengkhianatan yang dilakukannya, dia tidak pernah lagi memercayai omong kosong pria jangkung berotot liat itu. 

Namun, emosi yang kini meluap seolah bercampur aduk antara sedih, marah, maupun merutuki getar halus yang tiba-tiba menyusup di sudut terdalam hatinya, entahlah.

"I-ini tidak mungkin. Memangnya kau siapa? Aku benci padamu." Kanaya bergumam lirih.

Serentak kedua tangannya naik memijit kepala yang terasa berdenyut, sangat nyeri.

"Sebenarnya apa salahku, Arkana? Kenapa kau tega melakukan ini kepadaku, hah?!"

Kanaya menggeram, sementara Arkana terlihat menyeringai kecil. Menatap nyalang wajah pucatnya dan kembali mengajak konfrontasi.

"Karena kau gadis bodoh yang sudah mengacaukan hidupku! Aku bisa saja melaporkanmu ke pihak berwajib dengan tuduhan kasus penipuan."

Naya terperanjat dan hampir melompat turun dari ranjang kalau bukan terhalang oleh kakinya yang masih terluka.

"Lelaki gila!" Bibir Naya kembali bersungut.

Serentak amarah gadis itu pecah, namun dia mencoba meredamnya saat melihat pria tidak punya hati itu pergi meninggalkan ruangan. Setidaknya dia bisa mengontrol kegilaannya dari meledak di ubun-ubun.

"Aku akan membalasmu, Brengsek!"

Kanaya berjuang bangkit dari kasur. Dia tidak ingin terus meratapi nasibnya. Keterpurukan yang diciptakan Arkana selama dua tahun sudah cukup menyiksa batin hingga muak rasanya.

"Aku tidak boleh lemah dan secepatnya harus kabur dari sini."

Ya, Ratu Kanaya akan membuktikan kalau dirinya bukan gadis bodoh seperti yang baru saja dikatakan Arkana. Hingga dia kembali merasa diperdaya oleh teriakan lantang pria itu dari balik pintu.

"Lekaslah bersiap! Malam ini juga kita harus meninggalkan penginapan karena besok kau harus berurusan dengan istriku di Kantor Polisi!"

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Menjadi Istri Kedua Mantan Kekasih    Bab 35 - Flashback

    Flashback Sore hari sebelum memasuki malam Tahun Baru saat hujan lebat mengguyur kota Bougenville, Arkana terlihat sedang duduk di kursi ruang owner gedung kantor Atmaja Group. Di tengah kesibukan menyelesaikan beberapa pekerjaan, asisten Sena mendatanginya, lalu menyodorkan sebuah amplop berwarna coklat. "Tuan, tim kami menemukan bukti, semalam Nyonya Bella tertangkap kamera pengawas. Dia sedang bermesra dengan seorang pria di kamar VIP hotel Maestro."Wajah Arkana terlihat membeku. Cukup lama dia berpikir lalu akhirnya berbicara."Semalam Rozana terbangun dan menangis sendirian karena memimpikannya, tapi dia justru pergi menikmati kesenangan bawah perutnya bersama bajingan di luar sana?"Dengan tegas dia menyambut amplop tersebut dari tangan Sena dan langsung melepas simpulnya. "Lalu apa maksud dia menggodaku di ruang kerja pagi tadi dengan berpakaian seksi dan warna make up berani?" gerutunya lagi dengan nada paling rendah, memancarkan aura dingin mencekam yang hanya direspons o

  • Menjadi Istri Kedua Mantan Kekasih    Bab 34 - Kaku Vs Ceria

    "Kau ada di sini?" Suara Kanaya jatuh begitu rendah, dingin dan cukup menegang. Dia tak tahu sejak kapan sosok kaku yang baru saja digosipkan kini berdiri menjulang, begitu dekat, membawa aroma malam dan hujan yang belum sepenuhnya menghilang. "Naya, kau teruskan saja dengan dia. Aku pulang duluan, ya." Fera yang berdiri di samping segera memeluk sahabatnya seraya memberi ucapan pamit dan Kanaya hanya mengangguk samar, tidak berdaya menahan langkah gadis itu mengingat dirinya saja sedang berada dalam ancaman Arkana Andromeda, suami sumpahan karma Rosellie-nya. "Kau hati-hati di jalan, Fera."Kanaya membuang napas kasar, mencoba menetralkan perasaan sendiri saat bapak satu anak itu menatapnya lama, cukup lama. Pandangannya tidak terbaca seperti dinding tak kasat mata."Menurutmu," ucap Arkana akhirnya, cukup datar sambil merogoh dua tangannya ke saku mantel yang dia kenakan, "malam tahun baru begini hanya kau sendiri yang punya kesenangan di luar?"Kanaya terkekeh hambar, mencoba m

  • Menjadi Istri Kedua Mantan Kekasih    Bab 33 - Sahabat Penghibur

    Aroma jajan kuliner khas Asia memenuhi warung kecil di sudut taman kota. Bercampur Denting sendok yang membentur garpu dan percakapan pelan para pengunjung termasuk Kanaya dan Fera. Dua sahabat itu kini duduk berjajar menghadap jalan raya. Mereka baru bertemu setelah beberapa bulan terpisah dari tempat kerja lama."Aku sangat merindukanmu, Fera." Kanaya berseru riang sambil menyuapkan potongan daging hangat ke mulutnya dan mengunyah cepat. "Kau tahu, aku bahkan tidak pernah makan sebebas ini," tambahnya lagi tanpa peduli pada suasana pengap para pengunjung yang membludak."Oh, Sayang, apa bedanya denganku. Aku hampir dipecat gara-gara tidak fokus melakukan pekerjaan," balas Fera dengan wajah memelas. Kanaya tertawa lantang, nada suaranya kedengaran sumbang di telinga Fera."Ya, aku mengerti, kita berdua memang sudah ditakdirkan untuk tidak berpisah selamanya." Kanaya kembali melancarkan guyonan, namun terdengar seperti dipaksakan. Pun tatapan mata yang redup membuat sahabatnya itu sep

  • Menjadi Istri Kedua Mantan Kekasih    Bab 32 - Pembicara Misterius

    "Keluar." Tiba-tiba Arkana memerintah dengan suara rendah. Tanpa menunggu lama, gadis itu bangkit dan berjalan cepat menuju pintu. Tangan gemetarnya baru saja meraih gagang pintu saat suara berat Arkana kembali terdengar, membuat dirinya terpaku di tempat."Dengar, Kanaya. Jika kau berpikir dengan merusak rumah tanggaku membuatmu menang maka kau salah besar. Justru aku yang akan membuat hidupmu menderita selamanya."Gadis itu terdiam, tidak ada perlawanan atau pun pembelaan. Hanya sisa isakan dalam sunyi dengan napas yang tertahan. Lekas dia membuka pintu dan keluar dari sana, membawa luka baru yang menoreh jiwa. Betapa tidak, pria itu menuduhnya dengan kejam atas apa yang tidak dia perbuat."Semua itu tindakan nenek Emily. Aku saja baru mengetahui kebenaran ini setelah dibawa nenek ke rumah besar." Pemilik wajah ayu itu terisak sambil berlari menuruni tangga menuju taman belakang. Dalam suasana hati yang kacau, dia terus melangkah tak tentu arah. Namun, suara berisik seperti benda j

  • Menjadi Istri Kedua Mantan Kekasih    Bab 31 - Tuduhan

    Kanaya terkejut mendengar suara pintu yang dibanting, terasa seperti tamparan keras mengenai wajahnya. Apa yang dia pikirkan? "Ya, ampun," batinnya lara. Dia sadar, wanita yang baru keluar dari ruangan ini adalah istri sah Arkana, Bella yang sudah dua tahun membina rumah tangga rukun harmonis. Berikut kehadiran Rozana kecil di tengahnya telah menambah lengkap kebahagiaan mereka. Sekarang dirinya pula tercatat sebagai istri dari sah pria yang sama dan diketahui baru saja bertengkar dengan istri pertama di hadapannya. "Lelucon apa ini?" Hati Kanaya berkeluh lagi. Hal yang membedakan dirinya dengan Bella, Kanaya bukan siapa-siapa, tak ada kebebasan penuh dalam alur hidupnya dengan Arkana. Dia juga tidak berhak menuntut kebahagiaan apalagi keinginan untuk bahagia bersamanya. Kanaya hanya korban, bulan-bulanan dari permainan dunia berkedok karma Rosellie. "A-aku istri kedua... astaga...." Kanaya menepuk jidat, "gelar mana lagi yang paling buruk di dunia ini selain pelakor?!" keluhnya

  • Menjadi Istri Kedua Mantan Kekasih    Bab 30 - Umpan Pagi Hari

    "Kanaya. Pagi-pagi kau sudah memancingku dengan penampilan seksimu ini, hmm?" tekannya, parau dengan napas berat yang memburu. Sekilas, wanita cantik bersanggul rapi itu tampak tersenyum. Namun, senyumnya seketika runtuh dan berganti menjadi wajah datar dengan sorot mata dingin mencekam."Sayang, nama siapa yang kau sebut?" tanyanya dingin.Arkana tersentak, sesaat kesadarannya memulih. Pikirannya yang belum tuntas tentang Kanaya kini disadarkan oleh aroma parfum yang entah mengapa paling ingin dia jauhi. "Bella." Arakana menyebutnya datar sambil melepas lengan wanita modis itu, membiarkan tubuhnya lolos hingga terhuyung."Ah, kau menyakitiku, Sayang!" protesnya kesal sambil menghambur ke tubuh Arkana, mengulur pelukan ke pinggangnya, menyandarkan kepala di dada bidang itu, lalu mendekapnya bertambah erat. "Jujur padaku, apa semalam kalian tidur berdua," serangnya gencar membuat sedikit Arkana terpancing."Jaga ucapanmu, Bella. Siapa yang kau maksud?"Wanita itu tertawa kecil, suara

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status