100 Hari Berpura-Pura Jadi Istri Kakak Ipar

100 Hari Berpura-Pura Jadi Istri Kakak Ipar

last updateLast Updated : 2026-01-02
By:  KookieOngoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
5Chapters
6views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Klara berpura-pura menjadi Klera kembarannya agar bisa bertemu dan hidup bersama sang ibu. Klera meminta Klara menggantikan posisinya agar dirinya bisa berlibur bersama sang selingkuhan. Selama 100 hari, Klara harus menjalani hidup yang dimiliki Klera, termasuk melayani Daniel, suami Klera. Kepura-puraan itu rupanya menjadi petaka baru di kehidupan Klara. Semua penyamaran itu pun terungkap. Daniel tentu tak tinggal diam. Hal yang tak pernah Klara sangka pun terjadi.

View More

Chapter 1

Twins | 01

"Ah, sekali lagi! Lakukan lagi lebih keras!"

Klera mencium Bastian dengan sangat buas di atas ranjangnya. Ia menggunakan kesempatan itu selagi Daniel-suaminya bertugas di luar kota. Bastian dengan senang hati meladeni mantan kekasihnya itu. Selain karena dendamnya akan Daniel si sulung, Bastian tak memungkiri jika rasa suka itu masih ada di benaknya.

Yah! Sekitar setahun yang lalu Bastian harus merelakan kekasihnya yang bernama Klera untuk menikahi kakaknya! Semua karena desakan sang ayah yang ingin Daniel segera menyudahi masa lajangnya di usia 38 tahun itu. Ia ingin putra sulungnya segera memiliki momongan dan meneruskan perusahaannya.

Hati mana yang tak lara ketika harus mengikhlaskan sang kekasih untuk sang kakak yang juga menyanggupi keinginan sang ayah demi bisnisnya! Maka pelampiasan hasrat Bastian pun terus bergulir untuk ia jadikan cambuk terpanas yang akan melukai perasaan Daniel dikemudian hari. Ia ingin menjadi sosok ayah dari anak yang akan Klera kandung agar semua aset jatuh di tangannya!

Desahan dan raungan Klera sungguh memacuh hasrat Bastian. Lelaki itu pun semakin gila dibuatnya. Ia pun melakukan hal tidak senonoh itu pada wanita yang saat ini menjadi kakak iparnya. Tak ada rasa bersalah atas segala tindakan yang mungkin tidak akan pernah diduga siapa saja dalam kehidupannya. Rasa sakit hati di masa lalu membuatnya mengesampingkan perasaan segan pada sang kakak. Ia suka dengan Klera yang menyuguhkan permainan gilanya itu hingga bisa mencapai klimaks berulang kali.

Keduanya mengeluarkan keringat meski ruangan itu nyata lumayan dingin untuk merasa gerah. Desahan Klera semakin kencang ketika ia mencapai kepuasan biadabnya. Dan tak lama ia pun melemas di atas tubuh Bastian yang menatapnya dengan tatapan liarnya.

Keduanya mengatur napas setelah terengah-engah. Lalu berpelukan mesrah di atas ranjang yang tak seharusnya mereka nodai dengan perbuatan jahat mereka. Klera tersenyum, lalu memainkan jemarinya yang lentik di sekitar dada bidang milik Bastian.

"Sampai kapan aku harus bertahan dengan si rubah itu, Sayang! Aku sungguh tak tahan mendengar ia membentakku! Aku tak tahan mendengar ia memintaku melakukan ini dan itu!" rengek Klera seraya mempererat pelukannya.

"Bersabarlah sayang. Bersabarlah sampai kau melahirkan seorang putra yang akan membantuku menyingkirkannya!"

Keduanya kembali saling mengecup satu sama lain. Bahkan dengan liar Klera menyentuh hampir setiap bagian tubuh Bastian. Mencoba memancing Bastian agar melakukan aksi gilanya lagi.

"Bagaimana jika kita berlibur ke Amerika selama 3 bulan?" usul Klera yang kini sudah tidur di atas tubuh besar Bastian sambil memainkan dagu lelaki itu.

"Tiga bulan?" Bastian keheranan. "Lalu bagaimana jika Daniel curiga padamu?"

"Si rubah itu tidak akan curiga dengan kepergianku karena aku tetap bersamanya di rumah! Aku tetap melayaninya seperti biasa di atas ranjang!" jelasnya kemudian seraya tersenyum licik menafsirkan rencana barunya.

Satu alis Bastian terangkat. Ia mencoba sebisa mungkin mencerna maksud yang Klera sampaikan. Ia kembali memicingkan mata menatap Klera dengan sulutan kecurigaan yang kian hebat.

"Maksudmu?"

Klera menggulingkan tubuhnya kembali hingga ia berbaring di samping Bastian. Wanita itu tersenyum sambil merengkuh lengan Bastian dan menatap matanya. Bastian membalas tatapan mata Klera dengan rasa penasaran yang masih bergejolak dalam benaknya.

"Aku akan pergi ke Amerika, dan kembaranku akan menggantikan aku selama aku berbuat hal gila bersamamu di luar negeri. Bagaimana, Sayang?"

Kedua mata Bastian terbelalak lebar. Ia tak menyangka jika Klera memiliki saudara kembar. Yah! Ia seolah mendengar satu dongeng kebohongan yang tidak bisa terjadi. Ia setengah menggeleng usai mendengar pernyataan itu dari Klera. Sementara Klera cukup menikmati bagaimana wajah keheranan yang tersirat dalam Bastian. Senyumannya melebar melihat respon langsung Bastian.

"Kembaran?" tanya Bastian dengan kening berkerut.

Maka Klera pun mengangguk pelan. Ia tersenyum puas sembari memikirkan hal licik yang sudah direncanakannya. Ada banyak sekali rencana dalam kepala besar yang menyimpan segudang pikiran piciknya itu. Ketidak nyamanannya hidup sebagai istri Daniel membuatnya memikirkan banyak cara agar sesekali bisa terlepas dari jerat pandang lelaki sosiopat itu.

"Dia selama ini disembunyikan. Jadi, tidak ada yang akan tahu jika Klara adalah Klera!"

Klera memeluk Bastian lagi. Baru saja mereka hendak melanjutkan pergumulan mereka, pelayan yang sudah di-briefing oleh Klera sebelumnya memperingatkan mereka dari luar pintu.

Daniel, suami Klera yang juga kakak Bastian, telah kembali. Lelaki itu baru pulang dari tugasnya sebagai CEO perusahaan ternama turunan sang ayah.

"Ah, sial!" umpat Bastian setengah kesal karena rencana untuk mencicipi tubuh menggiurkan kekasihnya itu digagalkan.

Dengan cepat Bastian mengambil pakaiannya. Dia menurunkan nada suaranya. Pria itu mengecup kening Klera singkat lalu keluar melalui jendela kamar.

Setelah Bastian pergi, Klera bergegas mengenakan pakaiannya dan merapikan kamarnya dengan asal. Dia bangkit dari ranjang lalu keluar kamar untuk menyambut suaminya.

"Akhirnya kamu pulang juga, Mas!"

sambutnya lalu meletakkan tas kerja milik Daniel di meja kerjanya.

Daniel mengamati keadaan kamarnya. Ia memandangi ranjangnya yang nampak sangat berantakan. Lelaki dengan kepekaan yang sangat tinggi itu nampak tengah menjelajahi suasana di sekitarnya dengan cara pandang kedua matanya yang sangat tajam. Ia merasa jika keadaan kamarnya yang sedikit berantakan saat ini tidaklah dalam kondisi kewajaran.

Ia mengendus suasana aneh sebelum kedatangannya. Dan respon peka itu pun langsung Klera atasi dengan kebohongan baru lainnya.

"Ah, itu Mas! T-tadi ada kecoak, jadi aku sibuk mengejarnya kesana kemari hingga..."

"Ambilkan aku air minum!" potong Daniel dengan wajah dinginnya.

Ia nampak acuh dengan penjelasan Klera. Sembari melepas dasinya, ia duduk di atas ranjang untuk melepas rasa penat yang membara karena seharian bekerja. Tak sedetik pun ia tertarik dengan celotehan istrinya itu. Wajahnya pun nampak jutek.

"Baik, Mas!"

Dengan wajah kesal Klera pun keluar dari kamarnya. Wanita itu menuruni tangga menuju dapur untuk mengambilkan minum suaminya.

"Dasar laki-laki brengsek! Memangnya aku pembantumu yang bisa kau suruh-suruh sesuka hati! Beruntung aku tak bisa memasak hingga aku punya alasan untuk memesan makanan setiap hari. Bagaimana jika aku pintar memasak, pasti semalam ini pun ia akan menyuruhku untuk menyajikan makanan!" omel Klera seraya mengambil gelas dan mengisinya dengan air. "Lihat saja nanti! Setelah aku berhasil melahirkan seorang pewaris yang bukan darahnya, aku dan Mas Bastian akan membuat lelaki bodoh itu menjadi seorang gelandangan!"

Setelah mengisi gelasnya dengan air, Klera kembali menaiki tangga menuju ke kamarnya. Namun ketika ia masuk ke dalam kamar, ia terkejut melihat Daniel yang berdiri di depan pintu dengan wajah sinisnya. Lalu ia pun menunjukkan sebuah tisu yang nampak setengah basah dan berbau. Seketika pergerakan Klera dibungkam dengan satu lembar tisu di tangan Daniel. Ia juga merasa tersudut melihat bagaimana Daniel menatap kedua matanya. Pandangan mata Daniel yang terlampau dingin itu sangat mengintimidasi perasaannya.

Seketika membuat tubuh Klera mendadak gemetaran dan wajahnya sedikit pucat.

Dentuman detak jantung Klera kian cepat.

Bagai genderam peperangan yang sudah sediakan kematian dirinya di depan mata.

"Cairan apa ini, Klera? Apa kau bergumul dengan lelaki lain di ranjangku?".

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
5 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status