LOGINKlara berpura-pura menjadi Klera kembarannya agar bisa bertemu dan hidup bersama sang ibu. Klera meminta Klara menggantikan posisinya agar dirinya bisa berlibur bersama sang selingkuhan. Selama 100 hari, Klara harus menjalani hidup yang dimiliki Klera, termasuk melayani Daniel, suami Klera. Kepura-puraan itu rupanya menjadi petaka baru di kehidupan Klara. Semua penyamaran itu pun terungkap. Daniel tentu tak tinggal diam. Hal yang tak pernah Klara sangka pun terjadi.
View More"Broooo!!!!"Daniel langsung menolak pelukan Alex dengan mendaratkan satu telapak tangannya pada wajah tampan sekretaris setianya itu. Ia sedikit mendorong Alex agar tak terlalu dekat dengannya. Seketika Alex hanya tersenyum mendapati wajah sang tuan yang memang enggan disentuh sembarang orang termasuk dirinya."Ternyata ini...""Klera! Istriku!" potong Daniel yang kemudian merangkul Klara.Alex hanya menganggukkan kepalanya. Barulah ia menyadari betapa familier wajah Klara meski tak ada polesan tebal make up di wajahnya seperti foto pengantin yang menghiasi ruang kerja Daniel. Ia menatap sosok wanita polos yang sempat berebut mie instan dengannya itu ramah. Sementara Klara masih kebingungan karena satu tangan besar Daniel yang merangkulnya membuat hati Klara berdebar."Jangan menatap istriku seperti itu dan cepatlah pergi dari sini!" ujar Daniel dingin seraya mendorong-dorong kaki Alex dengan kakinya."Hehehe... Apa salahnya mel
'... teleponlah ibumu setelah ini!'Suara lembut Daniel masih terngiang ketika tanpa sadar Klara menatap barisan nomor yang lelaki itu berikan. Ia menatap layar ponselnya dengan barisan nomoryang ia beri subjek 'ibu' di atasnya. Tanpa menekan ikon bergambar telepon berwarna hijau itu Klara termenung.Entah mengapa rasa ragu bercampur rindu itu mendadak membuatnya takut menghubungi Ibu lewat panggilan selular."Tidak sekarang!" tukasnya lalu menyimpan ponsel itu di laci meja.Entah apa yang ingin Klara lakukan, mendadak rumah megah itu membuatnya bosan dengan keheningan di sekitarnya. Dari atas balkon kamar ia memandang kelap-kelip lampu rumah-rumah lain di sekitarnya. Lalu tersenyum ketika melihat sosok Daniel tengah bermain basket dan bersenda gurau dengan para pengawalnya."Jika ia tak baik, mana mungkin ia bisa mudah bergaul dengan para pengawalnya?" celetuk Klara. "Bahkan lelaki itu nampak sangat akrab dengan mereka! Dan par
"Mas, kenapa gak dimakan? Baksonya enak banget lho Mas!"Daniel menampakkan raut wajah kesalnya ketika melihat Klara dengan lahap menyantap semangkok bakso di hadapannya. Yah! Daniel masih sangat kesal karena wanita itu menolak ketika Daniel mengajaknya makan di sebuah restoran ternama di ibu kota. Wanita itu dengan sikap polosnya yang menyebalkan menarik tangan Daniel untuk mengajaknya menjumpai bakso kaki lima yang kebetulan sempat dilihatnya di pinggir jalan tak jauh dari restoran megah favorit Daniel.2Tanpa peduli dengan raut wajah Daniel,, wanita itu memesan dua mangkok bakso dan langsung melahap semangkok di antaranya. Kepolosan yang menyebalkan itu membuat Daniel terdiam dengan bibir melengkung."Ck!"Daniel malah berdecak setiap melihat Klara tersenyum padanya dengan dua benjolan besar yang nampak di pipi kanannya karena bakso bulat yang sedang dikunyahnya."Ayo makan, Mas!"Klara memaksa Daniel memegang sendok
Daniel terdiam sejenak setelah mendengar permintaan Klara. Kening lelaki itu berkerut karena heran mendapati respon Klara yang nampak biasa saja meski sakit pukulan yang ia beri sangatlah tidak mungkin untuk diabaikan.'Bisa-bisanya ia membuat permintaan setelah mendengar aku meminta maaf padanya?' gumam Daniel. 'Sebenarnya wanita seperti apa dirimu'"Mas!"Sapaan halus Klara membuat Daniel terbangun dari lamunannya. Dan senyuman lebar wanita itu kian mengherankan Daniel yang masih bertanya-tanya tentang wanita yang saat ini sedang menyamar sebagai istrinya.'Wanita ini benar-benar menjengkelkan!' gumamnya dalam hati. 'Bisa-bisanya ia tersenyum dan bersikap bahwa luka di wajahnya itu bukan apa-apa dibandingkan dengan rasa ingin tahunya itu! Ck! Aku harus mencari tahu seperti apa wanita bodoh di hadapanku ini!'"Berhentilah tersenyum padaku, hal itu membuatku geli karena kamu tak pernah seperti itu selama ini!"Daniel beranjak dar
Lima hari kemudian..."Aku hanya melakukan ini demi ibu. Aku harus bisa melalui semuanya!"Klara berusaha meyakinkan keputusan gilanya itu. Ia beberapa kali mengangguk dan mencoba untuk memberi semangat pada dirinya sendiri. Pilihannya saat ini hanyalah semata demi satu keberadaan dirinya agar bisa
Desa Dahlia..."Klaraaa!!! Cepat antar bunganya!!!"Wanita bermata besar dengan rambut panjangnya itu berlari ketika suara pemilik kios terdengar memekik telinganya. Wanita cantik si pengantar bunga bernama Klara itu dengan cepat menghampiri sang tuan yang sudah berdiri di depan mobil pickup."Maaf
Klera mencoba tetap santai meski keresahan menyerbu batinnya. Wanita itu meraih tisu ditangan Daniel perlahan, lalu menempelkan tubuhnya pada tubuh Daniel. Di tatapnya Daniel dengan tatapan penuh hasrat dan meraba dada bidang suaminya. Memainkan satu peran baru untuk menutupi perbuatan gilanya sela
"Ah, sekali lagi! Lakukan lagi lebih keras!"Klera mencium Bastian dengan sangat buas di atas ranjangnya. Ia menggunakan kesempatan itu selagi Daniel-suaminya bertugas di luar kota. Bastian dengan senang hati meladeni mantan kekasihnya itu. Selain karena dendamnya akan Daniel si sulung, Bastian tak












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.