LOGIN"Aku tidak pernah berpikir hidupku akan berakhir seperti ini!" - Ratu Kanaya Rozana Kanaya terpaksa menjadi istri kedua mantan kekasihnya Arkana Andromeda. Mereka terjebak dalam sebuah kutukan di pegunungan Rosellie yang mengikat keduanya dalam ikatan pernikahan yang sah. "Aku menikahimu karena keadaan yang tidak bisa kucegah, tetapi kau juga harus paham bahwa dalam hubungan ini, tidak ada cinta untukmu dan aku akan selamanya mencintai istriku." - Arkana Andromeda Mampukah Kanaya melepaskan diri dari kutukan karma tersebut dan pergi dari kehidupan Arkana?
View More"Aku juga tidak," balas Laurent tegas, nada suaranya cukup membuat udara di sekitar ruangan seolah terhenti. Tatapannya kini berubah—lebih dalam, dan lebih dingin. “Rozana tidak bisa keluar dari sana.”Bella menatapnya tajam. “Kenapa?”Laurent tidak langsung menjawab. Dia justru mengikis jaraknya pada Bella, meneliti setiap lekuk wajahnya, seakan inti percakapan ini bukanlah hal yang mendesak.Baru ketika jarak mereka nyaris habis, pria tertampang bule itu berhenti. Aroma napas mint-nya menerpa lembut ke permukaan kulit Bella di saat dia berkata pelan, “Karena dia solusi giok sepuluh kita.”Ruangan kamar tua itu tiba-tiba terasa lebih sunyi dan sempit.Bella mengepalkan tangannya. “Dia bukan benda,” desisnya penuh kontrol.Laurent hanya menatapnya tanpa emosi. “Dalam permainan ini, semua orang adalah alat," ucapnya, memperkuat fakta sederhana yang tidak perlu diperdebatkan.Bella membuka mulut, masih ingin membantah. Namun, Laurent lebih dulu melanjutkan ucapan.“Dan kamu tahu itu sej
Sebuah jejak lama yang selama ini terkubur diam-diam mulai kembali terbuka. Seseorang sedang menunggu momen yang tepat untuk bergerak.Dalam sebuah markas bawah tanah yang tersembunyi di balik lapisan beton tebal, cahaya layar monitor memantul redup di dinding baja. Ruangan itu luas, dingin, dan hampir tanpa suara selain dengungan mesin server yang bekerja tanpa henti.Seorang pria berdiri di depan meja kontrol. Wajahnya hanya terlihat setengah dalam pantulan cahaya biru dari layar. Di tangannya, sebuah ponsel menyala menampilkan satu pesan yang sudah terbaca sejak kemarin, namun tidak dibalas—Mr. G.Pesan itu berasal dari; Shindy[Kotak Andromeda asli ada di tangan mereka.]Mr. G kembali membaca pesan tersebut tanpa perubahan ekspresi di wajahnya. Hingga detik berikut, sudut bibirnya bergerak tipis—menyadari rencana berjalan tepat sesuai targetnya.“Jadi akhirnya mereka mengerti,” gumamnya pelan.Jarinya bergerak di layar ponsel, seolah hendak membalas pesan tersebut. Namun kemudian,
Gig mengangkat alis sedikit, seolah tidak terkejut sama sekali dengan kemunculan Renard.“Ah,” gumamnya ringan. “Tuan Renard juga tertarik dengan jalur tua ini?”Renard tidak menjawab pertanyaan itu. Tatapannya tetap tertuju pada pria tua tersebut. “Aku melihatmu dari kantor,” katanya pelan. “Dan aku tahu kau tidak pernah berjalan tanpa tujuan.”Gig tersenyum tipis. Tongkat kayunya kembali mengetuk tanah sekali. “Tujuan?” ulangnya ringan. “Bukankah setiap orang yang datang ke Rossellie selalu punya tujuan?”Renard melangkah mendekat sedikit. “Tidak semua orang memancing orang lain masuk ke hutan untuk itu.”Ucapan tersebut membuat Arkana sedikit menoleh ke arah Renard. Gig terkekeh pelan, seolah menikmati percakapan tersebut.“Memancing?” katanya. “Kau terlalu berprasangka.”Namun, tatapannya beralih pada Arkana.“Lagipula,” lanjutnya tenang, “dia datang ke jalur ini karena keinginannya sendiri.”Arkana tidak menjawab. Matanya kembali melirik batu datar di dekat akar pohon. Ukiran sam
Udara di lereng Rossellie terasa lebih dingin ketika Arkana meninggalkan kantor cabang.Kabut yang sebelumnya menutupi hutan kini mulai menipis, memperlihatkan jalur tanah sempit yang membelah pepohonan rimbun. Dari kejauhan, suara angin gunung menggesek dedaunan kering.Arkana berhenti sejenak di tepi jalan utama, menatap jalur yang tadi mereka lihat dari jendela kantor.Jalur itu tampak seperti goresan tipis di antara hutan—tidak cukup jelas untuk disebut jalan, tetapi juga terlalu rapi untuk sekadar bekas jejak hewan liar.Dia mulai berjalan menuruni lereng. Tanah di jalur itu padat, tidak seperti tanah hutan biasa yang lembek dan dipenuhi akar liar. Di beberapa tempat, batu kecil tersusun rapi—seolah pernah ditata seseorang bertahun-tahun lalu.Arkana menyipitkan mata. Jalur itu tampak tua.Mungkin sudah ada sejak masa ibunya masih hidup di Rossellie.Beberapa meter di depannya, Arkana berhenti.Ada bekas tusukan kecil di tanah—berulang dalam jarak yang hampir sama.Dia berjongkok
Rahang Arkana menegang, napasnya ikut tertahan. Pada tutup kotak itu terukir lambang kecil berwarna emas—tiga bintang yang dihubungkan garis tipis dan dilingkari orbit galaksi.Simbol Andromeda.Lambang darah Rossellie yang selama ini hanya Arkana lihat pada barang-barang peninggalan mendiang ibun
Arkana baru menginjakkan kaki di teras rumah saat pagi mulai menyapu sisa kegelapan. Langkahnya berat, dengan aroma wiski semalam yang masih melekat tipis di pakaiannya. Bibi Irma menyambutnya di ruang tengah dengan ekspresi—antara lega dan cemas."Nyonya Kanaya ada di taman belakang sedang meneman
Malam turun cepat di jantung kota metropolitan. Gedung-gedung tinggi berdiri seperti dinding kaca raksasa yang memantulkan cahaya temaram ke segala arah.Arkana memilih tidak kembali ke rumah keluarga Atmaja meski perkejaannya selesai lebih cepat. Mobilnya berhenti di depan sebuah bar privat yang h
Matahari kini berada di atas kepala, menembus atap rumah, membuat suasana terasa gerah. Pintu depan di ketuk pelan, dan Kanaya menoleh dari ruang tengah. Fera muncul dengan gerakan kecil yang lucu—berjingkrak sambil merentangkan tangan, memaksa Kanaya ikut tersenyum dan berlari menyambut kehadirann






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews