Compartilhar

Bab 10

Autor: Jihan Maharani
Alisha teringat jika sebelumnya Ricky sepertinya juga pernah menyinggung soal pameran itu dan dia juga akan datang ke sana.

Jadi, jika hari ini Alisha pergi mengambil hasil pemeriksaan kehamilannya, seharusnya dia tidak akan bertemu dengan Ricky.

Sebelum pergi, setelah selesai berkemas, Belinda berkata kepada Alisha, “Oh ya, pinjamkan mobilmu padaku.”

‘Celaka!’ kata Alisha di dalam hati.

Ricky juga akan pergi ke pameran energi baru. Bagaimana jika ketahuan ….

Akan tetapi, Alisha juga tidak mungk
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Menjadi Kekasih Musuh Kakakku   Bab 50

    Suasana hati Alisha sedang buruk ketika ponselnya berdering. Ternyata Belinda yang menelepon.Begitu telepon tersambung, suara Belinda terdengar panik.“Alisha, Adjie terluka. Sekarang sedang dirawat di ruang unit gawat darurat Rumah Sakit Umum Kota Anala. Bibi Arini dan Paman Lutfi sedang berlibur ke luar negeri. Bibi Arini sudah meneleponku. Mereka nggak bisa pulang secepat itu. Katanya, karena kamu berada di Kota Anala, dia meminta tolong agar kamu pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Adjie terlebih dulu dan membantu merawatnya.”“Terluka karena apa? Apakah parah?”“Aku sendiri juga kurang jelas. Bibi Arini juga nggak ada di lokasi. Kamu kan lebih dekat, pergilah dulu untuk melihatnya.”“Oke.”Urusan perjodohan itu bermula karena dirinya, maka sudah seharusnya Alisha juga yang menyelesaikannya.Terlepas dari semua itu, mengingat hubungan antara kedua keluarga, karena sudah dihubungi, Alisha memang seharusnya pergi menjenguk.Alisha pun bergegas ke rumah sakit dan berlari menuj

  • Menjadi Kekasih Musuh Kakakku   Bab 49

    Ricky mendekap Alisha erat-erat. Sambil meronta, Alisha berkata, “Lepaskan aku! Pergi saja cari wanita lain, mulai sekarang jangan temui aku lagi!”“Alisha, dengarkan aku,” bujuk Ricky dengan lembut. “Aku benar-benar nggak ada apa-apa dengannya. Aku khawatir kamu salah paham, makanya aku nggak bilang kalau aku pergi menemuinya.”Alisha berbalik dan menatap mata Ricky. “Kalau begitu, katakan padaku, sebenarnya apa hubungan kalian?”“Sudah kubilang, dia istri temanku. Aku dititipi untuk membantu menjaganya.”Masih saja membohonginya!Padahal mereka sudah menikah.“Benarkah?”“Hmm. Aku sudah janji pada temanku untuk menjaganya baik-baik. Dia sedang hamil. Kalau ada urusan, dia mencariku. Jadi, aku harus datang. Alisha, jangan marah lagi, ya?”Ricky tampak penuh kasih sayang dan bersungguh-sungguh, sama sekali tidak terlihat tanda-tanda sedang membohonginya.Sebenarnya, Alisha tidak peduli dengan semua itu. Dia hanya ingin segera mendapatkan videonya, sekaligus ingin menguji apakah Ricky m

  • Menjadi Kekasih Musuh Kakakku   Bab 48

    Alisha melangkah keluar dari Farley. Mobil Ricky belum pergi. Di bawah cahaya lampu jalan, masih terlihat dua orang di dalam mobil itu sedang membicarakan sesuatu.Alisha bergegas menghampiri mobil Ricky. Lalu, dengan pura-pura riang, dia mengetuk jendela mobil.Ricky menurunkan kaca jendelanya. Begitu melihat Bella duduk di kursi penumpang depan, senyum di wajah Alisha langsung membeku.Kemudian, Alisha berbalik dan berlari pergi.Ricky pun bergegas membuka pintu mobil.“Alisha!”Ricky mengejarnya, lalu meraih pinggang Alisha dan memeluknya dari belakang.Bella yang masih duduk di dalam mobil, mengepalkan tangannya erat-erat.“Lepaskan aku!”Alisha meronta."Alisha, dengarkan aku dulu!"Saat keluar tadi, Alisha masih memakai sepatu hak tinggi yang dia kenakan untuk bekerja di siang hari. Dia lalu menginjak kaki Ricky dengan sekuat tenaga.Ricky merasakan sakit di kakinya dan cengkeramannya sedikit mengendur. Alisha pun menyingkirkan lengan Ricky, lalu berlari pergi.Ricky menahan saki

  • Menjadi Kekasih Musuh Kakakku   Bab 47

    Barulah Ricky bangun dengan perasaan kesal. Dia lalu mengambil ponselnya di atas meja, di samping tempat tidur.Benar saja, setelah selesai menerima telepon, Ricky langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak lama kemudian, Ricky keluar dan mulai berganti pakaian.Setelah Ricky selesai berpakaian, Alisha juga sudah selesai merapikan pakaiannya yang berantakan.Ricky mendekat dan berkata dengan suara serak, “Maaf, ada urusan mendesak yang harus kuselesaikan di luar. Malam ini … aku utang padamu, besok kutebus.”“Ricky, sudah selarut ini, kamu mau ke mana?” tanya Alisha dengan sengaja. “Apa kamu mau menemui wanita yang kutemui di rumah sakit waktu itu?”“Alisha, jangan berpikiran macam-macam. Aku dan dia nggak ada hubungan apa-apa. Aku ada janji, malam ini nggak pulang. Besok pagi aku jemput kamu, kita berangkat ke kantor bersama, ya?”Alisha seperti biasa, tidak bertanya lebih jauh.Begitu Ricky keluar dari kamar tidur, Alisha cepat-cepat berganti pakaian dan menyusul kelu

  • Menjadi Kekasih Musuh Kakakku   Bab 46

    Ramah dan santun, terpelajar dan berwibawa.Tutur kata Ricky juga terdengar begitu menyenangkan di telinga.Namun, justru Ricky-lah yang bersikeras ingin menghancurkan Alisha.Selesai makan, mereka pulang ke Kediaman Alisha.Begitu mobil berhenti, Ricky langsung menarik Alisha ke dalam pelukannya dan menciumnya dalam-dalam.Malam ini, restoran bergaya klasik tempat mereka makan menyajikan minuman keras dari buah.Ricky menghabiskan satu botol.Minuman ini rasanya asam manis dan enak diminum. Namun, seperti anggur merah, efeknya baru terasa belakangan.Terlihat jelas bahwa Ricky sedikit mabuk. Di sela bibir dan giginya masih tersisa aroma harum dan lembut dari minuman keras berbahan buah itu.Beberapa hari terakhir ini, bukan sekali dua kali Ricky menginginkannya.Ciuman di dalam mobil tadi sudah menjadi isyarat.Tak lama kemudian, Ricky turun dari mobil, lalu menggendong Alisha masuk ke kamar utama.Ciuman bertubi-tubi menghujani Alisha bagai badai.Alisha tahu bahwa setelah minum, has

  • Menjadi Kekasih Musuh Kakakku   Bab 45

    “Kenapa nggak memberitahuku?”“Aku takut kamu khawatir. Aku baik-baik saja, cuma kap mesin dan bumpernya yang rusak.”“Aku akan carikan sopir untukmu. Aku nggak tenang melihatmu seperti ini.”“Benar-benar nggak perlu. Aku cuma kurang hati-hati kali ini, nggak sempat menginjak rem. Aku jamin nggak akan terulang lagi.”Alisha sama sekali tidak ingin Ricky menempatkan satu orang lagi di sisinya.Ricky tidak lagi mengatakan apa-apa. Dia membukakan pintu mobil dan Alisha duduk di kursi penumpang depan. Kemudian, mobil melaju dan berhenti di depan sebuah pusat perbelanjaan.Alisha pun bertanya dengan bingung. “Kamu mau beli sesuatu?”“Nggak belanja bahan masakan?”Alisha tiba-tiba ingat, setiap kali Ricky pulang ke Kediaman Alisha, Alisha selalu memasak sendiri.Tentu saja, kadang-kadang Ricky juga memasak.Entah saat Alisha sedang sakit, atau saat tidak enak badan karena datang bulan.Orang biasanya menjadi rapuh secara psikologis dalam keadaan seperti itu, sehingga perhatian-perhatian Rick

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status