Compartilhar

Bab 2

Autor: Jihan Maharani
“Alisha ….”

Ricky membawa senter untuk di luar ruangan dan bergegas masuk ke tenda. Begitu melihat Alisha, Ricky mengulurkan lengannya yang panjang, mencengkeram tengkuk Alisha, lalu menekannya ke dalam pelukannya.

Suara Ricky yang dalam dan merdu itu bergetar pelan. “Aku lihat lampunya padam. Alisha, kamu kan takut gelap, apa kamu takut?”

Aroma cedar yang lembut dan elegan menyelimuti Alisha. Hidung Alisha terasa perih menahan tangis. Dia mendorong Ricky agar menjauh dan berkata dengan suara yang dingin, “Aku nggak apa-apa. Sebentar lagi aku datang bulan. Udara di tempat berkemah ini terlalu dingin, aku mau pulang duluan.”

Ricky menyalakan lampu suasana di dalam tenda.

Cahaya kuning hangat yang lembut itu semula dimaksudkan untuk menciptakan suasana romantis. Namun, saat ini, di mata Alisha semuanya terasa ironis.

Tatapan Ricky menjadi dalam dan gelap, “Bukankah kamu punya hadiah ulang tahun yang penting untuk diberikan padaku?”

Lewat tengah malam nanti, Ricky akan genap berusia 27 tahun.

Dirinya benar-benar hamil seperti yang diharapkan Alisha.

Sebelumnya, Alisha mengira inilah hadiah ulang tahun terbaik.

Dua tahun belakangan, Ricky sangat pandai memuaskan hasratnya. Lantaran tidak tega melihat Alisha minum pil kontrasepsi yang merusak tubuh, Ricky pun melakukan operasi vasektomi.

Alisha-lah yang memohon agar Ricky melakukan operasi penyambungan kembali saluran sperma, agar dia bisa menikah karena hamil duluan.

Pada dasarnya Ricky sama sekali tidak menginginkan anak mereka. Akan tetapi, Ricky bisa memainkan sandiwara untuk mencintai Alisha dengan begitu meyakinkan!

Dokter yang memeriksa Alisha hari ini mengingatkan bahwa pada awal kehamilan sebaiknya tidak melakukan hubungan intim.

Saat diperiksa, usia kehamilan Alisha sudah lima minggu. Setiap malam, mereka tidur bersama. Kadang-kadang dalam semalam, Ricky berhubungan beberapa kali dengan Alisha.

Sepertinya hal itu tidak berpengaruh pada bayi di dalam perut Alisha.

Demi memuaskan Ricky, Alisha baru saja mengambil risiko dengan menemani Ricky bermesraan.

Ricky memang menepati janjinya, gerakannya jauh lebih lembut dari biasanya.

Ricky belum tahu jika Alisha hamil. Jika Ricky mengetahuinya, mungkin malam ini dia suda kegugurann ….

Hehe.

Alisha menatap pria di depannya, yang terasa begitu akrab sekaligus asing itu.

Ricky lahir di Keluarga Devanta, keluarga terkemuka nomor satu di Kota Anala. Selain itu, Ricky juga dianugerahi paras yang istimewa.

Tinggi Ricky 188 sentimeter, dengan fitur wajah yang tegas dan tampan. Matanya yang hitam pekat seperti malam yang gelap gulita. Reputasinya sebagai playboy di luar sana justru menambah kesan berkelas, tetapi sedikit berandalan yang begitu memikat.

Sayangnya, di balik penampilannya yang menawan itu tersembunyi hati yang begitu hina!

Alisha tidak berniat memberi tahu Ricky tentang kehamilannya.

Bayi yang dinantikan Alisha dengan penuh harap itu tidak diinginkan oleh Ricky. Sekarang, Alisha sendiri juga tidak lagi menginginkannya.

Malam ini, Alisha datang diam-diam, juga berencana untuk pergi diam-diam.

Alisha takut orang lain mengetahui hubungannya dengan Ricky, sehingga Alisha tidak pernah sekali pun muncul bersama Ricky di tempat-tempat umum.

Lantaran itu juga, Ricky pernah mengatakan bahwa Alisha pasti menganggap Ricky memalukan untuk dipamerkan. Dengan rayuan itu, Ricky berhasil membuat Alisha menyerahkan seluruh hatinya kepada Ricky.

Sementara Ricky sendiri, mungkin diam-diam bersorak gembira.

“Tapi, aku begitu lelah. Mungkin, aku sebentar lagi datang bulan. Aku nggak sanggup menunggu sampai jam 12. Besok saja kuberikan hadiahnya kepadamu, boleh ‘kan?”

Ricky pun sedikit mengerutkan kening.

Alisha tahu, di hari ulang tahun Ricky tahun lalu, meski demam tinggi, Alisha tetap bertahan sampai lewat tengah malam untuk menjadi yang pertama memberikan hadiah dan ucapan selamat ulang tahun kepada Ricky.

Perubahan sikap Alisha yang mendadak ini mungkin akan membuat Ricky curiga. Akan tetapi, Alisha tidak takut. Pesta pertunangan belum digelar. Jadi, Ricky pasti masih akan mencari cara untuk menenangkan Alisha.

Benar saja, seperti dugaan Alisha, Ricky pun langsung tersenyum. Dengan penuh kasih sayang, Ricky mencolek ujung hidung Alisha, “Aku yang kurang perhatian. Tubuh gadis itu memang rapuh. Mana tahan dinginnya udara di luar yang lembap. Aku akan mengantarmu pulang.”

“Nggak usah, banyak temanmu di sini.”

Ricky pun memeluk Alisha. “Selalu sembunyi-sembunyi begini, kamu benar-benar hampir membuatku gila.”

Lagi-lagi mencoba untuk merayunya?

Jika bukan putra Keluarga Devanta, Ricky pasti bisa meraih piala penghargaan film paling bergengsi di dunia.

Alisha pun tersenyum tipis. “Tinggal satu setengah bulan lagi. Aku ingin mengumumkannya saat pertunangan nanti.”

Ricky pasti juga sangat menantikan pesta pertunangan yang tinggal satu setengah bulan lagi itu.

Menantikan saat menghancurkan Alisha, membalas dendam atas penolakan kakaknya terhadapnya, lalu menghancurkan Keluarga Avandra.

Alisha tidak akan membiarkan hal itu terjadi.

Alisha akan membalasnya dengan cara yang sama, membuat Ricky benar-benar jatuh cinta padanya, lalu meninggalkannya di pesta pertunangan.

Rasa sakit yang sama, akan dikembalikan Alisha seutuhnya kepada pria itu!

Ricky hendak mengantar Alisha, tetapi Alisha menolaknya.

Alisha menyetir sendiri ke tempat ini. Mobil Alisha adalah mobil mewah edisi terbatas global pemberian Ricky.

Alisha duduk di kabin pengemudi yang mewah itu dan tersenyum sinis.

Mobil ini harganya lebih dari 120 miliar. Demi menjatuhkan Keluarga Avandra, Ricky benar-benar tidak segan-segan mengeluarkan banyak uang.

Memang benar, Pak Ricky itu playboy dan selalu royal kepada wanita. Wanita mana pun yang pernah punya skandal dengan Ricky tidak pernah sekali pun menjelek-jelekkan Ricky. Ricky malah mendapatkan pujian yang tidak ada habisnya.

Alisha berpikir, mungkin satu-satunya wanita yang pernah menolak Ricky hanyalah kakaknya saja.

Sementara Alisha sendiri, justru yang paling malang di antara semua wanita itu.

Lalu, mengenai wanita yang sudah menikah resmi dengan Ricky itu ….

Alisha tidak ingin menebak siapa orangnya.

Semua itu tidak ada hubungannya lagi dengan dirinya.

Alisha lalu menyalakan mesin mobilnya dan menginjak gas dalam-dalam. Deru mesin mobil sport itu bagaikan raungan binatang buas yang terkurung dan membelah kesunyian malam.

Bodi mobil itu meluncur melewati tikungan, lalu mengepot dengan begitu memukau untuk berbelok tajam.

Alisha tidak kuasa untuk mengenang kembali kejadian saat dia kembali bertemu dengan Ricky.

Semua itu pasti sudah lama direncanakan oleh Ricky.

Rasa sakit yang tajam dan menusuk memenuhi hati Alisha dan hanya bisa ditekan dengan kecepatan kilat dan raungan mesin.

Alisha memacu mobilnya sekencang-kencangnya di sepanjang perjalanan, hingga akhirnya sampai di Kediaman Alisha.

Kata-kata “Kediaman Alisha” pada papan nama di gerbang itu adalah tulisan tangan Ricky sendiri.

Ricky, playboy yang penuh pesona itu, tidak hanya punya cara-cara yang tegas dan kejam di dunia bisnis, tetapi juga begitu berbakat. Bermain musik, catur, kaligrafi dan lukisan tradisional, semuanya dikuasai Ricky dengan istimewa, hingga menarik tak terhitung banyaknya wanita yang datang silih berganti tanpa henti.

Ponsel Alisha berdering.

Telepon itu dari Belinda.

Mata Alisha terasa perih. Memang kakaknya yang paling berpikiran jernih. Begitu banyak wanita yang tergila-gila pada Ricky. Hanya Belinda saja yang menganggap Ricky tidak ada harganya.

Tiba-tiba, perut bagian bawah Alisha terasa nyeri sedikit.

Alisha terdiam sejenak, lalu mengangkat telepon.

“Alisha, besok aku ke Kota Anala untuk membicarakan investasi. Pesawatku mendarat jam lima sore. Jemput aku di bandara dan malamnya kita makan bersama.”

“Oke.”

Tenggorokan Alisha terasa tercekat.

Belinda pun berkata dengan penuh perhatian, “Kamu flu?”

“Nggak, tadi cuma kena angin sebentar di luar. Hidungku jadi agak tersumbat.”

“Sudah larut, jangan keluyuran di luar. Cepat pulang dan istirahat. Sampai besok ya, kututup teleponnya.”

“Kakak.”

Alisha menahan Belinda sebelum telepon ditutup.

“Ada apa?”

“Kenapa Kakak begitu membenci putra Keluarga Devanta?”

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App

Último capítulo

  • Menjadi Kekasih Musuh Kakakku   Bab 50

    Suasana hati Alisha sedang buruk ketika ponselnya berdering. Ternyata Belinda yang menelepon.Begitu telepon tersambung, suara Belinda terdengar panik.“Alisha, Adjie terluka. Sekarang sedang dirawat di ruang unit gawat darurat Rumah Sakit Umum Kota Anala. Bibi Arini dan Paman Lutfi sedang berlibur ke luar negeri. Bibi Arini sudah meneleponku. Mereka nggak bisa pulang secepat itu. Katanya, karena kamu berada di Kota Anala, dia meminta tolong agar kamu pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Adjie terlebih dulu dan membantu merawatnya.”“Terluka karena apa? Apakah parah?”“Aku sendiri juga kurang jelas. Bibi Arini juga nggak ada di lokasi. Kamu kan lebih dekat, pergilah dulu untuk melihatnya.”“Oke.”Urusan perjodohan itu bermula karena dirinya, maka sudah seharusnya Alisha juga yang menyelesaikannya.Terlepas dari semua itu, mengingat hubungan antara kedua keluarga, karena sudah dihubungi, Alisha memang seharusnya pergi menjenguk.Alisha pun bergegas ke rumah sakit dan berlari menuj

  • Menjadi Kekasih Musuh Kakakku   Bab 49

    Ricky mendekap Alisha erat-erat. Sambil meronta, Alisha berkata, “Lepaskan aku! Pergi saja cari wanita lain, mulai sekarang jangan temui aku lagi!”“Alisha, dengarkan aku,” bujuk Ricky dengan lembut. “Aku benar-benar nggak ada apa-apa dengannya. Aku khawatir kamu salah paham, makanya aku nggak bilang kalau aku pergi menemuinya.”Alisha berbalik dan menatap mata Ricky. “Kalau begitu, katakan padaku, sebenarnya apa hubungan kalian?”“Sudah kubilang, dia istri temanku. Aku dititipi untuk membantu menjaganya.”Masih saja membohonginya!Padahal mereka sudah menikah.“Benarkah?”“Hmm. Aku sudah janji pada temanku untuk menjaganya baik-baik. Dia sedang hamil. Kalau ada urusan, dia mencariku. Jadi, aku harus datang. Alisha, jangan marah lagi, ya?”Ricky tampak penuh kasih sayang dan bersungguh-sungguh, sama sekali tidak terlihat tanda-tanda sedang membohonginya.Sebenarnya, Alisha tidak peduli dengan semua itu. Dia hanya ingin segera mendapatkan videonya, sekaligus ingin menguji apakah Ricky m

  • Menjadi Kekasih Musuh Kakakku   Bab 48

    Alisha melangkah keluar dari Farley. Mobil Ricky belum pergi. Di bawah cahaya lampu jalan, masih terlihat dua orang di dalam mobil itu sedang membicarakan sesuatu.Alisha bergegas menghampiri mobil Ricky. Lalu, dengan pura-pura riang, dia mengetuk jendela mobil.Ricky menurunkan kaca jendelanya. Begitu melihat Bella duduk di kursi penumpang depan, senyum di wajah Alisha langsung membeku.Kemudian, Alisha berbalik dan berlari pergi.Ricky pun bergegas membuka pintu mobil.“Alisha!”Ricky mengejarnya, lalu meraih pinggang Alisha dan memeluknya dari belakang.Bella yang masih duduk di dalam mobil, mengepalkan tangannya erat-erat.“Lepaskan aku!”Alisha meronta."Alisha, dengarkan aku dulu!"Saat keluar tadi, Alisha masih memakai sepatu hak tinggi yang dia kenakan untuk bekerja di siang hari. Dia lalu menginjak kaki Ricky dengan sekuat tenaga.Ricky merasakan sakit di kakinya dan cengkeramannya sedikit mengendur. Alisha pun menyingkirkan lengan Ricky, lalu berlari pergi.Ricky menahan saki

  • Menjadi Kekasih Musuh Kakakku   Bab 47

    Barulah Ricky bangun dengan perasaan kesal. Dia lalu mengambil ponselnya di atas meja, di samping tempat tidur.Benar saja, setelah selesai menerima telepon, Ricky langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak lama kemudian, Ricky keluar dan mulai berganti pakaian.Setelah Ricky selesai berpakaian, Alisha juga sudah selesai merapikan pakaiannya yang berantakan.Ricky mendekat dan berkata dengan suara serak, “Maaf, ada urusan mendesak yang harus kuselesaikan di luar. Malam ini … aku utang padamu, besok kutebus.”“Ricky, sudah selarut ini, kamu mau ke mana?” tanya Alisha dengan sengaja. “Apa kamu mau menemui wanita yang kutemui di rumah sakit waktu itu?”“Alisha, jangan berpikiran macam-macam. Aku dan dia nggak ada hubungan apa-apa. Aku ada janji, malam ini nggak pulang. Besok pagi aku jemput kamu, kita berangkat ke kantor bersama, ya?”Alisha seperti biasa, tidak bertanya lebih jauh.Begitu Ricky keluar dari kamar tidur, Alisha cepat-cepat berganti pakaian dan menyusul kelu

  • Menjadi Kekasih Musuh Kakakku   Bab 46

    Ramah dan santun, terpelajar dan berwibawa.Tutur kata Ricky juga terdengar begitu menyenangkan di telinga.Namun, justru Ricky-lah yang bersikeras ingin menghancurkan Alisha.Selesai makan, mereka pulang ke Kediaman Alisha.Begitu mobil berhenti, Ricky langsung menarik Alisha ke dalam pelukannya dan menciumnya dalam-dalam.Malam ini, restoran bergaya klasik tempat mereka makan menyajikan minuman keras dari buah.Ricky menghabiskan satu botol.Minuman ini rasanya asam manis dan enak diminum. Namun, seperti anggur merah, efeknya baru terasa belakangan.Terlihat jelas bahwa Ricky sedikit mabuk. Di sela bibir dan giginya masih tersisa aroma harum dan lembut dari minuman keras berbahan buah itu.Beberapa hari terakhir ini, bukan sekali dua kali Ricky menginginkannya.Ciuman di dalam mobil tadi sudah menjadi isyarat.Tak lama kemudian, Ricky turun dari mobil, lalu menggendong Alisha masuk ke kamar utama.Ciuman bertubi-tubi menghujani Alisha bagai badai.Alisha tahu bahwa setelah minum, has

  • Menjadi Kekasih Musuh Kakakku   Bab 45

    “Kenapa nggak memberitahuku?”“Aku takut kamu khawatir. Aku baik-baik saja, cuma kap mesin dan bumpernya yang rusak.”“Aku akan carikan sopir untukmu. Aku nggak tenang melihatmu seperti ini.”“Benar-benar nggak perlu. Aku cuma kurang hati-hati kali ini, nggak sempat menginjak rem. Aku jamin nggak akan terulang lagi.”Alisha sama sekali tidak ingin Ricky menempatkan satu orang lagi di sisinya.Ricky tidak lagi mengatakan apa-apa. Dia membukakan pintu mobil dan Alisha duduk di kursi penumpang depan. Kemudian, mobil melaju dan berhenti di depan sebuah pusat perbelanjaan.Alisha pun bertanya dengan bingung. “Kamu mau beli sesuatu?”“Nggak belanja bahan masakan?”Alisha tiba-tiba ingat, setiap kali Ricky pulang ke Kediaman Alisha, Alisha selalu memasak sendiri.Tentu saja, kadang-kadang Ricky juga memasak.Entah saat Alisha sedang sakit, atau saat tidak enak badan karena datang bulan.Orang biasanya menjadi rapuh secara psikologis dalam keadaan seperti itu, sehingga perhatian-perhatian Rick

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status