Início / Rumah Tangga / Menjadi Simpanan Ayah Mertua / Bab 40 Rintihan di penginapan

Compartilhar

Bab 40 Rintihan di penginapan

Autor: Jackie Boyz
last update Data de publicação: 2026-06-10 08:26:19

Wuhan mengira Suxuan tidak pulang ke rumah karena marah padanya. Dia sangat cemas sampai tidak bisa berpikir jernih.

Di ruang tengah dia melihat Liliana sedang menyiapkan menu makan malam. Wuhan dengan wajah penuh emosi langsung pergi menghampirinya.

“Lilia! Apa kamu yang sudah masuk ke dalam kamarku lalu menaruh foto-fotoku saat aku bersama dengan Resty?” tuduhnya.

Meski benar itu adalah ulahnya, Liliana tidak mungkin mengakui apa yang sudah dilakukannya.

“Apa maksudmu?
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Menjadi Simpanan Ayah Mertua   Bab 46 End

    “Melewatinya? Melihat bagaimana akhirnya? Dari pelukanmu lalu berpindah lagi ke pelukan putramu? Kamu sungguh ingin melihatku hancur....” gumam Suxuan seraya meremas tepi ranjang. Pada pagi hari, sebelum berangkat ke perusahaan Wuhan mampir ke rumah sakit untuk melihat kondisi Suxuan. Saat dia tiba di kamar pasien, dia melihat Suxuan duduk bersandar dengan nyaman di atas ranjang. “Aku membawakanmu bubur, bibi pelayan yang membuatnya untukmu,” ujarnya seraya membuka tutup termos dan menuangkannya ke dalam mangkuk. Wuhan berniat menyuapinya. Suxuan awalnya ingin membuka bibirnya karena tidak ingin mengecewakan Wuhan, tapi ketika dia melihat ada yang aneh dengan bubur tersebut dia langsung menepis sendok di depannya. Bubur tersebut menguap ketika menyentuh lantai dan meninggalkan noda hitam di permukaan porselen. Suxuan sama sekali tidak terkejut, hanya saja ketika dia mencium aromanya yang tidak biasa membuat Suxuan berpikir mungkin

  • Menjadi Simpanan Ayah Mertua   Bab 45 Aku tidak akan meninggalkanmu

    “Papa, aku terlalu senang karena Kakak Wuhan bersedia datang ke sini, aku tidak percaya melihatnya benar-benar datang, jadi aku-”“Sudahlah! Kalian juga sudah dewasa, tapi ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan padamu, Wuhan,” ujarnya pada mereka berdua, tatapan mata Songlan tertuju ke arah Wuhan yang kini masih berdiri di pintu rumahnya.Wuhan tidak menunjukkan reaksi selain tatapan mata dingin dan penuh kebencian terhadap Resty, dia pikir Resty terlalu cemburu dan ingin mencelakai Suxuan.“Sebelum Dosen Song bertanya, bolehkah aku memastikan sesuatu?” tanyanya dengan tatapan mata serius.“Ya,” Songlan memicingkan matanya, dia tampak waspada karena pikirnya itu adalah masalah perselingkuhannya dengan mahasiswi di kampus.“Kemarin, apakah Resty di rumah?”“Ya dia di rumah, bukannya kalian magang di perusahaan yang sama? Kamu tahu putriku tidak suka keluyuran. Beberapa minggu yang lalu dia pergi ke kafe dan dia bilang ingin meminjam buku penting darimu, buka

  • Menjadi Simpanan Ayah Mertua   Bab 44 Perbuatan Liliana

    Ketika Wuhan kebingungan, sementara Zuxiao hanya bisa diam meski dalam hatinya merasa tidak tenang. Wuhan tiba-tiba menerima pesan dari Suxuan. Suxuan bilang dia telah mengalami kecelakaan kecil dan sekarang masih berada di rumah sakit.Wuhan berdiri dari kursinya dan segera bicara dengan Zuxiao. “Pa, aku mendapatkan kabar dari Suxuan. Dia mengalami kecelakaan dan sekarang ada di rumah sakit, aku akan pergi ke sana!” ujarnya dengan terburu-buru. Wuhan memakai jaketnya dan pergi ke alamat rumah sakit yang dikirimkan Suxuan padanya. Ketika ia tiba di sana, Wuhan melihat wajah Suxuan dibalut perban, kaki dan lengannya juga dibalut dengan perban.Wuhan pikir mobil yang ditumpangi Suxuan rusak parah jadi Suxuan harus dibalut dengan perban sebanyak ini. “Su-suxuan! Apa yang terjadi padamu? Kenapa lukamu sebanyak ini? Apakah kondisimu sempat kritis?” tanyanya dengan gugup dan cemas.“Aku tidak apa-apa, kamu tenanglah, Wuhan tanda tanganilah persetujuan operasi, a

  • Menjadi Simpanan Ayah Mertua   Bab 43 Wajahku hancur

    “Zuxiao, kamu tahu jelas masalah perjalananku ke luar negeri kali ini juga bukan karena uang.”Zuxiao mencium punggungnya lalu menyelipkan tangannya ke dalam bawah roknya dan menyelipkannya lagi ke dalam g-string tipis di bagian selangkangan Suxuan, sementara tangan satunya juga tidak bisa tinggal diam. Zuxiao meremat buah dadanya dan memelintir putingnya sambil mengelus kasar lubang sempitnya. “Aah, aah, ahh, Suxuan, ah, sayangku, aah,” desahnya seraya menempelkan bagian bawah tubuhnya di belakang bokong Suxuan. “Batangku tidak bisa jauh-jauh darimu, kamu tahu betul masalahku!” ujarnya seraya menepikan g-stringnya ke samping, Zuxiao mengangkat roknya ke atas dan mulai mendorong batangnya ke dalam lubangnya. Suxuan masih menatap cermin, tubuhnya tampak setengah telanjang dan kini tengah disetubuhi dari belakang. Kedua buah dadanya dikeluarkan dari gaun dan mantelnya menjadi tidak berguna. Bagian pinggangnya ke bawah tampak telanjang dengan g-string yang sudah ditepikan

  • Menjadi Simpanan Ayah Mertua   Bab 42 Tidak ingin kamu pergi

    Liliana dengan jari gemetar mengetuk lemari di samping. Dia tetap berdiri di luar ambang pintu dapur, tidak berani memanggil Zuxiao. Sementara Suxuan, wanita itu masih meremas tengkuk Zuxiao yang kini sibuk menjilat selangkangannya tanpa mau berhenti. Karena tidak ada tanggapan, Liliana kembali mengetuk dengan sedikit lebih keras. Kali ini Zuxiao mendengarnya lebih jelas dan pria itu berhenti lalu berdiri seraya menutupi Suxuan di belakang punggungnya. Kancing kemeja Zuxiao terbuka dan membuat dadanya yang berotot terlihat. Dengan santai dia bicara pada Suxuan di belakangnya, “Tatalah kembali bajumu,” ujarnya sambil mengulurkan tangan ke belakang dan mengelus kulit buah dada Suxuan. Suxuan mendekat lalu memeluk pinggang Zuxiao dari belakang. “Aku akan merapikan bajuku setelah kamu selesai menyentuh buah dadaku,” jawabnya. Zuxiao berbalik memunggungi pintu dan melumat bibir Suxuan lalu menoleh ke arah Liliana di ambang

  • Menjadi Simpanan Ayah Mertua   Bab 41 Desahan di dapur

    “Oukh, sshh, oukh, sekarang saja, ayolah,” Suxuan merengek seraya memeluk tengkuk Wuhan di antara kedua pahanya.Wuhan sudah tidak sabar, dia langsung berdiri lalu mendorong batangnya yang mengeras ke dalam lubang vaginanya. “Aku senang kamu tidak menolakku,” bisik Wuhan di telinga Suxuan. Wuhan mulai menghentak-hentakkan pinggangnya ke depan, memukul dengan sangat cepat. Suxuan mengangkang sambil meremas bantal di kedua sisi kepalanya. Wajahnya memerah dan terlihat menikmati gesekan batang Wuhan pada lubang sempitnya. Baru permulaan, dalam beberapa menit saja Wuhan sudah tidak bisa bertahan.“Ssshh, Suxuan, oukh aku sudah ingin keluar, okh, okh, aku tidak tahan sayang! Aakkhhh!” cairannya tumpah di dalam lubang intim Suxuan.Suxuan dengan napas terengah-engah menatap wajah Wuhan yang kini berada tepat di atas wajahnya. Wuhan menyentuh buah dadanya lalu meremasnya sambil menatapnya dengan penuh penyesalan.“Maafkan aku, aku akan memuaskanmu lagi, nanti

  • Menjadi Simpanan Ayah Mertua   Bab 39 Dugaan

    Suxuan tidak tahu kenapa orang itu menunjukkan foto-foto Wuhan dengan seorang gadis di atas ranjangnya. Suxuan mengambil lembaran foto-foto Wuhan lalu menyimpannya di dalam laci. “Kenapa memberikan foto-foto ini padaku? Apa orang itu pikir aku akan cemburu lalu bercerai hanya karena melihat

  • Menjadi Simpanan Ayah Mertua   Bab 38 Erangan manja dan foto mencurigakan

    Sudah jelas apa yang akan terjadi selanjutnya, mereka berdua masuk ke dalam kamar dan ketika Suxuan melepaskan gaunnya Wuhan sudah tidak sabar dan ingin bercinta dengannya. Wuhan memeluk tubuh Suxuan yang telanjang dari belakang, lalu membuatnya menungging dengan satu kaki di atas meja rias. Wuha

  • Menjadi Simpanan Ayah Mertua   Bab 36 Desakan Zuxiao dan kunjungan ke rumah Nenek

    Melihat Liliana kembali ke meja makan dengan wajah murung sepertinya Zuxiao tahu apa yang terjadi. Lima belas menit kemudian, Wuhan datang dan ikut bergabung di kursi ruang makan. Pria itu terlihat segar, cerah, berenergi, dan lebih dewasa. Zuxiao tanpa sadar meremas sendok di genggaman tangannya

  • Menjadi Simpanan Ayah Mertua   Bab 35 Rencana penelitian

    Wuhan sudah mengambil apa yang dia butuhkan lalu segera kembali ke dalam kamar. Beberapa saat kemudian Suxuan masuk ke dalam. Wanita itu sepertinya baru saja mandi. Ujung rambutnya yang diikat ke atas terlihat basah di beberapa bagian, aroma sabun juga melekat di tubuhnya. “Kapan kamu kembal

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status